Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 10 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Kemulian Bagi Orang-Orang Ahli Hikmah.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-83. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Ketika Tuhan Memberi Peringatan Kepada Kita Semua.

Hari ini saya mendapatkan insight tentang HIV Aids dari video YouTube Kok Bisa? Penjelasannya tentang HIV Aids sangat mudah untuk saya pahami dan mengerti.

Penjelasannya tidak menggunakan bahasa-bahasa yang berat atau bahasa yang sulit untuk dipahami oleh orang awam. Cara mereka menyampaikan sangat simpel sekali.

Mereka menjelaskan dengan banyak menggunakan istilah atau perumpamaan.yang sangat mudah untuk dipahami oleh orang yang awam tentang apa itu HIV Aids.

Dan pembahasan mereka tidak ribet, tidak melebar melainkan to the point. Saya sangat suka cara mereka menyajikan ilmu. Terlebih animasinya juga sangat menarik untuk ditonton.

Di tengah kemajuan teknologi dan medis di zaman sekarang ini menjadikan saya berpikir mengapa para ilmu belum juga bisa menemukan vaksin untuk para pengidap virus HIV.

Virus Covid belum lama menyebar; vaksinnya sudah bisa kita gunakan. Artinya, sangat cepat bagi para dokter dan ilmuwan menemukan vaksin Covid. Tapi kenapa tidak dengan HIV?

Dari video yang saya tonton, saya mendapatkan insight bahwa virus HIV sangat sulit untuk ditemukan obat atau vaksinnya. Itu karena mereka adalah virus yang cerdas.

HIV tidak menyerang tubuh agar kita sakit. Tapi HIV menyerang sistem kekebalan tubuh kita agar kita mudah sakit.

Virus lain kalau menyerang tubuh kita akan mengakibatkan infeksi. Tapi HIV berbeda. HIV membuat mengidapnya sangat mudah sekali untuk diserang oleh penyakit.

Dan penyakit biasa bagi orang yang bukan pengidap HIV bisa bernilai sangat berbahaya bagi seseorang yang mengidap virus HIV. Dan mereka butuh penanganan khusus untuk penyakit itu.

Dan yang menjadikan virus HIV sangat sulit untuk ditemukan obatnya adalah karena virus HIV sangat mudah sekali untuk bermutasi dan menyamar di dalam tubuh seseorang.

Dan sekalinya HIV menyerang, virus tersebut akan langsung menyerang kepala dari tentara sistem pertahanan tubuh kita. Dan menjadikan sistem imun kita sulit mengenali virus HIV.

Sama seperti semut. Semut memiliki ratu, yang mana jika ratu semut tersebut mati, maka anggota semut lainnya juga akan ikut mati. Atau mereka jadi bingung karena tidak memiliki ratu.

Sama juga dengan sebuah negara yang jika negara tersebut tidak memiliki pemimpin. Maka yang ada negara tersebut akan menjadi kacau balau dan rakyatnya jadi susah untuk diatur.

Seandainya sebuah kerajaan tidak memiliki raja atau rajanya berhasil dibunuh, maka kerajaan tersebut akan tumbang walau pasukannya masih banyak yang bertahan.

Pasukan yang tidak memiliki pemimpin juga tidak akan tahu apa yang harus mereka lakukan. Karena tidak ada orang yang mengarahkan mereka untuk atau tidak melakukan sesuatu.

Itulah pintarnya virus HIV. Virus yang tahu apa yang harus diserang agar seseorang bisa tumbang. Dan virus tersebut tahu bagaimana cara mereka bisa terhindar dari serangan vaksin.

Kalau kata guru saya, virus HIV adalah tanda-tanda kebesaran Tuhan yang menjadikan penyakit itu sulit untuk ditemukan obat atau penawarnya gar orang lain bisa berpikir akan bahayanya.

Mengingat penyebaran virus HIV disebabkan karena penggunaan jarum suntik yang berulang yang biasa digunakan oleh pecandu narkoba. Dan penyebarannya melalui sex bebas.

INSIGHT 2

Terlepas Dari Penundaan Dengan Memaafkan Diri Sendiri.

Ada sebuah cara yang menarik untuk bisa menghentikan kita dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan penting. Dan ini bisa menjadi langkah awal mengatasi penundaan untuk kita coba.

Cara ini saya dapat dari membaca buku Kitab Anti Penundaan karya Coach Darmawan Aji. Dan saya harap ini juga bisa buat kamu yang ingin tahu bagaimana cara mengatasi penundaan.

Langkah awal untuk mengatasi penundaan adalah dengan cara memaafkan diri kita. Ya, kita tahu bahwa diri kita suka menunda dan resikonya sangat buruk bagi hidup, karir dan masa depan.

Dan untuk itu, kita harus bisa memaafkan diri kita sendiri dan mulai menerima diri kita. Jangan terlalu menyalahkan diri kita sendiri meski kita telah berbuat sesuatu yang salah (menunda).

Bahkan riset yang saya baca dari buku Kitab Anti Penundaan dituliskan bahwa Michael Wohl dan koleganya dulu pernah melakukan penelitian dan menemukan fakta menarik.

“Memaafkan diri sendiri atas penundaan yang kita lakukan sebelumnya ternyata bisa mencegah kita dari penundaan untuk aktivitas yang sama di masa depan.”

Apakah kita mau menerima diri kita sendiri? Apakah kita mau memaafkan diri kita sendiri? Apakah sangat sulit bagi kita untuk memaafkan diri kita sendiri daripada memaafkan orang lain?

Maka dari itu, mulai saat ini, hari ini, jika kita ingin mengatasi penundaan; langkah awalnya adalah dengan memaafkan diri kita sendiri dan mulai mengubah kebiasaan kita.

Orang yang bisa memaafkan diri mereka sendiri cenderung tidak akan merasakan perasaan negatif yang berlebihan.

Perasaan negatif inilah yang sangat mengekang kita dan tidak bisa membuat hidup kita lebih tenang sehingga kita lebih suka melakukan penundaan dibandingkan meninggalkannya.

Ada sebuah perkataan Wohl yang sangat menarik, dia katakan:

“Pengampunan (baca: memaafkan diri sendiri )memungkinkan individu untuk melewati perilaku maladaptif dan fokus pada ujian yang akan datang tanpa beban, tindakan masa lalu yang menghalangi belajar, dengan menyadari bahwa penundaan adalah dosa pada diri sendiri lalu melepaskan pengaruh negatif yang terkait dengan dosa ini melalui pengampunan diri, siswa dapat secara konstruktif melakukan belajar untuk ujian berikutnya.”

Dari perkataan Wohl yang saya baca di buku Kitab Anti Penundaan, saya jadi mendapatkan insight bahwa sebenarnya kita hanya perlu memaafkan diri kita untuk bisa produktif.

Karena dengan memaafkan diri kita sendiri menjadikan kita fokus pada aktivitas yang akan datang tanpa kita harus merasa aktivitas tersebut adalah sesuatu yang membebani diri kita.

Dan memaafkan diri kita sendiri akan melepaskan pengaruh negatif yang terikat dengan diri kita. Sehingga kita bisa hidup produktif, positif dan bahagia di setiap aktivitas kita.

Peluk dirimu sendiri dan katakan pada dirimu bahwa kamu sudah memaafkan dosa (penundaan) yang telah kamu lakukan. Dan berkomitmenlah untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Tidak ada yang bisa membantu kita untuk terlepas dari aktivitas penundaan sebelum kita membantu diri kita sendiri. Dan cara membantu diri kita sendiri adalah dengan memaafkan diri kita.

Saran saya, jangan terlalu keras dengan diri sendiri. Jangan terlalu egois kepada diri sendiri. Karena dirimu sendiri juga manusia yang pasti berbuat salah dan butuh dimaafkan.

INSIGHT 3

Kemulian Bagi Orang-Orang Ahli Hikmah.

Imam al-Syafi’i Rahimahullahu ‘Alaih dalam Kitab Ihya Ulumuddin dituliskan oleh Imam Al-Ghazali, bahwasanya beliau pernah berkata,

“Di antara kemuliaan seputar kepemilikan ilmu adalah, pada saat seseorang dikatakan berilmu –meskipun dalam urusan yang terkesan remeh–, lalu ia berbahagia dengan kepemilikan ilmunya itu. Sebaliknya, apabila dikatakan tidak memiliki ilmu, maka ia merasa bersedih.”

Maka kunci kebahagiaan adalah ilmu. Dan kesedihan ialah ketika kita tidak punya ilmu. Suatu saat kita akan menanggung malu dihadapan orang-orang yang berilmu.

Kita sering merasa sedih ketika orang mencaci kita. Itu terjadi sebenarnya bukan karena kita lemah. Tapi karena kita tidak tau bagaimana cara untuk mengendalikan emosi kita.

Kita sering merasa sedih ketika kita menulis dan tidak ada yang membaca, tidak ada yang memberikan saran atau masukan, itu karena kita tidak tau bagaimana cara menangani hal tersebut.

Kita sering merasa mental health kita tidak baik-baik saja, itu karena kita tidak tau bagaimana cara yang tepat untuk bisa menjaga kesehatan mental kita. Kita tidak tau caranya.

Dan ketidaktahuan kita ini muncul karena kita tidak mau belajar. Ketidaktahuan kita ini muncul karena kita tidak mau membaca. Tidak mau membaca dan belajar adalah masalah kita.

Karena itulah, kalau kita ingin hidup kita bisa bahagia dan bisa bermakna, maka caranya adalah dengan berilmu dan dengan beribadah. Ilmu bisa kita dapatkan dari membaca dan belajar.

Seorang ahli hikmah (yang saya temukan dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali) pernah berkata kepada sesamanya,

“Siapa saja yang memperlakukan ilmu laksana tali kekang pada kendali kuda tunggangan, niscaya ia akan dijadikan oleh manusia lain sebagai Imam (panutan). Dan siapa saja yang dikenal dengan hikmah dirinya, nescaya ia diperhatikan oleh semua pandangan dengan tatapan mulia.”

Bukankah demikian, para panutan yang kita ikuti merupakan orang-orang yang berilmu? Mereka memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Itulah kenapa mereka menjadi panutan kita.

Dan jika kita ingin menjadi panutan seseorang, maka caranya ialah dengan berilmu. Karena sebaik-baiknya panutan adalah ia yang senantiasa memandu para pengikutnya dengan ilmu.

Jika ingin menjadi orang yang mulia, maka kita harus belajar menjadi ahli hikmah. Dengan itulah kita bisa mengarahkan kepada yang hal baik dan menghindarkan dari hal yang buruk.

Diantara sebab mengapa orang-orang menjadikan kita panutan adalah karena pemahaman kita yang jauh lebih baik akan tentang suatu benda, masalah atau suatu perkara yang ada.

Jadi sudah sangat jelas bagi kita apa saja yang harus kita perbuat untuk mendapatkan kemulian, untuk mendapatkan kebahagian dan untuk mendapatkan kasih sayang-Nya.

Semua itu bisa kita dapatkan melalui sebuah proses yang disebut sebagai belajar. Semuanya bisa kita jemput bersama seorang guru. Carilah guru yang tepat yang bisa jadi panutan.

Jangan hanya belajar, tapi kita juga berguru. Agar pemahaman kita bersambung sampai kepada mereka yang ahli ilmu, ahli ibadah, ahli hikmah. Sungguh kemuliaan-Nya bersama mereka.

Wallahu A’lam Bishawab...


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload