Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Jangan Melempar Kesalahan Diri Sendiri.

Daily Insight adalah insight yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya pribadi juga bisa menjadi terapi.

Apa yang saya tulis di Daily Insight adalah sebuah perjalan berharga bagi saya seorang. Sehingga terkadang tulisannya hanya dapat dipahami oleh diri saya sendiri.

Saya tidak menganjurkan kamu untuk membacanya! Tapi kalau kamu tetap mau, ya silahkan.

Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-61. Selamat membaca...

INSIGHT 1

Pandailah Bersyukur Dan Tetap Rendah Hati.

Hari ini saya mendapatkan insight tentang kesetiaan. Dan anehnya saya belajar kesetiaan dari hewan bukan dari manusia yang pada dasarnya manusia memiliki hati dan perasaan.

Jadi ada dua ekor singa yang waktu kecil mereka dirawat oleh seorang perempuan. Ketika mereka tumbuh semakin besar, singa-singa tersebut dipindahkan ke kebun binatang.

Namun singa ini tidak pernah melupakan orang yang pernah merawat mereka. Darimana saya tahu hal tersebut? Saya tahu dari cara singa-singa itu memperlakukan perempuan itu.

Ketika perempuan itu datang ke kebun binatang singa-singa itu berlarian mengejar perempuan tersebut. Ketika mereka sampai kepada perempuan itu l, mereka memberikan pelukan.

Sangat terkesan melihat bagaimana singa-singa itu memeluk perempuan itu. Seolah-olah mereka sangat rindu, seolah-olah mereka ingin melampiaskan semua kerinduannya.

Nah, fakta menariknya adalah perempuan ini mengunjungi singa-singa tersebut setelah 7 tahun lamanya. Jadi bisa kita bayangkan betapa setianya singa-singa tersebut.

Bahkan ketika sudah 7 tahun berlalu, mereka masih mengingat wajah orang yang pernah merawat mereka. Dan mereka balas kebaikan majikannya dengan cara memeluknya.

Sedikit terharu ketika melihat video tersebut karena bagaimana singa-singa itu bisa memeluk orang yang pernah berjasa dalam hidupnya. Itu mengingatkan saya kepada makna kesetiaan.

Kesetiaan memang seharusnya begitu. Kita harus tetap mengingat kebaikan orang yang telah berjasa kepada kita.

Kebaikan akan melahirkan kesetiaan. Dan kesetiaan akan menghadirkan kebaikan. Jika kita ingin mendapatkan kebaikan, maka berbuatlah kebaikan kepada seluruh makhluk.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

Entah kita mau berbuat baik kepada manusia maupun kepada hewan sekalipun. Jika itu lahir dari hati nurani kita, maka akan berdampak baik dan akan melahirkan kebaikan bagi hidup kita.

Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula. Bahkan ketika hewan sekalipun yang tidak memiliki akal, mereka tahu cara membalas kebaikan seseorang.

Hewan pun tahu cara membalas budi. Tapi anehnya, kenapa manusia yang memiliki akal terkadang suka lupa bagaimana cara membalas budi seseorang.

Bahkan sebagian orang ketika diberikan pertolongan, dan dia mendapatkan kebaikan dari pertolongan itu. Mereka lupa akan kebaikan datang dari orang lain tersebut.

Kita suka melupakan jasa orang-orang yang telah memberikan banyak manfaat dalam hidup kita. Kita suka mengabaikan cara orang (baik) memperlakukan kita.

Tidak akan mendapat kekurangan apapun bagi seseorang yang selalu ingat bagaimana cara orang memperlakukannya dan dia memikirkan bagaimana cara membalas kebaikan orang.

Ketika orang lain berbuat kebaikan kepada kita, hendaknya kita berbuat baik juga kepada orang tersebut. Bahkan kita harus berusaha untuk membalas dua kali lipat kebaikan tersebut.

Kita bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain. Dan kita tidak akan pernah meraih impian kita tanpa adanya campur tangan orang lain. Maka bersyukurlah dan tetaplah rendah hati.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Bahagialah Sebelum Membahagiakan Orang Lain.

Sewaktu saya scrolling sosial media, tanpa sengaja saya menemukan sebuah cuplikan podcast yang narasumbernya adalah Jerome Polin dengan seseorang yang tidak saya tahu.

Karena yang kelihatan wajahnya hanya Jerome Polin jadi hanya dia yang saya kenal. Anyway, ada satu kutipan yang bagus yang saya dapatkan dari obrolan mereka berdua.

Kutipan itu dikutip oleh Jerome Polin dari seseorang yang dia tidak sebut namanya. Tapi kutipan itu sangat relate dengan keadaan sekarang dan banyak orang yang melakukannya.

Bunyi kutipannya kurang lebih seperti ini, “Saya tidak tahu kunci sukses. Tapi saya tau kunci gagal, yaitu menyenangkan semua orang.” Bagus kan kutipannya? Saya sangat suka.

Karena saya penasaran siapa yang mengatakan hal seperti itu. Akhirnya saya mencarinya di google dengan cara mengalih bahasa ke bahasa inggris.

Karena saya yakin kutipan itu didapatkan dari orang luar yang menggunakan bahasa inggris. Setelah saya cari tahu, saya menemukan orang yang mengatakan kata-kata bagus itu.

Namanya adalah Bill Cosby. Bill Cosby adalah seorang aktor Amerika Serikat yang juga merupakan seorang pelawak di The Bill Cosby Show sekitaran akhir tahun 1960-an.

Saya tidak tau kapan dan dimana Bill Cosby mengatakan perkataan semacam itu. Tapi itu bagus sekali. Bunyi kutipan aslinya seperti ini,

“I don't know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody.”

Ada banyak kunci kesuksesan. Jika kamu tidak menemukan salah satu dari mereka. Maka cukup bagimu untuk mengetahui kunci kegagalan, yaitu membuat semua hati orang senang.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

Sekarang banyak orang yang berusaha untuk menyenangkan orang. Tapi ia lupa menyenangkan dirinya sendiri. Ini adalah sebuah kesengsaraan yang kita ciptakan sendiri untuk kita.

Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk semua orang. Tapi lupa memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Padahal dirinya membutuhkan perlakuan baik darinya.

Sama seperti ketika orang ditanya tentang siapa yang mereka cintai. Jawaban mereka selalu mengarah pada orang lain tanpa menyebut diri mereka sendiri.

Seberapapun kita mencintai orang jangan pernah menjadikan hal itu membuat diri kita luput dari diri kita sendiri. Begitu juga ketika kita berusaha menyenangkan orang lain.

Jangan sampai gara-gara kita menyenangkan orang lain kita jadi lupa untuk menyenangkan diri sendiri. Memberi orang lain makan itu baik. Tapi bukan berarti kita gak makan.

Sangat dermawan ketika kita memberi orang lain makan. Tapi sangat tidak dermawan ketika kita sampai lupa makan karena memberi orang lain makan.

Sangat bagus dan mulia ketika kita bisa menyenangkan hati orang. Tapi jangan lupa menyenangkan hatimu sendiri. Karena dirimu juga butuh dan berhak untuk mendapatkan kebahagian.

Pastikan diri kita cukup bahagia sebelum kita membahagiakan orang lain. Jangan membiarkan diri kita sendiri tersiksa karena keegoisan kita untuk membahagiakan semua orang.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Jangan Melempar Kesalahan Diri Sendiri.

Hari ini Entah kenapa saya berpikir banyak tentang diri saya. Saya berpikir bahwa ketika saya melakukan hal yang salah, maka cukup kesalahan itu untuk diri saya sendiri saja.

Kalau kita berbuat salah, maka jadikanlah salah itu sebagai kesalahan yang hanya terikat dengan diri kita. Jangan sampai kita mengikat orang lain dalam kesalahan yang kita buat.

Apalagi kita menyalahkan orang lain, yang mana kesalahan itu benar-benar disebabkan oleh diri kita sendiri. Kesalahan adalah sesuatu yang ada bukan untuk dipermainkan.

Jika memang kita salah, maka akuilah kesalahan itu, lalu minta maaf agar kesalahan yang kita perbuat tidak melukai hati orang lain. Begitulah orang bijak dalam menanggapi kesalahan.

Jika diri kita tidak mampu untuk membuat orang lain bahagia. Setidaknya, jangan sampai kita melukai hati orang lain dengan melempar kesalahan yang kita perbuat kepada mereka.

Memang pahit ketika kita mengakui kesalahan yang kita perbuat. Tapi akan lebih pahit lagi ketika kita tidak mengakui kesalahan itu sebagai kesalahan yang telah kita perbuat.

Karena dampak dari sebuah kesalahan yang tidak kita akui akan menghantui kita secara terus-menerus. Itu akan sangat mengganggu hati dan pikiran kita sehingga kita tidak tenang.

Kita pasti tidak ingin merasa terganggu merasa tidak tenang dengan kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Maka dari itu selalu akui kesalahan dan sesali kesalahan itu.

Jangan berlaga sok benar ketika kita melakukan kesalahan. Itu itu akan menjadi bumerang bagi kita suatu saat nanti.

Kita pasti pernah berbuat salah. Dan kesalahan yang paling benar adalah ketika kita melakukannya, kita mengakuinya dan kita menyesalinya karena kita telah melakukannya.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

Jika kita tidak mengakui kesalahan yang telah kita perbuat dan kita tidak menyesali perbuatan tersebut. Maka sebenarnya kita berada dalam sebuah kesesatan yang nyata.

Tersesat-sesatnya orang di dalam hutan, cara dia keluar adalah dengan cara mengetahui bahwa dirinya tersesat. Kemudian dia berusaha mencari jalan keluar atau jalan yang benar.

Tapi kalau dia tidak mau mengakui dirinya tersesat, maka dia tidak akan pernah menemukan jalan yang benar. Kesesatan yang dia lakukan dianggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Maka ketika sesuatu yang sesat dianggap sebagai kebenaran. Disitulah dia akan mengajak orang lain untuk melakukan hal itu yang pada akhirnya orang lain pun ikut tersesat.

Itulah baiknya ketika kita berbuat salah, kita mengakuinya, agar orang lain tidak tersesat. Karena ketika kita enggan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat, itu akan menyesatkan.

Kesalahan yang tidak diakui akan menjadi kesesatan. Sesuatu yang sesat namun dibiarkan begitu saja akan menjadi sesuatu yang dianggap benar dan menjadi hal yang lumrah.

Dan ketika sesuatu yang dianggap benar padahal itu tidak benar, maka disanalah orang-orang yang benar akan mengikuti dan mereka menjadi orang-orang yang tidak benar.

Jika kamu tersesat, maka cukuplah kamu yang tersesat. Jangan menyesatkan orang lain. Karena kamu bukan setan dan iblis yang ketika sesat menyesatkan anak cucu adam.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload