Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 19 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Orang Gagal Dan Berhasil Perbedaannya Hanya Selangkah.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-92. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Orang Gagal Dan Berhasil Perbedaannya Hanya Selangkah.

Kita semua tahu bahwa apa yang kita inginkan, itu hanya bisa kita dapatkan dengan dua kata, yaitu usaha dan doa. Tanpa hal tersebut kita tidak akan pernah mendapatkan keinginan kita.

Tapi kebanyakan dari kita terbagi menjadi dua kubu. Pertama, ada kubu yang hanya berusaha secara keras sampai-sampai dia lupa tidur, lupa makan dan lupa berdoa.

Dan yang kedua, orang-orang yang setiap saat berdoa agar apa yang diinginkannya bisa tercapai. Tapi ada satu hal yang paling penting yang sering kita lupakan, yaitu berusaha.

Doa dan usaha merupakan dua hal yang penting dalam hidup yang tidak dapat dipisahkan. Artinya, salah satu dari mereka tidak kita kerjakan, maka kita tidak akan pernah berhasil.

Kalaupun kita berhasil tanpa doa dan usaha, itu adalah bentuk kebaikan Tuhan kepada kita. Seperti, misalnya kita mendapat sesuatu secara mendadak, seperti rezeki atau jodoh.

Itupun pendapat para Ustadz, apa yang kita dapatkan yang kita anggap kita tidak pernah berdoa dan berusaha untuk mendapat hal tersebut, adalah doa yang dulu pernah kita panjatkan.

Hanya saja kita lupa kapan kita mendoakannya dan kita tidak sadar selama kita berjalan ternyata kita telah mengusahakan yang kita inginkan. Itulah kenapa kita layak mendapatkannya.

Satu hal yang harus kita pahami adalah, tidak ada doa dan usaha yang pernah kita lakukan sebagai hal yang sia-sia.

Sekali kita mendoakan dan mengusahakan apa yang menjadi harapan kita, insya Allah kita pasti akan mendapatkannya, tidak sekarang tapi di akhirat kelak kita akan melihat balasannya.

Hal yang sering menjadi pandangan yang salah dalam hidup kita ialah beranggapan bahwa ketika kita berdoa sekali, maka kita akan mendapatkan apa yang kita pinta kepada Tuhan.

Sebagian lagi ada yang berdoa tidak hanya sekali, melainkan dia berdoa berkali-kali. Tapi ketika yang dia doakan belum bisa ia dapatkan, maka dia berputus asa dengan doanya tersebut.

Dengan kata lain dia berhenti berdoa. Karena mungkin dia beranggapan tidak ada gunanya berdoa. Ya, menurut saya sedikit salah dan sedikit benar dengan pernyataan tersebut.

Tidak ada gunanya berdoa, jika kamu berdoa tidak mengikuti doa tersebut dengan usaha. Tidak ada gunanya berdoa, jika kamu berdoa tidak mengikuti doa tersebut dengan sabar.

Ketika kamu putus asa dengan doa yang telah lama kamu pinta tapi belum juga terkabulkan. Cobalah untuk mengecek dirimu sendiri, apakah selama ini kamu telah berusaha dan bersabar?

Jika belum cukup berusaha, maka yakinlah bahwa apa yang kamu doakan pasti akan kamu peroleh jika kamu sudah cukup berusaha untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Allah selalu menilai kita dari seberapa jauh perjalanan (baca: usaha) yang kita tempuh. Jika perjalanan kita tempuh belum cukup jauh, maka cobalah untuk melangkah lebih jauh lagi.

Siapa tahu apa yang kamu doa-doakan selama ini tinggal satu langkah lagi untuk bisa mencapainya. Jadi teruslah melangkah seberapapun jauh jarak yang harus kita tempuh.

Terlebih lagi jika apa yang ingin kita capai adalah sesuatu yang baik dan mulia. Terlebih lagi jika apa yang kita inginkan adalah sesuatu yang bisa mendapatkan kebaikan bagi kita dan orang.

Satu fakta yang sering saya temukan mengenai orang gagal, adalah orang yang gagal seringkali menghentikan langkahnya ketika tinggal selangkah lagi ia akan berhasil mencapainya.

INSIGHT 2

Sebaik-baiknya Hasil Manusia Bukanlah Kesempurnaan.

Alasan lain mengapa kita sering gagal mencapai sesuatu yang kita inginkan ialah karena kita terlalu membuat standar yang itu terlalu sempurna untuk kita capai, to good to be true.

Dan parahnya lagi, kita selalu beranggapan bahwa kita mampu untuk mencapai sesuatu yang sempurna. Meski secara sadar kita tahu bahwa yang sempurna tidak mudah untuk dicapai.

Tapi kita selalu mengejar dan menginginkan kesempurnaan. Bahkan lebih anehnya lagi, kita beranggapan bahwa kita bisa mencapai kesempurnaan hanya dengan satu langkah.

Akan sangat sulit sekali dan kecil kemungkinannya kita bisa mendapatkan sesuatu yang terlalu sempurna. Sedangkan jika dilihat dari kemampuan kita amat sangat jauh dari kata bisa.

Yang namanya standar, maka itu haruslah standar yang sesuai dengan karakteristik yang kita miliki. Jangan membuat standar yang menyulitkan diri sendiri. Buatlah itu semudah mungkin.

Jangan katakan pada dirimu, “Saya harus bisa menyelesaikan tugas ini dengan hasil yang sebaik-baiknya.” Karena itu akan sangat memberatkan dirimu sendiri saat kamu berusaha.

Terlebih lagi ketika kamu gagal mencapai hal tersebut, kamu akan sangat kecewa dengan hasil yang kamu dapatkan. Itulah yang kamu dapatkan ketika ekspektasimu terlalu tinggi.

Tidak ada tempat bagi seseorang yang terlalu menginginkan kesempurnaan dalam hidupnya selain daripada kegagalan.

Kita hidup bukan untuk mengejar kesempurnaan dalam hidup. Akan tetapi kita hidup ialah untuk terus berusaha sampai batas kemampuan yang kita miliki. Sempurna bukanlah goals mu.

Terlalu mengejar kesempurnaan hanya akan membuatmu lelah dan hanya akan membuatmu tambah kecewa ketika kamu tahu bahwa kamu gagal mendapatkan kesempurnaan tersebut.

Apakah kamu tahu apa itu kesempurnaan? Kesempurnaan itu adalah hasil yang kamu dapatkan ketika kamu tidak melakukan sedikitpun kesalahan dalam usaha yang kamu lakukan.

Ketika kamu melakukan sedikit kesalahan saja meski itu hanya beberapa persen, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan kesempurnaan. Apakah kamu bisa melakukan hal tersebut?

Maksud saya, apakah kamu bisa berusaha tanpa kesalahan? Apakah kamu bisa mencapai sesuatu tanpa adanya sedikitpun kesalahan yang kamu lakukan? Apakah kamu yakin bisa?

Saya rasa kamu akan meragukan hal tersebut. Karena apapun yang kamu lakukan akan selalu diikuti dengan kesalahan meski kesalahan itu hanyalah kesalahan yang kecil di matamu.

Ingat, rumus kesempurnaan adalah tidak ada ditemukan sedikit kesalahan. Tidak ada kecacatan dalam kesempurnaan. Jika itu ada, maka itu tidak bisa dikatakan sebagai kesempurnaan.

Mungkin kita bisa mengatakan kepada diri kita, bahwa “Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun yang saya lakukan. Tugas ini harus berakhir dengan hasil yang sempurna.” Mungkin bisa.

Tapi sayangnya itu hanyalah sebuah kata-kata yang tidak akan pernah bisa kamu wujudkan dalam tindakanmu. Tindakanmu itu tidak akan pernah lolos dari kesalahan yang kamu perbuat.

Silahkan bermimpi untuk mencapai kesempurnaan. Tapi kamu harus sadar dengan yang dimaksud sebuah kesempurnaan. Itu harus selalu ada dipikiranmu setiap kali kamu ingin sempurna.

Pada akhirnya kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan dalam hidup kita. Tapi yang pasti dan bisa kita dapatkan adalah hasil yang baik, hasil yang benar-benar kita butuhkan.

INSIGHT 3

Jangan Pernah Sesekali Meremehkan Hal Sekecil Apapun.

Berkatalah salah seorang ahli hikmah tentang dua orang yang memiliki kriteria yang tidak dan/atau kurang baik bagi seorang yang tengah mencari ilmu dan telah mempelajari sebuah ilmu.

“Sesungguhnya, aku tidak bisa berbelas-kasih kepada salah seorang dari dua orang berikut ini; yaitu, orang yang menuntut ilmu namun tidak memahaminya karena meremehkan ilmu yang sedang dituntun, dan orang yang memahami ilmu namun tidak menuntut ada pengamalan atas apa yang telah diketahuinya.”

Ihya Ulumuddin, hal 22.

Hal yang sering saya temui bagi seseorang yang tidak bisa memahami suatu ilmu ialah karena memiliki sesuatu hambatan yang menghalanginya dari memahami ilmu tersebut.

Tapi apa yang saya baca dari kitab Ihya Ulumuddin dari sebuah perkataan salah seorang ahli hikmah, yaitu seseorang bisa jadi tidak bisa memahami ilmu karena ada hambatan yang ia alami.

Melainkan dirinya sulit bisa memahami ilmu yang sedang ia pelajari karena dirinya meremehkan ilmu tersebut atau memandang remeh ilmu yang sedang dipelajarinya.

Meremehkan ilmu adalah sebuah perilaku yang tidak baik dan tidak seharusnya dilakukan oleh seseorang yang benar-benar menggunakan jalan hidupnya untuk mencari ilmu bermanfaat.

Sekalipun ilmu yang kita pelajari adalah ilmu yang mungkin kelihatannya remeh, jangan sekali-kali kita mencelanya.

Apalagi sampai hati kita mencaci ilmu tersebut. Karena ilmu itu adalah sesuatu yang mulia dan tak pantas untuk dicaci.

Andaipun kita menganggap ilmu yang kita pelajari adalah ilmu yang biasa. Maka cukup kita tinggalkan saja jangan sampai kita mencela dan mencaci ilmu itu. Pelajari atau tinggalkan pergi.

Dan orang yang memahami ilmu namun tidak menuntut ada pengamalan atas apa yang telah diketahuinya, itu juga tidaklah baik untuk dilakukan oleh seorang pelajar sejati.

Memang ada beberapa ilmu yang mungkin sulit untuk bisa kita amalkan. Akan tetapi setidaknya kita sudah berusaha sebisa dan semampu kita. Yang terpenting adalah usahanya.

Katakanlah kita belajar cara produktif menulis setiap hari. Habis dari mempelajarinya, kita coba untuk mengamalkannya. Sulit atau tidaknya nanti kita pikirkan, setidaknya ada usaha dulu.

Tidak harus mengejar hasil yang terlalu besar seperti menulis 1000 kata sehari, misalnya. Cukup mulai dari yang kita mampu saja dulu. Misalnya, menulis quotes setiap hari.

Itu akan jauh lebih baik daripada menulis 1000 kata setiap hari dengan hasil yang bolong-bolong. Sedikit tapi konsisten lebih baik daripada banyak tapi tidak konsisten sama sekali.

Jangan pernah meremehkan ilmu meski kecil apapun ilmu itu di pandangan kita. Memang terlihat remeh ketika kita hanya bisa menulis quotes setiap hari dimana orang sudah lebih dari itu.

Tapi hal seremeh itu bisa menjadikan kita terbiasa menulis, dan ketika kita sudah terbiasa menulis setiap hari, percaya atau tak percaya sekalipun, kemampuanmu akan meningkat.

Itulah yang saya alami selama ini. Saya memulai dari menulis kutipan setiap hari, kemudian meningkat dari hanya menulis kutipan setiap hari menjadi menulis narasi dari kutipan.

Dan sampai sekarang, saya sudah terbiasa menulis 1000 kata lebih setiap hari. Itu bisa terjadi, insya Allah karena saya tidak meremeh hasil sekecil apapun. Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload