Join Telegram

Memahami Definisi Neuro-Linguistic Programming

Mark

NLP adalah satu ilmu yang bisa membantu kita untuk mencapai predikat Excellence. Baik itu di bidang personal seperti habit, maupun di bidang profesional seperti bisnis dan komunikasi.

UNDERSTANDING NLP NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING

Tidak sedikit orang sukses yang sekarang ada di sekitar kita menggunakan ilmu yang disebut sebagai NLP atau Neuro-Linguistic Programming.

NLP atau Neuro-Linguistic Programming ditemukan sekitar tahun 70-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Yang pada awalnya memodel para ahli terapis pada saat itu.

Rasa penasaran mereka akan bagaimana seseorang bisa benar-benar hebat (excellence) di satu bidang, membawa mereka untuk mempelajari (memodel) para ahli terapis.

Dari apa yang mereka pelajari, kemudian mereka ajarkan kepada orang lain. Sehingga orang lain bisa memiliki keahlian yang sama dengan para excellence yang mereka model.

Hingga saat ini, NLP telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan dari berbagai bidang.

Sebagai orang yang pernah belajar NLP, baik melalui buku dan kelas/training, saya ingin berbagi pada postingan blog kali ini.

Saya merasakan dampak positif dari ilmu tersebut. Dan saya berharap juga demikian kepada kalian, Sohib Insight.

Untuk itu, mari kita mulai perjalanan kita belajar NLP dengan memahami definisinya terlebih dahulu. Setelah itu, kita lanjut ke pembahasan yang lebih mendalam pada blog-blog berikutnya.

Contents

Selamat membaca!

INSIGHT 1

Memahami NLP Dari Kata Per Kata Penyusunnya

Memahami NLP secara sederhananya bisa dilakukan melalui memahami 'NLP' itu sendiri. Dengan kata lain, mendefinisikan setiap kata penyusunnya, lalu menarik kesimpulan darinya.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa NLP tersusun atas tiga kata 'N-L-P'. Dan ketiga kata ini memiliki makna dan arti yang dapat mendeskripsikan NLP itu sendiri.

Apa saja ketiga kata tersebut? Yup, benar! Neuro-Linguistic Programming. Ada detail kecil yang sering dilupakan oleh seseorang ketika menjelaskan NLP.

Detail kecil tersebut akan saya jelaskan di akhir nanti. Jadi, langsung saja kita mulai mendefinisikan NLP dari kata per kata penyusunnya.

Kata pertama ialah, Neuro. Neuro dapat kita artikan sebagai sistem saraf, tempat dimana pengalaman kita di proses melalui kelima panca indera.

Kamu pasti sudah tahu kan, apa saja kelima indera tersebut. Ya, benar! Indera Penglihatan, Pendengaran, Peraba, Pengecap dan yang kelima indera Penciuman.

Hal apapun yang berhasil ditangkap oleh kelima panca indera tersebut akan diproses, diolah dan disimpan ke dalam neuro atau sistem saraf yang ada dalam diri kita.

Makanan yang kita makan akan kita ketahui enak atau tidaknya setelah salah satu dari kelima indera kita menangkap semua informasi terkait makan tersebut, (manis, gurih, renyah, dsb).

Lalu informasi tersebut akan diproses, diolah, dan disimpan sampai akhirnya kita bisa menyimpulkan informasi yang kita dapatkan dari makanan tersebut dalam pikiran.

"Hm, makanan ini enak banget!"

"Makanannya keasinan."

"Mm, kok berasa ada yang kurang, ya?"

Semua itu adalah hasil dari pengolahan informasi oleh sistem saraf. Namun, itu semua masih dalam pikiran kita saja sampai sistem bahasa kita memberikan respon.

Lanjut ke kata yang kedua, Linguistic. Linguistic atau sistem bahasa, baik itu verbal maupun non verbal. Tempat informasi atau pengalaman kita diatur, di kode dan diberi makna.

Dari informasi yang ditangkap panca indera dan diolah oleh sistem saraf kita dari makanan yang kita makan.

Selanjutnya sistem bahasa kita akan memberikan respon. Ketika kita merasa makan yang kita makan itu asin. Sistem bahasa akan memberikan respon yang menyatakan makanan itu asin.

Meskipun mulut kita tidak mengatakan asin. Tapi sistem bahasa dalam diri kita tetap meresponnya dengan bahasa non verbal. Itulah kenapa orang yang keasinan akan menampilkan ekspresi mata yang disipitkan dan mengerutkan wajah mereka.

Tapi untuk para kalangan pasangan suami istri. Sang suami biasanya akan memberikan respon masakan istri dengan kata "ENAK!". Meski kenyataan itu asin, haha…

Apapun bentuk responnya, itu adalah respon yang diberikan oleh sistem bahasa yang diperoleh dari sistem saraf kita. Dan sistem bahasa akan selalu memberikan respon. Tidak bisa, TIDAK.

Kata yang terakhir adalah kata yang teknikal, yaitu Programming. Saya katakan kata teknikal, karena adanya kemampuan atau keterampilan kita dalam dan/atau untuk mengatur sistem saraf dan sistem bahasa.

Makanan yang asin bisa dikatakan enak oleh sang suami adalah bentuk kemampuan diri seseorang untuk mengatur sistem saraf dan sistem bahasa yang ia miliki.

Sang suami bisa saja mengatakan itu asin dengan sangat jelas kepada istrinya. Namun dia memilih untuk menjaga perasaan istrinya, karena begitulah cara dia memodifikasi sistem sarafnya.

Sehingga respon yang keluar dari sistem bahasanya adalah kata "Enak". Meskipun setelah itu, di hari-hari selanjutnya, sang suami makan di warteg, Haha…

"Sungguh kejam kau Roma". Wkwk.

O, iya. Di awal tadi, saya katakan ada detail kecil yang ingin saya sampaikan. Terlebih dahulu, perhatian tulisan ini: Neuro-Linguistic Programming.

Apakah kamu melihat detail kecilnya?

Yuhu, ternyata kamu cukup jeli juga. Dari semua yang saya bahas. Saya belum membahas tanda '-' yang ada pada NLP.

Apa arti dari tanda tersebut?

Tanda tersebut sebenarnya menjelaskan bahwa sistem saraf dan sistem bahasa berkaitan satu sama lainnya.

Atau dalam bahasa yang lebih sederhananya: pikiran, perasaan dan perilaku kita terhubung satu sama lain. Ketika kita berpikir positif, perasaan dan perilaku yang muncul adalah positif. Begitupun sebaliknya.

Maka tidak heran jika orang yang selalu menghadirkan pikiran yang negatif akan mendapatkan hasil yang negatif. Selalu merasa tidak bahagia dengan segala aktivitas yang dia lakukan adalah salah satu contohnya.

INSIGHT 2

Memahami NLP Melalui Definisi Para Founder

Seperti yang kita ketahui sebagai praktisi NLP, bahwa NLP hadir karena perjuangan dua orang yang hebat dan sangat berjasa dalam penemuannya.

Siapakah dua orang tersebut?

Ya, sudah pasti mereka adalah Richard Bandler dan John Grinder. Merek adalah dalang dari lahir dan terkenalnya NLP ke berbagai negara termasuk negara kita Indonesia.

Sehingga, jika kita ingin memahami NLP lebih dalam. Maka kita perlu juga memahami NLP dari definisi mereka berdua. Karena mereka lah foundernya.

Apa definisi NLP dari mereka? Langsung saja kita simak!

Kita mulai dari definisi NLP menurut Richard Bandler. Menurut definisinya, NLP sebagai “the study of the structure of subjective experience”.

Kalau kita artikan kedalam bahasa Indonesia: NLP adalah kajian tentang struktur pengalaman subyektif.

Yang mana itu artinya, NLP banyak mempelajari pengalaman subyektif seseorang. Atau bisa diartikan juga sebagai cara mempelajari pikiran seseorang.

Bagaimana pikiran dan pola pikir seseorang bisa sukses, itulah yang kita pelajari. Nah, proses kita mempelajari ini disebut sebagai modeling.

Jadi, jika kamu memiliki sosok yang kamu kagumi dalam hidupmu. Kamu bisa meniru hal yang kamu kagumi dari dia dengan cara memodelnya.

Kalau kita mau menyimpulkan definisi NLP dari Richard Bandler, mungkin NLP bisa kita simpulkan sebagai ilmu untuk mempelajari pola kesuksesan seseorang.

Dan pola tersebut bisa kita gunakan untuk diri kita sendiri atau bahkan bisa kita ajarkan kepada orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh Richard Bandler dan John Grinder ketika mengajari orang lain tentang NLP.

Gimana? Menarik bukan mempelajari ilmu NLP? Yuk, kita lanjut pembahasanya.

Selanjutnya, definisi dari kacamata John Grinder. Menurut John Grinder, NLP merupakan “an accelerated learning strategy for the detection and utilization of patterns in the world”.

NLP merupakan cara cepat untuk mendeteksi dan memanfaatkan pola-pola yang ada di dunia. Kira-kira, begitulah terjemahan bahasa Indonesia nya.

Bahwa dunia tempat kita berpijak ini adalah dunia yang penuh dengan pola. Pola tersebut adalah manusia-manusia yang hebat yang bisa mencapai potensi terbaiknya.

Antara pola satu dengan pola lainnya, atau antara manusia satu dengan manusia lainnya memiliki kehebatan dan potensinya masing-masing.

Karena setiap manusia itu unik dan menarik.

Nah, NLP membantu kita untuk mendeteksi sekaligus mengenal kehebatan dan potensi yang ada dalam diri kita, lalu memanfaatkannya.

Kalau saya boleh mengutarakan pendapat saya tentang NLP. Maka saya akan berpendapat bahwa NLP adalah sebuah ilmu untuk mengenal siapa diri kita.

NLP adalah ilmu sekaligus seni untuk kita bisa mengenal lebih dalam siapa diri kita yang sebenarnya, termasuk didalamnya potensi, keunikan dan values yang kita miliki.

Begitulah definisi NLP menurut para founder.

Jadi, apa kesimpulan yang bisa kamu ambil? Silahkan tulis sendiri di kolom komentar dibawah.

INSIGHT 3

Memahami NLP Berdasarkan Kegunaannya

Neuro-Linguistic Programming adalah cara mengubah pikiran dan perilaku seseorang untuk membantu mereka mencapai hasil yang mereka inginkan.

Popularitas Neuro-Linguistic Programming atau NLP telah menyebar luas dimulai sejak tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder.

Kegunaan NLP bisa menjadi sarana mengatasi fobia dan gangguan kecemasan, meningkatkan produktivitas di tempat kerja dan sebagai metode menjalani hidup bahagia.

NLP menggunakan teknik persepsi, perilaku, dan komunikasi untuk memudahkan orang mengubah pikiran dan tindakan mereka.

NLP bergantung pada pemrosesan bahasa tetapi kita tidak perlu bingung dengan Natural Language Processing, yang memiliki akronim yang mirip.

NLP percaya bahwa seseorang mungkin untuk mengidentifikasi pola pemikiran dan perilaku individu yang sukses dan dapat menirunya atau mengajarkannya kepada orang lain.

Berbagai interpretasi NLP membuatnya sulit untuk didefinisikan. Ini didasarkan pada gagasan bahwa orang beroperasi dengan "peta" internal dunia yang mereka pelajari melalui pengalaman indrawi.

NLP mencoba mendeteksi dan memodifikasi bias atau batasan bawah sadar dari peta dunia individu.

NLP bukanlah hipnoterapi. Sebaliknya, ia beroperasi melalui penggunaan bahasa secara sadar untuk membawa perubahan dalam pikiran dan perilaku seseorang.

Misalnya, fitur utama NLP adalah gagasan bahwa seseorang bias terhadap satu sistem sensorik, yang dikenal sebagai sistem representasi pilihan atau preferred representational system.

Terapis dapat mendeteksi preferensi ini melalui bahasa. Frasa seperti "Saya mengerti maksud Anda" yang mungkin menandakan sistem representasi visual seseorang.

Atau "Saya mendengar maksud Anda" yang mungkin menandakan seseorang tersebut memiliki sistem representasi pendengaran.

Seorang praktisi NLP akan mengidentifikasi sistem representasi seseorang dan mendasarkan kerangka terapeutik mereka di sekitarnya.

Kerangka kerja tersebut dapat melibatkan proses membangun hubungan dengan orang lain, melibatkan pengumpulan informasi, dan menetapkan tujuan yang diinginkan.

Beberapa Teknik Di Dalam NLP Yang Bermanfaat

Anchoring: Mengubah pengalaman sensorik menjadi pemicu keadaan emosional tertentu.

Rapport: Membangun hubungan dengan mencocokkan perilaku untuk meningkatkan komunikasi dan respons melalui empati.

Swish Pattern: Mengubah pola perilaku atau pemikiran untuk mencapai hasil yang diinginkan, bukan hasil yang tidak diinginkan.

Visual/Kinesthetic Dissociation (VKD): Mencoba menghilangkan pikiran dan perasaan negatif yang terkait dengan peristiwa masa lalu.

KESIMPULAN

Apa Insight Yang Kamu Dapat?

Dari apa yang sudah kita baca bersama. Kira-kira, apa insight yang kita dapatkan? Setidaknya ada tiga insight atau kesimpulan yang dapat kita ambil blog kali ini.

Pertama: Memahami NLP bisa melalui kata per kata penyusunnya, pendapat para founder dan kegunaan atau manfaat dari NLP itu sendiri.

Kedua: Secara sederhananya, NLP dapat kita artikan sebagai bahasa pemrograman otak. Dimana kita memprogram otak kita sedemikian rupa untuk mencapai perubahan.

Ketiga: NLP dapat kita gunakan dalam berbagai macam hal. NLP bisa kita gunakan untuk mengatasi fobia, meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun bisnis.

Jika kamu mendapatkan insight lain yang bermanfaat. Jangan ragu untuk menulisnya di kolom komentar, agar orang lain juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

TELEGRAM

Join Grup Belajar!

Oke, sampai disini dulu pembahasan kita. Semoga bermanfaat untuk kamu. Jangan lupa bergabung di telegram Raden Sasak untuk mendapatkan update konten menarik lainnya.

Disana kita juga bisa saling berdiskusi dan berbagi ilmu. Ada banyak hal yang saya bagi. Mulai dari motivasi, inspirasi, sampai template canva yang bisa kamu gunakan secara gratis!.

UNTUK JOIN, KLIK DISINI!

Hidup adalah tentang Belajar & Bertumbuh setiap saat. Dan belajar itu butuh teman (Support System), agar kita tetap semangat belajar setiap saat. Mari kita belajar dan bertumbuh bersama.

~ Salam Raden Sasak.

Terimakasih banyak sudah membaca sampai akhir. Bantu blog ini terus berkembang dengan cara membagikan blog ini ke teman atau kerabat terdekatmu melalui sosial media yang kamu miliki.

Klik mark diatas untuk menyimpan post ini. Dan kamu bisa mencarinya di logo bookmark yang ada pada menu titik empat di kanan bawah.

Sampai jumpa di insight berikutnya. Happy Insight!😊

Catatan Belajar Modul BNO

Buku "NLP: The Path to Excellence" ditulis oleh Teddi Prasetya Yuliawan dan diterbitkan oleh Dinatra Asia.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload