Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 06 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Memahami Arti Atau Hakikat Dari Sesuatu Itu Penting.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-109. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Stres Lahir Dari Tidak Mau Mengelola Perasaan Diri Sendiri.

Hal yang paling penting untuk kita pikirkan dalam setiap hidup kita adalah hal-hal apa saja yang ada dalam kendali dan yang ada diluar kendali kita.

Tidak sedikit dari kita yang terjebak karena terlalu fokus pada hal-hal yang tidak ada dalam kendali kita.

Fokusnya kita pada hal-hal yang diluar kendali kita membuat kita semakin tak berdaya dan semakin kita merasa cemas atau kecewa, bahkan bisa sampai frustasi, marah dan depresi.

Namun berbeda ketika kita fokus pada apa yang ada dalam kendali kita. Semakin kita fokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita, semakin berdaya hidup kita.

Dan kita bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat ketika kita membiasakan diri untuk memfokuskan diri kepada hal-hal yang ada dalam kendali kita.

Sebagai contoh, kita selalu fokus pada hal-hal yang ada diluar kendali kita ialah ketika kita terlalu memikirkan apakah kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan atau tidak.

Apakah saya bisa mencapai tujuan saya atau tidak adalah satu hal yang benar-benar berada diluar kendali kita. Kita tidak bisa benar-benar menentukan hasil dari usaha yang kita lakukan.

Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dan selalu mencapai tujuan yang ingin kita capai. Bukan kita yang menjadi penentu dari hasil yang kita dapatkan.

Lalu apa yang berada dalam kendali kita? Yang benar-benar bisa kita lakukan dan itu bergantung pada diri kita dan tidak bergantung kepada orang lain.

Hal yang ada dalam kendali kita adalah seberapa banyak doa, usaha dan tindakan yang dapat saya ambil untuk tujuan yang ingin saya capai. Apakah sedikit atau banyak?

Sedikit atau banyaknya itu tergantung pada diri kita. Dan jika sesuatu sudah bergantung pada kita, maka itu adalah sesuatu yang benar-benar berada dalam kendali kita.

Cobalah fokus pada seberapa banyak doa dan usaha yang kita panjatkan dan lakukan. Jangan berpikir terlalu banyak tentang apakah kita akan mendapatkan hasil yang baik atau tidak.

Ingat selalu bahwa memikirkan hal-hal yang berada diluar kendali manusia hanya akan menambah perasaan negatif yang ada dalam diri seorang manusia.

Dan jangan terlalu memikirkan tentang bagaimana cara orang memandang kita tentang hasil yang kita dapatkan. Karena itu juga adalah suatu hal yang berada diluar kendali kita.

Apa yang orang katakan kepada kita dan bagaimana orang lain menilai kita berada diluar kendali kita karena kita tidak dapat menghentikan mereka bicara.

Apa yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka bicara dan tidak membiarkan hati kita termakan oleh perkataan yang sama sekali tidak memberikan peningkatan pada diri kita.

Bagaimana cara kita menanggapi emosi, mengelola perasaan adalah hal yang ada di dalam kendali kita. Dan semua orang bisa melakukan hal tersebut tanpa terkecuali.

Satu-satunya hal yang bisa menghambat kita dari mengelola perasaan kita menjadi lebih baik adalah diri kita sendiri yang tidak mengizinkan diri untuk mengelola perasaan tersebut.

Masalahnya bukan terletak pada apakah kita mampu untuk mengelola perasaan kita atau tidak. Tapi masalahnya lebih ke diri kita yang tidak mau mengelola perasaan kita sendiri.

INSIGHT 2

Tugas Banyak Bukanlah Penghalang Untuk Hidup Tenang.

Kita sering melakukan self-talk dalam keseharian kita. Dan itu tidak hanya sekali atau dua kali kita lakukan, namun itu bisa berkali-kali lebih dari puluhan kali.

Self-talk bisa menggiring kita kepada hal-hal yang positif, tapi ia juga dapat menggiring kita kepada hal-hal yang negatif yang itu bisa membuat kita merasa stres dan depresi.

Kita bisa mengurangi dampak negatif dari self-talk yang sering kita lakukan dengan cara melatihnya. Langkah pertama untuk melatih self-talk adalah dengan cara menyadarinya.

Menyadari apa-apa saja yang kita pikirkan dapat membantu kita untuk mengendalikannya. Namun perlu diketahui bahwa tidak hanya menyadarinya yang kita butuhkan.

Lebih dari itu, kita juga butuh mengambil tindakan sesegera mungkin untuk menghentikannya.

Misal saja ketika kita mendapati diri kita berkata, “Masih banyak waktu untuk mengerjakan tugas, besok juga bisa”, sadari hal itu adalah self-talk yang berdampak buruk bagi kita.

Dampak buruk yang kita dapatkan adalah menunda pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan pada saat itu juga. Sadarilah itu, lalu langsung ambil langkah pertama untuk mengerjakannya.

Tanamkanlah dalam dirimu, jika saya mendapati diri saya yang lagi berpikir “masih banyak waktu”, maka saya akan langsung bertindak dengan mengerjakan langsung pekerjaan tersebut.

Jangan biarkan diri kita berlarut pada self-talk yang tidak bisa memberikan kita semangat untuk mengerjakan sesuatu seperti mengatakan “masih banyak waktu” atau semacamnya

Hentikan self-talk yang tidak memberdayakan kita sama sekali dengan cara sesegera mungkin menyadari bahwa perkataan seperti itu adalah tanda dari awal penundaan.

Ganti self-talk kita dengan sesuatu yang berguna yang dapat memberikan kita semangat untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif seperti mengerjakan tugas sesegera mungkin.

Kamu bisa memilih kata-kata yang lebih baik dari yang apa yang kamu katakan sebelumnya. Bukan masalah masih ada waktu, tapi masalah masih ada pekerjaan lain.

Waktu memang masih ada untuk hari esok jika umur kita sampai pada hari esok. Tapi untuk waktu esok adalah waktu yang kita gunakan untuk mengerjakan tugas esok.

Apa yang menjadi tugas kita hari ini adalah pekerjaan hari ini. Dan apa yang menjadi tugas kita esok adalah pekerjaan yang perlu kita kerjakan esok.

Semakin bertambah waktu, maka semakin bertambah tugas yang akan kita emban. Dan jika kita membiarkan waktu kita terbuang begitu saja, tugas tidak akan berkurang sama sekali.

Akan sangat berat bagi seseorang yang memikul beban yang terlalu menumpuk. Maka agar beban hidup tidak menumpuk caranya adalah dengan mengerjakan tugas tepat waktu.

Jadi, ketika kamu mengatakan, “masih banyak waktu, besok juga bisa”. Kamu bisa menggantikannya dengan mengatakan, “jika saya kerjakan sekarang, maka saya akan tenang”.

Mengerjakan tugas sesegera mungkin adalah cara kita bisa tenang menikmati hidup. Hidup dengan tugas yang banyak bukanlah penghalang untuk bisa hidup tengan.

Yang menghalangi kita dari hidup yang tenang adalah waktu yang terlalu banyak kita sia-siakan dengan berbagai macam aktivitas yang tidak bermakna dan bermanfaat.

INSIGHT 3

Memahami Arti Atau Hakikat Dari Sesuatu Itu Penting.

Dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali Rahimahullah saya mendapatkan sebuah kalimat yang sangat penting untuk kita renungi secara mendalam.

Dalam kitabnya Imam Al-Ghazali Rahimahullah menuliskan, “Dan, sungguh akan tersesat orang yang ingin mengetahui apakan seseorang itu ahli di bidangnya atau bukan, sementara ia sendiri tidak memahami arti atau hakikat sesungguhnya dari apa (ilmu) yang tengah ingin ia ketahui. Seperti, tidak mungkin seseorang mengetahui bahwa Zaid adalah seorang ahli hikmah, sementara sanga penilai tidak memahami sama sekali makna kata hikmah itu sendiri.”

Dari kalimat tersebut kita dapat belajar bahwa penting bagi seseorang memahami sebuah hakikat dari apa yang ia cari. Karena tanpa hal itu, ia hanya akan menemukan kesesatan.

Kita tidak akan pernah tahu seseorang itu ahli dalam bidang ditekuninya atau tidak kalau kita tidak mengetahui dasar atau hal yang esensial dari bidang tersebut.

Orang yang tidak paham ilmu tajwid ketika mendengar suara orang yang mengaji dengan irama yang bagus, maka ia akan menyanjung orang tersebut, meski bacaannya salah.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui sebuah makna dari kata yang kita ucapkan. Karena ketidaktahuan kita bisa menjadi penyebab kita salah dalam berbicara.

Orang yang suka mencaci kita maupun yang memuji kita tidak akan pernah sampai kepada kita cacian atau pujiannya kalau mereka tidak memahami makna kata yang disampaikannya.

Maka disini, insight yang saya dapatkan adalah tidak terlalu senang dalam menanggapi pujian seseorang karena belum tentu ia paham dengan apa yang ia katakan.

Dan tidak perlu terlalu bersedih ketika kita menemukan ada orang yang sedang mencaci kita. Karena belum tentu ia paham dengan apa yang ia katakan kepada kita.

Seringkali kelebihan atau keutamaan seseorang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri seseorang tersebut. Kita bisa saja menilai seseorang buruk atau baik, tapi itu belum tentu.

Karena kita tidak tahu menahu dengan pasti pada dalam diri seseorang. Bisa saja orang terlihat buruk dari luarnya tapi ia memiliki nilai baik dalam dirinya.

Bisa jadi orang yang terlihat bagus dari luarnya, tapi ia punya sesuatu yang buruk bernaung dalam dirinya. Jadi, apapun kata orang tentang kita, itu semua belum tepat adanya.

"Adakalanya kelebihan atau keutamaan sesuatu sangat berkaitan erat dengan kesempurnaan dari nilai (jati diri)sesuatu itu sendiri. Misalnya, kuda lebih utama dari keledai. Dengan kata lain, bahwa keduanya sama-sama masuk dalam kelompok hewan yang memiliki daya angkut luar biasa. Meski demikian, kuda mempunyai keunggulan yang lebih, yaitu mampu berlari lebih cepat dari keledai, bisa melompat lebih tinggi dan berpenampilan lebih menawan dibandingkan keledai."

Imam Ghazali Rahimahullah.

Meski sama-sama berkaki empat dan memiliki kemampuan yang sama, yaitu sama-sama mampu mengangkat beban, tapi tetap saja terdapat perbedaan diantara keduanya.

Manusia demikian juga. Meski sama-sama manusia, tapi tiap manusia satu dan lainnya bisa berbeda. Dengan kata lain, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload