Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 26 Jumadil Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Semut Turut Mendo’akan Kebaikan Bagi Mereka Yang Gemar Membagikan Ilmunya.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-99. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Carilah Kesuksesan Untuk Sekarang Dan Untuk Nanti.

Sukses adalah sebuah kata yang banyak diburu oleh manusia. Karena sukses adalah poin penting dalam kehidupan mereka.

Siapa yang tidak menginginkan kesuksesan? Semua orang di muka bumi pasti menginginkan kesuksesan. Adapun yang tidak menginginkannya, mereka sedang berputus asa.

Hanya orang yang berputus asa yang tidak memiliki hasrat dan keinginan untuk mendapatkan kesuksesan. Mungkin hidupnya sudah terlalu sering mengalami kegagalan.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kesuksesan? Adakah cara untuk kita bisa mendapatkan kesuksesan hidup? Apakah kesuksesan hanya untuk dunia; selain dari itu tidak ada?

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kesuksesan sangatlah simpel. Sukses adalah sesuatu yang bisa kamu dapatkan dari apa yang kamu kerjakan. Apapun itu selama memiliki nilai.

Tidak harus mendapatkan apa yang kita inginkan untuk bisa mengatakan kita telah sukses. Tapi ketika kita mendapatkan apa yang kita butuhkan, disitulah letak kesuksesan kita.

Selalu ada yang kita butuhkan yang kita dapatkan dari usaha yang kita lakukan. Memang, kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi kebutuhan lebih baik daripada keinginan.

Keinginan belum tentu baik bagi diri kita. Tapi apa yang kita butuhkan sudah pasti baik bagi diri kita sendiri. Namun kita itu sering tidak bisa memandang yang kita butuhkan dengan baik.

Kita selalu memiliki hasrat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan bukan apa yang kita butuhkan. Dan ketika kita tidak bisa mendapatkannya, disitulah kita merasa diri kita gagal.

Padahal pada faktanya, kita tidak mengalami kegagalan. Tapi kita sedang mengambil apa yang kita butuhkan untuk diri kita. Apa itu? Yaitu pelajaran berharga yang orang lain tidak miliki.

Disitulah letak kesuksesan kita. Selalu mendapatkan pelajaran yang berharga di setiap usaha yang kita lakukan meski kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.

Jika ada pertanyaan tentang cara untuk kita bisa mendapatkan kesuksesan hidup, maka caranya ialah dengan mencari setiap pelajaran berharga yang terdapat pada setiap usaha kita.

Lalu, apakah kesuksesan hanya untuk dunia; selain dari itu tidak ada? Dunia sebagaimana yang dikatakan Tuhan hanyalah sebuah ujian bagi manusia untuk hidup di alam selanjutnya.

Akan sangat rugi bagi seseorang yang hanya mencari kesuksesan di dunia, namun mengabaikan kesuksesan lainnya. Jelas, dia tidak tahu apa yang dia butuhkan.

Jika kita hanya mencari kesuksesan di dunia, maka yang akan kita dapatkan hanyalah nikmat yang bersifat sementara. Jika kita mati, maka kita tidak bisa lagi merasakannya.

Nikmat dunia bukanlah satu-satunya yang harus kita prioritaskan. Karena kita semua sudah tahu bahwa apa yang ada di dunia itu sifatnya hanya sementara.

Sedangkan nikmat alam selanjutnya adalah sesuatu yang nyata dan kekal. Disanalah letak semua kenikmatan yang kita inginkan. Dan tidak ada sedikitpun penderitaan di dalamnya.

Kesuksesan dunia memang penting, tapi lebih penting lagi kesuksesan di alam selanjutnya. Carilah kesuksesan dunia yang juga bisa mendapatkan kesuksesan di alam berikutnya.

Maka tidak ada penyesalan yang akan menimpa seorang hamba ketika dirinya berhasil mendapatkan kesuksesan di dunia dan kesuksesan di alam selanjutnya.

INSIGHT 2

Ambil Reward Sesudah Bukan Sebelum Mengerjakan Tugas.

Waktu sangatlah penting dan berarti bagi seseorang. Dan setiap orang mendapatkan jatah waktu yang sama.

Ada orang dengan waktu yang ia miliki bisa menyelesaikan banyak hal. Ada orang dengan waktu yang ia miliki hanya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan, tapi berarti dan bermakna.

Dan ada orang dengan waktu yang ia miliki dirinya tidak bisa mendapatkan apa-apa. Kenapa? Karena dirinya telah berbuat hal yang tidak baik pada waktu yang ia miliki.

Dia lebih memilih untuk menyia-nyiakan waktu yang ia miliki dengan berbagai aktivitas yang tidak bermakna. Sedang ia tahu ada sesuatu yang harus ia selesaikan sesegera mungkin.

Biasanya orang yang suka menyia-nyiakan waktu adalah orang yang suka meremehkan waktu. Ia memandang waktu seperti ia memandang sebuah film yang dapat diputar ulang berkali-kali.

Ia tidak tahu bahwa hidupnya adalah film yang terus berjalan memakan waktu. Setelah itu, tidak ada kesempatan lagi untuk bisa kembali ke waktu dimana kita menyia-nyiakan waktu.

Meremehkan waktu itu sama dengan meremehkan pemberian yang paling berharga dari Tuhan. Hanya orang yang tidak mengenal nikmat Tuhannya yang berani melakukan hal itu.

Jangan pernah meremehkan waktu dengan meramalkan diri kita bisa menggunakan waktu nanti dengan sebaik mungkin. Karena kita adalah peramal yang buruk.

Coba ingat-ingat kembali peristiwa dimana kita suka meramal waktu. Kita suka meramal waktu yang kita miliki dengan hanya bermodalkan anggapan atau pendapat peribadi saja.

Kita beranggapan bisa menyelesaikan suatu tugas hanya dalam waktu 30 menit, misalnya. Tapi ketika kita kerjakan, ternyata tugas tersebut memakan waktu lebih dari 30 menit.

Kita katakan pada diri kita bahwa hanya lima menit untuk membuka dan scrolling sosial media. Tapi tanpa kita sadari kita telah menggunakan waktu lebih dari 5 menit untuk hal tersebut.

Kita adalah peramal yang buruk dalam meramalkan waktu yang akan kita gunakan. Anggapan kita tentang bisa menyelesaikan sebuah tugas dalam kurun waktu tertentu sering kali salah.

Maka jangan pernah meramalkan waktu. Jika ada tugas yang harus kita kerjakan pada saat itu dan dapat diselesaikan pada saat itu juga; kerjakan! Jangan abaikan tugas tersebut.

Jangan suka menunda pekerjaan dengan mengatakan, “Ah, cuman segini doang tugasnya. Paling juga 5 menitan selesai.” Itu adalah tindakan yang meremehkan tugas dan waktu.

Apalagi ketika kita menunda pekerjaan yang harus selesai pada saat itu juga. Kita suka katakan, “Bentar dulu mulainya. Mau cek WA dulu, siapa tau ada yang penting.”

Kita selalu beranggapan bahwa ada yang lebih penting dari tugas penting yang harus diselesaikan pada saat itu juga. Sadarlah, bahwa kita adalah peramal yang buruk.

Jangan meramalkan diri kita bisa melakukan tugas yang tidak penting hanya sebentar. Karena waktu kita terlalu banyak kita habiskan untuk hal-hal dan tugas yang tidak penting.

Boleh saja kita melakukan hal-hal yang tidak penting jika itu kita buat sebagai reward karena kita telah melakukan sesuatu yang berat dan sesuatu yang sangat melelahkan.

Tapi ingat! Meski itu adalah reward, claim reward mu setelah kamu berhasil menyelesaikan sebuah tugas, bukan sebelum kamu mengerjakan tugas. Itu sangat penting untuk kamu ingat.

INSIGHT 3

Semut Turut Mendo’akan Kebaikan Bagi Mereka Yang Gemar Membagikan Ilmunya.

Diantara kebaikan bagi orang-orang yang tidak menyembunyikan ilmu yang dimilikinya dan dengan ikhlas mengajarkannya kepada orang lain ialah mendapatkan do’a.

Do’a kebaikan atas orang-orang yang senantiasa membagikan ilmu yang ia miliki kepada orang lain. Bahkan yang mendo’kan kita termasuk di dalamnya adalah makhluk Allah di lautan.

Doa kebaikan adalah sesuatu yang jarang dimiliki oleh orang lain. Dan jika kita sampai mendapatkan doa kebaikan, maka mulialah diri kita atas apa yang kita lakukan.

Bahkan semut-semut yang berada di dalam lubang pun turut mendo’akan kebaikan bagi orang-orang yang gemar mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Dari kitab Ihya Ulumuddin saya membaca sabda Rasulullah ﷺ

“Bahwasanya Allah Swt., para malaikat-Nya, isi langit dan bumi-Nya, bahkan semut-semut di dalam lubang beserta ikan-ikan di lautan, semua berdo’a bagi kebaikan mereka yang gemar mengajarkan ilmu kepada orang lain.”

Diriwayatkan oleh Imam Al-Tirmidzi dari hadist Abi Umamah, dan mengatakan bahwa statusnya gharib. Pada bagian riwayat milik Imam Al-Tirmidzi yang lain disebutkan, bahwa status riwayat ini adalah shahih. Saya (Muhaqqiq) berpendapat, Imam Al-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab Sunan miliknya, hadits nomor 2685. Imam Al-Haitsami juga meriwayatkan dalam al-Mujma’, Jilid 1, hal. 124. Imam Al-Albani menyebutkan riwayat ini dalam Shahih Al-Jami’, hadist nomor 1838, lalu menyatakan, status riwayat ini adalah shahih.

Apakah kita tidak menginginkan kebaikan pada diri kita? Saya rasa semua orang pasti mengharapkan kebaikan itu ada pada diri mereka, kecuali orang-orang yang sombong.

Jika kita menginginkan kebaikan terlebih lagi mengharapkan do’a baik dari makhluk Allah Swt. sebagaimana yang terdapat dalam hadist diatas, maka sebaiknya gemar berbagi ilmu.

Mungkin menurut sebagian orang malu membagikan ilmu yang mereka miliki dikarenakan ilmu yang dikuasainya masih belum banyak. Maka mereka berpendapat belum pantas dibagi.

Tidak perlu menunggu ilmu yang kita miliki banyak untuk bisa berbagi. Apakah kita harus menunggu diri kita baru kita bisa berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan?

Atau sebenarnya kita tidak mau membagi harta yang sedikit yang kita miliki karena ada ketamakan pada diri kita dan tidak mau berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.

Satu ayat yang kita bagikan sekarang kepada orang lain, itu lebih baik daripada seribu ayat yang kita menunggunya genap seribu terlebih dahulu lalu kita bagikan kepada orang lain.

Jika kita bisa berbuat baik kepada orang lain saat ini juga, lalu mengapa harus ditunda. Apakah kita percaya bahwa masih ada waktu bagi kita untuk berbuat baik kepada orang lain?

Tidakkah kita senang jika kita mendapatkan do’a-do’a baik dari makhluk-makhluk Allah Swt. yang ada di bumi dan yang ada di langit? Do’a-do’a tersebut adalah sebuah kemuliaan bagi kita.

Semoga kita senantiasa untuk mencari dan mempelajari ilmu serta membagikannya kepada mereka yang membutuhkannya tanpa ada syarat yang memberatkan dari sisi penerimanya.

Ilmu adalah sebuah anugerah yang dititipkan Allah Swt. kepada hamba-Nya yang senantiasa mencari dan mempelajari ilmu. Itu harus kita jaga dengan mengamalkannya dan mengajarkannya.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload