Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 20 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Orang Yang Berilmu Pandai Dalam Menyikapi Dunia.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-64. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Bakti Anak Kepada Orang Tua Tiada Batasnya.

Hari ini saya mendapatkan Inside dari sebuah video reals Ustadz Adi Hidayat (@adihidayatofficial) yang membahas cara seorang anak berbakti pada orang tua yang telah tiada.

Jika orang tua kita masih hidup maka kita masih bisa berbakti dengan orang tua melalui berbagai cara terbaik yang bisa kita lakukan. Dengan memberikannya hadiah, misalnya.

Bersyukur bagi seseorang yang masih memiliki orang tua. Karena dia masih ada tempat untuk mendapatkan ridho Allah dengan sangat mudah, yaitu dengan berbakti pada orang tua.

Tapi bukan berarti seseorang yang sudah tidak memiliki orang tua tidak bisa berbakti kepada orang tuanya. Semua masih bisa berbakti dengan cara lain yang insya Allah, itu mudah.

Seperti seseorang yang bertanya kepada Ustadz Adi Hidayat terkait dengan infaq kepada orang tua.

Apakah infaq kita kepada orang tua yang telah tiada diterima dan sampai amalnya kepada orang tua kita?

Apakah infaq kita kepada mertua kita diterima dan sampai kepada mertua kita?

Disini Ustadz Adi Hidayat menjawab dengan mengatakan, bahwa orang tua itu tidak ada batasnya. Dengan kata lain, berbakti kepada orang tua itu tidak ada batasnya.

Baik orang tua kita masih hidup, kita masih bisa berbakti kepada kedua orang tua. Meskipun orang tua kita telah tiada, kita masih tetap bisa berbakti kepada kedua orang tua kita.

Tidak ada batasan bagi kita untuk berbakti kepada mereka.

Cara berbakti kepada orang tua yang telah wafat bagaimana?

Dari insyad yang saya dapatkan di konten Ustadz Adi Hidayat bahwasanya untuk berbakti kepada orang tua yang telah wafat adalah dengan bersedekah atas nama mereka.

Jadi misalnya, hari kurban telah tiba. Maka, kita bisa berkurban dengan niat dan diniatkan kepada orang tua kita yang telah wafat. Maka, amalannya akan sampai kepada orang tua kita.

Bahkan ketika kita misalnya tidak mampu untuk berkurban yang diniatkan kepada orang tua. Maka kita masih bisa untuk bersedekah mushaf kepada para penghafal Quran.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan:

"Kita niatkan untuk orang tua, boleh. Terus setiap yang dibacakan mengalir pahalanya. Nah, yang merasakan pahala itu yang sudah wafat. Yang masih hidup tidak bisa melihat.

Tapi itu nanti akan menjadi transfer pahala yang menerangi di alam kubur. Nanti akan ditampakkan kadang-kadang dalam beberapa hal. Kadang ada yang bermimpi melihat kebaikan."

Jadi sedekah yang kita lakukan, pahalanya bisa dinikmati oleh orang tua kita yang telah wafat. Meski kita tidak bisa melihat pahala itu. Namun, kita bisa merasakannya melalui mimpi.

Dan kabar baiknya adalah; infaq yang kita lakukan, itu juga dampaknya juga akan dirasakan oleh kita setelah wafat nanti. Meski kita berinfak untuk kedua orang tua kita yang telah wafat.

Insight lainnya yang saya dapatkan, bahwa ketika kita tidak memiliki harta sekalipun untuk berbakti kepada orang tua yang telah wafat. Kita masih bisa berbakti.

Dengan apa kita berbakti? Yaitu dengan berpuasa diniatkan untuk kedua orang tua. Untuk video lengkapnya kamu tonton di link ini, agar kamu juga bisa dapat insight lengkapnya.

INSIGHT 2

Yang Bermutu Terikat Masa Lalu.

Ada hal-hal yang di luar kendali kita yang perlu kita ketahui. Maka untuk itu, saya akan berbagi insight tentang apa saja yang berada di luar kendali kita pada insight buku kali ini.

Apa yang saya bagi ini merupakan insight dari membaca buku Mindful Life, yang kemudian saya berikan beberapa sentuhan pendapat atau pandangan saya secara pribadi.

Di buku mindful Life setidaknya ada tujuh yang disebutkan oleh penulisnya (Darmawan Aji). Namun yang akan saya bahas hanyalah beberapa saja.

Tentu ini berdasarkan subjektif saya, tapi saya berusaha untuk tidak menghilangkan esensi dari buku tersebut. Saya memilih beberapa karena itu menurut saya yang paling penting.

Pertama adalah sikap orang lain terhadap kita. Sesuatu yang mungkin sering kita dengar dan sering kita lihat di kehidupan nyata kita ataupun di sosial media.

Banyak orang yang bersikap tidak suka terhadap seseorang terutama di media sosial dan itu membuat mereka membully atau menghina orang lain di kolom komentar.

Kamu mungkin pernah mendapatkan komentar yang tidak baik. Sesuatu yang tidak mengenakkan hati dan pikiran. Bahkan hal itu sampai menyakiti hatimu dan membuat dirimu frustasi.

Tapi Tahukah kita bahwa sikap orang lain yang dia perlihatkan kepada kita adalah sesuatu yang di luar kendali kita. Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang harus bersikap kepada kita.

Sama sekali tidak ada kendali kita untuk bisa mengendalikan sikap mereka, karena itu ada di luar kendali kita.

Tapi meskipun demikian bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu terhadap sikap orang lain, ketika sikap orang tersebut tidak baik adanya untuk kita.

Kita bisa memilih untuk tidak mendengarkan perkataan orang, ketika orang tersebut terlalu berlebihan dalam mengkritik kita. Misalnya sampai menggunakan kata-kata yang kasar.

Tentu kita bisa memilih untuk tidak mendengarkan kata-kata itu dan kita bisa untuk bersikap bodo amat. Tentu kita bisa memilih mengabaikannya atau menolaknya sama sekali.

Jangan sampai kita memasukkan perkataan orang ke dalam hati kita. Apalagi perkataan orang tersebut sampai membuat kita berhenti melakukan apa yang kita sukai.

Karena itulah yang mereka harapkan. Mereka ingin melihat kita gagal untuk mencapai impian kita. Jadi kamu bisa alihkan fokus pikiranmu kepada sesuatu yang lebih baik daripada hal itu.

Dan yang kedua adalah masa lalu. Masa lalu atau apa yang telah berlalu dalam hidup kita adalah sesuatu yang tidak bisa kita rubah dan tidak bisa kita perbaiki.

Ketika kamu menyesali masa lalu yang telah kamu perbuat, maka ketahuilah bahwa tidak ada jalan dan tidak ada cara untuk bisa memperbaikinya.

Yang bisa kita lakukan dari masa lalu adalah berdamai dengan masa lalu itu dan mengambil pelajaran yang berharga. Karena setiap yang berlalu pasti meninggalkan pelajaran.

Ambillah pelajaran berharga itu dari masa lalu. Karena itulah guru yang paling baik dan paling bijak untuk kita bisa belajar darinya dan mengambil manfaat darinya.

Setiap kali ada kesalahan yang kita perbuat dimasa sekarang. Yakinlah, kesalahan itu selalu berubah menjadi sesuatu yang berharga. Apa itu yang berharga? PE-LA-JA-RAN.

INSIGHT 3

Orang Yang Berilmu Pandai Dalam Menyikapi Dunia.

Untuk insight ngaji kitab Ihya Ulumuddin. Saya melanjutkan dari halaman yang kemarin, yaitu halaman yang keempat, lanjut ke halaman yang kelima.

Pada halaman kelima ini saya menemukan sebuah ayat Al-Quran yang dikutip oleh Imam Al Ghazali dalam yang kemudian ia letakan dalam kitabnya Ihya Ulumuddin.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَيْلَـكُمْ ثَوَا بُ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّمَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَا لِحًـا 

Wa Qoolallaziina Uutul-'ilma Wailakum Sawaabullohi Khoirul Liman Aamana Wa 'amila Shoolihaa,

"Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, "Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan amal shalih,""

(QS. Al-Qasas 28: Ayat 80)

Ada beberapa tafsir yang saya dapatkan tentang ayat tersebut. Tafsirnya saya peroleh dari situs internet. Sohib Insight bisa klik link ini jika ingin membacanya.

Yang pertama, Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram):

"Dan orang-orang yang diberi ilmu tatkala mereka melihat Qārūn di dalam kemegahannya dan mendengarkan apa yang diangankan oleh teman-temannya,

“Celaka kalian, balasan Allah di kehidupan Akhirat dan kenikmatan yang disiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan beramal saleh itu lebih baik daripada apa yang diberikan kepada Qārūn dari perhiasan dunia.”

Dan tidaklah bisa mengucapkan ucapan ini dan mengamalkan apa yang menjadi keharusannya kecuali orang-orang sabar yang bersabar dalam mengutamakan pahala yang ada di sisi Allah daripada kenikmatan fana yang ada di dunia."

Apa yang saya dapatkan adalah sebuah pelajaran berharga bahwa betapa besar balasan kenikmatan yang dipersiapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di akhirat kelak.

Balasan tersebut diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan beramal saleh. Sehingga apa yang didapatkan oleh orang beriman, itu lebih baik dari orang yang cinta dunia.

Kelak orang-orang yang gila akan dunia, terlalu cinta kepada dunia, yang mana dunia itu fana dan hanya sementara. Kelak mereka akan merasa iri dengan orang-orang yang beriman.

Orang-orang yang terlampau cinta kepada dunia kelak mereka juga akan menyesal dan menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan di dunia adalah sesuatu yang sia-sia.

Insight lain yang saya dapatkan, yaitu seseorang yang memberikan peringatan tersebut. Seseorang yang memberikan peringatan tersebut adalah hamba Allah yang berilmu.

Maka disini kita menyadari bahwa orang-orang yang berilmu, yaitu yang mengetahui ilmu akhirat, mereka paham tentang bagaimana cara menyikapi dunia untuk bekal di akhirat kelak.

Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh Allah SWT. untuk mendapatkan ilmu agama agar kita bisa mempersiapkan segala amalan sebagai bekal kita di akhirat kelak.

Aamiin Allahumma Aamiin…


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload