Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 28 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tidak Hanya Uang Yang Bisa Diinvestasikan; Amal Juga Bisa.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-101. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Keberanian Kita Sangat Mempengaruhi Masa Depan Kita.

Berani mengambil pilihan, berani mengambil tindakan dan berani dengan segala konsekuensi dari apa yang kita lakukan adalah kunci sekaligus awal bagi kesuksesan kita.

Rasa takut yang ada di dalam diri kita terkadang membuat kita menghentikan langkah dan memilih untuk menyerah.

Maka bukan bagaimana cara kita sukses yang harus kita pertanyakan, tapi bagaimana kita bisa menghadapi rasa takut, itu yang harus kita pertanyakan terlebih dahulu.

Kemampuan untuk menghadapi sekaligus mengendalikan rasa takut yang bersemayam dalam tubuh kita, itu jauh lebih penting daripada bagaimana cara sukses itu sendiri.

Karena ketika kita sudah bisa mengendalikan rasa takut yang ada dalam diri kita, kecemasan dalam diri kita akan berkurang dan kita bisa lebih fokus untuk berpikir dan bertindak.

Semisalnya kita tetap tidak bisa mengendalikan rasa takut yang ada dalam diri kita, maka pastikan keberanian kita jauh lebih besar daripada ketakutan kita.

Keberanian yang jauh lebih besar daripada ketakutan akan membuat kita menjadi berani mengambil langkah dan lebih sedikit peluang untuk menyerah.

Seberapa besar peluang kesuksesan kita berbanding lurus dengan seberapa kita berani mengambil resiko. Semakin besar resiko yang kita ambil, maka semakin besar pula peluangnya.

Begitu juga dengan sebaliknya. Semakin besar ketakutan kita, maka akan semakin menyusut peluang yang akan kita dapat. Tinggal kita pilih, yang mana yang mau kita besarkan.

Sebenarnya memiliki rasa takut itu wajar. Kalau kita tidak memiliki rasa takut, ada besar kemungkinan kita tidak akan pernah memiliki keberanian walau sedikit di dalam diri kita.

Keberanian itu muncul bersamaan ketakutan yang sedang mengganggu dan menghambat kita dalam berproses. Dan kita harus bisa memperbesar keberanian kita daripada ketakutan.

Mungkin di awal-awal kita hanya berbekal keberanian kita. Tapi setidaknya dengan itu kita sudah menolak diri kita untuk takut menerima kegagalan yang selalu ada dalam setiap proses.

Karena tidak ada tempat bagi seseorang untuk mendapatkan kesuksesan ketika dirinya menolak gagal. Tidak bisa kita hanya menginginkan kesuksesan dan meninggalkan kegagalan.

Sekali kita menginginkan kesuksesan, maka bersamanya juga akan datang kegagalan. Tapi yang pasti, apa yang kita inginkan akan kita dapatkan selama kita tidak mengenal kata menyerah.

Pada saat kita menginginkan kesuksesan juga bersamanya akan datang kepada kita sebuah pelajaran dan pengalaman yang berharga yang belum pernah orang lain dapatkan.

Maka kegagalan akan berarti bagi kita jika didalamnya kita bisa memetik satu pelajaran yang berharga. Kita terus belajar dan terus bertumbuh seiring dengan pengalaman yang kita dapat.

Dan satu-satunya cara yang bisa membuat pengalaman kita bertambah dan semakin banyak adalah dengan memberanikan diri untuk mengambil resiko dan tidak takut pada kegagalan.

Ingat selalu, bahwa hidup kita akan menyusut dan berkembang sebanding dengan keberanian yang kita miliki. Semakin berani kita, maka semakin banyak hal yang bisa kita lakukan.

Sedangkan semakin takut kita akan semakin sedikit hal yang dapat kita lakukan karena kita selalu ragu dalam melangkah. Jangan hentikan langkahmu jika kamu ingin terus berkembang.

INSIGHT 2

Menunggu Mood Bagus Hanya Akan Menimbulkan Penundaan.

Tidak akan pernah selesai sebuah tugas dari penyelesaianya ketika seseorang mengharapkan kesempurnaan dalam hasil.

Kita tidak bisa mendapatkan dan tidak akan pernah berhasil dengan hasil yang sempurna. Karena sempurna tidak dicari, melainkan ia datang dengan sendiri.

Dan kita tidak tahu darimana kesempurnaan itu akan datang. Kalau kita terlalu mengejar hasil yang sempurna, maka kita tidak akan pernah menemukan kesempurnaan.

Seharusnya kita tidak fokus untuk mengejar kesempurnaan. Yang perlu kita fokuskan adalah menyempurnakan setiap usaha yang kita lakukan dan doa yang selalu kita pinta.

Bukti bahwa kita menyempurnakan setiap usaha yang kita lakukan adalah, kita tidak pernah berhenti berusaha ketika apa yang kita lakukan belum membuahkan hasil yang kita inginkan.

Dan bentuk kita menyempurnakan doa kita, yaitu ketika kita tidak pernah memutuskan doa yang selalu kita pinta sampai apa yang kita doakan tersebut terkabulkan.

Jadi bukan mengejar hasil yang sempurna yang menjadi fokus utama kita. Tapi lebih ke menyempurnakan setiap usaha yang kita lakukan dan doa yang selalu kita pinta.

Kalau kita yakin bisa mengejar hasil yang sempurna. Maka yang akan sering kita lakukan adalah penundaan. Karena kita akan selalu mengurungkan niat dan tindakan kita.

Berpikir bahwa hasil sempurna hanya bisa didapatkan ketika semangat dan mood. Dan kita menunda pengerjaannya untuk menunggu semangat dan mood kita ada.

Ketika kita menunggu mood kita benar-benar bagus untuk memulai mengerjakan tugas di hadapan kita, maka kita tidak akan pernah mendapatkan hasil yang sempurna.

Hasil yang sempurna tidak datang ketika mood kita lagi bagus ataupun ketika kita lagi semangat-semangatnya untuk dapat mengerjakan tugas yang ada dihadapan kita.

Karena apa yang sempurna yang pernah kita lihat adalah hasil dari pengulangan. Coba pikirkan, berapa pengulangan yang bisa kita lakukan ketika kita sering menunda pekerjaan?

Pasti lebih sedikit dibandingkan ketika kita tidak menunda pekerjaan. Karena ketika kita menunda, waktu kita banyak kita habiskan untuk hal-hal yang tidak penting.

Sedangkan pengulangan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Waktu kita tidak banyak, dan kita lebih memilih untuk menyia-nyiakan waktu yang kita miliki untuk hal lain.

Jadi, ketika kita mengira bahwa kita bisa mendapatkan hasil yang sempurna ketika semangat ada dan mood kita lagi bagus, kita tidak akan pernah mengerjakan pekerjaan kita.

Mood kita tidak akan pernah benar-benar bagus di awal-awal kita memulai mengerjakan tugas. Justru mood kita akan bagus ketika kita sudah menuntaskan pekerjaan ataupun tugas.

Kadangkala, mood kita akan benar-benar dalam keadaan yang bagus ketika kita sedang dalam proses pengerjaannya. Kenapa bisa begitu? karena tindakan kita mendorong perasaan kita.

Maka kuncinya untuk bisa mendapatkan hasil yang sempurna adalah dengan memulainya terlebih dahulu. Bukan menunggu semangat atau mood kita terlebih dahulu.

Menunggu semangat dan mood akan membuat kita menunda. Menunda memakan banyak waktu dan waktu untuk melakukan pengulangan kita semakin sedikit untuk hasil yang sempurna.

INSIGHT 3

Tidak Hanya Uang Yang Bisa Diinvestasikan; Amal Juga Bisa.

Menuntun orang lain ke jalan kebajikan itu penting. Untuk bisa menuntun orang lain menuju jalan kebajikan, yaitu dengan menyampaikan ilmu-ilmu (haq) yang pernah kita pelajari.

Maka jangan pernah pelit untuk berbagi ilmu. Siapa tahu ilmu yang kita bagi bisa menjadi wasilah bagi seseorang untuk bisa mendapatkan kebaikan dalam hidupnya.

Dan tentu ada balasan dari Allah ﷻ bagi seseorang yang dengan ikhlas membagi dan mengajarkan ilmu yang ia miliki.

Dari kitab Imam Al-Ghazali: Ihya Ulumuddin. Saya membaca hadist tentang seseorang yang mendapatkan kebaikan yang sama dengan orang yang mengamalkan ilmu yang ia bagikan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Menuntun orang lain ke jalan kebaikan sama dengan mengerjakan kebaikan itu sendiri.”

Dari footnote: Diriwayatkan oleh Imam Al-Tirmidzi dari hadist Anas bin Malik ra. Imam Al-Tirmidzi mengatakan, statusnya gharib. Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Imam Al-Tirmidzi, yang kemudian men-shahih-kannya, dari hadist Nabi Mas’ud Al-Badri dengan redaksi “Siapa saja yang menuntun orang lain mengerjakan tindak kebajikan, maka baginya akan mendapatkan balasan yang sama (serupa) dengan orang lain yang ikut mengerjakan kebajikan tersebut.” Saya (muhaqqiq) berpendapat, status riwayat yang kami sampaikan ini adalah shahih. Sebagaimana Syaikh Al-Albani Rahimahullah berpendapat dalam Al-Shahihah miliknya, hadist nomor 1660, dengan menjelaskan bahwa status riwayat ini adalah shahih.

Maka sangat effortless bagi kita untuk bisa mendapatkan amal baik yang bernilai pahala disisi Allah ﷻ yang dimana kita hanya berdiam diri, tapi tetap mendapatkan kebaikan.

Ada istilah Passive Income. Yaitu, ketika kita tidak sedang bekerja atau sedang bersantai, uang kita tetap bertambah terus dalam rekening kita.

Dan orang kaya memberikan nasehat kepada orang yang mencari kekayaan dengan mengatakan, “Jangan bekerja untuk uang, tapi biarkan uanglah yang bekerja untuk kita.”

Investasi menjadikan uang kita bertambah dari nominal semula tanpa kita harus bekerja ataupun mengeluarkan keringat untuk mendapatkan penghasilan.

Tapi sayang, itu hanyalah uang yang hanya berlaku di dunia saja. Sedangkan yang akan kita bawa sebagai bekal kita ke akhirat nanti adalah amal sholeh kita.

Dalam hal uang yang terus bertambah disebut sebagai investasi. Sedangkan dalam hal amal sholeh yang terus mengalir disebut sebagai amal jariyah.

Satu diantara amal jariyah yang bisa kita lakukan ialah dengan mengajarkan kebaikan. Ketika orang lain melakukannya, kita mendapatkan ganjaran yang sama dari apa yang ia perbuat.

Semakin banyak orang yang mengamalkan apa yang kita ajarkan, maka semakin banyak pula amal baik yang akan kita dapatkan. Bahkan ketika kita mati, kita tetap mendapatkannya.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

“Apabila seorang keturunan Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya; kecuali tiga perkara; satu di antara ketiganya adalah, ilmu yang bermanfaat.”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadist Abi Hurairah ra.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload