Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 08 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Bahasa Mempengaruhi Bagaimana Cara Kita Bertindak.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-111. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Menulis Adalah Satu Cara Untuk Menangkal Kebingungan.

Alhamdulillah saya ucapkan untuk menyatakan bahwa segala puji dan puja hanya milih Sang Pencipta yang Maha Agung dan Maha Pemberi Petunjuk kepada hamba yang Ia kehendaki.

Entah seberapa banyak pujian yang saya ucapkan tidak akan pernah mampu membalas segala nikmat yang telah saya dapat dari sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Bahkan jika saya hidup 1000 tahun, lalu detik dalam setiap hari dalam dalam bulan, dalam tahun tersebut tidak akan bisa bagi saya untuk membalas semua nikmat dari sisi-Nya.

Meski demikian, bahwa pujian ini saya haturkan pada-Nya yang Maha Kuasa, Ia etap membalas setiap dzikir yang keluar dari lisan ini dengan kebaikan. Lalu apa yang tidak bisa disyukuri?

Sungguh hari ini saya sangat bersyukur karena masih konsisten menulis 1000 kata setiap hari setelah mulai sejak masih bulan agustus dan sampai sekarang masih menulis.

Hal yang mudah yang bisa membuat saya bahagia ialah ketika memulai menulis dan mulai menemukan kata per kata yang bisa saya susun menjadi sebuah kalimat.

Dan rasa bahagia itu semakin terang dalam hati saya ketika saya sudah mulai memenuhi target tulisan setiap hari.

Apa yang bisa membuat saya mudah bahagia dari menulis? Ketika memulainya saja saya merasa bahagia. Prosesnya saya nikmati dengan bahagia dan saya selesaikan dengan bahagia.

Rasa-rasanya tidak ada hal yang lebih bisa membuat saya mudah merasakan kebahagian. Saya amat bersyukur atas ini dan berterima kasih kepada semua guru saya.

Saya tidak bisa mengatakan bahwa kebiasaan menulis saya ini lahir dari jerih payah saya pribadi. Karena apa yang saya lakukan sekarang adalah hasil dari belajar.

Dan saya belajar banyak dari guru saya sehingga saya bisa sampai ke titik ini. Maka tidak ada hal yang pantas saya ucapkan kepada guru saya selain dari doa kebaikan untuknya.

Membangun kebiasaan menulis menurut saya tidak hanya tentang menulis. Tapi itu juga tentang bagaimana kita bisa memanage perasaan kita ketika kita ingin menulis.

Kadang kala sangat mudah rasanya ketika kita mulai satu-dua tulisan. Tapi untuk hari-hari berikutnya akan sangat terasa berat dan itu tidak mudah kita jalani.

Ada masanya kita merasa tertekan karena tidak menemukan ide. Ada juga yang dengan ringan hatinya menjauhkan tangannya dari pena dan kertas beralih ke sosial media.

Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan, bahwa menulis itu adalah penangkal dari kebingungan. Kamu bingung dengan satu hal, maka cara menangkalnya adalah dengan menulis.

Telah banyak bukti orang-orang yang memecahkan teka-teki diatas dunia ini dengan cara menulis. Saya rasa tidak banyak orang yang bisa menemukan jawaban selain dari menulis.

Menulis menjadi penangkal dari kebingungan dan lebih dari itu ia juga bisa menjadi teman kita untuk curhat. Apa yang menjadi kegelisahan kita bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan.

Bagi seseorang yang introvert dan tidak memiliki banyak teman untuk mencurahkan isi pikiran dan hatinya; menulis bisa menjadi teman baginya untuk selamanya.

Dan menurut saya, menulis tidak akan pernah meninggalkan kita. Yang bisa menjauhkan diri dari menulis adalah diri kita sendiri. Sederhananya, hanya kita yang bisa meninggalkannya.

INSIGHT 2

Bahasa Mempengaruhi Bagaimana Cara Kita Bertindak.

Dalam satu kesempatan, alhamdulillah, saya bisa belajar sebuah ilmu yang sangat berguna untuk seseorang bisa menjalani hidup dengan bahagia.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa kita sebagai manusia diberkahi dengan berbagai macam kemampuan. Dan diantara kemampuan tersebut ada lima kemampuan yang penting.

Kemampuan tersebut sering kita dengar sebagai panca indera. Ya, panca indera adalah kemampuan terpenting dalam hidup.

Kita selalu menjalani hari dengan kelima indera yang kita miliki. Dan segala aktivitas dalam keseharian kita tidak pernah lepas dari salah satu kelima indera yang kita miliki.

Kita selalu mencium aroma, mengecup rasa dalam makanan, merasakan berbagai sentuhan benda, mendengar setiap kata yang terlintas dan melihat apa yang tampak di hadapan kita.

Dari semua yang kita terima melalui kelima indera tersebut kita resap dan masukkan dalam otak kita dan kita memprosesnya sampai kita menerjemahkan semua informasi yang kita dapat.

Informasi-informasi yang tadinya kita terima tanpa kita sadari telah kita berikan makna sehingga kita dapat merespon segala hal yang kita dapatkan dari kelima indera kita.

Ada orang yang ketika dihadapkan dengan pemandangan yang indah, lalu urusannya merespon dengan memuji Tuhannya dan mengagungkan Tuhannya.

Ada orang yang ketika mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran hatinya merasa tenang, adem dan menemukan kedamaian dari apa yang ia dengar, lalu ia bersyukur kepada Tuhannya.

Jadi, selalu ada respon terhadap apa yang kita tangkap dengan kelima panca indera kita. Sehingga, perlu bagi kita untuk selalu menjaga apa yang kita katakan kepada diri kita.

Karena apa yang saya pelajari mengajarkan saya bahwa kata dan bahasa bisa mempengaruhi tindakan kita. Jadi ketika kita ingin mengubah kebiasaan, yang kita ubah adalah bahasa.

Entah kebiasaan apa yang ingin kita ciptakan, selalu dahulukan kata dan bahasa yang baik yang bisa memberdayakan diri kita. Ingat, kata kita akan mempengaruhi tindakan yang kita ambil.

Seperti kemarin yang pernah saya tulis dari insight membaca buku Kitab Anti Penundaan. Kata yang kita pilih, jika salah bisa memunculkan perasaan yang negatif.

Perasaan yang negatif menjadikan kita tidak merasakan perasaan yang nyaman. Dan karena kita tidak merasakan perasaan yang nyaman, kita mencari perasaan tersebut.

Ini bisa kita lihat dari beberapa aktivitas kita sehari-hari. Kita sering merasa tidak nyaman ketika kita mengerjakan tugas yang membuat kita merasa tertekan.

Ketika kita katakan sebuah tugas itu “harus” dikerjakan, kita mengerjakan tugas dengan rasa berat hati, tertekan bahkan kita bisa menjadi stres karena tugas yang kita kerjakan.

Dan tebak apa yang kita lakukan kalau kita merasa tertekan dengan tugas yang kita kerjakan? Ya, kita akan mencari aktivitas lain yang bisa membuat kita merasa senang.

Kita semua sudah tahu, dimana perasaan senang itu bisa kita dapatkan bahkan sangat mudah untuk kita dapatkan. Ya, bena! Kita akan membuka sosial media.

Perhatikan, yang tadi kita hanya menggunakan kata “harus” memicu bagaimana perasaan dan tindakan yang kita rasakan dan kita ambil. Oleh, karenanya perhatikan bahasa kita.

INSIGHT 3

Ilmu Adalah Keutamaan Yang Mutlak Kesempurnaannya.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin saya mendapatkan Imam Al-Ghazali Rahimahullah berkata,

“Ilmu merupakan keutamaan yang mutlak kesempurnaannya. Seperti diketahui, bahwa sesuatu yang berharga dan sangat disukai terbagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, dicari untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Kedua, dicari nilai dari sesuatu itu sendiri. Dan yang ketiga, dicari untuk mendapatkan sesuatu yang lain, sekaligus sesuatu itu sendiri.”

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak ada yang akan bisa kita dapatkan berada ditangan kita kecuali itu dengan ilmu yang Allah Swt. turunkan kepada hamba-Nya.

Dengan ilmu yang kita cari membantu kita untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang kita inginkan. Bukankah sekarang yang terjadi pada kita zaman sekarang seperti itu?

Kita mencari ilmu untuk mencari dan mendapatkan sesuatu yang lain. Ada orang yang mencari ilmu hanya untuk memastikan kehidupannya di masa depan aman.

Ada orang yang mencari ilmu untuk mendapatkan gelar yang telah dijanjikan padanya jika ia mampu menyelesaikan semua pelajaran yang dijadikan tanggung jawabnya.

Ada orang yang mencari ilmu untuk mendapatkan kepentingan dunia yang ia inginkan. Dan ada orang yang mencari ilmu untuk memajukan bangsa, negara dan agamanya.

Semuanya berakhir pada mencari sesuatu yang lain. Aneh jika ada orang yang mencari ilmu namun tidak menggunakannya untuk mencari sesuatu yang lain.

Setidaknya jika seseorang mencari ilmu bukan karena sesuatu yang lain, maka ia tetap mencarinya karena ada sesuatu yang melekat pada ilmu itu sendiri.

Bukankah ilmu itu sendiri sangat berharga. Bahkan banyak dari kita yang mengatakan bahwa ilmu itu sangat mahal. Saya lebih suka memaknai bahwa ilmu itu tidak memiliki harga.

Dikala orang memaknai ilmu itu mahal, saya sendiri lebih suka berpendapat bahwa ilmu tidak memiliki harga. Sehingga aneh rasanya ada orang yang mencari harta dengan menjual ilmu.

Karena dia sudah merendahkan ilmu dengan memberikan harga pada ilmu itu sendiri. Bahwa ilmu itu mulia, benar. Dan mulianya ilmu tidak bisa diberikan harga.

Tak berhenti berpikir saya tentang orang yang menumpuk harta dan kekayaan dengan menjual ilmu yang ia miliki. Tidakkah ia iri dengan balasan orang-orang yang mengajarkan ilmunya?

Tidakkah merasa iri dengan kemuliaan yang akan diperolehnya bila membagikan ilmu tersebut tanpa memungut harga kepada seseorang yang mempelajarinya?

Memang ilmu bisa digunakan untuk mencari sesuatu yang lain. Tapi bukan berarti sesuatu yang lain itu adalah dengan menjual ilmu untuk mendapatkan kekayaan dan kemewahan hidup.

Sesuatu yang lain adalah sesuatu yang bisa menjadikan diri kita mulai disisi-Nya. Karena saya membaca banyak tentang Allah Swt. yang memuliakan orang-orang yang menuntut ilmu.

Carilah ilmu karena sesuatu yang melekat pada ilmu itu sendiri. Dan sungguh yang jika itu kita mendapatkannya, maka datang kemulian dari sisi-Nya karena ilmu (agama) yang kita pelajari.

Dan bila kita mempelajari ilmu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Maka carilah sesuatu yang lain dengan ilmu yang kita pelajari tanpa menghalangi ridha Allah Swt. kepada kita.

Wallahu A'lam Bishawab.

Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload