Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 24 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Berbagi Ilmu Tanpa Menyembunyikan Apa Yang Diketahuinya.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-97. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Seorang Penulis Berangkat Dari Seorang Pembaca.

Satu kebiasaan yang harus kita miliki bahkan harus ada sampai kita mati adalah kebiasaan membaca.

Membaca bukanlah sesuatu yang merugikan jika kita banyak menghabiskan waktu kita untuk membaca. Karena orang dulu banyak belajar sesuatu dari membaca.

Meski orang dulu dan sekarang datang kepada seorang guru untuk belajar, tetap saja yang akan gurunya perintahkan adalah membaca. Karena apa yang kita baca, itu adalah sumber ilmu.

Tapi anehnya, meski orang-orang ingin bersekolah sampai ke level yang tinggi, masih ada beberapa orang yang tidak suka membaca ketika mereka diperintahkan untuk membaca.

Padahal membaca adalah suatu aktivitas yang menurut saya paling mudah untuk dilakukan. Kita tidak perlu memikirkan hal yang terlalu berat untuk membaca sebuah buku.

Bahkan kita diharuskan untuk mengosongkan kepala kita ketika kita ingin membaca sebuah buku. Karena nikmat dari sebuah buku ialah ketika kita datang dengan pikiran yang kosong.

Dan yang perlu kita ketahui, kita tidak akan pernah menutup buku kecuali telah ada yang kita dapatkan dari buku tersebut. Kita tidak akan pernah pulang dengan kepala kosong.

Serunya membaca buku kadang tidak terlihat ketika kita baca satu, dua, tiga buku. Tapi serunya membaca buku datang saat kita telah membaca berbagai macam buku.

Karena ada satu fungsi di otak kita yang suka menghubungkan satu informasi dengan informasi yang lainnya. Dan semua yang sudah kita baca akan sangat seru ketika kita menulisnya.

Tidak akan pernah rugi bagi seseorang yang suka membaca buku. Karena membaca selalu dapat mengajarkan kita ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang terbaik.

Setiap orang yang menulis buku dan membagikannya kepada orang lain untuk dibaca; pasti mereka tulis dengan ilmu yang terbaik yang mereka miliki.

Saya sering menemukan sebuah pengalaman yang menarik dari setiap penulis yang berbeda dari buku yang saya baca. Dan pengalaman mereka sangat berarti bagi saya.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dan kita tidak punya waktu banyak untuk mencari pengalaman. Itulah kenapa kita harus banyak membaca buku.

Karena ketika kita mulai membaca, disitulah kita mulai belajar dan mendapatkan pengalaman dari sang penulis. Ingat, bahwa yang paling berharga itu adalah pengalaman.

Dan jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang berharga, maka kita harus mau membaca. Tidak harus banyak, mungkin satu bulan baca satu buku. Itu saja sudah sangat luar biasa.

Jika membaca dapat mengajarkan kita ilmu yang terbaik dari apa yang orang lain sudah tahu. Maka ada hal lain yang jauh lebih penting juga dari membaca. Apa yang penting itu?

Yaitu, membuat catatan dari apa yang kita baca, atau membuat refleksi diri tentang apa saja yang sudah kita dapatkan dari buku yang kita baca. Itu penting untuk kita lakukan.

Pada saat kita membuat sebuah refleksi, kita telah mengajari diri kita sendiri tentang sesuatu yang terbaik yang sama sekali belum pernah ada orang lain tahu.

Dengan kata lain membuat refleksi bisa membantu kita untuk membuat diri kita paham akan sesuatu yang kita baca. Itulah mengapa orang yang suka membaca, suka juga menulis.

INSIGHT 2

Perangkat Digital Adalah Replika Dari Kemampuan Manusia.

Apakah kita kagum dengan bagaimana sebuah komputer atau smartphone kita dapat bekerja?

Dengan gadget yang kita miliki kita bisa melakukan banyak hal. Kita bisa menyimpan sesuatu yang ingin kita simpan dan kita dapat melihat kembali apa yang kita simpan.

Beberapa orang yang punya smartphone bahkan senang sekali dengan tampilan UI yang menarik. Sehingga tak jarang orang senang melakukan custom pada tampilan smartphone.

Jika kamu adalah seseorang yang suka dan senang melakukan custom tema smartphone, kamu pasti paham dengan apa yang saya maksud. Anyway saya juga suka melakukan hal itu.

Pernah kita bertanya bagaimana bisa sebuah smartphone yang kita gunakan dapat melakukan banyak hal? Saya bukan ahlinya tapi saya rasa itu karena program yang ada di dalamnya.

Ketika kita mengubah tampilan smartphone kita atau ketika kita menjalan sebuah program di smartphone kita. Maka ada suatu program yang berjalan di dalam smartphone tersebut.

Dan menariknya yang pernah saya dengar di internet, bahwa smartphone atau gadget yang kita miliki adalah sebuah replika dari bagaimana manusia bekerja.

Katakanlah ketika membicarakan tentang memori penyimpanan yang ada pada smartphone. Itu adalah salah satu fungsi atau kemampuan otak yang kita miliki; menyimpan informasi.

Sedangkan program atau algoritma yang terdapat pada gadget kita juga merupakan fungsi atau kemampuan otak kita untuk mengolah informasi yang tersimpan di dalamnya.

Kehebatan gadget yang kita miliki, itu sebenarnya merupakan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia. Tapi seringkali kita berpikir bahwa gadget bukanlah replika kemampuan manusia.

Yang ingin saya katakan adalah, apa yang kita kagumi dari apa yang dapat dilakukan oleh gadget yang kita miliki. Sebenarnya, itu juga dapat kita lakukan pada diri kita sendiri.

Jika di dalam smartphone atau komputer itu terdapat sebuah program yang sering disebut dengan bahasa pemrograman. Maka begitu juga dengan diri kita, kita punya hal tersebut.

Jika pada komputer ada program yang dapat disalin, diubah atau di program kembali. Maka begitu juga dengan diri kita. Kita juga dapat memprogram ulang diri kita.

Jika ada sesuatu folder yang ingin kita hapus pada komputer atau smartphone kita, kita dapat melakukannya. Begitu juga dengan ingatan yang ada pada diri kita.

Jika ada sesuatu pengalaman yang ingin kita hapus yang mana pengalaman itu tidak kita sukai atau pengalaman itu tidak baik untuk diri kita, maka kita bisa menghapusnya.

Bahkan di dalam sebuah komputer kita dapat mengubah isi dari folder yang tidak kita inginkan. Dan begitu juga dengan diri kita. Kita dapat mengubah makna dari sebuah pengalaman kita.

Apapun yang bisa dilakukan oleh komputer atau smartphone. Tidak menutup kemungkinan, kita juga dapat melakukannya. Tentu dengan usaha yang keras juga.

Kita sering menemukan komputer atau smartphone kita panas ketika kita menjalankan sebuah program. Itu adalah tanda bahwa perangkat tersebut sedang bekerja dengan keras.

Maka itu juga replika dari kemampuan manusia juga. Kita juga pasti bisa panas (baca: stres) jika kita terlalu memaksakan diri untuk melakukan atau mendapatkan hasil yang kita inginkan.

INSIGHT 3

Berbagi Ilmu Tanpa Menyembunyikan Apa Yang Diketahuinya.

Ada hal lain yang harus kita lakukan setelah dari mempelajari ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut. Yaitu, membagi ilmu kita kepada orang-orang yang belum memilikinya.

Tujuannya apa dari membagi ilmu yang sudah kita pelajari dan sudah kita amalkan? Tujuannya agar orang lain bisa mendapat hal-hal yang pernah kita dapatkan dari ilmu tersebut.

Jika kita merasa ilmu yang kita pelajari bermanfaat bagi diri kita, maka hendaknya kita bagikan ilmu tersebut agar orang lain juga merasakan manfaat yang pernah kita rasakan.

Karena bagi seseorang yang telah dikaruniai ilmu yang bermanfaat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kewajiban atasnya untuk mengajarkan ilmu yang ia miliki kepada orang lain.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin memberi tanggapannya tentang Surah At-Taubah 9: Ayat 122.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ

"Supaya mereka dapat memberi peringatan kepada kaumnya apabila kaumnya itu telah kembali kepada mereka. Mudah-mudahan mereka dapat menjaga diri,"

(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

Menurut Imam Al-Ghazali yang dimaksud dengan memberi peringatan pada ayat diatas adalah “mengajar” dan “memberi petunjuk” ke jalan yang diridhai oleh Allah Swt..

Dan janganlah kita menjadi orang-orang yang rakus, yaitu orang-orang yang menyembunyikan ilmu yang ia miliki karena takut orang lain bisa menjadi lebih baik karena ilmu tersebut.

Bukan cara menang yang baik dan bukan pula pemenang bagi mereka yang pelit atas ilmu yang ia miliki. Orang yang pelit atas ilmunya, maka dia hanyalah seorang pecundang.

Diantara orang pecundang adalah orang-orang yang ketika membagi ilmunya, ia hanya membagi sebagian. Dan sebagiannya lagi ia sembunyikan dari orang lain.

Padahal orang tersebut mampu untuk membagikan semua ilmu yang ia miliki. Namun dengan sengaja dirinya menyembunyikan sebagian dari ilmu yang ia miliki agar orang lain tidak tahu.

Menurut pendapat Imam Al-Ghazali, “Mengajarkan ilmu itu berkedudukan wajib.” Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran.

ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

"Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya)."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 146)

Semoga kita menjadi seseorang yang diberi kenikmatan berupa ilmu yang bermanfaat serta diberikan keikhlasan untuk dapat menyampaikan ilmu yang kita ketahui tanpa syarat apapun.

Sesungguhnya orang yang dengan ikhlas membagikan ilmunya karena mengharapkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dia adalah golongan orang-orang yang bermanfaat bagi sesamanya. Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload