Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 15 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Standar Harus Mengacu Pada Kemampuan.

Daily Insight adalah insight yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya pribadi juga bisa menjadi terapi.

Apa yang saya tulis di Daily Insight adalah sebuah perjalan berharga bagi saya seorang. Sehingga terkadang tulisannya hanya dapat dipahami oleh diri saya sendiri.

Saya tidak menganjurkan kamu untuk membacanya! Tapi kalau kamu tetap mau, ya silahkan.

Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-59. Selamat membaca...

INSIGHT 1

Allah Tidak Menginginkan Hamba-Nya Celaka.

Hari ini saya belajar tentang sifat doa dari Ustadz Adi Hidayat. Sangat memberikan insight yang bermanfaat bagi saya tentang bagaimana doa itu dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dalam video tersebut saya mendapatkan pencerahan bahwa Allah mengabulkan doa sesuai dengan apa yang kita butuhkan untuk hidup bukan apa yang kita inginkan untuk hidup.

Karena bentuk kasih sayang Allah kepada kita adalah dengan memberikan apa yang benar-benar kita butuhkan dan apa yang benar-benar baik untuk kita di dunia maupun di akhirat.

Kadang kita berkeinginan untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya itu hanyalah untuk memuaskan nafsu kita maka di sini Allah tidak akan kabulkan doa kita karena Allah sayang.

Allah menjaga kita Allah melindungi kita dengan cara tidak mengabulkan doa kita yang sifatnya dunia dan bisa menjadikan kita terlalu cinta kepada dunia dan seisinya.

Sehingga Allah menyayangi kita dengan cara mengabulkan doa yang memang doa tersebut adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk kebaikan hidup kita di dunia maupun di akhirat.

Mengapa Allah mengabulkan apa yang kita butuhkan Kenapa Allah tidak mengabulkan apa yang kita inginkan. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dalam videonya bahwa"

"Sifat doa itu mengabulkan apa yang dibutuhkan bukan memberikan apa yang dimintakan."

Jadi apa yang kita minta belum tentu semuanya termasuk ke dalam golongan apa-apa yang kita butuhkan. Tapi yang Allah kabulkan untuk kita, itu sudah pasti yang kita butuhkan.

Kadang apa yang kita minta bukanlah apa yang kita butuhkan. Dan apa yang kita dapatkan bukanlah apa yang kita inginkan. Tapi sesungguhnya semua itu baik adanya untuk kita.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

Allah itu Maha Pengasih, maka dari itu, Allah gak mungkin memberi kita sesuatu yang itu tidak baik untuk kita. Apalagi sesuatu itu bisa sampai membahayakan diri kita sendiri.

Kadang kita meminta sesuatu yang bisa mencelakakan kita. Sesuatu yang mencelakakan kita adalah sesuatu yang menjauhkan kita Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Tapi ketika kita meminta sesuatu yang benar-benar baik dan kita butuhkan. Maka bisa saja apa yang kita minta itu akan langsung diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Tapi kalau kita meminta sesuatu yang kita belum siap untuk mendapatkannya, maka mungkin apa yang kita minta itu akan diberikan oleh Allah dua, tiga, empat tahun yang akan datang.

Bisa jadi apa yang kita dapatkan hari in dan kenikmatan apa yang kita rasakan hari ini adalah doa yang telah kita panjatkan kepada Allah beberapa bulan atau beberapa tahun yang lalu.

Hanya saja kita kadang tidak menyadarinya. Dan kadang kita telat untuk mensyukurinya. Maka dari itu ada baiknya selalu mensyukuri segala nikmat yang kita dapatkan hari ini.

Dan bisa jadi apa yang pernah kita doakan belum dikabulkan, itu karena kita belum mensyukuri apa yang sudah pernah kita dapatkan sebelumnya.

Syukuri apa yang telah kita dapatkan, sebelum kita meminta apa yang kita harapkan. Dan mintalah apa yang kita butuhkan, sebelum meminta apa yang kita inginkan.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Peluang Datang Kepada Orang Yang Dikenal.

Apakah kita bisa untuk tidak mencari uang sehari saja? Apakah kita bisa tidak mencari peluang dalam hidup kita? Apakah bisa peluang dan uang yang datang menghampiri kita?

Selama ini kita yang selalu mencari uang. Dan kita yang selalu datang kepada uang untuk mendapatkannya. Jatuh bangun sudah menjadi teman kita untuk bisa mendapatkan uang.

Tapi apakah bisa sehari saja bukan kita yang mengejar uang tapi uang yang mengejar kita. Uang yang berusaha untuk bisa dimiliki oleh kita, bukan kita yang berusaha memilikinya.

Menjadi sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk kita cari jawabannya. Dan tanpa kita sadari bahwa hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh orang-orang di luar sana.

Bukan mereka yang mencari uang bukan mereka yang mengejar uang. Tapi mereka yang dikejar oleh uang. Uang yang berdatangan kepada mereka.

Sama juga halnya dengan peluang. Peluang juga bisa datang kepada kita, tanpa kita yang harus mencari peluang tersebut. Dan sudah banyak bukti orang yang mengalami hal tersebut.

Peluang datang kepada mereka tanpa mereka harus mencari peluang tersebut. Cukup satu hal yang mereka usahakan untuk bisa menjadikan uang dan peluang itu datang.

Dan hal yang harus kita usahakan atau hal yang harus kita lakukan untuk bisa membuat uang itu datang kepada kita atau membuat peluang itu datang kepada kita adalah dengan,

Memperkenalkan diri kita kepada orang-orang dunia. Dengan kata lain, membangun Personal Branding.

Agar uang dan peluang mau datang kepada kita, maka kita harus memperkenalkan siapa diri kita. Karena mereka hanya datang kepada seseorang yang mereka kenal.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

Bagaimana peluang bisa datang kepada kita kalau kita tidak dikenal oleh dunia dan oleh orang-orang di sekitar kita. Kita hanya bertamu kepada seseorang yang kita kenal.

Maka agar peluang dan uang itu datang kepada kita, kita harus mau memperkenalkan diri kita kepada dunia dan orang-orang di sekitar kita. Kenalkanlah diri kita dengan keterampilan kita.

Orang pasti tidak akan mau memberikan peluang jika mereka tidak mengetahui keterampilan yang kita miliki. Cara mereka bisa tahu keterampilan kita dengan kita memperkenalkannya.

Itulah pentingnya kita membuat portofolio. Itulah pentingnya kita membuat akun yang bisa memperkenalkan siapa diri kita, apa kemampuan kita dan apa keterampilan kita.

Sehingga ketika orang lain membutuhkan keterampilan tertentu untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Maka mereka akan memberikan peluang kepada kita.

Kalau kita membrandingkan diri kita atau memperkenalkan diri kita sebagai penulis. Maka peluang kita untuk bisa menerbitkan buku akan datang kepada kita dengan sendirinya.

Jika kita membangun personal branding sebagai content creator. Maka uang dan peluang akan berdatangan kepada kita dengan sendirinya dalam bentuk endorsement.

Peluang datang seiring dengan cara kita memperkenalkan diri kita kepada dunia. Semakin banyak orang mengenal kita, maka akan semakin banyak peluang yang akan datang kepada kita.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Standar Harus Mengacu Pada Kemampuan.

Pekerjaan akan menjadi lebih menyenangkan ketika kita memiliki standar kita sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan kita. Standar bekerja adalah sesuatu yang harus kita miliki.

Dan standar haruslah menjadi milik kita sendiri dan tidak harus kita mengikuti standar orang lain. Karena standar orang lain pasti akan sangat berbeda dengan standar kita.

Setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing. Setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing. Maka apa yang menjadi standar orang pasti berbeda dengan satu dan lainnya.

Maka bekerjalah berdasarkan standar yang anda miliki, bukan bekerja berdasarkan standar yang dimiliki oleh orang lain. Kita akan sulit menyelesaikan sesuatu dengan standar orang lain.

Semisalnya dalam pembuatan konten. Ada orang yang bisa membuat konten dengan sangat estetik. Tapi di lain sisi orang lain tidak mampu membuat konten se estetik dia.

Standar dia dalam bekerja adalah menciptakan konten-konten yang estetik. Sedangkan kita standarnya tidak sama dengan dia. Maka bikinlah konten yang sesuai dengan standar kita.

Kapabilitas dan keterampilan kita untuk menciptakan konten yang estetik tidak kita miliki. Sehingga kita tidak bisa membuat standar seperti orang-orang yang ahli dalam konten estetik.

Kalaupun kita membuat standar dengan membuat konten yang estetik. Maka kita akan kesulitan dalam mencapai hal tersebut. Lalu apakah kita tidak bisa membuat standar seperti itu?

Jawabannya pasti bisa. Dengan syarat kita sudah memiliki keterampilan untuk bisa membuat konten-konten yang estetik.

Standar orang lain bisa kita gunakan sebagai standar kita jika keterampilan kita sama dengan orang tersebut. Jika tidak sama maka jangan memaksakan diri. Buatlah standarmu sendiri.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

Contoh lainnya adalah tentang menulis. Saya memiliki standar dalam sehari saya harus bisa menulis setidaknya 1000 kata. Dan tidak hanya menulisnya tapi di posting di hari itu juga.

Tentu saya memilih dan membuat standar ini kepada diri saya sendiri, karena saya sudah memiliki kemampuan untuk menulis 1000 kata setiap hari dan mempostingnya di hari itu.

Tapi pada awal mulanya sebelum saya bisa menulis 1000 kata setiap hari. Saya membuat standar yang sesuai dengan apa yang saya miliki, dengan kemampuan yang saya miliki.

Sebelum saya berpindah kepada standar menulis 1000 kata setiap hari. Saya telah membuat standar untuk bisa menulis 300 kata setiap hari. Itu saya pulang sampai berkali-kali.

Setelah saya merasa bahwa menulis 300 kata itu mudah, maka saya membuat standar baru, yaitu menulis 500 kata. Setelah itu saya tingkatkan menjadi 700, 900, 1000 dan 1200 kata.

Standar saya meningkat seiring meningkatnya kemampuan dan keterampilan yang saya miliki. Kalau saya langsung membuat standar untuk menulis 1000 kata setiap hari. Itu pasti berat.

Akan sangat memberatkan diri saya pribadi jika saya membuat standar yang terlalu tinggi. Maka standar yang saya buat harus sesuai dengan kemampuan dan keterampilan saya saat itu.

Jangan berambisi dengan membuat standar yang terlalu tinggi. Standar haruslah mengacu pada kemampuan dan keterampilan yang kita miliki. Jika tidak, itu akan menyulitkan diri kita sendiri.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload