Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 08 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tahu Diri Biar Cerdas. Tahu Malu Biar Waras.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-52. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kita Hidup Dengan Kasih Sayang & Petunjuk Allah SWT.

Keindahan surah Al-Fatihah adalah bahwa surah Al-Fatihah tidak hanya kita gunakan dalam shalat. Akan tetapi surah Al-Fatihah juga kita gunakan untuk menyikapi kehidupan kita.

Hidup adalah tentang perspektif. Hidup adalah tentang sudut pandang. Bagaimana cara pandang kita terhadap kehidupan kita itulah yang akan kita temukan.

Ketika kita melihat hidup dari sudut pandang keluh kesah atau sudut pandang masalah. Maka, kita akan menjadi orang yang sering bersedih, menjadi orang yang minder.

Bahkan ketika kita melihat hidup kita dari sudut pandang yang negatif kita cenderung akan bersedih, meratapi hidup kita yang malang, merasa rendah diri bahkan sampai iri hati.

Karena kita akan merasa bahwa hidup orang lain itu lebih bagus, hidup orang lain itu lebih nikmat, hidup orang lain itu lebih beruntung dibandingkan dengan hidup kita sendiri.

Tapi Ketika kita melihat kehidupan kita dari sudut pandang yang positif, yaitu melalui perspektif yakin, perspektif tawakal kepada Allah, perspektif iman. Kita akan menemukan kebahagiaan.

Karena dengan sudut pandang itu, hidup kita menjadi hidup yang penuh dengan kepasrahan, ridho, menerima percaya, dan berani berharap yang baik-baik kepada Allah SWT.

Nah, menariknya adalah, sudut pandang kita dibangun dengan apa saja yang sudah kita baca. Buku apa saja yang sudah kita baca, itu akan menjadi referensi sudut pandang kita.

Semakin banyak kita membaca maka akan semakin banyak referensi kita untuk membentuk sudut pandang.

Membaca bukan hanya melihat kata, melihat kalimat, melihat paragraf. Tapi membaca juga adalah tentang melihat makna yang dapat membangun sudut pandang yang positif.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Akhir 1444H.

Orang yang senang membaca buku bisnis. Setiap sudut pandang yang dia lihat adalah peluang bisnis, peluang untuk bisa mendapatkan penghasilan dari sebuah bisnis.

Orang yang senang membaca buku self-improvement. Setiap sudut pandang yang dia lihat adalah kesempatan yang bisa ia gunakan untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas dirinya.

Orang yang senang membaca buku cerita atau kisah. Setiap sudut pandang yang dia lihat adalah inspirasi dan motivasi dari berbagai tokoh-tokoh yang dia kenal dari buku yang ia baca.

Apa yang dibaca oleh seseorang akan membentuk sudut pandang yang akan membantu orang tersebut bagaimana cara ia melihat dunia, bagaimana cara ia memandang dunia.

Begitu juga ketika kita membaca Al-Quran, maka Al-Quran itu yang akan menentukan sudut pandang kita. Tentang apa dan bagaimana cara kita menjalani hidup, itu terbentuk oleh Quran.

"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 3)

Kita hidup dengan penuh kasih sayang dari Allah SWT.

"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"

(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)

Kita hidup dengan petunjuk dari Allah SWT.

Itulah sudut pandang kita tentang hidup dan menjalani hidup jika Al-Quran menjadi referensi kita.

INSIGHT 2

Terus Berusaha Tanpa Ada Rasa Putus Asa.

"What looks like talent is often careful preparation. What looks like skill is often persistent revision."

~ James Clear.

Keterampilan itu datang dari persiapan. Tanpa persiapan, keterampilan itu tidak akan pernah ada. Karena sesuatu yang ada dalam hidup kita, itu melalui sebuah persiapan.

Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah persiapan kita untuk menyambut hari yang akan datang.

Maka ketika ada keterampilan yang bisa kita kuasai di hari yang akan datang. Itu semua semata-mata dampak dari apa yang kita lakukan hari yang akan berubah menjadi kemarin.

Orang yang hidup tanpa persiapan, itu seperti orang yang kaget. Kenapa? Karena hidupnya tidak akan pernah siap menerima apapun Allah takdirkan untuknya.

Ia akan menemukan dirinya penuh dengan rasa ketakutan dan kaget ketika melihat zaman telah berubah, namun tidak ada sedikitpun keterampilan yang menempel padanya.

Karena itu apa yang kita lihat sebagai sebuah keterampilan. Itu semua lahir dari sebuah persiapan yang kita lakukan hari ini dan akan bermanfaat di hari yang akan datang.

Sangat mudah bagi seseorang untuk menghadapi zaman yang terus berubah, ketika dia sudah mempersiapkan dirinya dengan berbagai macam keterampilan.

Karena keterampilan itulah yang akan menjadi modal dan bekal dia untuk bisa menjalani hidup.

Persiapkan diri kita dengan berbagai macam keterampilan. Karena modal untuk bisa bertahan adalah pengetahuan dan keterampilan. Keterampilan itu mendatangkan kemudahan.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Akhir 1444H.

Keterampilan hanya akan membuat hidup kita lebih mudah. Namun Meskipun demikian keterampilan tidaklah didapatkan dengan mudah melainkan kita menempuh jalan yang susah.

Keterampilan yang kita miliki adalah bentuk dari usaha dan kerja keras yang kita ulangi secara terus-menerus. Tidak ada keterampilan yang datang dari hanya satu kali usaha.

Beberapa kali trial and error. Butuh banyak revisi yang harus kita lakukan. Lihat apa yang kurang dan apa yang lebih. Jika Itu adalah sebuah kekurangan maka kita harus mau memperbaiki.

Dan jika yang kita temukan adalah sebuah kelebihan, maka kita berusaha untuk mempertahankan kelebihan yang ada, atau kita meningkatkan kelebihan tersebut ke next level.

Bagi seseorang yang menginginkan sebuah keterampilan itu ada pada dirinya dia tidak akan pernah menyerah dengan apa yang dia lakukan dan pasrah dengan cobaan yang datang.

Dia akan selalu berjuang sebisanya, dia akan terus berusaha dengan apa yang tersisa. Karena baginya, berjuang dan berusaha adalah hal yang biasa dia lakukan.

Kapanpun kita ingin menjadi ahli di satu keterampilan. Maka jangan pernah berhenti berusaha di tengah jalan. Karena kalau tidak, kita tidak akan pernah mendapatkan kemajuan.

Terus berusaha tanpa ada rasa putus asa. Terus melangkah tanpa ada rasa ingin menyerah. Terus terus berjuang dengan penuh harapan untuk menang.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Tahu Diri Biar Cerdas. Tahu Malu Biar Waras.

“Prinsip hidup itu ada dua: Tahu diri dan tahu malu”.

~ Anonim.

Tahu diri adalah jalan pertama kita untuk bisa berubah. Siapa saja yang tidak tahu dirinya dan tidak mengenal dirinya siapa maka dia akan sulit untuk bisa berubah.

Selain dari kesabaran, perubahan itu butuh kesadaran. Karena kesadaran adalah pintu pertama untuk bisa melakukan perubahan.

Tanpa kita sadar atau tanpa kita tahu tentang diri kita maka akan sangat sulit bagi kita untuk bisa berubah. Kita tidak tahu sama sekali apa yang harus diubah.

Maka tahu diri adalah kunci untuk menjemput perubahan. Tahu diri itu seperti mengenang diri kita sendiri. Ketika kita sudah kenal dengan diri kita sendiri, maka mudah untuk berubah.

Orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, maka dia akan mencari ilmu agar dia menjadi tahu.

Orang yang tidak tahu dirinya tidak tahu, maka dia tidak akan mencari ilmu apapun untuk membuat dirinya menjadi tahu.

Maka sangat penting untuk kita tahu diri kita. Kalaupun kita tidak tahu tentang diri kita, maka kita harus mau mencari tahu. Jangan biarkan diri kita tidak tahu.

Karena membiarkan diri kita tidak tahu, itu sama dengan membiarkan hidup kita terperangkap dalam sebuah jebakan. Kalau kita mau mencari tahu pasti kita tidak akan terperangkap.

Jika kita tidak tahu, maka cari tahu. Jika kita sudah tahu tapi kita tidak mampu, maka kita cari bantu. Maka ketika kita sudah tahu dan kita sudah mampu, disitulah kita akan maju.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Akhir 1444H.

Jadi orang juga harus tahu malu. Karena tanpa tahu malu, orang cenderung akan melakukan segala perbuatan yang merugikan orang lain.

Tidak malu mengambil hak orang lain, itu merugikan orang lain. Tidak malu melakukan kesalahan, itu akan merugikan diri kita. Tidak malu berbuat dosa, itu merugikan diri kita dan orang tua.

Ketika kita tidak tahu malu membuat kesalahan atau sampai berbuat dosa yang besar. Maka keluarga kita harus bersiap untuk menanggung malu.

Entah yang akan menanggung malu adalah orang tua kita atau pasangan dan keturunan kita. Yang pasti mereka semua akan menanggung malu dari apa yang sudah kita lakukan.

Seorang ibu pasti malu memiliki anak yang selalu melakukan kerusakan atau kerusuhan di luar sana. Seorang Istri pasti malu karena perbuatan nakal dari suaminya.

Anak pasti malu karena masa lalu orang tuanya yang dulu tidak tahu malu untuk berbuat sesuatu perbuatan keji, perbuatan yang merugikan masyarakat.

Jadi, tahu diri adalah cara kita untuk bisa berubah dan bisa mengembangkan diri kita ke arah yang positif. Tahu malu adalah cara untuk menjauhkan kita dari perbuatan yang negatif.

Ketika kita ingin melakukan sebuah perbuatan yang itu salah menurut norma dan agama. Maka secara norma, kita malu kepada keluarga, secara agama kita malu kepada Tuhan.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload