Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 04 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Belajar-Mengajar Tidak Terikat Oleh Waktu Dan Tempat.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-107. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Apa Yang Kita Lihat Berhasil Merupakan Serangkaian Pilihan.

Sangat sayang sekali bagi seseorang yang hanya memaknai bahwa kesuksesan bisa datang hanya dengan satu pilihan yang kita ambil.

Karena kesuksesan tidak datang ketika kita mengambil satu pilihan. Tapi kesuksesan datang dari berbagai pilihan yang kita ambil. Dan semua semuanya saling terhubung.

Dari waktu ke waktu, pilihan yang kita ambil membentuk perjalanan dari kesuksesan kita sendiri. Tentu ada kegagalan bersama yang akan kita temukan.

Bahkan kegagalan selalu menjadi hal yang pertama yang kita temukan sebelum kesuksesan itu datang. Tapi kegagalan adalah sebuah pelengkap untuk meraih kesuksesan.

Bisa dibilang kegagalan adalah syarat dari mendapatkan kesuksesan dalam hidup kita. Tanpa adanya kegagalan, maka kita tidak akan pernah menemukan kesuksesan.

Jadi jangan terlalu khawatir dengan kehadiran kegagalan. Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat mental kita.

Karena kadang mental kita yang seringkali menjadi hal yang pertama kali yang diserang oleh kegagalan. Itulah kenapa seseorang yang memiliki mental juara bisa juara.

Bukan berarti seseorang yang memiliki mental juara selalu juara. Tapi apa yang ditemuinya sepanjang perjuangan adalah kegagalan yang membantunya menjadi seorang juara.

Ingatlah bahwa bunga yang indah berada di atas tangkai yang berduri. Dan dia (bunga) tidak hanya berdiri diatas satu duri, melainkan lebih dari satu duri.

Mungkin apa yang kamu usahakan belum menguntungkan secara material. Maksud saya, uang. Tapi bukan berarti apa yang belum menghasilkan uang tidak butuh perjuangan.

Jika kamu melakukan sesuatu yang bisa membuat dirimu senang, maka lakukan. Jangan biarkan kebahagiaanmu dan kesenanganmu tertutup oleh jumlah uang.

Uang bukanlah pengganti kesenganmu. Jadi, jangan terlalu sedih karena apa yang kamu usahakan belum menghasilkan uang. Setidaknya kamu telah melakukan yang kamu senangi.

Banyak orang yang memiliki banyak uang tapi hidupnya tidak senang. Karena apa yang dia lakukan bukanlah sesuatu yang bisa mendatangkan kesenangan baginya.

Selalu memiliki pilihan dalam setiap perjalanan hidupmu. Karena tanpa pilihan, kamu tidak akan pernah merasa hidup. Pilihan menjadikan seseorang hidup.

Pilihan menjadikan seseorang memiliki alasan hidup. Hanya orang mati yang tak memiliki pilihan meskipun mereka merasa bisa memilih. Tapi sayang Tuhan tidak mengizinkannya.

Dan kamu harus ingat ini baik-baik, bahwa kebahagian yang sejati tidak pernah datang dari satu pilihan, tapi itu datang dari serangkaian pilihan yang pernah kita pilih di masa lalu.

Ketika kamu memilih untuk hidup bahagia sekarang, mungkin kamu tidak akan langsung merasakannya. Namun ketika kamu tetap pada pilihanmu, itu akan menjadikannya kenyataan.

Tidak ada yang benar-benar berhasil didapatkan hanya dengan bermodalkan satu pilihan. Apa yang kita lihat sebagai keberhasilan kita merupakan serangkaian pilihan.

Manusia diciptakan dengan memiliki kemampuan untuk memilih. Manusia bisa memilih untuk menjadikan dirinya sebaik-baiknya manusia di muka bumi, atau sebaliknya.

INSIGHT 2

Kata “Harus” Mendorong Kita Kedalam Jurang Penundaan.

Menyambung tulisan yang sebelumnya yang membahas kata “harus”. Kali ini saya ingin menulis kembali insight yang saya dapatkan dari membaca buku Kitab Anti Penundaan.

Dari buku tersebut saya membaca, bahwa kata “harus” dapat menciptakan tekanan dan mendorong penundaan.

Coba kita ingat-ingat kembali ketika kita diberikan tugas atau pekerjaan yang dalam kalimat perintahnya mengandung kata “harus”. Apakah itu tidak membuat kita tertekan?

Ya, saya rasa banyak orang yang tertekan dengan kata “harus”. Terlebih lagi bagi mereka yang harus mengerjakan pr sekolah yang gurunya mengharuskan syarat dalam pengerjaannya.

Dan saya yakin tidak sedikit siswa yang tidak menyukai guru yang selalu memerintahkan muridnya dengan kata “harus” tanpa adanya alternatif lainnya.

Kata “harus”, itu memiliki sifat yang otoriter, memerintah dan memaksa. Dan yang menjadi kendala terbesar kita bahkan manusia dimuka bumi adalah, kita tidak suka dipaksa.

Meskipun seseorang mau mengerjakan tugas yang dipaksakan kepadanya. Dirinya tidak akan pernah mengerjakan tugas yang ia dapatkan dengan senang hati dan hati yang ikhlas.

Dan kita ketahui bahwa pekerjaan yang tidak dibarengi dengan hati yang ikhlas dan dengan hati yang tidak berjalan dengan baik, tidak akan pernah menghasilkan hasil yang baik.

Karena saat kita terpaksa, tubuh kita terus memberontak dan terjadi konflik baik itu di dalam batin, benak dan pikiran kita. Dan tentu hal tersebut akan mengacaukan cara kita bekerja.

Memang kita bisa dengan sadar mengatakan bahwa kita harus mengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat jelas. Tapi tubuh dan alam bawah sadar kita menolak keharusan tersebut.

Lalu dari penolakan tersebut terciptalah nuansa yang membuat kita jadi merasa tertekan yang pada akhirnya akan menjadikan kita stres dan depresi dengan pekerjaan yang kita lakukan.

Tubuh kita merasa tertekan. Psikologis kita merasa stres dan depresi karena kita dipaksa mengerjakan sesuatu yang alam bawah sadar kita tidak dapat menerimanya.

Kita memaksa tubuh kita untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Benak kita memang bisa bergema dengan kata “harus”, tapi terjadi penolakkan dari sisi tubuh kita.

Cobalah melakukan sesuatu yang terpaksa, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan kenyamanan dalam bekerja. Karena sesuatu yang ada di dalammu selalu bertengkar.

Dan coba tebak apa yang akan kita lakukan ketika kita tidak merasa nyaman dengan tugas yang kita kerjakan? Ya, benar. Kita akan mencari pekerjaan lain yang membuat kita nyaman.

Dan dimanakah pekerjaan yang ringan yang kita selalu memiliki rasa untuk melakukannya dan tidak ada keterpaksaan atasnya. Apakah kamu bisa menebaknya?

Ya, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah sosial media. Kita selalu melarikan diri kedalam sosial media karena disana sangat mudah untuk melupakan pekerjaan yang menekan.

Maka ketika kita merasa terpaksa dan tertekan yang mana rasa terpaksa dan tertekan tersebut didorong oleh kata “harus”, apa yang akan kita lakukan adalah menunda pekerjaan kita.

Itulah mengapa kita tidak dianjurkan untuk menggunakan kata “harus: ketika ingin mengerjakan sesuatu. Karena itu dapat membuat kita tertekan dan mendorong kita untuk menunda.

INSIGHT 3

Belajar-Mengajar Tidak Terikat Oleh Waktu Dan Tempat.

Belajar adalah sesuatu yang harus tetap kita laksanakan. Ingat bahwa manusia adalah makhluk pembelajar. Ia bisa belajar setiap saat tanpa terikat oleh waktu dan tempat.

Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan bisa menjadi pelajaran bagi manusia. Tidak ada yang terlintas di hadapan kita kecuali itu adalah ilmu, jika kita ingin berpikir.

Sangat salah jika kita memaknai hidup kita hanya cukup belajar dari sekolah saja. Sangat salah jika memaknai hidup kita hanya belajar sampai kita memiliki gelar saja.

Sangat salah pula ketika kita memaknai bahwa hidup kita tidak perlu lagi belajar ketika kita sudah mengajar. Meskipun status kita adalah guru, belajar tetaplah penting bagi seorang guru.

Belajar adalah kegiatan yang dilaksanakan sepanjang waktu, bukan sepanjang karir atau sepanjang kerja atau bahkan sepanjang sekolah.

Kita tidak lagi manusia yang ketika pulang sekolah melempar tas dan mengatakan,”Saya capek belajar seharian”. Jika capek, istirahatlah. Jangan jadikan “capek” sebagai alasan.

Karena tidak ada alasan yang benar-benar tepat ataupun benar untuk dijadikan alasan bagi kita untuk tidak belajar. Hanya ada satu yang bisa menghentikan kita dari belajar, yaitu mati.

Ilmu itu tak terbatas, bahkan jika kita hidup belajar tanpa tidur dan makan. Ilmu tidak akan habis kita pelajari.

Akan selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari setiap hari. Tiada hari tanpa ilmu yang kita lewati. Hanya saja kita tidak membuka hati dan pikiran kita untuk menerima ilmu tersebut.

Kita bisa saja mengatakan bahwa kita tidak perlu belajar karena sekarang kita sedang mengajar. Tapi tahukah kamu bahwa ketika kamu mengajar sekalipun, kamu sedang belajar.

Ajarkanlah ilmu yang kamu ketahui kepada mereka yang belum mengetahui sesuatu yang telah kamu pelajari. Dan jangan jadi seseorang yang pelit dari membagi ilmu yang kamu miliki.

Disisi lain, kamu tetap belajar ilmu dari siapa saja yang kamu bisa mengambil ilmu (baik) darinya. Terlebih lagi ketika kamu mengetahui ada seseorang yang ilmunya lebih banyak darimu.

Walaupun orang tersebut tidak memiliki ilmu sebanyak dari ilmu yang kamu miliki, kamu tetap bisa belajar darinya. Karena setiap orang pasti memiliki ilmu (pengalaman) masing-masing.

Dan diantara ilmu yang dimiliki oleh satu orang dengan orang lain itu berbeda. Apa yang kamu ketahui dan tidak orang tahu, kamu berkewajiban untuk mengajarnya.

Apa yang orang lain tahu dan kamu tidak tahu, kamu berkewajiban untuk belajar darinya. Jangan biarkan dirimu sombong karena merasa memiliki ilmu yang paling banyak.

Jangan merasa bahwa pengetahuannya lebih banyak dari pengetahuan orang lain. Karena bisa jadi orang tersebut menyembunyikan ilmu karena tidak ingin berlaku sombong.

Sebaik-baiknya orang belajar adalah orang yang mengajarkan ilmu yang telah dipelajarinya. Dan sebaik-baiknya pengajar ialah yang terus belajar diluar yang diajarinya.

Belajar adalah proses kita mengingat ilmu yang kita pelajari. Dan mengajarkan apa yang sudah kita pelajari adalah langkah untuk menguatkan ingatan atas apa yang sudah kita pelajari.

Ketika kamu mengajar, kamu belajar. Dan ketika kamu belajar, kamu bisa mengajar. Belajar-mengajar adalah hal yang akan terus kamu lakukan bila kamu mengharapkan kemuliaan.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload