Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 08 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Teman Berilmu Lebih Berharga Dari Harta.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-81. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Saya Lebih Suka Menghindari Konflik Dan Perdebatan.

Saya adalah orang yang suka menghindari perdebatan sebisa mungkin. Meskipun saya memiliki peluang untuk bisa menang dalam sebuah perdebatan, saya akan meninggalkannya.

Saya jauh berbeda dengan kakak saya. Kakak saya adalah orang yang pandai dalam memperdebatkan suatu masalah. Ia bahkan pernah keluar sebagai juara debat bahasa Indonesia.

Kalau saya? Hmm… boro-boro bisa keluar jadi juara. Baru liat orang debat saja, saya langsung keluar. Karena saya orangnya selalu menghindari konflik, dan saya tidak suka cari masalah.

Tapi bukan berarti sepenuhnya saya tidak suka berargumen. Saya suka berargumen, hanya saja saya sedikit lambat dalam memikirkan kata-kata yang akan saya keluarkan.

Terlebih lagi saya selalu melihat terlebih dahulu apa yang orang sedang debatkan. Jika itu penting untuk didebatkan, maka saya akan ikut. Tapi jika itu hal yang tidak penting, saya akan pergi.

Sebagai contoh, perdebatan tentang, apakah telur lebih dulu ada daripada ayam. Ini adalah hal yang tidak menambah iman saya sama sekali kalau saya ikut debatkan dengan orang lain.

Hal lainnya adalah memperdebatkan tentang cara memakan bubur. Apakah bubur itu diaduk atau tidak. Kalau ada yang memperdebatkan hal tersebut, sebisa mungkin saya abaikan.

Daripada saya memperdebatkan hal-hal yang tidak sama sekali tidak ada kebaikan didalamnya, lebih baik saya diam saja. Ada hal lain yang jauh lebih penting untuk saya pikirkan.

Berdebat bagi saya hanya akan menghabiskan tenaga dan energi saja. Terlebih lagi waktu yang kita miliki akan hilang.

Simpelnya, daripada saya berdebat. Lebih baik saya gunakan waktu saya untuk memikirkan tentang segala penciptaan bumi dan langit. Itu lebih baik daripada saya harus berdebat.

Biasanya kalau ada sebuah perdebatan di antara teman atau keluarga, saya selalu berusaha untuk menghentikannya. Tapi kalau saya tidak bisa menghentikan, setidaknya saya tidak ikut.

Pun kalau saya harus tetap ada dalam perdebatan tersebut, maka saya hanya akan hadir saja. Tapi kepala saya pasti akan melayang-layang memikirkan berbagai macam hal.

Begitulah cara saya mengabaikan seseorang ketika ada yang terlalu banyak bicara. Saya tidak bisa menutup telinga, tapi saya bisa mengabaikannya dengan memikirkan hal lain.

Mungkin perkataan orang lain bisa saya dengarkan. Tapi otak saya tidak akan memberikan respon. Sama seperti ketika saya mengetik sambil mendengarkan orang lain bicara.

Yang perlu saya lakukan hanyalah fokus pada apa yang akan saya tulis. Itu artinya, saya memfokuskan pikiran saya kepada indera peraba yang ada pada jari jemari saya.

Sedangkan orang lain saya biarkan melakukan apa saja yang mereka mau. Mereka mau ribut dengan perdebatan, silahkan. Mereka mau ribut dengan musik, juga silahkan. Bodo amat!

Mungkin cara saya untuk bisa lari dari perdebatan seseorang adalah dengan berpura-pura mendengarkan apa yang sedang mereka debatkan, dan berpura-pura setuju dengan mereka.

Yang penting saya tidak ikut bicara dalam aktivitas seseorang yang suka berdebat. Kalau kamu, apakah kamu suka berdebat atau kamu lebih suka menonton orang debat? Coba jawab.

Ya, mungkin orang lain akan berkata, bahwa saya adalah orang yang suka menghindari konflik. Karena bagi saya, konflik orang tidak perlu saya campuri. Karena konflik pribadi sudah banyak.

INSIGHT 2

Jangan Menunda Investasi Pengetahuan & Keterampilan.

Seperti insight yang kemarin, saya sebutkan bahwa penundaan bisa berdampak kepada kesehatan kita. Baik itu kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Ini yang paling sering dialami.

Dalam buku Kitab Anti Penundaan dituliskan bahwa penundaan dapat menimbulkan masalah kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang. Tentu ini sangat bahaya.

Mungkin penundaan tidak menjadi penyebab langsung, tapi ia sangat mematikan di satu waktu. Contohnya seseorang yang suka menunda waktu olahraga dan menunda-nunda makan.

Kalau kita lihat, penyebab orang sakit memang karena tidak rutin olahraga dan pola makan yang tidak teratur. Tapi kalau kita berpikir, apa yang menyebabkannya tidak rutin olahraga?

Apa yang menyebabkan seseorang yang memiliki pola makan yang tidak teratur? Jawabannya bisa beragam, tapi salah satu dari banyaknya jawaban adalah karena penundaan.

Bisa jadi seseorang yang tidak rutin olahraga menunda karena ia merasa belum saat untuk olahraga. Atau dia mau olahraga dengan syarat: punya sepatu, baju dan perlengkapan olahraga.

Padahal untuk olahraga dia bisa jalan kaki pakai sandal atau lari-lari kecil di depan halaman rumah, atau dia hanya sekedar lompat-lompat membakar lemak yang ada dalam tubuhnya..

Sebenarnya dia bisa untuk memulainya. Tapi ia memilih untuk menunggu dirinya memiliki perlengkapan olahraga dulu, baru ia mau olahraga. Tanpa adanya hal itu, dia lebih memilih diam.

Karena alat olahraga tak kunjung dibeli, dia pun jadi malas olahraga. Dan ini bisa berdampak pada kesehatannya.

Selain masalah kesehatan, ternyata penundaan juga dapat membuat seseorang mendapatkan masalah kesejahteraan jangka panjang. Dan ini jarang disadari oleh seseorang.

Apa contohnya? Menunda untuk berinvestasi di usia yang masih muda, misalnya. Memang masalahnya tidak terlihat sekarang, tapi nanti di masa depan baru terasa masalahnya.

Sekarang sangat penting bagi anak muda untuk memikirkan dana. Entah itu dana untuk orang tuanya, dana untuk biaya dia menikah ataupun dana untuk persiapan sekolah anaknya.

Jika investasi ditunda-tunda terus, maka yang datang pada kita rasa was-was. Anak butuh ini jadi gak bisa. Orang tua butuh berobat jadinya pinjam, dan masalah beragam lainnya.

Masalah-masalah tersebut datang karena kita menunda untuk menyegerakan dana-dana yang kita butuhkan di masa yang akan datang. Maka dari itu, jangan menunda investasi kamu.

Kalau kita tidak punya uang, apakah kita bisa berinvestasi? Tentu saja bisa. Kita masih bisa berinvestasi pada pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk kita gunakan.

Saya rasa investasi ilmu pengetahuan dan keterampilan sangat baik untuk kita lakukan. Karena pengetahuan dan keterampilan akan sangat kita butuhkan nanti untuk karir dan masa depan.

Kalau investasi uang, maka yang akan kita dapatkan hanyalah uang saja. Tapi kalau kita berinvestasi pada ilmu pengetahuan dan keterampilan, maka tidak hanya uang yang akan didapat.

Lebih dari sekedar uang yang bisa kita dapat. Dengan ilmu yang kita miliki kita bisa mendapatkan relasi, kita bisa diundang dan memberikan pengetahuan kita kepada orang lain.

Dan yang paling penting adalah, ketika kita membagi ilmu dan keterampilan yang kita miliki, maka apa yang kita bagi tidak akan berkurang, melainkan akan semakin bertambah banyak.

INSIGHT 3

Teman Berilmu Lebih Berharga Dari Harta.

Ibnu ‘Abbas ra. dituliskan oleh Imam Al-Ghazali bahwa beliau pernah berkata, “Bertukar pikiran tentang ilmu pada sebagian malam lebih aku sukai daripada beribadah sepanjang malam.”

Dan ini sejalan juga dengan pernyataan yang pernah disampaikan oleh Abu Hurairah ra. dan Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah.

Dan memang menurut saya akan sangat senang rasanya jika kita memiliki teman yang punya pengetahuan dan pengalaman yang sangat luas, karena kita bisa belajar banyak darinya.

Dan waktu yang paling saya sukai untuk sharing atau berbagi pengetahuan dan pengalaman antara saya dengan teman saya adalah waktu malam, karena di waktu ketenangan datang.

Lebih tenang situasinya maka akan lebih mudah bagi saya untuk menyerap semua ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang teman saya bagikan pada saat itu.

Dan saya lebih senang melakukan hal tersebut, yaitu berbagi dan bertukar pikiran daripada mendapatkan sesuatu. Karena saya yakin selalu ada yang berharga dari pengalaman teman.

Sehingga sangat senang bagi saya ketika saya bisa join atau mengikuti suatu komunitas yang bisa menjadi wadah bagi saya untuk mencari pengetahuan dan pengalaman orang lain.

Apakah kamu juga adalah orang yang senang dengan ilmu dan senang bertukar ilmu? Mudah-mudahan kita bisa berjumpa di suatu saat nanti untuk saling berbagi dan bertukar ilmu, aamiin.

Daripada kita menghabiskan malam kita dengan hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita mengikuti kegiatan belajar.

Karena akan sangat menyenangkan ketika kita memiliki banyak teman yang ternyata memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ia adalah aset yang paling berharga dibandingkan harta.

Perbanyaklah teman yang bermanfaat dibandingkan teman yang suka membawa mudharat. Karena teman yang membawa manfaat bersamanya juga hidup kita akan jadi selamat.

Sedangkan teman yang suka mengarahkan kita pada maksiat hanya akan membawakan kita kepada hal-hal yang mudharat. Dan bersamanya juga hidup kita akan jadi tersesat.

Jangan malu berteman dengan orang yang berilmu hanya karena kita belum memiliki ilmu. Karena sesungguhnya ilmu tidaklah sukar, karena ia bisa diperoleh melalui proses belajar.

Jangan malu berteman sama orang yang berilmu hanya karena kamu tidak ingin ketinggalan trend baru. Karena sesungguhnya ilmu itu tidak memiliki masa sedangkan trend baru punya masa.

Berteman dengan orang-orang yang berilmu menjadikan hidup kita lebih bijaksana dan dikelilingi oleh banyak kebaikan. Tapi berteman dengan zaman hanya akan membawa keburukan.

Memang kita tidak mau menjadi generasi yang ketinggalan zaman. Tapi akan lebih baik juga jika kita menjadi generasi yang tidak lupa dengan zaman (ilmu-ilmu sejarah).

Berteman dengan orang-orang yang berilmu akan menjadikan hidup kita maju. Tidak akan ada kekurangan bagi mereka yang berteman dengan orang-orang yang berilmu.

Jika kita tidak bisa berteman dengan harta, kita masih bisa berteman dengan sesuatu yang lebih berharga daripada harta. Dan itu adalah teman-teman yang berilmu dan beramal shaleh.

Semoga kita semua senantiasa dikelilingi oleh orang-orang yang berilmu. Lebih baik kita miskin harta daripada kita miskin pengetahuan dan pengalaman. Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload