Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 13 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ilmu Menghidupkan Jiwa Dengan Cahaya Hikmah.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-86. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Atasi Kebosanan Maka Kita Bisa Konsisten Setiap Hari.

Sangat sulit dan berat bagi seseorang yang ingin bisa bersikap konsisten pada dirinya. Tapi apa yang akan dia dapatkan ketika dirinya berhasil konsisten adalah kebaikan.

Tak jarang orang mengeluhkan tentang dirinya yang belum bisa konsisten dalam melakukan suatu hal. Selalu merasa berat dan tak sanggup untuk konsisten dalam hal yang dia inginkan.

Hal yang paling sederhana yang paling sulit dilakukan oleh kita adalah konsisten dalam membaca buku. Bagi seseorang yang tahu bahwa membaca buku itu baik, dia ingin bisa konsisten.

Konsisten membaca buku setiap hari adalah sesuatu yang bisa dianggap berharga bagi sebagian orang yang tahu membaca itu adalah suatu kegiatan yang bermanfaat untuk dirinya.

Meskipun kegiatannya ringan, yaitu hanya membuka lembaran buku dan membacanya beberapa paragraf. Beberapa orang masih sering kesulitan untuk melakukannya setiap hari.

Ternyata kegiatan yang sederhana pun, meski kita tahu yang akan kita dapatkan dari kegiatan sederhana itu adalah hal-hal baik, tapi tetap saja kita masih kesulitan untuk melakukannya.

Mungkin sehari-dua hari masih bisa kita lakukan. Tapi semakin bertambahnya hari; rasa berat itu kian bertambah pada diri kita.

Konsisten bagi saya juga adalah sesuatu yang sulit dan berat untuk bisa saya lakukan, seperti yang sekarang, saya menulis setiap hari. Awal menulis sangat mudah, di tengahnya sulit.

Menurut saya yang menjadikan seseorang sulit untuk konsisten adalah karena 2 perkara. Pertama, rasa bosan yang dialaminya secara berulang. Kedua, semangat yang terus berkurang.

Bagaimana kita mengelola rasa bosan dan semangat untuk terus bisa konsisten setiap hari adalah suatu hal yang sangat penting. Tanpa itu, kita akan keluar dari lingkaran konsisten.

Sangat sulit memang menghadapi rasa bosan. Karena ketika kita konsisten, kita sedang berusaha melakukan satu hal yang itu dilakukan secara berulang terus menerus setiap hari.

Apa gak bosan ketika kita melakukan satu kegiatan berulang terus menerus setiap hari? Apa gak capek ketika kita hanya bisa melakukan satu kegiatan setiap hari? Pastilah bosan.

Sebenarnya kita bisa saja mengatasi kebosanan kita jika kita bisa menemukan suatu cara yang bisa menjadikan kita untuk bisa menikmati setiap proses yang kita lakukan setiap saat.

Maka dari itu cobalah cari dan temukan bagaimana cara kita bisa menghadapi kebosanan kita setiap saat. Kegiatan apa tambahan apa yang bisa membuat diri kita bosan setiap hari.

Misalnya saja, kita membaca buku sambil menikmati secangkir kopi. Atau kita bisa membaca buku sambil mendengarkan satu dua buah shalawat ataupun sambil mendengarkan kajian.

Yang pasti kegiatan tambahan itu adalah kegiatan yang bisa menghilangkan kebosanan kita. Yang pasti kegiatan itu bisa membuat kita menjadi menikmati semua proses kita.

Ingatkah ketika kita masih kecil, ketika kita tidak mau meminum obat karena pahit? Apa yang dilakukan oleh orang tua agar kita mau meminum obat? Apa yang ditambahkan orang tua kita?

Yang dilakukan orang tua kita adalah menambahkan obat kita dengan makanan yang kita sukai yang sekiranya bisa membuat kita berpikir kita tidak sedang memakan sesuatu yang pahit.

Biasanya orang tua akan menambahkan obat dengan gula atau hal yang paling sering kita jumpai, yaitu orang tua kita akan memasukkan obat kita kedalam pisang. Bener, gak? Haha…

INSIGHT 2

Kunci Mengelola Perilaku Terletak Pada Kesadaran Kita.

Pada saat kita ingin terampil mengelola apa yang ada dalam perasaan dan perilaku kita, kita perlu menyadari dengan penuh self-talk yang kita lakukan dan mengelolanya.

Karena mengelola perasaan dan perilaku kita berawal dengan mengelola pikiran kita, dalam hal ini, self-talk yang kita lakukan. Mengelola self-talk akan mempengaruhi perasaan dan perilaku.

Mengelola self-talk bukan berarti kita hanya mengatur ataupun hanya memilah apa yang harus kita bicarakan dengan diri kita sendiri. Tapi termasuk juga mengevaluasi self-talk itu sendiri.

Self-talk yang sudah kita lakukan kita evaluasi kita telaah apa saja yang sekiranya baik untuk kita ambil dan pertahankan, dan apa yang sekiranya tidak baik dan perlu untuk kita ubah.

Mengelola juga berarti mengamati setiap runtutan self-talk dari sebelum, sesaat dan setelah kita melakukannya. Karena dari situ kita jadi bisa mengelola setiap perasaan dan perilaku kita.

Perasaan apa yang kita rasakan selalu muncul dari apa yang kita pikirkan. Dengan kata lain, perasaan yang kita rasakan, itu muncul dari self-talk yang kita lakukan setiap saat.

Maka perhatikan setiap self-talk yang kita lakukan - yang kita bicarakan dengan diri kita sendiri jikalau kita benar-benar ingin selalu merasakan perasaan yang positif setiap saat.

Positif yang kita pikirkan, maka positif juga yang akan ada pada perasaan kita. Begitu juga ketika memikirkan hal yang negatif.

Dengan perilaku juga sama. Perilaku dan tindakan adalah buah dari perasaan yang muncul. Apa yang kita lakukan merupakan dorongan dari perasaan yang kita rasakan.

Jika tubuh melakukan suatu gerakan yang menunjukkan kita kegirangan. Maka itu merupakan buah dari perasaan yang ada dalam diri kita. Begitu juga ketika kita emosi.

Kalau kita emosi seringkali perasaan yang kita rasakan adalah perasaan yang negatif. Seperti kekesalan kita terhadap sesuatu yang kita rasakan. Kekesalan berasal dari perasaan negatif.

Kalau kita ingin membuat orang kesal, maka caranya adalah dengan memanas-manasinya agar orang tersebut bisa merasa emosi negatif hingga tubuhnya merespon emosi negatif itu.

Kita pasti sering melihat adegan seperti itu di sinetron. Aktivitas tersebut kita kenal sebagai adu domba. Jadi kalau mau melihat orang bertengkar, cukup dengan mengganggu pikirannya.

Karena itulah yang sering dilakukan oleh orang-orang yang suka mengadu domba orang lain; mengacaukan pikiran orang lain, sehingga orang lain memunculkan perasaan yang negatif.

Tapi bagi seseorang yang pikirannya kuat (mampu mengelola pikirannya dengan baik), dia tidak akan mudah percaya serta terpengaruhi oleh omongan orang-orang yang menghasutnya.

Jadi, bagi siapa saja yang ingin baik dalam bertindak, maka yang harus dilakukan adalah melatih diri untuk dapat mengelola pikiran dengan baik. Perilaku baik lahir dari pikiran yang baik.

Apakah susah untuk melatih diri kita agar dapat mengelola dan mengendalikan apa yang ada dalam pikiran dan benak kita? Dibilang susah, iya. Tapi sebenarnya tidak susah-susah amat.

Yang perlu kita lakukan adalah sadar dengan sepenuhnya. Itu yang akan membuat kita menjadi mawas dengan apa saja yang ada di dalam pikiran dan apa yang ada di dalam benak kita.

Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu yang sama sekali tidak kita sadari keberadaannya. Kita tidak bisa berjalan kearah yang benar kalau kita tidak menyadari setiap langkah kita.

INSIGHT 3

Ilmu Menghidupkan Jiwa Dengan Cahaya Hikmah.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Nama akan selalu dikenang karena jasa dan kebermanfaatan yang dibawanya.

Maka jika nama kita ingin dikenang baik oleh orang lain ialah dengan banyak menyebarkan kebaikan dan kebermanfaatan melalui ilmu-ilmu yang pernah kita pelajari semasa hidup.

Apabila kita tidak pernah belajar semasa hidup kita, maka kita tidak akan pernah dikenang oleh orang lain. Ilmu itu membawa manfaat, dan manfaat itu membawa nama.

Selagi manfaat itu ada, maka selama itu pula nama akan ada. Dan siapa yang namanya melekat pada manfaat tersebut akan selalu dikenang oleh mereka yang merasakan manfaatnya.

Maka sesungguhnya ilmu itu membawa kebaikan, mengangkat derajat, dan memuliakan nama kita. Hanya orang-orang yang menginginkan kerugian dalam dirinya yang tidak pernah belajar dan mendedikasikan waktunya untuk mencari ilmu.

Jika kita sudah berpulang ke rahmatullah, maka tidak ada lagi yang kita tinggalkan dimuka bumi kecuali kebaikan dari sisi ilmu yang pernah kita pelajari dan pernah kita bagi.

Berkata sebagian ahli hikmah kepada sebagiannya,

“Apabila seorang ahli ilmu meninggal dunia, maka ia didatangi oleh ikan di dalam air dan juga burung-burung di angkasa. Wajahnya hilang dari pandangan mata manusia, akan tetapi sebutan namanya tidak akan pernah dilupakan sepanjang masa.”

Ihya Ulumuddin, hal. 19.

Namun jika usia kita telah terlalu tua, yang mana sudah tidak mampu lagi untuk mengingat sesuatu - sudah tidak mampu lagi untuk belajar, maka beri nasehat kepada anak untuk berilmu.

Setidaknya jika kita tidak mampu berilmu semasa hidup kita, maka masih ada anak yang bisa melanjutkan harapan kita. Dan janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan itu.

Berikan anak pendidikan yang baik. Jikalau pun orang tua tidak mampu memberikan pendidikan, setidaknya orang tua mampu mengantarkan anaknya kepada mereka para ahli ilmu.

Jika engkau adalah orang kaya yang tidak mampu mendidik anakmu. Maka pergunakanlah hartamu untuk mengantarkan anakmu kepada para ahli ilmu untuk mempelajari ilmu mereka.

Tidak ada harta pun tidak apa-apa. Setidaknya sebagai orang tua telah memberikan nasehat yang baik kepada anak untuk mencari ilmu yang baik dan menyebarkan kebaikan.

Insya Allah, Allah akan mudahkan jalan anak tersebut untuk menjemput ilmu jika ia benar-benar meniatkan dirinya untuk mencari, mempelajari, dan mengajari ilmu-ilmu Allah (Agama).

Nasehat Luqman Al-Hakim kepada anaknya,

“Wahai anakku, duduklah bersama para ulama, mepatlah dengan mereka menggunakan kedua lututmu. Sesungguhnya Allah Swt. menghidupkan jiwa dengan cahaya hikmah (sinar ilmu) seperti menghidupkan bumi dengan air hujan yang Dia turunkan dari langit.”

Ihya Ulumuddin, hal. 19

Semoga kita semua dimudahkan dalam mencari, mempelajari dan mengajari ilmu, agar kita bisa memperoleh cahaya hikmah (cahaya ilmu) dari sisi-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload