Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 09 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Pegangan Itu Ada Untuk Menguatkan Kita.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-53. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ilmu Tanpa Amal Sama Seperti Orang Tak Berilmu.

Jangan kita merasa aman ketika kita sering ke pengajian. Tapi merasa kurang dan merasa harus ada yang dibenahi setelah kita bangkit dari sebuah pengajian.

Ujian itu datang setelah kita mengikuti pengajian. Pengajian bukanlah tempat sebuah ujian. Tapi pengajian adalah sebuah tempat kita mengambil pelajaran untuk menghadapi ujian.

Jangan merasa beriman ketika kita sudah sering pergi ke pengajian. Karena kita baru saja mendapatkan pelajaran dan pelajaran belum tentu akan kita terapkan.

Ujian yang sesungguhnya adalah menerapkan pelajaran apa yang sudah kita dapatkan dari pengajian. Dan kita menjadi lebih beriman ketika kita sudah mulai menerapkan.

Sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan sebuah pelajaran. Tapi sangat sulit bagi kita untuk bisa menerapkan pelajaran yang sudah kita dapatkan.

Yang paling penting dari sebuah pengetahuan terletak pada penerapannya. Bagaimana kita menerapkan pengetahuan yang kita dapat, akan menentukan besar nilai kebermanfaatannya.

Tapi sudah sampai ke level mendapatkan pengetahuan saja, itu sudah sangat baik. Karena banyak sekarang orang yang mau tahu saja, dia tidak mau, alias mereka tidak mau tahu.

Pengetahuan adalah gerbang dari kemuliaan. Tapi ingat, pengetahuan juga harus diterapkan. Mulai dari diri kita sendiri kemudian orang yang ada di sekitar kita.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim."

(HR. Ibnu Majah).

Wajib untuk kita menuntut ilmu pengetahuan. Tapi jangan lupa juga bawa ilmu pengetahuan yang sudah kita tahu agar segera kita amalkan dan terapkan.

Karena ilmu pengetahuan yang tidak kita amalkan itu seperti harta yang tidak kita belanjakan. Mereka ada tapi kita tidak tahu fungsinya apa.

Sesuatu yang ada namun tidak memiliki fungsi maka itu sia-sia. Fungsinya ada, tapi kadang kita sebagai pemiliknya tidak mau memfungsikan apa yang kita miliki sebagaimana mestinya.

Kita sibuk mencari ilmu pengetahuan, mengumpulkannya sebanyak mungkin. Tapi kita lupa untuk menerapkannya dan lupa juga untuk mengamalkannya.

Padahal yang paling penting dari mempelajari sebuah ilmu terletak pada amalnya. Jika kita tidak mengamalkannya maka hilanglah nilai dari sebuah ilmu tersebut.

Sama seperti harta benda. Yang paling penting dari harta benda adalah menggunakannya. Sia-sia jika kita menyimpan harta benda, namun kita tidak bisa menggunakannya.

Di mana letak nilai penting dari harta benda kalau kita tidak menggunakannya. Menyimpan harta benda dan tidak menggunakannya sama seperti tidak punya harta benda.

Jangan menunggu ilmu banyak baru bisa kita amalkan. Tapi amalkanlah seberapapun banyak ilmu yang sudah kita miliki. Ilmu tanpa amal sama seperti orang yang tak berilmu.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Bermainlah, Tapi Jangan Main-Main Dalam Permainan.

"In the Infinite Game, the primary objective is to keep playing."

~ Simon Sinek.

Untuk menang di dalam permainan yang tiada hentinya tiada batasnya adalah dengan tetap bermain. Sekali kita keluar dari permainan maka kita akan kalah.

Memperjuangkan nilai-nilai yang ada dalam diri kita, sesuatu yang ingin kita dapatkan, sesuatu yang layak untuk kita capai. Itu yang disebut dengan tetap dalam permainan.

Tapi sayangnya ini adalah Infinite game. Sebuah permainan tanpa batas dan sebuah permainan tak terbatas. Pembatasnya hanyalah kematian.

Agak ngeri-ngeri sedap memang ketika kita membicarakan kematian sebagai batas dari permainan yang tak terbatas ini, atau yang kita sebut sebagai Infinite game.

Tapi begitulah adanya, begitulah faktanya. Bahwa hanya kematian yang menjadi batas dari sebuah game yang tak terbatas ini adalah benar adanya.

Jadi selama kita hidup selama kita menginjakkan kaki di atas tanah maka kita masih tetap dalam permainan dan kita terus dalam permainan sampai kita benar-benar selesai (mati).

Untuk bisa menang dalam permainan tak terbatas, maka kita harus tetap bermain. Kita bisa memilih untuk tidak bermain tapi sayang itu adalah cara kita untuk kalah.

Tapi untuk orang yang menginginkan kemenangan, cara satu-satunya hanyalah dengan tetap bermain.

Kita tidak bisa memenangkan sebuah permainan tanpa ikut serta bermain di dalamnya. Bermain artinya memperjuangkan kemenangan. Tidak bermain, itu memperjuangkan kekalahan.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

Menariknya dalam sebuah permainan adalah kita harus serius dalam memainkannya. Kita tidak bisa hanya sekedar ikut, atau sekedar iseng-iseng saja, lalu berharap untuk bisa menang.

Namanya memang permainan, tapi bukan berarti di dalamnya kita hanya main-main saja, tanpa ada target, tanpa ada tujuan yang ingin kita capai.

Dalam sebuah permainan kita harus tetap memiliki tujuan yang ingin kita capai. Karena tujuan itulah yang akan membuat kita menjadi seseorang yang ingin berjuang.

Dengan adanya tujuan menjadikan kita memperjuangkan segala usaha dan upaya kita untuk bisa mencapai atau untuk bisa mendapatkan harapan yang telah kita targetkan.

Setidaknya tujuan seseorang bermain adalah untuk menang. Maka ketika sudah memiliki tujuan untuk menang. Selanjutnya ialah memikirkan strategi bagaimana cara untuk menang.

Dan dalam menyusun strategi kita tidak bisa main-main. Kita harus benar-benar serius dalam menyusun strategi. Karena hasil apa yang akan kita dapatkan ditetapkan oleh strategi.

Sehingga sangat penting bagi kita untuk peduli terhadap rencana yang kita susun. Peduli itu ketika kita benar-benar memikirkan detail demi detail dalam rencana kita.

Bermainlah dalam permainan, tapi jangan main-main dalam permainan. Karena permainan bukan tempat kita main-main. Sekali kita main-main, maka kita akan keluar dari permainan.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Pegangan Itu Ada Untuk Menguatkan Kita.

“Dalam melangkah kembangkan prinsip hati-hati karena suatu saat kamu bisa tersandung dan berakibat merugikan dirimu sendiri”.

~ Anonim.

Prinsip adalah suatu pegangan yang seharusnya memudahkan kita. Bagaimana ketika kita menyebrang di sebuah jembatan kita berpegang tangan dengan tali jembatan.

Tujuan kita berpegang pada tali jembatan agar kita tidak takut dengan goncangan. Karena ketakutan seringkali membuat kita was-was dan seringkali membuat kita menjadi panik.

Adanya sebuah tali dalam jembatan itu menjadikan kita lebih kuat untuk berjalan dan lebih kuat mental kita terhadap rasa was-was ataupun rasa panik yang menghampiri kita.

Ya, meskipun masih ada rasa panik dan was-was dalam diri kita. Setidaknya perasaan itu tidak sebesar ketika kita tidak memiliki pegangan sama sekali.

Sebuah pegangan yang baik memang menjadikan seseorang lebih tenang dan menjadikan seseorang bisa merasakan kenyamanan dan bisa merasakan ketentraman.

Tapi inti dari adanya sebuah pegangan adalah, agar kita tidak memiliki rasa takut yang berlebihan atau rasa cemas yang berlebihan terhadap suatu masalah yang sedang kita hadapi.

Itu adalah esensi dari sebuah pegangan atau nilai yang paling penting dari sebuah pegangan. Adanya pegangan menjadikan kita tidak jatuh meski kita masih ada rasa takut.

Rasa takut akan tetap ada. Tapi bukan berarti dengan rasa takut itu, menjadikan kita tak berdaya. Ketidakberdayaan kita adalah karena kita tidak memiliki pegangan.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

Begitu juga dengan fungsi prinsip. Prinsip adalah pegangan hidup kita. Pegangan yang menjadikan kita kuat dan tidak mudah jatuh atau hanyut dengan berbagai rintangan.

Sebut saja salah satu rintangannya adalah kata orang yang mempengaruhi kita. Dengan adanya prinsip dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah goyang dengan apa kata orang.

Kenapa? Karena kita memiliki prinsip, kita memiliki sesuatu yang mana prinsip itu bisa kita jadikan sebuah pegangan. Maka ketika kita memiliki prinsip, seharusnya kita tidak akan goyang.

Mungkin kita akan goyang. Tapi setidaknya dengan memiliki prinsip, kita tidak akan jatuh ke dalam lubang atau jurang. Hanya orang yang tidak memiliki pegangan yang akan jatuh.

Maka sangat penting bagi kita untuk menciptakan sebuah prinsip yang baik. Tidak hanya baik, tapi sebuah prinsip yang tepat sebagai pegangan kita.

Kita bisa bayangkan jika kita memiliki pegangan yang licin. Maka ketika kita goyang dan berpegangan pada pegangan tersebut. Yang ada kita akan jatuh.

Karena ternyata pegangan yang kita buat adalah pegangan yang licin. Yang mana ketika kita pegang, bukannya kita bertahan, tapi malah membuat kita jatuh ke dalam jurang.

Yang namanya pegangan tidak cukup hanya sekedar bisa dipegang. Tapi pegangan harus bisa membuat kita bertahan. Karena fungsi pegangan menguatkan, bukan melemahkan.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload