Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 07 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tidak Hanya Barang Yang Dicicil, Tugasmu Juga Perlu Dicicil.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-110. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Orang Sukses Menempuh Jalan & Pasti Meninggalkan Jejak.

Pada saat kita membaca buku kita akan banyak membaca satu cerita dari sang penulis. Tidak ada buku tanpa cerita dari sang penulis. Pun jika ada, itu hanya sedikit jumlahnya.

Kita akan menemukan banyak nasehat dari buku yang kita baca. Sebagai pembaca kita harus bijak dalam memilih dan memilih nasehat yang kita dapat dari membaca buku.

Nasehat orang tua yang selalu bisa menjadi pegangan kita, yaitu ambil yang baiknya saja dan tinggalkan yang buruk. Dan kedua hal tersebut dapat kita temukan dalam sebuah buku.

Kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari sebuah buku. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, kita bisa mendapat keburukan dari sebuah buku.

Maka disini, kita sebagai pembaca harus bijak dalam menyerap ilmu yang kita dapatkan dari buku. Jangan sampai kita fokus pada yang buruk lalu kita tinggalkan hal yang baik.

Buku adalah jendela dunia yang dengannya kita bisa melihat hal buruk dan hal baik tentang dunia.

Terlebih ketika membaca sebuah buku yang mungkin berkaitan dengan agama. Kita harus sangat bijak dalam membacanya. Jangan biarkan diri kita hanya membaca satu buku saja.

Bacalah banyak buku agar pandangan kita lebih luas. Terlalu sempit bagi mata kita jika hanya membaca sebuah buku dan kita tidak memberikan kesempatan lain untuk melihat buku lain.

Setiap orang yang menulis buku pasti akan bias terhadap sejarah pribadinya. Jadi membaca banyak buku membantu kita mengurangi bias-bias tersebut.

Dunia ini terlalu kompleks sehingga tidak ada jalan tunggal untuk bisa memahami dunia. Kita tidak bisa bertindak di dunia hanya dengan satu tindakan saja.

Kesuksesan di atas dunia bukanlah hal yang dapat kita capai hanya dengan satu langkah. Tidak ada tujuan yang dapat kita tempuh hanya dengan satu langkah. Bukan begitu?

Jika kita menetapkan tujuan kita, terlebih tujuan yang ingin kita capai adalah tujuan yang besar. Maka jarak yang kita tempuh akan semakin jauh juga.

Dan saya tebak, kamu pasti sudah paham apa yang saya maksud. Ya, benar. Semakin jauh jarak yang kita tempuh, akan semakin banyak juga langkah yang kita butuhkan.

Apakah ada tujuan yang dapat ditempuh hanya dengan satu langkah? Saya rasa tidak ada. Kalaupun ada, itu bukanlah sebuah tujuan yang besar dan memberikan impact.

Ingat! Dunia terlalu kompleks untuk dapat dicapai hanya dengan satu langkah. Jika kamu terlalu bingung kemana kamu akan mengarahkan langkahmu, maka ikutilah langkah orang.

Carilah langkah kaki yang banyak dilalui oleh orang-orang sukses. Karena yang banyak dilalui oleh orang-orang sukses, itu artinya jalan yang benar menuju kesuksesan.

Kalaupun kamu tidak bisa menemukan jejak tersebut, kamu masih bisa mencari pola yang berulang pada banyak orang sukses. Itu akan sangat membantumu mencapai kesuksesan.

Biasanya jika ada orang sukses yang kita kenal, dia akan memberikan tahu bagaimana caranya bisa mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Tapi jika pun dia tidak memberitahu bagaimana caranya dia bisa sukses. Kamu bisa mencarinya sendiri dengan cara melakukan observasi untuk menemukan pola kesuksesannya.

INSIGHT 2

Tidak Hanya Barang Yang Dicicil, Tugasmu Juga Perlu Dicicil.

Ketika kita ingin menghindari penundaan kita sering diberikan tanda-tanda bahwa kita ingin melakukan penundaan.

Diantara tanda yang paling sering kita jumpai, yaitu rasa tidak nyaman dengan tugas yang akan kita kerjakan. Dan ketika itu terjadi, kita biasanya mencari aktivitas yang membuat nyaman.

Dan tebak apa aktivitas yang bisa membuat kita nyaman? Ya, tidak sedikit dari aktivitas yang membuat kita nyaman adalah aktivitas yang menjadikan kita menunda pekerjaan kita.

Agar kita bisa menghentikan penundaan, kita harus memiliki setidaknya satu cara yang dapat membantu kita untuk berhenti dari penundaan dengan sesegera mungkin.

Dari buku Kitab Anti Penundaan saya membaca, bahwa kita bisa menciptakan kebiasan baru untuk menghindari penundaan yang sering kita lakukan karena merasa tidak nyaman.

Caranya adalah dengan menggunakan format implementation intention dari Peter Gollwitzer. Implementation intention adalah sebuah format kalimat yang dalam bahasa: jika-maka.

Let’s say, jika saya merasakan emosi negatif saat akan mengerjakan tugas, maka saya akan tetap mengerjakannya, tidak berhenti, menunda pekerjaan ini atau lari darinya.

Entah apa masalah yang akan kamu alami ketika menemukan tanda-tanda penundaan. Cobalah untuk menggunakan metode diatas dengan menambahkan formula, “jika-maka”.

Jika ada rasa untuk membuka tiktok, instagram, twitter, maka itu sinyal bagi saya untuk segera mungkin menyelesaikan tugas agar saya bisa membuka sosmed dengan tenang.

Seringkali kita merasa kurang nyaman dengan tugas yang ada dihadapan kita pada saat kita akan mengerjakannya. Ingatlah, bahwa itu hanyalah sebuah perasaan sementara saja.

Ketika kamu mulai mengerjakannya, maka dengan sendirinya kamu akan merasakan nikmatnya mengerjakan tugas, terlebih lagi jika kamu punya reward ketika menyelesaikannya.

Jangan menyerah dengan memilih untuk merasa nyaman saat kita merasa kurang nyaman dengan tugas kita. Selalu lihat apa yang ada dihadapan kita dengan pikiran yang positif.

Pekerjaan ada untuk dikerjakan bukan untuk ditinggalkan. Jika kita meninggalkan pekerjaan, maka kita tidak akan pernah bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan.

Bukankah kita lebih tenang menikmati hari ketika tugas hari itu kita sudah kita kerjakan dan selesaikan hari itu juga. Hidup kita akan lebih tenang menyambut hari esok.

Nasehat para guru saya, yaitu “Kerjakan dulu saja, melangkah dulu saja. Karena saat kita mengerjakannya, biasanya rasa kurang nyaman akan menghilang perlahan-lahan.”

Jika kita masih merasa tugas yang kita kerjakan berat. Kita bisa membaginya beberapa bagian. Bila punya tugas yang diberikan tenggat waktu sampai satu minggu.

Maka bagilah tugas tersebut menjadi jumlah hari pada minggu tersebut. Cicillah tugas yang berat tersebut hari demi hari. Buat target setiap hari berapa persen yang ingin kamu kerjakan.

Jika kamu menulis pada hari pertama kamu ingin mengerjakan 20% dari total pekerjaanmu. Maka berusahalah menyelesaikan besar tugas yang sudah kamu tetapkan.

Karena jika kamu tidak selesaikan. Hari berikutnya kamu harus menyelesaikan 40%. Dan jika kamu masih tidak menyelesaikan tugasmu, maka 100% akan menjadi beban berat untukmu.

INSIGHT 3

Unggul Sama Dengan Menjadikan Diri Sebagai Wadah Ilmu.

Hari ini saya mendapatkan insight yang alhamdulillah sangat luar biasa. Imam Al-Ghazali Rahimahullah menuliskan dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, bahwa:

“Yang dicari pada binatang atau apa pun objeknya adalah keunggulan sifat serta kelebihan tujuannya, bukan semata pada kekuatan fisiknya.”

Keunggulan sifat serta kelebihan tujuannya menjadi hal yang paling penting bagi kita untuk menjadi manusia. Bukan manusia yang paling kuat fisiknya yang menjadi manusia terbaik.

Tapi manusia yang terbaik adalah manusia yang memiliki sifat yang unggul dari manusia rata-rata. Dia memiliki rasa mencintai dan memiliki sifat pengasih pada sesama makhluk.

Dia tidak hanya mencintai manusia dengan memanusiakan manusia, tapi ia juga memperlakukan hewan-hewan dengan baik beserta lingkungan tempat mereka tinggal.

“Apabila pemahaman semacam ini telah Anda sadari, maka jelaslah bahwa ilmu itu memiliki kelebihan yang luar biasa dibandingkan perkara lainnya; sebagaimana kuda memiliki kelebihan dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya.”

Jika kita benar-benar memahami bahwa keunggulan sifat lebih utama dan kelebihan tujuannya. Maka sesekali kita tidak akan pernah meletakkan ilmu berada dibawah dari perkara lain.

Ilmu memiliki kelebihan dari segala perkara di dunia ini. Apa yang ingin kita lakukan selalu berlandaskan pada ilmu. Tidak ada hal yang dilakukan tanpa ilmu.

Kita ingin beribadah, maka itu tidak akan pernah lepas dengan ilmu. Meskipun dalam hal-hal sepele seperti membersihkan diri pun ada ilmunya yang harus kita pelajari.

“Ilmu adalah kelebihan pada dirinya sendiri dan bersifat mutlak, tanpa harus dikaitkan dengan persoalan yang lain. Sebab, ilmu menjadi bagian kesempurnaan sifat yang melekat langsung kepada Allah Swt.”

Bahkan kelebihan ilmu itu terletak pada dirinya sendiri dan bersifat mutlak. Ilmu tidak perlu dikaitkan dengan persoalan lain untuk bisa menjadikannya memiliki kelebihan.

Jika kita ingin mengatakan sesuatu memiliki kelebihan, maka kita perlu mengaitkan sesuatu tersebut dengan hal lain. Seperti mobil yang memiliki kelebihan teknologinya.

Untuk menunjukkan kelebihan mobil pada teknologinya, maka kita kaitkan kemampuan teknologi canggih yang melekat pada mobil tersebut. Tanpa itu, mobil tidak memiliki kelebihan.

“Dengan ilmu, para malaikat dan para Nabi dimuliakan oleh Allah. Sampai-sampai, perumpamaan yang bisa dipetik dari kelebihan ilmu seperti; kuda yang terlatih lebih baik daripada kuda dungu yang sulit dilatih.”

Bahkan letak kelebihan ilmu itu sendiri mampu menjadikan para malaikat dan para Nabi mulia. Lalu apa yang bisa menandingi kelebihan ilmu itu sendiri. Subhanallah.

Perumpamaan kelebihan ilmu adalah seperti hewan yang memiliki keterampilan yang terlatih. Ia dapat melakukan hal apa saja yang tidak dapat dilakukan oleh hewan lainnya.

Dengan kata lain, ilmu mampu menjadikan seseorang lebih unggul dari orang-orang biasanya. Mencapai keunggulan diri adalah dengan menjadikan diri kita sebagai wadah ilmu.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload