Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 09 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Kunci Kebaikan Terletak Pada Ilmu Dan Ibadah.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-82. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Hal Yang Patut Dicari Dan Disyukuri Adalah Rintangan.

Semakin lama kita semakin bertumbuh dalam segala aspek kehidupan kita. Semakin lama kita semakin bijak dikarenakan pengetahuan dan pengalaman kita terus bertambah.

Dulu mungkin kita berpikir bahwa jika hidup tanpa rintangan, mungkin hidup kita akan baik-baik saja. Tapi setelah banyak hal yang kita alami dan banyak hal yang kita lalui, hidup butuh itu.

Bukan hidup butuh. Tapi memang hidup adalah itu. Hidup ialah rintangan yang harus kita lalui. Hidup tanpa rintangan maka itu bukan hidup namanya. Hidup itu sendiri bermakna rintangan.

Maka apapun yang akan kita lakukan, apapun yang ingin kita capai dalam hidup kita. Maka kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya rintangan. Meski kita tidak menginginkannya.

Bahkan ketika kita tidak memiliki sesuatu yang ingin kita capai dalam hidup. Kita akan tetap bertemu dengan yang namanya rintangan. Karena hidup itu sendiri bermakna rintangan.

Rintangan bukanlah sesuatu yang harus kita takuti. Tapi ia merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Karena dari hal yang kita lalui akan bermakna dan memiliki arti.

Apa yang akan kita lakukan ketika kita menghadapi rintangan adalah sesuatu yang akan mengajari kita apa arti dan makna dari sebuah kehidupan yang kita jalani.

Rintangan menjadikan hidup lebih berarti. Rintang merupakan sesuatu yang menjadikan kita belajar dan bertumbuh. Dari situ kita bisa menemukan makna hidup yang kita perlukan.

Orang yang takut dengan rintangan akan selalu dihantui oleh rasa takutnya sendiri. Dan itu pun menjadi rintangan baginya.

Maka, kita tidak perlu menghindari rintangan karena rintangan sesungguhnya adalah sesuatu yang bukan untuk dihindari, tapi rintangan adalah sesuatu yang patut kita cari dan syukuri.

Kenapa kita harus mencari rintangan? Ya, agar kita senantiasa belajar dan terus bertumbuh. Karena dengan rintangan kita jadi terpacu untuk melakukan dan mencoba berbagai macam hal.

Kenapa kita harus mensyukuri rintangan? Ya, karena itu tanda bahwa kita sebenarnya sudah berada di level yang berbeda dari yang sebelumnya. Ada progres yang kita ciptakan.

Karena rintangan datang kepada seseorang yang pantas untuk mendapatkannya. Jadi jika seseorang tidak memiliki rintangan dalam hidupnya, itu karena sebenarnya dia belum pantas.

Bersyukurlah ketika kita bisa mendapatkan rintangan berupa ujian dan cobaan hidup. Karena sesungguhnya kita pantas dan mampu untuk menjalankan ujian dan cobaan tersebut.

Justru ketika kita tidak memiliki rintangan dalam hidup, kita harus bertanya, “Apa yang menjadikan kita belum pantas untuk mendapatkan ujian dan cobaan dalam hidup?”

Bisa jadi kita belum mendapatkan rintangan hidup karena kita masih lemah. Dan jika kita mendapatkan rintangan, maka itu artinya kita adalah seseorang yang kuat dan perkasa.

Itulah alasan kenapa kita harus mencari rintangan hidup ketika kita tidak memilikinya. Dan itulah mengapa kita harus bersyukur ketika kita mendapatkan rintangan berupa ujian dan cobaan.

Kalau kamu tidak punya rintangan dalam hidupmu, saya akan sarankan untuk men challenge dirimu sendiri dengan berbagai macam hal. Hal-hal yang simpel dan mudah saja dulu.

Seperti challenge dirimu konsisten menulis lima ratus kata dalam sehari dan setiap hari. Setidaknya dengan itu kamu jadi punya hal yang bisa menjadikanmu belajar dan bertumbuh.

INSIGHT 2

Kesempatan Ada, Tapi Kita Abaikan Kesempatan Itu.

Penyesalan terhadap hilangnya kesempatan juga jadi resiko yang harus diterima oleh orang-orang yang suka melakukan penundaan. Sangat disayangkan kesempatan yang hilang.

Sebagian besar penyebab orang tidak bisa maju diantaranya adalah tidak adanya kesempatan yang mereka dapat dalam hidup mereka. Tidak ada peluang bagi mereka bertumbuh.

Seperti contoh pendidikan, misalnya. Banyak generasi yang akhirnya tidak bisa bertumbuh dan maju karena mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mencari ilmu.

Pun jika mereka belajar, mereka belajar dengan seadanya yang mana diantara sekolah tempat mereka mencari ilmu tidak layak untuk ditempati dan disebut sebagai tempat belajar.

Kualitas pendidikan yang mereka dapatkan jauh dari sempurna jika dibandingkan dengan daerah yang mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Hilanglah kesempatan mereka.

Tapi ada juga orang yang meski sudah mendapatkan kualitas pendidikan yang baik, mereka tidak menggunakan hal tersebut dengan sebaik mungkin. Hilang juga kesempatan mereka.

Sebagiannya lagi ada yang tidak mendapatkan kesempatan dan mereka membiarkan hidup mereka tanpa adanya usaha untuk mencari peluang. Hilang juga kesempatan mereka.

Dan sangat saya apresiasi bagi mereka yang tidak mendapat kesempatan yang layak, tapi dia masih mau berjuang dengan semangat yang tak kalah besar dengan semangat orang lain.

Dan lebih sangat saya apresiasi lagi bagi mereka yang berani untuk keluar mencari kesempatan dan peluang untuk maju.

Mereka yang berjuang demi kemajuan dan demi kesejahteraan kaumnya adalah orang-orang yang rajin, tekun dan ulet dalam mencari kebaikan dan mereka tidak suka menunda-nunda.

Dan orang-orang yang kehilangan kesempatan adalah mereka yang suka melakukan penundaan. Mereka tidak tahu nilai dari sebuah kesempatan, itulah mengapa mereka abaikan.

Orang-orang yang suka melakukan penundaan adalah orang yang dengan sengaja mengabaikan peluang baik dalam hidup mereka. Mereka sombong dengan peluang yang datang.

Mereka beranggapan bahwa peluang bisa datang kapanpun mereka menginginkannya. Mereka tidak tahu bahwa peluang dan kesempatan hanya datang sekali dalam hidupnya.

Kesempatan untuk bisa mengerjakan tugas sebelum datang tenggat waktunya hanya ada sekali. Dan jika kita mengabaikan, maka kita telah mengabaikan kesempatan itu dengan sengaja.

Dampak terbesar dari mengabaikan kesempatan yang ada adalah sebuah penyesalan. Seringkali kita melihat orang yang menyesal ketika mereka tahu mereka kehilangan kesempatan.

Hal yang paling ekstrim adalah ketika seseorang kehilangan orang-orang yang ia cintai. Ia katakan bahwa dirinya menyesal karena dulu belum melakukan sesuatu hal yang baik.

Ia menyesal karena belum bisa memberikan yang terbaik. Tapi ajal sudah lebih dulu menjemput orang yang dicintainya. Dan itu menjadikan ia menyesali apa yang telah ia lakukan.

Sebenarnya dia bisa memberikan yang terbaik sesama hidup orang yang dicintainya. Tapi ia memilih menunda untuk dapat memberikan hal yang terbaik kepada orang yang dicintainya.

Sebenarnya orang yang dicintainya adalah orang tuanya yang bisa ia bahagiakan jika ia tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengajak orang tuanya bicara meski hanya sebentar saja.

INSIGHT 3

Kunci Kebaikan Terletak Pada Ilmu Dan Ibadah.

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah memberikan komentarnya mengenai firman Allah Swt.,

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةً

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)

Menurut Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah, yang dimaksud dengan kebaikan di dunia itu adalah berilmu dan beribadah. Sedang kebaikan di akhirat adalah kenikmatan surgawi.

Jika kita menginginkan kebaikan pada diri kita di dunia, maka hendaknya kita belajar agar kita menjadi orang yang berilmu. Dan hendaknya pula kita beribadah agar kita tidak lupa Tuhan.

Jika selama hidup, kita belum mendapatkan kebaikan.apapun. Kemungkinan besar karena kita belum banyak belajar, belum banyak berilmu. Karena ilmu mendatangkan kebaikan dunia.

Dan beribadah kepada Allah menjadikan kita jauh dari hal-hal buruk yang muncul dari ilmu seperti salah dalam memahami ilmu atau menggunakan ilmu untuk sesuatu yang buruk.

Ilmu yang baik pasti akan mendatangkan kebaikan. Namun jika ilmu yang baik ada pada orang yang tidak baik. Maka bisa jadi ilmu yang baik tersebut disalahgunakan oleh orang tersebut.

Maka dari itu, beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita jauh dari sifat yang salah terhadap ilmu. Dan itu menjadikan ilmu yang baik berada pada orang yang baik.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dikisahkan seorang ahli hikmah bertanya pada sesamanya, “Kepemilikan atas apakah yang dapat disimpan dalam waktu lama?”

Lalu salah seorang ahli hikmah lainnya menjawab,

“Yaitu kepemilikan atas sesuatu yang apabila kapal yang tengah engkau tumpangi karam di lautan lepas, maka milikmu tersebut selalu ikut berenang bersamamu; yakni ilmu. Dengan kata lain, bahwa yang dimaksud dengan karamnya kapal adalah binasa atau hancurnya anggota tubuh dengan kematian, dan yang tersisa hanya ilmu yang melekat pada isi kepala.”

Insight yang saya dapat: bahwa meski tubuh kita sudah hilang hancur lebur karena kematian; ilmu akan tetap ada di dalam kepala orang lain, yaitu orang-orang yang pernah kita ajari.

Bahwa menurut pendapat Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah kebaikan dunia adalah berilmu. Tapi insight lain yang saya lihat, ilmu juga bernilai kebaikan pada kehidupan kita di akhirat kelak.

Pahala kebaikan atas ilmu yang dibagikan akan terus mengalir kepada pemiliknya (orang yang senantiasa membagikan ilmu dengan niat untuk mendapatkan keridhoan Allah Swt.).

Maka kalimat saya diawal akan saya tarik kembali dan saya akan katakan, jika kita mengharapkan kebaikan di dunia dan di akhirat maka belajar dan pelajarilah ilmu yang bermanfaat.

Dan bagikan ilmu itu dengan niat karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan karena menginginkan imbalan berupa materi; hal lain seperti ingin terkenal dan ingin disanjung karena ilmunya.

Maka untuk mencegah diri dari niat buruk tersebut, caranya adalah dengan beribadah, yaitu dengan senantiasa mengingat Allah Swt. Semoga kita selalu dilindungi Allah Swt. Aamiin...

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload