Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 20 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Jadilah Pendengar Ilmu Jika Kamu Tidak Berilmu.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-93. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Tarik Mata Lihat Ke Dalam, Dan Jelajahi Berbagai Alam.

Hidup adalah tentang menjelajahi dunia untuk bisa mengenal alam lebih luas, melebarkan pandangan, memperbesar hal-hal yang kecil untuk didengar dan menumbuhkan rasa syukur.

Ketidaksyukuran kita terkadang muncul dari masalah yang itu sebenarnya datang dari dalam diri kita yang kurang cukup ahli dalam mencari sudut pandang baru dari sebuah masalah.

Masalah memang pahit, tapi bukan berarti masalah tidak bisa kita syukuri. Tergantung bagaimana cara pandang kita terhadap masalah yang sedang kita hadapi; bisa baik, bisa juga tidak.

Sebenarnya sangat mudah untuk mencari sudut pandang baru, yaitu dengan memperluas pandangan kita. Dan cara untuk itu adalah dengan menjelajahi dunia yang ia tempat kita berpijak.

Dunia bukan bagi mereka yang ekstrovert dan dunia bisa jadi milik seorang introvert. Tidak perlu berjalan jauh bagi seorang introvert untuk bisa menjelajahi dunia yang begitu luas.

Tidak perlu menggenggam tongkat untuk bisa melangkah jauh. Dan tidak perlu juga beratapkan piramid untuk memandang dan menikmati alam yang begitu luas dan beragam rupa.

Cukup bagi seseorang yang pandai bersyukur menengadahkan kepalanya seraya menyebut nama yang Maha Suci atas segala ciptaan-Nya. Itu yang membuat pandangan kita lebih luas.

Mungkin terdengar agak aneh. Tapi pandangan seseorang bisa jadi tak terbatas ketika ia melihat kedalam bukan keluar.

Menjelajahi dari dalam keluar menghadirkan mata yang lebih luas melihat, telinga yang lebih jernih dalam mendengar. Dan hati yang lebih peka untuk merasakan kedamain.

Dari situlah kita bisa memiliki banyak sudut pandang untuk kita explore lebih jauh dan lebih dalam. Menghadirkan syukur tidak sesulit yang kita bayangkan. Itu sangat mudah dilakukan.

Hanya saja perasaan yang sering kali muncul tanpa mendasar menjadikan kita terhambat untuk lebih cepat menghadirkan hal yang dapat kita syukuri. Syukur perlu dicari bukan ditunggu.

Cara mudah untuk menjalani hidup yang bahagia yaitu dengan memulai hari yang diikuti rasa syukur yang melimpah. Syukur perlu dihadirkan, karena syukur tidak datang menghampiri.

Fokus pada yang terbaik yang kita dapatkan sepanjang kita menjalani hari. Potong yang tidak ada manfaatnya dan yang tidak memiliki nilai baik untuk kita ingat.

Rasa syukur begitu mudah untuk kita datangkan ketika kita bisa memandang sesuatu yang baik dalam hidup kita. Itulah kenapa kita perlu mensyukuri apa yang selama ini jarang kita syukuri.

Nafas adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita. Setiap kali kita terbangun, kita selalu menarik nafas dengan pelan dan menghembuskan nafas tersebut dengan lega.

Meski kita melakukan itu setiap hari. Apakah kita pernah untuk berpikir bahwa kita akan selalu mensyukuri setiap nafas yang kita hirup setiap pagi sampai pagi lagi?

Banyak orang yang bernafas sepanjang hari tapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa ia bernafas setiap hari. Banyak yang bernafas setiap hari namun hanya sedikit yang bersyukur.

Jarang bagi seseorang untuk meluangkan waktunya untuk bisa bersyukur atas apa yang ia dapatkan setiap hari. Mungkin dia berpikir bahwa terlalu sering datang tidak perlu disyukuri.

Namun, kita yang sering datang itu hilang barulah seseorang akan menyadari bahwa yang sering datang itu patut disambut dengan baik, yaitu dengan mensyukurinya setiap hari.

INSIGHT 2

Tugas Tidak Akan Pernah Jadi Ringan Jika Ditinggalkan.

Kita seringkali menciptakan keyakinan ketika kita pertama kali melihat sesuatu yang tidak kita inginkan; yang tidak kita sukai.

Keyakinan yang kita ciptakan menentukan tindakan yang akan kita lakukan. Kita bergerak berdasarkan hal-hal yang kita yakini dalam hidup kita. Tindakan adalah satu dengan keyakinan.

Sekali kita memandang sesuatu dengan buruk, itu bisa sangat mempengaruhi alam bawah sadar kita dan menciptakan satu keyakinan yang akan menentukan cara kita bertindak.

Maka jangan pernah membiarkan diri kita memandang sesuatu dengan buruk selagi ada yang baik yang bisa kita lihat. Itu jauh lebih baik daripada mencari dan melihat yang tidak baik.

Seperti ketika kita akan memulai tugas. Jangan pernah biarkan diri kita beranggapan bahwa tugas yang akan kita kerjakan jadi tugas yang berat. Berat hanya akan berat ketika kita beratkan.

Terlebih lagi tugas yang sedang kita kerjakan. Jika selama kita mengerjakannya terus memikirkan hal-hal yang tidak baik, itu akan menggiring perasaan kita menjadi tidak baik.

Perasaan yang tidak baik ini akan sangat mempengaruhi cara kita bekerja. Dengan kata lain, kinerja bergantung bagaimana perasaan kita terhadap tugas yang sedang kita kerjakan.

Apakah selama kita mengerjakannya muncul perasaan yang positif atau negatif. Jika positif, maka kita perlu meningkatkan. Tapi jika itu adalah perasaan negatif, maka kita perlu hilangkan.

Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana hati yang baik bagi kita saat kita bekerja. Suasana yang hati yang baik bisa membuat kita menikmati setiap proses yang kita jalani.

Jangan menghadirkan perasaan yang tidak baik, yang itu tidak membuat kita menjadi menikmati setiap proses yang kita jalani. Karena itu bisa menimbulkan niat kita untuk menunda.

Karena kita merasa bahwa apa yang sedang kita kerjakan adalah sesuatu yang memberatkan, maka muncul hati untuk kita tinggalkan dengan harapan tugas itu akan ringan nantinya.

Padahal tugas yang berat tidak akan jadi ringan jika kita tinggal pergi. Justru sebaliknya, tugas yang berat bisa menjadi ringan ketika kita mengerjakannya disaat tugas itu berat.

Mengerjakan tugas sama dengan mengurangi beban yang ada pada tugas itu sendiri. Semakin kita mengerjakan tugas akan semakin ringan tugas yang kita kerjakan.

Maka cukup kita menanamkan keyakinan bahwa tugas yang ditinggalkan tidak akan menjadi ringan, melainkan tugas akan menjadi lebih berat dari yang sebelumnya kita anggap berat.

Anggapan tentang “masih ada waktu” sering menjadi alasan kita untuk menunda pekerjaan. Sebenarnya tidak ada waktu lain untuk tugas yang sekarang ada dihadapan kita.

Karena tugas yang akan datang adalah milik tugas berikutnya. Jadi anggapan bahwa “masih ada waktu” adalah sesuatu yang salah dan tidak seharusnya kita membiasakan diri dengan itu.

“Saya akan menunggu mood saya bagus dulu, baru saya mau mengerjakan tugas.” Saya beritahu, mood itu tidak akan pernah bagus selagi ada tugas yang belum selesai terbang di pikiran.

Sebaliknya, mood kita akan menjadi bagus seketika ketika kita berhasil menyelesaikan tugas yang ada dihadapan kita. Mood kita akan membaik ketika tugas berat kita selesaikan.

Sekali kita meninggalkan tugas karena ingin menunggu mood membaik. Maka kita tidak akan pernah merasa baik. Karena tugas yang kita tinggalkan akan terus menghantui kita.

INSIGHT 3

Jadilah Pendengar Ilmu Jika Kamu Tidak Berilmu.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali ada satu nasehat yang menurut saya sangat penting untuk sama-sama kita ketahui. Nasehat itu dikutip dari Abu Al-Darda’ ra.

“Hendaklah kalian termasuk orang yang berilmu, orang yang mempelajari ilmu, atau orang yang mendengarkan ilmu. Dan jika kalian tidak termasuk salah satu diantara ketiganya, maka binasalah kalian.”

Abu Al-Darda’ ra.

Hidup memang harus banyak belajar agar kita menjadi orang yang paham ilmu. Akan sangat sedih hidup seseorang jika ia hidup tanpa ilmu yang bermanfaat.

Sekarang ilmu tidak harus dijemput melalui sekolah dan tidak pula harus berjalan jauh untuk bisa mendapatkan ilmu. Zaman sekarang kita dimudahkan untuk belajar suatu ilmu.

Tidak seperti zaman dulu yang harus menempuh perjalanan yang begitu jauh untuk bisa mendapatkan ilmu. Dan harus pula membayar biaya yang cukup mahal.

Sekarang kita dimudahkan dengan internet. Yang kita perlukan hanyalah niat dan tekad untuk mempelajari ilmu yang ingin kita kuasai. Semuanya sudah tersedia di genggaman kita (internet).

Tapi jika ilmu yang begitu mudah untuk didapatkan kita masih saja bermalas-malasan untuk mencari dan mempelajari ilmu, maka tidak ada solusi bagi kita untuk bersaing di era sekarang.

Untuk bisa bersaing di zaman sekarang kita harus memiliki ilmu dibidang yang memang kita minati dan kita ingin memperdalam ilmu tersebut sebagai keahlian dan keterampilan utama kita.

Jika kita belum sampai ke tingkat orang yang berilmu. Maka jadikanlah diri kita sebagai murid, yaitu orang yang senantiasa mencari dan mempelajari ilmu. Itu lebih baik daripada tidak.

Memang kita harus menjadi orang yang berilmu jika kita ingin bisa bersaing dengan orang lain di era digital. Jika belum bisa menjadi orang berilmu, jadilah pembelajar tanpa rasa malu.

Pembelajar yang senantiasa belajar dari siapa saja tanpa harus melihat siapa yang menyampaikan ilmu tersebut selama ilmu yang disampaikan adalah ilmu yang bermanfaat bagi kita.

Banyak sekarang orang yang sudah tidak berilmu ditambah lagi dengan malu untuk belajar. Mereka menganggap bahwa ketika mereka tua bukan lagi waktunya untuk belajar.

Padahal belajar itu bagi siapa saja, mau dia muda ataupun tua, setiap orang harus selalu belajar. Sudahlah kita menanggung malu karena tidak berilmu, kenapa kita harus malu belajar?

Jika tidak sanggung membuka buku, kitab untuk kita pelajari. Maka setidaknya kita luangkan telinga kita untuk mendengar ilmu-ilmu yang disampaikan oleh orang-orang yang berilmu.

Karena banyak mendengarkan orang-orang yang berilmu bisa menjadikan kita sebagai orang berilmu juga. Karena ketika kita mendengarkan percakapan orang berilmu, kita sedang belajar.

Namun jika kita masih saja tidak mau menjadi orang berilmu, tidak mau berusaha untuk mencari dan mempelajari ilmu dan tidak mau juga mendengarkan orang-orang yang berilmu.

Maka bersiaplah untuk kebinasaan bagi kita. Kita akan menjadi seseorang yang tak terpandang, kita akan menjadi seseorang yang tidak memiliki kontribusi apapun kepada negara.

Setidaknya kalau kita belajar, mencari dan mempelajari ilmu, kita sudah mengurangi orang bodoh (sampah masyarakat) di negara kita. Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload