Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 15 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Mencari Dan Mempelajari ilmu, Itu Mudah Dan Memudahkan.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-88. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Dahulukan Tugas Yang Penting Dan Mendesak.

Setiap orang pasti memiliki tugas dan tidak ada satupun orang yang bisa terlepas dari satu tugas. Entah itu adalah tugas yang sifat dan tujuannya pribadi, sosial maupun agama.

Yang pasti kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya tugas. Dan setiap tugas yang ada dalam hidup diantaranya ada yang penting dan ada yang mendesak untuk dikerjakan.

Tidak hanya itu, selain dari tugas yang penting dan mendesak, ada juga tugas yang tidak penting dan tidak mendesak dalam keseharian kita. Dan kita bermain dengan semua tugas itu.

Sebagian orang ada yang cerdas dalam memilih dan memilah tugas yang akan dia lakukan di hari ia terbangun. Dan lainnya lagi tidak pandai dalam memilih dan memilah tugas yang ada.

Mereka yang tidak cukup pandai dalam memilih dan memilah tugas biasanya akan dilanda kebingungan. Mereka sering kali tidak tahu mana yang harus pertama kali dikerjakan.

Dan seringnya, mereka salah dalam memilih tugas yang harus pertama kali dikerjakan ketika mereka bangun. Diantara tugas yang mereka kerjakan adalah tugas yang tidak penting.

Tugas lainnya yang mereka kerjakan adalah tugas yang sama sekali tidak mendesak dan tidak membutuhkan perhatian yang begitu intensif. Tapi begitulah tugas yang dipilih oleh mereka.

Sebenarnya tidak ada urusannya saya dengan orang-orang yang memulai harinya dengan tugas yang tidak penting dan tugas yang sama sekali tidak mendesak dalam hidupnya.

Tapi bagi seseorang yang ingin hidupnya produktif, maka ini adalah hal yang penting untuk saya sampaikan.

Ketika kamu terbangun, maka lakukan dan kerjakanlah hal-hal yang paling penting terlebih dahulu. Dahulukan tugas yang itu adalah tugas yang harus kamu selesaikan sesegera mungkin.

Hindari kegiatan atau aktivitas yang sebenarnya itu bisa kamu lakukan nanti. Jika ada tugas yang penting namun itu adalah tugas yang tidak mendesak, maka bisa dijadwalkan untuk nanti.

Lalu, jika ada satu tugas yang sebenarnya itu tidak penting dan tugas tersebut tidak mendesak untuk dikerjakan. Alangkah baik jika kamu menghapus tugas tersebut dari daftar tugasmu.

Kenapa harus dihapus? Karena pertama, itu tidak penting dan tidak memberikan kontribusi apapun terhadap sesuatu yang ingin kamu capai atau yang ingin kamu raih dalam hidupmu.

Bisa dikatakan penting jika tugas tersebut memiliki kontribusi terhadap impian, harapan, atau tujuan yang ingin kamu capai. Dan kamu harus kerjakan segera mungkin jika itu mendesak.

Namun, jika tugas itu tidak mendesak dan tidak membutuhkan perhatian saat itu juga. Maka tugas itu kamu harus rencanakan untuk kamu kerjakan nanti. Ingat, itu adalah tugas penting.

Lalu, ada tugas yang sebenarnya dia tidak penting dan tidak memiliki nilai kontribusi apapun dalam hal yang ingin kita capai. Maka tugas itu dapat kita amanatkan kepada orang lain.

Contohnya bisa beragam. Misal saja ketika kamu ingin pergi les atau belajar kerumah teman. Namun, tiba-tiba disaat yang bersamaan adikmu ingin diantarkan ke warung untuk belanja.

Entah adikmu mau beli apa di warung, tapi ia meminta untuk diantarkan ke warung tersebut. Maka, mengantar adikmu ke warung adalah tugas yang mendesak untuk kamu kerjakan.

Tapi jika kamu tidak sempat, karena kamu harus segera pergi les. Tugas itu dapat kamu amanahkan atau kamu delegasikan ke orang lain. Let’s say, minta bantuan ke ibumu atau ayahmu.

INSIGHT 2

Selalu Temukan Sudut Pandang Yang Berbeda.

Kita memiliki satu kebiasaan yang tidak bisa kita hilangkan dan itu adalah kebiasaan berbicara dengan diri sendiri atau yang banyak orang yang menyebutnya sebagai self-talk.

Dan kabar buruknya adalah, kita selalu mendahulukan self-talk yang negatif kepada diri kita sendiri. Ini disebut dengan self-talk destruktif. Ini adalah self-talk yang tidak membangun.

Sebagai contoh yaitu ketika kita dicengin atau dibuli oleh teman kita. Kita yang dicengin seringkali memunculkan self-talk yang tidak membangun atau yang melemahkan kita.

Ketika kita dicengin, kita bilang kepada diri kita, “Emang saya orangnya tidak bisa apa-apa. Saya adalah orang yang lemah. Saya tidak bisa berbuat banyak kepada diri saya sendiri.”

Kata-kata seperti itu, hanya akan melemahkan kita. Kita tidak akan pernah bisa hidup dengan tegar. Kita tidak akan pernah bisa hidup dengan semangat. Kita akan murung setiap saat.

Maka jangan membiarkan diri kita berbicara tentang kita yang itu sama sekali tidak bisa membuat kita merasa senang, tenang dan merasakan kedamaian hidup. Jangan lakukan hal itu.

Tapi cobalah untuk membiarkan diri kita berbicara tentang kita yang dapat membuat kita jadi merasa semangat dan senang menjalani hidup, meski banyak orang yang membully kita.

Orang boleh saja membicarakan kekurangan kita. Tapi kita harus bisa menangkap hal itu dengan positif, yaitu dengan cara menghadirkan self-talk yang membangun.

Orang membicarakan kekurangan kita, it’s okay.Karena setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Apakah mungkin bagi kita untuk bisa melakukan self-talk yang konstruktif atau self-talk yang membangun? Jawabannya pasti sangat bisa. Dan itu bisa dilakukan oleh siapapun yang mau.

Karena setiap orang pada dasarnya bisa belajar bagaimana cara untuk menghadirkan self-talk yang konstruktif dalam diri kita sendiri. Self-talk adalah sesuatu yang yang bisa dilatih.

Cara melatih self-talk yang konstruktif, caranya bagaimana? Caranya sangat mudah, yaitu dengan menantang diri kita dan mempertanyakan apa yang sedang kita pikirkan saat itu.

Seperti misalnya, ketika kita dibandingkan oleh orang tua kita dengan saudara atau tetangga kita. Pada saat orang tua kita membandingkan kita, itu pasti terjadi self-tak, yaitu ngedumel.

Nah, biasanya orang yang suka dibandingkan oleh orang tua akan merasa down karena orang tuanya selalu mengatakan dirinya tidak memiliki kelebihan dengan saudara atau tetangga.

Maka, cara agar kita tidak merasa down adalah dengan cara mengatakan kepada diri kita sendiri (self-talk) bahwa, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Mungkin saat ini, yang terlihat pada diri saya adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekurangan saya. Tapi suatu saat nanti, yang akan terlihat selanjutnya adalah kelebihan saya.

Dengan demikian kita telah menciptakan self-talk yang bisa membuat kita semangat. Dan mau berapa banyak orang yang membandingkan diri kita. Itu tidak akan melemahkan kita.

Kita akan selalu bisa menemukan cara untuk tetap bisa hidup dengan tenang, senang dan damai. Itu semua terjadi karena kita selalu melakukan self-talk yang konstruktif.

Kuncinya terletak pada mempertanyakan dan mencari jawaban yang tepat, yang bisa membuat kita tetap semangat. Selalu cari dan temukan sudut pandang yang berbeda dalam hidupmu.

INSIGHT 3

Mencari Dan Mempelajari ilmu, Itu Mudah Dan Memudahkan.

Bagi saya, hal yang paling mudah untuk dilakukan tapi banyak orang merasa berat meski mereka tahu bahwa itu bermanfaat adalah perjalanan mencari dan mempelajari ilmu.

Ilmu adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat bagi diri kita dan bagi siapa saja yang mengambil kebaikan ilmu yang melekat (baca: dititipkan Allah) pada diri kita.

Mereka yang mengetahui bahwa ilmu itu bermanfaat adanya, maka mereka akan senantiasa mencari dan mempelajari ilmu tersebut. Dan jalan yang ia tempuh akan mudah.

Pun jika susah, ada sesuatu yang dipermudah untuknya kelak. Dengan kata lain, ilmu itu mudah dan memudahkan bagi siapa saja yang mempelajari dan mengamalkannya di jalan Allah.

Bahkan dalam satu hadist yang saya temukan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim. Nabi ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap mereka kepada para pencari ilmu, sebagai pertanda ridha dengan usaha orang-orang itu.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lalu men-shahih-kannya, dari hadist Shafwan bin ‘Assal.

Itu artinya, jalan dan usaha orang-orang yang mau mencari dan mempelajari adalah suatu yang diridhai. Bahkan para malaikat membentangkan sayap mereka kepada para pencari ilmu.

Ada banyak keutamaan belajar. Keutamaannya tidak hanya untuk kebaikan kita di dunia, melainkan keutamaan belajar juga sampai kepada kehidupan kita kelak di akhirat nanti.

Maka berbahagialah bagi siapa saja yang mendedikasikan diri dan kehidupannya dengan ikhlas untuk senantiasa mencari dan mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk dirinya.

Anehnya, kalau kita mencari dan mempelajari ilmu yang pada awalnya hanya kita maksudkan untuk memperbaiki pribadi kita. Secara tidak langsung orang lain juga akan mengikuti jejak kita.

Ada berapa banyak orang yang mendedikasikan diri dan hidup yang mereka miliki untuk belajar suatu ilmu. Lalu dia amalkan ilmu tersebut dan orang terinspirasi melihat amalannya.

Sebagai contoh sederhananya saja: Orang belajar nulis, lalu dia menulis banyak buku dan orang lain menikmati setiap buku yang ia tulis. Orang jadi terinspirasi juga untuk bisa menulis.

Dan akhirnya orang yang tadinya hanya membaca buku. Dia jadi penasaran bagaimana cara menulis buku dan dia belajar cara menulis buku, sampai bukunya bisa diterbitkan.

Mungkin kita hanya menulis. Tapi dampaknya akan sangat luar biasa. Dengan menulis kita bisa menginspirasi orang lain. Dan menulis kita bisa menyebarkan kebaikan kepada orang lain.

Coba bayangkan ketika kita produktif menulis, lalu ada orang penghafal Quran dan Hadist yang terinspirasi untuk menulis.

Kita menginspirasi orang lain untuk menulis. Dan orang yang terinspirasi dengan kita menginspirasi orang lain dalam hal lain. Jadi kebaikannya terus menyambung dan tak terhingga.

Dan bisa jadi tidak mungkin bahwa yang kita tulis dan bisa menginspirasi orang lain bisa menjadi jalan kita dan jalan orang untuk menuju surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah ra.. Nabi ﷺ bersabda, “Siapa saja yang mengadakan perjalan untuk usahah menuntu ilmu, maka Allah akan menganugerahinya jalan ke surga.”


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload