Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 29 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ilmu Bertambah, Harta Bikin Susah.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-73. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Hidayah Datang Dalam Berbagai Bentuk.

Entah kenapa akhir-akhir ini saya lebih sering menonton video orang-orang yang masuk Islam. Saya senang bagaimana jalan mereka bisa menemukan agama Islam dan memeluk Islam.

Saya sangat mengagumi bagaimana hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala datang kepada mereka. Sebagian dari mereka dapat hidayah karena melihat kebaikan akhlak para muslim.

Sebagian lagi ada yang mendapatkan hidayah karena mereka penasaran akan Tuhan yang sebenarnya. Bahkan ada yang mendapat hidayah ketika ia sedang menulis buku Anti-Islam.

Dan masih banyak lagi cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki hidayah kepada hamba-Nya. Bahkan ada video yang saya tonton orang masuk Islam karena mencuri Al-Quran.

Kita tidak pernah tahu bagaimana hidayah akan datang, meski hidayah untuk diri kita sendiri. Karena itulah kita selalu meminta petunjuk yang benar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Petunjuk yang sama seperti orang-orang beriman sebelum kita. Petunjuk yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bukan petunjuk orang-orang yang mendapatkan kesesatan.

Menonton video orang-orang yang mualaf seperti mendapatkan semangat lagi untuk meningkatkan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibarat baterai yang habis yang mendapatkan daya.

Dan terlebih lagi saya sangat salut kepada orang-orang yang bisa menjadi inspirator yang baik bagi mereka. Orang-orang yang selalu bersikap dan berperilaku (akhlak) baik.

Atas izin Allah orang-orang tersebut bisa menjadi wasilah bagi mereka yang ingin masuk dan memeluk agama Islam.

Tidak terkecuali orang-orang yang tiada henti mendakwahkan Islam. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat juang yang tinggi dan penyambung lisan Rasulullah ﷺ

Saya berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas apa yang sudah mereka lakukan. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan untuk mereka.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memberkahi dan melimpahkan Rahmat-Nya kepada mereka yang senantiasa berjuang dijalan Allah dan mensyiarkan agama Allah, Aamiin…

Dan mudah-mudahan kita umat Nabi Muhammad ﷺ juga bisa menjadi penyambung lisan dan menyampaikan kebaikan Islam kepada semua orang-orang yang belum mengenal Islam.

Dengan apa kita mendakwahkan Islam? Dengan cara meniru dan mencontohi akhlak Rasulullah ﷺ dalam keseharian kita, baik ketika kita sedang dirumah maupun sedang diluar rumah.

Itu adalah insight yang saya dapat dari internet. Setelah dari itu, saya menonton video lain tentang seseorang yang membahas sapi dan rumput dengan sangat menarik.

Seperti yang kita ketahui bahwa sapi makan rumput. Dan dari rumput itulah sapi bisa bertumbuh. Dari rumput itulah sapi mendapatkan nutrisi untuk kelangsungan hidupnya.

Tapi kita, manusia, makan dengan apa? Kita makan dengan berbagai macam makanan. Kadang kita makan sayur, kadang kita makan daging, bahkan daging sapi itu sendiri.

Tapi kita tidak pernah untuk berpikir bahwa Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihan. Manusia diberikan indera pengecap dan Allah jadikan berbagai makanan memiliki rasa.

Tapi dengan kelebihan yang kita dapatkan, dengan semua karunia yang kita peroleh dari Allah, jarang di akal kita untuk memikirkan hal itu sebagai tanda-tanda kebesaran Allah.

INSIGHT 2

Menunda Hanya Membuat Kita Tak Bahagia.

Sangat penting bagi seseorang untuk memiliki prioritas, nilai, dan tujuan yang jelas untuk bisa menghindari penundaan. Bagi seseorang yang tidak memilikinya pasti akan sangat kesulitan.

Sebenarnya, sulit/ mudahnya melakukan sesuatu tergantung pada apa yang dikerjakan, itu jelas atau tidak. Kalau sesuatu yang kit kerjakan tidak jelas, maka sulit untuk kita kerjakan.

Paling simpelnya kegiatan yang tidak jelas adalah tugas yang ingin kita kerjakan tapi tidak kita berikan kapan waktu tugas itu harus dimulai atau kapan tenggat waktu tugas itu berakhir.

Ketidakjelasan ini yang terkadang jadi pemicu kita melakukan penundaan. Bahkan lebih buruk daripada penundaan, karena kita bisa saja lupa dengan tugas yang tidak jelas tersebut.

Maka dari itu, agar kita terhindar dari penundaan, atur kegiatan kita dengan sangat jelas. Kapan kita harus melakukannya atau kapan tugas ini harus diselesaikan.

Setidaknya tugas tersebut dapat kita selesaikan tepat waktu daripada tidak kita kerjakan sama sekali. Ya, tetap melakukan penundaan, sih, jatuhnya. Maka dari itu berkomitmenlah.

Orang yang benar-benar berkomitmen saya rasa adalah orang yang paling produktif. Saat seseorang membuat komitmen, lalu berusaha memenuhinya, maka ia terhindar dari penundaan.

Milikilah komitmen yang tinggi jika ingin terhindar dari aktivitas penundaan. Jika kamu sudah berkomitmen untuk mengerjakan tugas di jam sore, maka kerjakanlah ketika waktu sore tiba.

Membiasakan diri kita untuk menepati komitmen yang telah kita buat melatih diri kita lebih kuat agar terhindar dari penundaan.

Ketika seseorang yang tidak melatih dirinya untuk berkomitmen dan menepati komitmen, ia akan cenderung kesulitan sekali tuk mengenal apa yang sebenarnya yang ia inginkan.

Meski demikian pikirannya akan selalu terfokus pada apa yang ia ingin kerjakan dan apa yang seharusnya dilakukan. Tapi dia tidak bisa melakukannya, karena alasan yang ia ciptakan.

Ini pasti akan mengganggu pikiran selama kita menjalani hari. Dan pada akhirnya kita menjadi seseorang yang mudah sekali cemas dan bimbang terhadap apa yang ingin kita kerjakan.

Pas mau melakukan A, kita teringat dengan tugas yang harus segera diselesaikan. Akhirnya, gak jadi. Mau melakukan B lagi, teringat lagi dengan aktivitas yang seharusnya kita kerjakan.

Jadi kita seperti dihantui oleh tugas kita sendiri. Orang yang selalu dihantui oleh tugasnya seringkali sulit dalam mengambil keputusan. Karena hal itu, dia pun jatuh kedalam penundaan.

Selain itu, penyebab seseorang gampang sekali melakukan penundaan adalah mindset yang salah. Seperti beranggapan bahwa hidup itu pendek dan harus dinikmati sekarang.

Bagi seseorang yang ingin menikmati waktunya tidak ada yang salah. Tergantung bagaimana kita menikmati waktu yang kita miliki. Apakah dengan aktivitas baik atau tidak.

Karena cara seseorang menikmati waktu itu berbeda-beda. Ada orang yang menikmati hidup dan waktunya dengan cara menikmati secangkir kopi dan buku yang ia sukai.

Sebagian lagi, bagi orang-orang yang religius, cara menikmati hidup dan waktunya adalah dengan aktivitas-aktivitas ibadah yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT.

Kamu sendiri memiliki pandangan apa tentang bagaimana cara menikmati hidup dan waktu kamu miliki. Apakah kamu menikmatinya dengan aktivitas positif atau aktivitas netagit?

INSIGHT 3

Ilmu Bertambah, Harta Bikin Susah.

Dari atsar sahabat antara lain, Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata pada Kumail (murid ‘Ali),

“Wahai Kumail, ilmu yang engkau miliki jauh lebih baik daripada harta. Sebab, ilmu yang engkau miliki akan senantiasa menjagamu, sedangkan pada harta justru engkaulah yang harus menjaganya. Ilmu menebarkan keadilan, sedangkan harta mencari keadilan. Harta berkurang karena dibelanjakan, sementara ilmu bertambah karena diajarkan kepada orang lain.”

Dikutip dari Kitab Ihya Ulumuddin.

Suatu insight yang sangat menarik dan bermanfaat untuk kita semua. Bahwa ingatlah, ilmu itu senantiasa melindungi orang yang mempelajarinya dari tipu daya dan kesalahpahaman.

Karena dengan memiliki ilmu kita tidak mudah untuk percaya begitu saja dengan satu perkara. Melainkan kita akan telusuri dengan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki.

Orang yang mengetahui bahwa benda mati (jimat) tidak bisa mendatang kebaikan. Maka ia tidak akan pernah percaya hal seperti itu. Karena ia paham ilmu tentang keyakinan sejati.

Sedangkan orang yang tidak paham ilmu akan sangat mudah terpedaya dan percaya dengan hal-hal musyrik seperti itu. Dia tersesat karena dia tidak mau mencari dan mempelajari ilmu.

نعوذ بالله من ذلك Na’udzubillah min dzalik. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan perlindungan Allah dari perbuatan yang dilarang dan tidak diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin…

Ilmu menebarkan keadilan. Seseorang yang paham akan ilmu tentang syariat-syariat Islam, maka ilmu atas izin Allah akan menjadikan orang itu sebagai orang yang adil.

Sehingga ketika ia mengambil keputusan dalam suatu perkara, ia dapat memberikan keputusan yang adil. Dan semua itu karena ia takut kepada Allah karena Allah Maha Mengetahui.

Maka hakim (dunia) yang adil adalah hakim yang diberkahi ilmu dan pengetahuan tentang syariat atau hukum-hukum Allah. Semoga semakin banyak yang adil dimuka bumi ini, Aamiin..

Dan isight yang paling penting yang saya dapatkan dari Kitab Ihya Ulumuddin hari ini adalah tentang harta dan ilmu.

Harta adalah sesuatu yang selalu kita cari. Sebagian besar orang itu suka mencari harta. Makanya banyak sekali yang kita temukan orang-orang yang suka belajar dan suka mencari ilmu.

Ilmu apa yang mereka cari? Ya, tentu ilmu tentang bagaimana cara mendapatkan uang, ilmu tentang bagaimana cara cepat untuk menghasilkan uang. Apakah salah ilmu mencari uang?

Gak salah. Menjadi salah ketika konteks kita belajar ilmu untuk mendapatkan uang adalah dengan niat yang buruk, bukan niat untuk mendapatkan kebaikan dari harta yang kita dapat.

Meski demikian, harta tetaplah harta. Ia tetaplah menjadi benda yang jikalau kita belanjakan pasti akan berkurang. Sedangkan ilmu (agama) akan terus bertambah ketika kita ajarkan.

Maka kebaikan dari ilmu (agama) yang kita sebarkan kepada orang-orang akan terus mengalir selama orang itu mendapati suatu kebaikan dari ilmu yang kita ajarkan kepadanya.

Contoh, ketika seorang ayah mengajarkan lafadz Lailahaillallah kepada anaknya. Maka setiap lisan anaknya mengucapkan Lailahaillallah, maka setiap itu pula kebaikan dan pahala mengalir pada ayahnya, insya Allah. Wallahu ‘Alam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload