Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 03 Rajab 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Man Laa Yarham Laa Yurham.

Daily Insight adalah blog yang aku tulis setiap hari. Tujuan dari blog ini adalah membiasakan diriku menulis (minimal 1000 kata) setiap hari sekaligus menjadi terapi bagi kesehatan mentalku.

Daily Insightadalah segalainsightyang aku temukan dari berbagai macam platform yang ada di internet. Dengan kata lain, ini adalah history sosial media yang aku dokumentasikan melalu tulisan (blog).

Selain merupakan history sosial mediaku, aku juga mencatat apa saja yang terlintas dalam benakku yang menurutku menarik untuk aku share.Singkatnya, ini adalah curhatan sebuah pena pada kertas.

Aku tahu, apa yang aku tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah". Tapi aku yakin, suatu hari nanti, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-135. Selamat membaca!


INSIGHT 1

Man Laa Yarham Laa Yurham.

Bismillah… Hari ini saya mendapatkan insight yang luar biasa dari Ustadz Felix Siauw. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada Ustadz Felix Siauw.

Diantara insight yang saya dapatkan dari Ustadz Felix adalah:

  1. Kasihan adalah pintu cinta yang paling luar biasa.
  2. Kasihan adalah perwujudan cinta Allah kepada manusia.
  3. Kelak ketika seorang hamba menghadap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang diharapkan oleh seorang hamba adalah rahmatnya Allah, bukan keadilan Allah.
  4. Kalau kebaikan belum tentu sempurna, tapi keburukan sudah pasti sempurna.
  5. Yang kita harapkan kelak di yaumil hisab adalah rahmah yang mana rahmah adalah kasihan.
  6. Dalam rumah tangga terdapat rasa kasih sayang yang berkepanjangan. Ketika kita mengasihi pasangan, pada saat dia berbuat salah dan kita bisa memarahinya, tapi karena rahmah kita tidak memilih untuk memarahinya.
  7. Mal laa yarham laa yurham. Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.

Kasihan adalah pintu cinta yang paling luar biasa. Ini adalah makna yang baru Ustadz Felix ketahui setelah ngaji tentang Islam.

Diawali dari membaca karangan Buya Hamka: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Lalu ia teringat dengan kalimat yang pernah dibacanya,

“Cinta itu punya banyak pintu, dan pintu yang terbaik adalah lewat rasa kasihan.”

Kata Ustadz Felix Siauw, sedikit aneh jika kita mencintai seseorang karena rasa kasihan. Dan saya juga merasa aneh ketika mencintai seseorang karena rasa kasihan.

Karena cinta yang selama ini saya pahami adalah cinta karena ada sesuatu yang ingin kita miliki dari objek yang kita cintai. Itu adalah cinta yang banyak saya lihat pada orang.

Ada seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Ketika ditanya, kenapa kamu menikahi wanita tersebut? Karena saya cinta pada wanita tersebut.

Dan ketika ditanya, mengapa engkau mencintai wanita tersebut? Beberapa laki-laki menjawabnya dengan kalimat, “karena dia memiliki paras yang cantik.”

Begitu pula ketika seorang wanita mencintai laki-laki. Ketika mereka ditanya tentang alasan mereka mencintai pria, tidak sedikit yang menjawab, “karena dia sudah mapan.”

Dengan kata lain, seorang laki-laki mencintai seorang wanita karena parasnya yang cantik. Dan seorang wanita mencintai seorang laki-laki karena hartanya yang banyak.

Jika ingin bukti, cobalah perhatikan bagaimana seorang wanita mencari perhatian kepada para lelaki. Dan lihat bagaimana seorang laki-laki mencari perhatian kepada para wanita.

Akan banyak kita temui diantaranya wanita yang memancing perhatian para lelaki dengan kecantikkan dan keanggunannya serta dengan hal-hal lain yang ada pada tubuhnya.

Lalu dengan para lelaki akan banyak kita temui diantaranya pria yang memancing perhatian para wanita dengan harta dan kemewahan yang dia miliki.

Pernah melihat konten prank Gold Digger? Begitulah gambaran bagaimana seorang pria yang memancing perhatian wanita dengan memperlihatkan kendaraannya (baca: harta benda).

Demikianlah cinta, ia memiliki banyak pintu dan diantara banyaknya pintu cinta ada hamba yang harus bijak dalam memilihnya. Baik yang dipilih, maka baik pula hasilnya.

Dan sebaik-baiknya pintu cinta adalah cinta melalui pintu rasa kasihan. “Aku kasihan kepadamu, itulah mengapa aku tulus mencintaimu apa adanya.”

Kasihan sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz Felix Siauw adalah perwujudan cinta Allah kepada para hamba-Nya. Allah mencintai hamba-Nya dengan penuh rasa kasihan.

Itulah yang menjadikan Allah mengampuni seorang hamba yang banyak dosa namun masih mengharapkan belas kasihan kepada Rabbnya.

Dengan rasa kasihan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita masih bisa hidup dengan segala nikmat yang Allah berikan tanpa Allah kurangi sedikitpun.

Dan kelak, ketika seorang hamba berhadapan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang diharapkan oleh seorang hamba adalah rahmatnya Allah, bukan keadilan.

Kalau kita berbicara tentang keadilan, maka kita tidak akan masuk surga. Karena amal kita tidaklah sepadan dengan nikmat surga yang akan kita terima.

Lagi pula, siapa yang menjamin bahwa seluruh amal kebaikan yang pernah kita perbuat lebih banyak bila dibandingkan dengan amal buruk yang pernah kita lakukan?

Maka, kita tidak akan pernah masuk surga jika hanya berbekal amal lalu menuntut keadilan kepada Allah. Tapi apa yang akan menjadikan kita masuk surga adalah karena Rahmat Allah.

Kalau kebaikan belum tentu sempurna, tapi keburukan sudah pasti sempurna. Maka beranikah diri kita menuntut keadilan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dari beberapa Ustadz yang pernah saya dengar diantaranya mengatakan hal yang serupa. Bahwa seseorang akan masuk surga karena rahmat yang Allah limpahkan kepadanya.

Mudah-mudahan kita semua kelak mendapatkan rahmat dari sisi-Nya. Dan semoga pula di dunia ini kita selalu dilimpahkan rahmat dari sisi-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tanpa rahmat dari sisi-Nya, mungkin kita tidak akan pernah merasakan hidup dengan penuh kenikmatan di dalamnya. Dan diantara kenikmatan itu adalah hadirnya rasa kasih sayang.

Kasih sayang seorang suami kepada istrinya. Kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Itu adalah nikmat yang datang dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Cara mendapatkan kasih sayang adalah dengan menyayangi seluruh keluarga kita dengan hadir sepenuhnya dalam segala aktivitas dan kesehariannya.

Jangan sampai ada seorang anak yang lebih mementingkan pacarnya di malam minggu daripada mengajak orang tuanya mengobrol atau mendiskusikan suatu hal.

Jangan sampai ada seorang ayah yang ketika pulang kerja tidak langsung kerumah melainkan pulang kepada seseorang yang tidak halal baginya untuk dijumpai.

Jangan sampai ada seorang ibu yang mengabaikan anaknya hanya karena selalu melihat isi keranjang belanjaannya. Kelak semua akan berbalik kepada kita.

Rasulullah Saw. bersabda bahwasanya, Man laa yarham laa yurham."Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi." Sayangilah keluarga kita seutuhnya.

INSIGHT 2

Ketika Ibu Menjadi Budak Bagi Anak-Anaknya.

Pada insight yang kedua ini, saya mendapatkan insight tentang fenomena yang sedang terjadi ditengah masyarakat kita. Lebih tepatnya masyarakat tiktok.

Saya mendapat insight ini dari akun instagram @king_shifrun yang dalam videonya membahas tentang seorang anak atau cucu yang mempekerjakan ibu dan neneknya.

Semoga dari insight yang kedua ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan rahmatnya kepada King Shifrun dan mengampuni dosa-dosa anak kepada orang tuanya.

Sering kita lihat sekarang di fyp tiktok banyak yang berseliweran video-video yang memperlihatkan seorang ibu, bapak, nenek, kakek yang basah-basahan di live tiktok.

Mereka rela dan tahan sampai berjam-jam membasahi badan mereka sendiri demi mendapatkan gift dari orang-orang yang menonton live mereka.

Dan dibalik adanya seorang ibu-ibu, bapak-bapak, nenek-nenek dan kakek-kakek yang live dengan cara tersebut disuruh oleh anaknya.

Subhanallah, si anak memvideokan orang tuanya tanpa ada rasa bersalah, melainkan senang ketika mendapat gift dari para penonton. Naudzubillah min dzalik.

Anak yang dimaksud sudah diperingatkan dan diajak untuk berhenti dari berbuat hal yang demikian. Akan tetapi dirinya malah mengajukan syarat.

Katanya, “kalau mau memberhentikan saya, maka yang menyuruh saya berhenti harus memberikan uang 200 juta.”

Beginilah kalau orientasi hidup kita hanya tertuju kepada dunia. Seolah-olah uang adalah segalanya dan tidak ada yang dapat menggantikan nilai uang dalam hidupnya.

Maksudnya, apakah setega itu seorang anak menukarkan ibu atau neneknya dengan uang yang mungkin tidak seberapa dan memang tidak sebanding pula jika dibanding-bandingkan.

Tapi, kalau ada orang yang mengingatkan atau menasehati seseorang dari perbuatan-perbuatan yang seperti itu. Pasti tidak sedikit yang akan mengatakan,

“Emang lo bisa ngasih orang makan, emang rezeki dari lo? Jangan sok suci lo, ngelarang-ngelarang orang. Udah baik dia mau mencari nafkah untuk keluarganya.”

Oke, mari kita bahas satu per satu dengan baik dan dengan hati yang lembut. Jangan kita berargumen dengan amarah ataupun hawa nafsu.

Pertama, orang yang melarang atau orang yang menasehati orang lain dari perbuatan-perbuatan yang secara norma dan agama itu melanggar adalah sebuah kewajiban.

Kita menasehati bukan karena kita menginginkan keburukan terjadi kepada orang lain, melainkan karena kita menginginkan adanya kebaikan dalam diri seseorang. Itulah tujuan nasehati.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَٱلۡعَصۡرِ

"Demi masa."

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ

"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."

(QS. Al-'Asr 103: Ayat 1-3)

Jadi, tujuan kita saling menasehati agar kita tidak menjadi manusia yang berada dalam kerugian. Kita saling menasehati agar kita menjadi orang beriman dan mengerjakan kebajikan.

Adapun kalimat “sok suci”, mungkin orang yang mengingatkan bukanlah orang suci, melainkan orang yang ingin mengajakmu bersama-sama mendapatkan kesucian dari-Nya.

Jika engkau berkenan dengan ajakannya, maka terimalah. Tapi jika hatimu sudah terlalu keras untuk menerima nasehat orang, maka tinggalkanlah nasehat orang tersebut.

Karena sesungguhnya, tugas seorang mukmin hanyalah sebatas menyampaikan kebenaran. Dan jika engkau berpaling darinya, maka itu adalah pilihanmu.

Sebagaimana yang Allah sampaikan dalam surah Yasin ayat 17 sampai 19. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا عَلَيۡنَآ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ

"Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.""

قَالُوٓاْ إِنَّا تَطَيَّرۡنَا بِكُمۡ ۖ لَئِن لَّمۡ تَنتَهُواْ لَنَرۡجُمَنَّكُمۡ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ

"Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.""

قَالُواْ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمۡ أَئِن ذُكِّرۡتُم ۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ

"Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.""

(QS. Ya-Sin 36: Ayat 17-19)

Ayat tersebut sangat relate dengan keadaan sekarang. Dimana ada orang yang menyampaikan perintah Allah dengan jelas. Tapi dari mereka yang dinasehati malah menolak.

Tidak hanya menolak, tapi mereka membalas balik orang-orang yang menasehatinya dengan cara merajam orang-orang itu dengan perkataan “jangan sok suci”.

Tidak sedikit pula orang yang mendukung mereka dari melakukan perbuatan maksiat tersebut. Sungguh malang hidup orang-orang yang seperti itu.

Apabila ayat sudah kami sampaikan. Maka, وَمَا عَلَيۡنَآ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.

Semua orang memiliki hak untuk memilih. Maka apa yang kamu pilih adalah jalan yang kamu tempuh. Dan akhir dari perjalananmu pasti akan kamu temui, mau baik atau buruk.

Semua pilihan ada ditanganmu. Memang kami yang menasehati tidak dapat mengganti rezeki yang kamu dapatkan. Karena rezeki tidaklah datang dari manusia.

Jadi ketika seseorang yang dilarang dari berbuat yang mungkar lalu dirinya mengatakan, “emang rezeki dari lo”. Ya, emang bukan. Rezeki datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jika tidak percaya, maka Allah telah membuat perumpamaan dalam surah An-Nahl ayat 112. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرۡيَةً كَانَتۡ ءَامِنَةً مُّطۡمَئِنَّةً يَأۡتِيهَا رِزۡقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتۡ بِأَنۡعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلۡجُوعِ وَٱلۡخَوۡفِ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat."

(QS. An-Nahl 16: Ayat 112)

Dari ayat ini kita mengetahui, bahwa sesungguhnya rezeki itu datangnya hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan Allah mampu menjadikan orang yang ingkar ditimpa kelaparan.

Baik…

Kita kembali ke insight yang kedua tadi tentang anak yang memerintahkan orang tuanya untuk basah-basahan di live tiktok. Nah, ada satu insight yang saya disini.

Insightnya adalah tentang perbudakan modern. Dimana, saking modern perbudakkan sekarang, sampai-sampai King Sifrun pun tidak mampu membayangkannya.

Dia katakan bahwa bayangannya dulu tentang perbudakkan modern adalah mengambil anak kecil kemudian anak tersebut diperintahkan untuk menjual ini dan itu.

Atau perbudakan modern, yaitu ketika seorang ibu atau ayahnya menitipkan anaknya kepada orang tua untuk dijaga, diasuh selagi salah seorang atau dua-duanya membagun karir.

Tapi mirisnya, perbudakan modern tidak mentok sampai disana saja. Yang tadinya hanya anak kecil yang diculik untuk disuruh jualan atau ngemis. Sekarang terbalik.

Yang disuruh ngemis sekarang adalah orang tuanya … dong. Sungguh tanda-tanda yang nyata bahwa zaman akan berakhir.

Ada satu hadist yang saya dapatkan dari video tempat saya mendapatkan insight tersebut. Bunyi hadistnya seperti ini:

“Telah menceritakan kepada kami Haudzah, telah menceritakan kepada kami ‘Auf dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah dari Nabi Saw., beliau bersabda,

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah terlihatnya para penggembala menjadi pemimpin manusia, seorang yang miskin saling bersain gmembangun gedung tinggi dan seorang budak wanita melahirkan tuannya atau majikannya.””

(HR. Ahmad - 8765)

Allahumma baa'id baini wa baina ma'shiyatik wa tadaarokni bikhofiyyi luthfika yaa arhamarrohimin."Ya Allah jauhkanlah antara diriku dengan maksiat, dan tolonglah aku dengan rahasia kelembutan-Mu."

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin…

INSIGHT 3

Cara Tekun Dalam Melaksanakan Shalat.

Untuk insight yang terakhir ini saya dapatkan dari akun instagram @muslimmendunia_official

Kontennya adalah sebuah video, hanya saja tidak disebutkan siapa yang berbicara dalam video tersebut. Namun, insight yang disampaikan insya Allah bermanfaat.

Semoga yang menyampaikan kebaikan dalam video tersebut selalu dilimpahkan rahmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan terimakasih untuk yang sudah membagikannya.

Kalimat yang disampaikan dalam video tersebut akan saya tulis atau akan saya kutip di bawah sehingga kamu dapat melihat dan membacanya.

“Jika kau ingin shalat dan tekun dalam melaksanakan shalat. Jadikan setiap masalah apapun yang ada, jangan kau katakan kepada siapapun.

Tunggulah sampai waktu shalat itu tiba, dan saat kau sujud berbicaralah dengan Rabb seakan-akan kau berbicara dengan seseorang di hadapanmu.

Katakanlah: “Aku sedang mengalami ini dan itu, begini dan begitu”. Kelak kau akan menyukai waktu dimana kau pergi untuk shalat.”

Tips yang bermanfaat, bukan? Semoga dengan insight ini kita semakin rajin, suka atau bahkan akan menjadi seseorang yang sangat-sangat merindukan waktu shalat untuk segera tiba.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak aku dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload