Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 16 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Kebahagiaan Tidak Dicari Melainkan Dipelajari.

Daily Insight adalah insight yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya pribadi juga bisa menjadi terapi.

Apa yang saya tulis di Daily Insight adalah sebuah perjalan berharga bagi saya seorang. Sehingga terkadang tulisannya hanya dapat dipahami oleh diri saya sendiri.

Saya tidak menganjurkan kamu untuk membacanya! Tapi kalau kamu tetap mau, ya silahkan.

Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-60. Selamat membaca...

INSIGHT 1

Kebahagiaan Itu Melekat Pada Orang-orang Sekitar Kita.

Ada sebuah video yang sangat menarik di pagi Jumat ketika saya scrolling media sosial. Video tersebut berbicara tentang bagaimana cara kita menghadapi sebuah masalah.

Ada sebuah kitab yang berjudul Al Adabul Mufrod karya al Imam Al Bukhori. Didalam kitab tersebut dikisahkan seorang pemuda yang datang kepada Ibnu Abbas ra.

Ia datang bermaksud untuk berkonsultasi kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ta'ala anhuma. Ia curhat tentang perihal dirinya yang ingin bertaubat dari segala dosa yang pernah ia lakukan.

Mendengar curhatan pemuda itu, lantas Ibnu Abbas bertanya kepadanya, “Ibu masih ada, gak?, “Masih ada” Jawabnya. Lalu Ibnu Abbas radhiyallahu ta'ala anhuma berkata,

“Ya sudah, pulang saja ke rumahmu berbakti kepada ibumu, sayangi dia, buat beliau merasa senang dengan kehadiranmu.” Ia bertanya lagi kepada Ibnu Abbas, “Kenapa mesti ibu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Saya tidak pernah mendapati di Al Qur’an dan keterangan Nabi ﷺ yang terbaik pada bakti kepada ibu untuk menghentaskan semua masalahmu."

Bisa kita simpulkan bahwa, ketika kita sedang menghadapi sebuah masalah, maka cara penyelesaiannya adalah pulang kepada orang tua, pulang kepada ibu kita.

Bawakan ia sesuatu yang bisa menyenangkan hatinya. Buatlah ia gembira, berikan sesuatu yang terbaik yang bisa kita berikan kepadanya. Lalu minta doa agar ibu kita mendoakan kita.

Kita semua pasti sudah tahu bahwa doa seorang ibu itu sangat mudah untuk diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Apabila masalah menghampirimu, maka hampirilah ibumu. Minta doa baik darinya untukmu, agar semua masalah yang sedang kamu hadapi Allah ringankan untukmu.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

Ridho orang tua, ridho Allah jua. Maka selagi orang tua kita hidup, berbaktilah kepadanya, gembirakan ia, buatlah hatinya senang dengan apa yang kita miliki.

Kadang untuk bisa membahagiakan orang tua itu sangat mudah sekali. Bahkan kita tidak membutuhkan materi untuk bisa membahagiakan orang tua kita.

Kehadiran kita dalam hidupnya sudah sangat membahagiakan dirinya. Maka selagi kita punya waktu hadirlah secara penuh di tengah-tengah orang tua kita, apapun kesibukan kita.

Karena akan tiba saatnya di mana kita tidak akan bisa lagi hadir di tengah-tengah mereka. Kita tidak bisa lagi memberikan sesuatu yang berharga kepada mereka.

Dari sekian banyak waktu yang kita miliki. Dari sekian banyak pekerjaan yang kita punya. Luangkanlah sedikit waktu untuk hadir dan membuat mereka bahagia.

Kita terlalu sibuk dengan kesibukan yang tidak bermakna, yang mana kesibukan itu hanya menyenangkan diri sendiri. Padahal kita hidup tidak sendiri melainkan ada orang lain disekitar kita.

Orang-orang di sekitar kita seperti orang tua kita dan keluarga kita, patut untuk kita hormati kehadirannya. Cara menghormati mereka adalah dengan hadir sepenuhnya.

Kebahagiaan sejati sangat mudah untuk dicari. Kebahagiaan itu melekat pada orang-orang di sekitar kita. Kita hanya perlu hadir bersamanya, agar mendapatkan kebahagiaan itu.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Kekayaan Juga Bisa Menjadi Inspirator Kejahatan.

Jangan berharap kaya harta jika sebelum kaya saja kita masih belum bisa bersyukur. Seseorang yang tidak bisa mensyukuri nikmat kecil belum pantas menerima nikmat besar.

Dikhawatirkan ketika diri kita belum bisa mensyukuri nikmat kecil, ketika tiba nikmat besar kita akan menjadi sombong. Hal yang sangat dilarang untuk seluruh umat.

Kesombongan tidaklah pantas dilakukan oleh manusia. Karena manusia memiliki batas. Sombong dengan memamerkan harta adalah hal yang bisa merugikan orang lain.

Merugikan orang lain karena ketika kita memamerkan harta, ada banyak orang yang akan merasa minder dengan dirinya, dan juga memunculkan muncul rasa iri serta dengki orang.

Mungkin memamerkan harta bisa menunjukkan seberapa tinggi jabatan kita. Tapi dilain sisi, memamerkan harta juga bisa jadi indikator seberapa rendah moral yang kita miliki.

Dan kebanyakan dari mereka yang ketika ditegur mengatakan, "Ini kan harta gue, gue yang nyari, gue yang capek. Terserah gue mau ngapain aja dengan harta gue. Iri bilang bos."

Pertama, harta hanyalah titipan yang bisa diambil kapan saja oleh Tuhan. Kedua, kita tidak bisa mengatakan "Terserah gue mau apain.", jika kita peruntukan untuk hal-hal yang negatif.

Karena setiap harta yang digunakan, kelak pasti akan dimintai pertanggungjawaban sekecil dan sebesar apapun.

Ketiga, beberapa orang pasti akan iri ketika melihat ada orang lain memamerkan hartanya. Maka jangan heran jika ada orang yang melakukan tindakan kejahatan untuk mendapatkan harta.

Kata orang, "Kejahatan bisa ada bukan ada niat dari pelakunya, tapi karena ada kesempatan." Terlebih lagi kesempatan itu bisa ada karena mereka (oknum) yang membukakan jalannya.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

Tanpa kita sadari apa yang kita lakukan itu telah menginspirasi banyak orang. Ketika kita memamerkan harta, maka akan ada orang yang terinspirasi untuk memiliki harta.

Dan tidak semua orang bisa memiliki harta dengan cara yang baik. Sebagian orang yang ingin memiliki harta melakukan cara yang merugikan banyak orang untuk bisa mendapatkan harta.

Oleh karena itu, apa yang kita lakukan bisa berdampak baik dan bisa berdampak buruk bagi seseorang. Kalau dampak baiknya lebih banyak, itu baik. Sebaliknya, itu buruk.

Akan lebih baik jika kita bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan suatu kebaikan. Jika kita punya harta kenapa tidak kita pergunakan untuk hal-hal yang baik.

Sehingga orang lain yang melihatnya akan terinspirasi untuk mengikuti jejak kita. Dengan kata lain mengikuti hal baik yang kita lakukan. Itu sangat bermanfaat bagi kita dan orang lain.

Jadi bukan masalah tidak boleh memiliki harta banyak. Tapi lebih ke bagaimana kita mempergunakan harta kita yang bisa memberikan dampak positif bagi kita dan orang lain.

Jadikan harta kita sebagai kendaraan kita untuk bisa beramal baik. Jadikan harta kita bermanfaat bagi orang lain. Karena kita punya harta bukan untuk keburukan tapi untuk kebaikan.

Harta adalah pedang bermata dua. Kita bisa menggunakannya untuk memperoleh kebaikan darinya. Atau kita bisa merasakan dampak buruk yang disebabkan olehnya.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Kebahagiaan Tidak Dicari Melainkan Dipelajari.

Insight pada hari Jumat ini, saya ingin menutup dengan insight yang saya dapatkan dari sebuah konten yang sangat menarik dari guru saya, yaitu coach Darmawan Aji.

Kontennya tentang, "Ilmu mental health dari abad ke-9 Masehi: Mengenal kognitif terapi ala Abu Zayd al-Balkhi."

Dijelaskan bahwa, jauh sebelum psikologi modern ditemukan ada seseorang yang lebih dulu menemukan kognitif terapi, yaitu Abu Zayd al-Balkhi pada abad ke-9.

Penjelasan Abu Zayd al-Balkhi tentang Cognitive Therapy ia tulis dalam sebuah buku karangannya yang berjudul Masalih al Abdan wa al Anfus (Nutrisi Tubuh Dan Jiwa).

Ia membahas tentang Nutrisi Jiwa (Sustenance of The Soul) dibagian kedua dari bukunya. Dimana pada bagian kedua itu, ia menjelaskan keterkaitan antara tubuh dan pikiran.

Ini adalah pernyataan Al-Balkhi dalam bukunya yang saya kutip langsung dari konten coach Darmawan Aji (@ajipedia),

"Jika badan sakit, maka jiwa pun akan banyak kehilangan kemampuan kognitifnya dan tidak dapat merasakan kenikmatan hidup.

Sebaliknya jika jiwa sakit, maka badan pun kehilangan keceriaan hidup dan bahkan badannya pun dapat jatuh sakit."

Dari pernyataan Al-Balkhi tersebut kita bisa mendapatkan pencerahan, bahwa badan yang sakit dapat mempengaruhi kognitif dan bagaimana cara kita menikmati hidup.

Dan kondisi jiwa kita dapat mempengaruhi kondisi badan kita.

Jika kita ingin merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Maka tidak cukup hanya menjaga badan atau jiwa kita. Kita harus menjaga badan dan jiwa kita sebaik mungkin.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

Maka untuk bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan, kita harus bisa menjaga emosi kita dari segala macam gangguan emosional yang dapat mempengaruhi badan dan jiwa kita.

Setidaknya ada 4 yang dipetakan oleh all-Balkhi tentang tipe gangguan emosional yang harus kita hindari dan patut untuk kita menjaga diri dari keempat hal tersebut, diantaranya:

Kita harus bisa menjaga diri kita dari rasa takut dan kecemasan (al khawf wal faza'), kemarahan dan agresi (al ghadab), sedih dan depresi (al huzn wal jaza) serta obsesi (al waswasah).

Keempat hal tersebut dapat dipicu oleh hal-hal yang ada di luar diri kita seperti pengaruh lingkungan dan teman yang kita miliki. Dan juga bisa dipicu oleh sesuatu yang ada di dalam diri kita.

Pemicu yang ada dalam diri kita ialah bagaimana cara kita berpikir dan bagaimana cara kita memberikan respon kepada sesuatu yang kita tangkap oleh kelima panca indra kita.

Nah, menariknya pada konten coach Aji saya mendapatkan sebuah pernyataan al- Balkhi, bahwa gangguan emosional merupakan sebuah kebiasaan yang bisa dipelajari.

Bagaimana cara kita berpikir, bagaimana cara kita merespon atau memberi tanggapan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh kelima panca indra kita. Itu semua dapat kita pelajari.

Bahagia itu ada dan tidak perlu kita cari. Karena kebahagiaan tidak perlu dicari melainkan perlu dipelajari. Pelajari ilmunya, maka kebahagiaan akan datang menghampiri.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload