Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 06 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Kritikan Mencerminkan Pengetahuan Mereka.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-50. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Berharap Pada Manusia, Nanti Sakit.

Al Malik adalah salah satu Asmaul Husna yang memiliki arti Maha Raja. Allah adalah Raja bagi apa dan siapa saja yang ada di bumi serta apa dan siapa saja yang ada di langit.

Allah adalah Raja pemilik segalanya. Allah adalah Raja pemilik alam semesta. Allah adalah Raja hari pembalasan. Dan tidak ada satupun yang berkuasa atas kuasanya.

Allah adalah Maha Raja. Ia pemilik segala hal yang ada di langit dan di bumi dan Ia memiliki kuasa penuh atas segalanya. Dan Dia Maha Berkehendak atas segalanya.

Jika di dunia ada manusia yang memiliki sesuatu, tetapi dia tidak berkuasa. Di dunia ada manusia yang berkuasa terhadap sesuatu, tetapi dia tidak memiliki.

Jika Malik disematkan pada manusia, itu memiliki sifat yang relatif. Tapi Malik-Nya Allah, itu memiliki sifat yang absolut. Ia Maha Raja, memiliki dan berkuasa atas apa yang Ia miliki.

Sehingga dari sini kita dapat belajar bahwa segala kepemilikan manusia itu bersifat relatif. Segala kekuasaan dan hal-hal yang dikuasai oleh manusia, itu sifatnya relatif.

Ada orang yang berkuasa atas sesuatu tetapi dia tidak bisa memiliki sesuatu. Seperti misalnya orang yang memiliki banyak harta, tetapi dia tidak memiliki kebahagiaan di dalamnya.

Jangan kita bergantung kepada makhluk yang kepemilikan dan kekuasaannya relatif. Jangan kita pernah menggantungkan diri kita atau berharap kepada makhluk.

Tapi berharap dan bergantunglah pada Allah yang kepemilikan dan kekuasaan-Nya itu absolut. Karena Ia Maha Raja.

Bergantung pada makhluk hanya akan menjadikan kita kecewa. Tetapi bergantung pada Allah akan menjadikan kita bahagia.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

Kalau kita mau berserah dan kalau kita mau berpasrah maka kantunglah diri kita ada sesuatu yang Maha Tinggi. Dengan kata lain berserah dan berpasrah lah kepada Allah SWT.

Jika kita bergantung pada manusia, maka kita harus pastikan, bahwa ketergantungan kita tidak sama ataupun tidak lebih dari ketergantungan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Manusia hanyalah sebatas jalan atau wasilah saja. Selebihnya yang membantu kita, yang menolong kita, yang senantiasa selalu dekat dengan kita adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah dekat dengan hamba-Nya tapi seringkali hamba-Nya menjauhkan diri dari-Nya dengan bergantung kepada manusia atau makhluk yang itu merupakan ciptaan Allah.

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

Ali bin Abi Thalib.

Bahkan kepahitan dalam hidup yang paling pahit yaitu Ketika kita berharap, menaruh harapan, bergantung pada manusia. Maka kita harus belajar dari nasehat Ali bin Abi Thalib.

Hidup memang pahit, tapi jangan ditambah pahit dengan berharap kepada manusia. Seringkali kalau kita berharap kepada manusia menjadikan hidup kita jadi tambah sulit.

Hanya Allah yang Maha Penolong yang bisa menjadikan hidup kita menjadi jauh lebih mudah dan menjadi jauh lebih berkah.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Selalu Ada Pelajaran Di Setiap Langkah Yang Kita Ambil.

"An expert is a person who has found out by painful experience all the mistakes that one can make in a very narrow field."

~ Niels Bohr.

Orang yang ahli pasti telah banyak melalui kesalahan/ kesulitan dalam hidupnya. Dan itu semua terakumulasi menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat berharga.

Tidak ada seorang yang ahli di bidangnya tanpa pernah melalui ataupun mengalami yang namanya kesalahan/ kesulitan pasti mereka semua pernah mengalaminya.

Seorang yang ahli di bidang bisnis, misalnya. Dia bisa benar-benar ahli di bidang bisnis karena dia telah banyak melalui masa-masa yang menyulitkannya.

Kita sebut saja masa sulitnya itu seperti berbisnis tapi belum mendapatkan untung, atau berbisnis malah hanya mendapatkan buntung.

Tapi dari sanalah ia kemudian mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yang mungkin tidak bisa ditemukan oleh kebanyakan orang lainnya.

Mungkin saat ini ia berbisnis tapi belum untung. Mungkin saat ini dia berbisnis tapi malah dapat buntung. Tapi yang pasti, dari apa yang sudah dia lalui adalah pelajaran berharga baginya.

Yang kemudian pelajaran itu bisa digunakan untuk membangun bisnisnya di kemudian hari. Dan bisa jadi bisnisnya akan menjadi bisnis yang sangat sukses.

Bahkan orang lain akan datang berguru kepadanya.

Setiap perjalanan menuju kesuksesan itu adalah sebuah pelajaran. Tidakkah kita akan sukses kecuali kita mengambil pelajaran dari kesalahan kita.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

Pengalaman yang menyakitkan adalah sebuah pengalaman yang sangat berarti untuk kita, dan akan menjadi sebuah cerita yang sangat menarik ketika kita sudah sukses nanti.

Kesuksesan tersusun dari ribuan langkah yang tiap langkahnya terdapat sebuah pelajaran jika kita cukup pandai mencari dan melihat pelajaran yang ada di setiap langkah kita.

Tidak ada langkah yang sia-sia ketika kita berusaha dengan keras, berjuang dengan keras, bekerja dengan keras, berdoa dengan keras untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Langkah yang sia-sia hanya datang ketika kita tidak mengambil langkah sama sekali. Meski demikian tetap ada pelajaran yang bisa kita ambil ketika kita sudah menyesal.

Intinya baik kita mau mengambil langkah dengan keras atau kita tidak mau mengambil langkah akan tetap ada pelajaran yang bisa kita ambil.

Orang yang hanya bisa bermimpi dan tidak mau mengambil langkah untuk mewujudkan mimpinya maka pelajaran yang dia dapatkan adalah penyesalan.

Dan itu yang akan dia ceritakan kepada orang lain, bahwa "Jangan pernah membunuh mimpimu, karena dia hanya akan pingsan dan bangkit dalam bentuk penyesalan."

Apapun langkah yang kita ambil akan menjadi sebuah pelajaran. Entah itu untuk kita, atau untuk mereka yang hidup setelah kita.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Perkataan Mencerminkan Pengetahuan Mereka.

“Hargai dia yang membencimu karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat setiap kesalahanmu”.

~ Anonim.

Ketika kita berkarya akan banyak sekali orang yang akan membenci kita dan mengkritik karya kita. Bukan bermaksud untuk memberikan masukan, tapi mereka lebih ke mencela.

Bahkan mereka melakukan hal itu tidak sekali dua kali, mereka melakukan hal itu bisa berkali-kali. Yang tujuannya hanya satu, mungkin bermaksud untuk membuat kita down.

Ketika kita sudah merasa down atau mental kita sudah tidak kuat dengan perkataan mereka, maka disitulah mereka merasa menang, mereka merasa bahagia.

Ketika orang tidak bisa naik, tidak bisa berada di tempat yang tinggi, mereka suka sekali menjatuhkan orang lain. Kenapa?

Karena setidaknya kalau mereka tidak bisa naik, orang lain juga tidak bisa naik. Setidaknya kalau mereka tidak bisa tinggi, orang lain juga tidak bisa tinggi.

Mereka iri ketika ada seseorang yang bisa menjulang tinggi. Bukannya berusaha untuk memperbaiki diri tapi. Tapi mereka berusaha untuk menjatuhi.

Mereka merasa ketika bisa menjatuhi, mereka akan disegani. Tapi faktanya mereka akan dijauhi. Karena tidak ada orang yang ingin berteman dengan orang yang suka menzalimi.

Kalau tidak bisa tinggi, jangan menjatuhi, tapi perbaiki diri.

Kalau ada rasa benci, jangan mencaci. Kalau ada tumbuh rasa iri, cobalah untuk memperbaiki diri. Kalau kita tidak bisa menjulang tinggi, setidaknya jangan menjatuhi.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

Tapi jika kita berada di posisi sebagai orang yang dicaci dan dimaki atau dibenci, maka kita harus menghargai pilihan orang atau cara orang untuk mencaci dan membenci kita.

Karena orang yang mencaci kita adalah orang yang sudah mau menghabiskan waktunya hanya untuk mencari kekurangan kita, yang mana itu bisa kita perbaiki.

Semakin banyak orang membicarakan kekurangan kita, maka semakin banyak hal yang bisa kita perbaiki, dan semakin banyak peningkatan yang bisa kita alami.

Mungkin orang yang mencaci kita atau orang yang membenci kita adalah orang-orang yang ingin memberikan kita masukan. Hanya saja mereka tidak tahu cara yang baiknya, bagaimana.

Karena mungkin mereka tidak pernah belajar bagaimana cara memberikan masukan yang baik. Oleh karena itu, mereka seringkali kelihatan seperti orang yang sedang mencaci maki.

Kita sebagai orang yang dicaci atau dibenci, ya kita terima aja. Maklumilah mereka, karena mungkin hanya segitu kemampuan mereka, dan hanya segitu pengetahuan yang mereka miliki.

Terlebih lagi mereka sudah mau meluangkan waktu mereka untuk menyampaikan pesan mereka, meski pesan yang mereka sampaikan adalah pesan yang kurang baik.

Orang memberikan masukan atau kritikan, itu berdasarkan seberapa besar pengalaman dan pengetahuan mereka. Dan apa yang mereka sampaikan mencerminkan kedua hal itu.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload