Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 05 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Apakah Kita Berpaling Daripada Al-Quran?

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-78. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Lebih Suka Menyendiri Dengan Buku Dan Tulisan.

Kita harus terbuka dengan semua orang agar kita tidak menjadi seseorang yang tidak bersahabat dan bersahaja kepada orang lain yang kita jumpai di kehidupan kita.

Berani terbuka agar kita bisa diterima orang lain untuk menjadi teman mereka. Bukan karena kita menginginkan teman, namun lebih ke menjaga sikap dan perilaku kita terhadap orang lain.

Memiliki sifat terbuka bukan berarti kita membuka semua yang ada pada diri kita. Memiliki sifat terbuka adalah sifat yang kita tunjukan kepada orang bahwa kita menerima keberadaanya.

Sama seperti ketika kita melihat suatu benda yang benda itu dibuat transparan. Misal saja, back cover smartphone, orang membuat transparan bukan berarti kita bisa melihat semuanya.

Memang kita bisa melihat belakang dari smartphone itu dengan sangat jelas. Tapi ada bagian lain yang tidak dapat kita melihat secara jelas apa bagian lain tersebut, yaitu cara kerjanya.

Oleh karena itu, bersifat terbukalah (welcome) kepada orang lain. Jangan terlalu jaim kepada orang lain. Karena kita semua diciptakan untuk saling mengenal satu sama lain.

Tapi itu tergantung tiap individu. Ingin bersifat welcome atau tidak, itu adalah hak kita masing-masing. Tapi setidaknya untuk tulisan ini adalah catatan yang ditujukan kepada diri saya saja.

Saya harus mampu membuat diri saya transparan, dengan kata lain, saya harus bisa dilihat sangat jelas oleh orang-orang yang ada disekitar saya, agar mereka dapat mengenal saya.

Bukan berarti mereka yang melihat saya akan mengenal saya sampai ke aib-aib. Setidaknya sampai kemampuan saya saja.

Karena beberapa kemampuan saya banyak orang yang tidak mengetahui. Mungkin karena saya yang terlalu ragu untuk bisa memperlihatkan keterampilan atau apa yang bisa saya lakukan.

Untuk saat ini saya hanya memiliki beberapa teman dekat saja. Saya tergolong orang yang sulit untuk bergaul karena menurut saya banyak teman terlalu membingungkan diri saya pribadi.

Saya bingung bagaimana cara menolak ajakan mereka ketika mereka mengajak saya keluar. Karena saya adalah seseorang yang tidak suka keluar rumah, saya lebih suka berdiam diri.

Saya lebih senang diam di rumah bersama dengan buku-buku yang saya suka dan bersama keyboard yang selalu saya pakai untuk menulis sesuatu yang saya suka di laptop saya.

Waktu untuk keluar rumah atau jalan-jalan di luar sana dengan teman-teman akan sangat lama dan itu memakan waktu yang tidak sedikit. Dan itu bisa saya gunakan untuk hal-hal lain.

Katakanlah keluar rumah membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke tujuan. Waktu 30 menit itu kalau saya gunakan untuk membaca buku, saya sudah membaca 6 lembar buku.

Atau kalau saya gunakan untuk menulis, saya mampu menulis sebanyak 2 halaman. Dan jika saya buang waktu saya hanya untuk jalan-jalan, maka itu akan sangat merugikan saya.

Kecuali jika saya pergi jalan-jalan dengan orang yang saya cintai seperti keluarga. Maka untuk mengorbankan hal itu tidak terlalu merugikan bagi saya. Karena keluarga lebih penting.

Terlebih lagi, waktu bersama keluarga juga sangat jarang dan jarang-jarang juga kalau sekeluarga mengadakan berlibur ke pantai atau ke tempat lainnya. Saya pasti akan ikut.

Bahkan ketika yang mengadakannya tidak sekeluarga secara utuh atau hanya beberapa anggota keluarga saja. Saya akan tetap ikut. Karena itu adalah orang-orang yang saya cinta.

INSIGHT 2

Dampak Penundaan Sangat Tidak Menyenangkan.

Satu fakta tentang penundaan, yaitu menyenangkan. Sangat menyenangkan memang ketika kita menunda, karena ketika kita menunda kita selalu melakukan aktivitas yang kita sukai.

Sedangkan mengerjakan tugas utama itu tidak menyenangkan karena terlalu berat untuk diselesaikan. Kita merasa diri cemas, tidak nyaman dan stres melakukan pekerjaan utama kita.

Tapi ketika kita menunda, seketika kita merasakan kesenangan yang amat tinggi. Saking tingginya, kita merasa dunia ini hanya milik kita seorang yang lain semuanya pada ngontrak.

Anehnya, kalau kita melakukan penundaan, kita merasa hidup produktif. Kenapa kita bisa beranggapan hidup produktif ketika kita melakukan penundaan? Itu adalah suatu hal yang aneh.

Ini tidak akan terjadi selagi pemahaman kita tentang produktif tidak salah. Kita memahami hidup produktif adalah hidup yang penuh dengan kesibukan. Padahal tidak demikian adanya.

Hidup produktif bukan hidup yang disatu waktu bisa melakukan banyak pekerjaan. Bukan itu! Apa artinya hidup bisa melakukan banyak hal tapi tidak satupun dari itu semua yang bermanfaat.

Maka produktif adalah hidup bermanfaat di setiap aktivitas yang kita kerjakan. Jika kita melakukan sesuatu, maka sesuatu yang kita kerjakan itu harus memiliki nilai manfaat terhadap hidup.

Tapi jika tidak sama sekali atau malah kebalikannya yaitu bisa mendatangkan mudharat, maka sebaiknya tidak kita kerjakan. Bawa yang bermanfaat dan tinggalkan yang bermudharat.

Agak sulit memang membedakan tugas yang benar-benar bermanfaat dengan yang kurang bermanfaat.

Karena itu, kita perlu latihan untuk memetakkan berbagai list aktivitas yang kita setiap hari. Lalu kita breakdown dalam sehari itu pekerjaan mana saja yang paling bermanfaat dan tidak.

Jika kita sudah dapatkan. Maka apa yang paling bermanfaat, itu yang kita masukkan kedalam to-do list untuk kita lakukan keesokan harinya. Yang lainnya cukup kita abaikan saja.

Ingat, bahwa penundaan itu sangat menyenangkan. Tapi yang harus kita pahami, hidup senang saja tidak cukup untuk merasa bahagia setiap hari. Senang dan bahagia adalah berbeda.

Penundaan memang menyenangkan, dampaknya sangat tidak menyenangkan. Itu yang harus kita ketahui. Dan keinginan kita untuk hidup senang tidak bertahan lama, itu hanya sementara.

Dan kita harus memiliki kemampuan untuk sadar bahwa hal yang paling penting bukanlah kesenangan melainkan manfaat yang bisa kita dapatkan atau yang bisa kita berikan.

Pertama, kita hidup dengan melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat untuk hidup kita pribadi. Kedua, kita hidup dengan melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain.

Karena hidup di dunia bukan hanya memikirkan kebaikan diri kita sendiri saja. Tapi kita harus bisa memiliki kontribusi kepada orang terdekat, masyarakat, bahkan untuk bangsa dan negara.

Orang yang hidup produktif pasti akan dikenang oleh banyak orang karena hal-hal yang dilakukannya. Karena itulah hidup produktif ialah hidup yang melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Orang yang hidupnya produktif pasti memiliki kontribusi atau sumbangsih kepada temannya, masyarakat dan negaranya. Karena itulah dia disebut sebagai orang produktif.

Jadi perlu kita ingin bahwa bukan ketika kita bisa melakukan banyak hal di satu waktu disebut sebagai produktif. Tapi ketika kita mampu melakukan hal yang bermanfaat disebut produktif.

INSIGHT 3

Apakah Kita Mendustakan Ayat-Ayat Al-Quran?

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin dikatakan bahwa sebagian ulama pernah mengatakan, “Kemulian macam apa yang bisa didapat oleh mereka yang tidak memiliki ilmu?

Di sisi lain, tiada kemulian yang hilang bagi mereka yang memiliki ilmu.” Sebagaimana Rasulullah Saw. pernah bersabda,

“Siapa saja yang diberikan kepadanya Al-Quran, lalu ia memandang ada sesuatu yang lebih baik darinya, berarti ia telah menghinakan apa yang dimuliakan Allah Ta'ala.”

Inilah kekhawatiran saya ketika terlalu asyik dan suka mengutip kata-kata dari buku yang mana buku itu ditulis oleh orang-orang barat yang saya sendiri saja tidak mengenal mereka.

Tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Al-Quran kepada seluruh hamba-Nya, akan tetapi diantara hamba-nya ada yang mengabaikan Ayat-Ayat yang telah diturunkan Allah.

Saya jadi berpikir, apakah orang yang terlalu asyik mencari ilmu dunia dan terlalu suka mengutip kata atau kalimat dalam buku dibandingkan Al-Quran telah mendustakan ayat-ayat Al-Quran?

Terlalu membanggakan kata yang dibuat oleh manusia yang mana kata itu sendiri belum tentu benar. Tapi apa yang terdapat dalam Al-Quran sungguh tidak ada keraguan di dalamnya.

Tapi entah kenapa kita lebih tertarik pada buku yang ditulis oleh manusia, oleh orang-orang barat dan kita lebih mempercayai teori-teori yang dibuat oleh orang-orang tersebut.

Tapi kenapa ketika itu adalah kalimat dari Sang Pencipta kita malah mengabaikannya dan tak mengindahkannya.

Semoga pintu hati kita terketuk untuk lebih senang membaca dan mengkaji ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala daripada kata-kata orang-orang sukses yang belum tentu benar.

Memang bahwa mereka benar dalam hal kesuksesan di dunia. Tapi apa yang membuatnya sukses di dunia belum tentu dapat membantu kita sukses di dunia dan di akhirat.

Karena sebagai seorang muslim, kita tidak hanya dianjurkan untuk mengejar kesuksesan dan kebahagian yang ada pada dunia yang sementara, tapi juga kenikmatan akhirat yang kekal.

Tapi begitulah mata manusia sering kali mudah tertipu oleh gemerlapnya dunia. Dan syaithan telah berhasil menghasut hati dan pikiran kita. Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut.

Sekarang banyak orang yang merasa bangga bisa membaca buku dengan cepat. Banyak orang yang merasa bangga karena bisa memiliki banyak buku, tapi tidak dengan Al-Quran.

Kalau kita memang benar-benar bangga dengan Al-Quran, maka kita membaca Al-Quran setiap hari. Kalau kita cinta pada Al-Quran, maka telah lama kita khatam membaca ayat-ayat itu.

Tapi kita lebih senang dengan kalimat para penulis buku dan para motivator. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah beri kita banyak motivasi yang bisa kita baca dalam ayat Al-Quran.

Ada banyak Ayat-Ayat Allah yang bisa menjadikan kita hidup bahagia, bermakna dan bermanfaat jika kita ingin membaca. Akan tetapi kita lebih suka dengan kalimat manusia.

Dalam satu kajian salah seorang Ustadz Yang menyampaikan suatu ceramah. Saya mendapatkan bahwa orang-orang yang diberi nikmat adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Apakah kita yang menjauhi petunjuk (Al-Quran) merupakan orang-orang yang tidak mendapatkan nikmat disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload