Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 22 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Malas Belajar Sama Dengan Menzalimi Diri Sendiri.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-66. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Cari Hikmah Agar Hidup Yang Kita Jalani Berkah.

You said internet yang saya dapatkan pertama yaitu dari video Ustadz Adi Hidayat ketika saya membuka Instagram. Jadi ada orang yang bertanya tentang meminjamkan uang ke teman.

Dan insight yang saya dapatkan adalah ketika ada seorang teman meminjam untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menyelesaikan masalahnya, maka sebaiknya kita berikan.

Akan tetapi jika uang yang akan kita pinjamkan adalah uang yang akan kita berikan kepada orang tua kita maka sebaiknya kita tanyakan dulu terlebih dahulu kepada orang tua.

Kita meminta ridho kepada orang tua untuk bisa meminjamkan uang kepada teman terlebih dahulu. Karena status uang tersebut kita niatkan untuk kita berikan kepada orang tua kita.

Dahulukan orang tua kita karena orang tua kita lebih dekat dengan kita. Bukan kita tidak mau meminjamkan uang kepada teman kita, tapi kita meminta izin dulu kepada orang tua kita.

Bahkan Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa kalau kita meminta izin dengan baik dan benar, maka orang tua kita pasti akan mau memberikan haknya kepada orang lain.

Karena orang tua pasti tahu teman kita sangat membutuhkan untuk untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi ataupun untuk mencukupi kebutuhan kehidupan primernya.

Bahkan bisa jadi orang tua kita akan mengatakan kepada kita untuk mengajak teman kita mampir ke rumah kita untuk makan bersama kalau kita memintanya dengan baik dan benar.

Jadi dahulukan yang dekat dan cobalah untuk mencari hikmah. Agar kita tidak sesat, agar kita bisa mendapatkan berkah.

Insight lainnya yang saya dapatkan dari internet adalah tentang bagaimana cara kita bisa mencapai kesuksesan. Cara agar kita bisa sukses ternyata sangat mudah.

Yaitu dengan cara banyak membaca buku dan melatih otak kita untuk bisa berpikir kritis. Karena membaca buku menjadikan kita seseorang yang memiliki wawasan yang luas.

Tidak hanya itu, dengan membaca buku juga menjadikan kita lebih memiliki pengalaman yang banyak daripada orang yang tidak suka dan tidak senang dalam membaca buku.

Karena sejatinya di dalam buku banyak termuat pengalaman sang penulis buku tersebut. Kita selalu bisa dapat pengalaman yang berharga ketika kita membaca buku.

Bahkan di antaranya pengalaman-pengalaman itu didapatkan dari perjalanan hidup yang amat sangat panjang. Dan kita bisa mendapatkannya hanya dalam waktu yang relatif sebentar.

Semakin banyak buku yang kita baca akan semakin banyak pengetahuan yang kita miliki. Dan semakin banyak buku yang kita baca akan semakin banyak pengalaman yang kita miliki.

Jadi dua manfaat yang kita dapatkan dari membaca buku. Yang pertama, kita memperoleh pengetahuan yang bermanfaat. Dan yang kedua, kita mendapatkan pengalaman yang berharga.

Kedua hal tersebut akan sangat membantu kita untuk bisa meraih kesuksesan. Bahkan dengan membaca buku juga bisa menjadikan kita seseorang yang bijak dalam bertindak.

Orang yang gemar membaca buku adalah orang-orang yang pikirannya luas dan bijak dalam berpikir. Serta bisa melahirkan ide-ide yang brilian dari dampak ia membaca buku.

Jadi kesimpulannya adalah: ketika kita ingin sukses, maka perbanyaklah pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Satu-satu cara mudahnya adalah dengan banyak membaca.

INSIGHT 2

Produktif Tidak Menghilangkan Waktu Luang Kita.

Hari ini saya melanjutkan membaca buku untuk mencari insight yang bisa saya tulis di blog saya, agar saya tetap bisa menulis 1000 kata setiap hari untuk menumbuhkan kebiasaan menulis.

Buku yang saya baca masih tetap sama dengan buku yang kemarin, yaitu Kitab Anti Penundaan karya coach Darmawan Aji yang diterbitkan oleh Dinatra Asia.

Pada bagian yang saya baca kali ini saya mendapatkan sebuah Insert bahwa mengenali penyebab penundaan bisa membantu kita untuk menghindari aktivitas tunda menunda.

Karena penundaan bukanlah akar masalahnya, melainkan penundaan merupakan sebuah gejala dari sebuah masalah yang sedang kita alami pada saat itu.

Itulah kenapa kemudian memahami akar permasalahannya akan bisa membantu kita untuk mengatasi penundaan dan kita bisa lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu yang saya dapatkan adalah fakta tentang kita selalu beranggapan bahwa penundaan itu adalah sebuah kemasan. Ini berbeda dengan pendapat yang saya baca dari buku itu.

Karena di dalam Kitab anti penundaan bisa mengetahui bahwa antara rasa malas dan menunda berbeda. Dan dampak yang ditimbulkan dari kemalasan kita dan penundaan juga berbeda.

Sehingga ketika kita sedang malas. Ketahuilah itu hanyalah sebuah pelabelan kepada diri kita yang sebenarnya pada saat itu kita sedang tidak tahu mau melakukan kegiatan apa.

Jadi tips singkatnya untuk terhindar dari rasa malas adalah mencari tahu apa kegiatan yang bisa kita lakukan hari ini.

Insight selanjutnya yang saya dapatkan adalah tentang bahwa menunda bukanlah sebuah karakter atau sifat bawaan, tetapi ia adalah sebuah perilaku yang mana perilaku itu bisa kita ubah.

Jadi kita tidak perlu khawatir terhadap penundaan yang telah kita lakukan cukup kita perbaiki diri untuk kedepannya. Karena seperti yang dijelaskan bahwa penundaan itu adalah perilaku.

Dan perlu kita ingat bahwa perilaku adalah sesuatu yang dapat kita ubah yang tadinya buruk, misalnya. Menjadi perilaku yang lebih baik. Yang kita perlu hanyalah mempelajari caranya.

Apakah dengan mempelajari ilmu cara mengatasi penundaan kita akan lebih banyak aktivitas produktif sampai-sampai kita tidak punya waktu santai? Jawabannya adalah tidak.

Karena ketika kita mempelajari ilmu cara mengatasi penundaan dan menjadi seseorang yang hidupnya bisa dikatakan produktif, kita masih tetap bisa, kok, merasakan waktu santai.

Justru dengan mengetahui ilmu cara mengatasi penundaan kita juga bisa mengetahui kapan kita harus santai, kapan kita harus meluangkan waktu untuk aktivitas yang membuat kita senang.

Jadi simpelnya mempelajari ilmu anti penundaan membuat kita memahami waktu kita. Sekaligus mengajak kita memahami apa yang lebih penting untuk kita kerjakan pada saat itu.

Jika kita ingin mengetahui solusi dari sebuah permasalahan, maka langkah pertama adalah mengenali dulu penyebabnya. Kemudian kita bisa menyusun solusi untuk mengatasinya.

Sebuah perilaku adalah sesuatu yang dapat kita ubah dengan cara mempelajari bagaimana perilaku itu bisa muncul. Dengan begitu kita dapat mengetahui cara mengubah perilaku kita.

Bahwa menjadi seseorang yang produktif tidak bisa memiliki waktu luang yang menyenangkan itu adalah salah. Kita tetap bisa memiliki waktu luang tanpa harus merasa bersalah.

INSIGHT 3

Malas Belajar Sama Dengan Menzalimi Diri Sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 49)

Ini adalah ayat Alquran yang dikutip oleh Imam Al Ghazali yang kemudian ia masukkan ke dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Ada dari ayat ini yang saya dapatkan dari ini.

Pertama bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang mengetahui bahwa kebenaran ayat-ayat Al-Quran sangat jelas. Itulah mengapa mereka kemudian mengimani Al-Quran.

Sedangkan mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah yang ada di dalam Al-Quran adalah orang-orang yang zalim.

Entah kenapa kemudian saya mendapat insight bahwa mereka yang tidak berilmu adalah orang-orang yang zalim. Dengan kata lain, mereka menzalimi diri mereka sendiri.

Dengan cara apa mereka menzalimi diri mereka sendiri? Yaitu dengan cara membiarkan diri mereka bodoh dan enggan untuk mencari ilmu dan guru untuk mempelajari ilmu bermanfaat.

Bukankah ketika kita membiarkan diri kita bodoh, kita telah menzalimi diri kita? Padahal kita diberikan akal dan pikiran untuk bisa mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat.

Tapi kemudian kita memilih untuk tidak menggunakan apa yang telah Allah SWT. berikan kepada kita dan apa yang telah Allah SWT. titipkan kepada kita yaitu akal dan pikiran kita.

Selanjutnya Insight yang saya dapatkan masih berupa ayat Alquran yang dikutip oleh Imam Al Ghazali yang kemudian ia cantumkan dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin.

Ayat tersebut merupakan ayat dari Quran Surah ke-55 Ar-Rahman ayat 3 sampai 4. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara."

(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 3-4)

Insight yang saya dapatkan dari ayat tersebut dan beberapa penjelasan di bawah Ayat tersebut yang dituliskan oleh Imam Al Ghazali adalah sebuah penjelasan tentang nikmat Allah.

Betapa besar dan betapa luas nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mana mengajarkan kita untuk pandai berbicara. Bagaimana yang kita ketahui berbicara adalah kebutuhan kita.

Sehingga ilmu berbicara atau kecakapan bicara adalah sebuah ilmu yang paling banyak dipelajari oleh manusia. Entah untuk kepentingan bisnisnya atau kepentingan lainnya.

Seperti yang sekarang kita lihat banyak sekali Content Creator yang mana skill yang paling dibutuhkan untuk menjadi Content Creator adalah skill berbicara di depan umum.

Lebih jauh insight yang saya dapatkan "mengajarnya pandai berbicara." adalah Allah yang telah mengajarkan kita cara berliterasi. Baik itu melalui lisan maupun secara tulisan.

Bahkan menurut para ahli dikatakan, bahwa kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Karena kita selalu berkomunikasi baik apapun kondisi dan situasinya; tidak verbal, maka non verbal.

Maka disinilah tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maha Suci Allah dengan segala ilmu dan ciptaan-Nya. Wallahu'alam Bishawab…


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload