Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 11 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Pengendalian Diri Penting Untuk Kemaslahatan Diri & Sekitar.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-114. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Kerja Keras Penting, Tapi Manajemen Energi Itu lebih Penting.

Bekerja keras memanglah sangat penting dalam upaya kita mencapai suatu tujuan. Tapi ada yang lebih penting dari sekedar bekerja kerasa. Yaitu,

Mengarahkan dan menempatkan energi kita secara tepat pada beberapa pekerjaan yang kita lakukan. Katakan kita punya 10 tugas, tidak harus kita bekerja keras dalam 10 tugas tersebut.

Tapi yang harus kita lakukan adalah bekerja kerasa dengan mengerahkan tenaga pada beberapa tugas yang memang butuh energi lebih untuk melakukannya dan menyelesaikannya.

Akan sangat melelahkan bagi kita jika terlalu bekerja keras - push the limit dengan pekerjaan-pekerjaan yang remeh temeh.

Bekerja keras, penting. Tapi jauh lebih penting lagi bekerja keras pada sesuatu yang bernilai. Dengan kata lain, hasil yang kita dapatkan setidaknya sebanding dengan energi yang keluar.

Saya rasa kita harus cerdas dalam memanagement energi pada tugas kita. Ada beberapa tugas yang tidak butuh energi yang terlalu banyak, maka kita bisa menguranginya.

Energi kita simpan untuk hal-hal yang memang benar-benar penting untuk kita menaruh perhatian padanya; pekerjaan yang jika tidak kita kerjakan dampak negatifnya sangat besar.

Kita terlalu lelah menjalani hari-hari kita karena kita terlalu mengerahkan semua energi kita pada hal-hal yang sia-sia, seperti scrolling sosial media berjam-jam.

Tidak ada masalah kita scrolling sosial media berjam-jam jika ada hal yang bermanfaat dan bernilai lebih besar dari energi yang kita keluarkan saat melakukannya.

Atau jika kamu adalah social media analyst mungkin sudah seharusnya kamu berada di sosial media. Tapi itupun untuk sesuatu yang kamu kerjakan bukan untuk melihat hal lain.

Bekerja keraslah pada apa yang benar-benar kita yakini akan menjadi ujung tombak kita di masa depan. Jika kita yakin kita bisa hidup dengan menulis, maka bekerja keraslah.

Tidak peduli seberapa lelahnya kita menulis. Tidak peduli seberapa pusingnya kepada kita memikirkan kata-kata yang hendak kita tulis.

Tidak peduli seberapa bingung kita memulai kata atau kalimat pertama dan kalimat berikutnya, tetaplah bekerja keras. Karena itu layak untuk kita perjuangkan jika itu menjadi ujung tombak.

Namun, jangan terlalu bekerja keras pada kritikan orang lain. Jangan terlalu mengeluarkan energi terlalu banyak pada orang yang tidak sopan dalam memberikan masukan.

Kita cenderung mengeluarkan banyak energi ketika kita dikritik oleh orang lain. Bukannya malah mengeluarkan energi lebih banyak untuk menghasilkan tulisan yang bagus.

Kita malah mengeluarkan energi pada hal-hal yang sama sekali tidak membutuhkan perhatian kita dan tidak perlu juga kita menaruh perhatian padanya.

Sekarang banyak orang bekerja keras, namun sayang dari banyaknya orang yang bekerja keras hanya sedikit orang yang bekerja pada hal-hal yang bernilai dan berharga.

Mereka lebih banyak bekerja keras pada hal-hal yang tidak bernilai dan berharga sama sekali, seperti terlalu fokus dan sering menanggapi ocehan orang lain.

Arahkan energi kita pada hal-hal yang memang itu butuh energi yang lebih. Dan batasi energi pada hal-hal yang seharusnya itu tidak perlu kita perhatikan ataupun kerjakan.

INSIGHT 2

Mata Kita Mudah Tertipu Ketika Melihat Tugas Yang Berat.

Agar kita tidak menunda pekerjaan kita dengan aktivitas yang remeh temeh dan tidak berprioritas tinggi. Kita perlu memperjelas niat.

Coach Aji, penulis buku Kitab Anti Penundaan dalam bukunya mengatakan, “kalimat niat (implementation intention) sudah terbukti mengatasi penundaan.

Hindari , “saya seharusnya mulai mengerjakannya”. Berkatalah, “saya akan melakukan apa, pada kapan dan dimana.”

Jelaskan kepada diri kita sendiri apa yang ingin kita kerjakan hari ini. Lalu perjelas lagi kapan kita ingin melakukannya. Pilih waktu yang paling kamu sukai dan waktu produktifmu.

Setelah itu pilih tempat dimana kamu ingin mengerjakan tugas tersebut yang sekiranya bisa membuat kamu nyaman dan terhindar dari kebisingan ataupun suara ribut di sekitarmu.

Jangan katakan kepada dirimu “saya seharusnya mulai lebih awal”. Karena ketika kamu mengatakan kalimat tersebut yang terlintas dalam hatimu adalah kalimat,

“Buat apa mulai lagi, sudah terlambat, ya sudah biarin aja.” Makna yang seperti ini yang muncul di dalam benakmu membuat kamu jadi menunda pekerjaan.

Selalu perhatikan kalimat yang kamu ucapkan dalam dirimu. Karena kalimat yang salah bisa mengirim makna yang salah juga kedalam alam bawah sadar mu.

Seperti ketika kamu mengatakan pada dirimu ketika membuat konten, “Seharusnya saya bisa membuat konten yang lebih terlihat profesional dan keren.”

Kalimatmu yang seperti itu akan mengirim makna bahwa, jangan memposting video seadanya, malu-maluin aja. Orang lain videonya profesional dan keren. Sedangkan kamu?

Kalimat-kalimat yang salah seperti diatas hanya akan membuat kamu terhambat dalam mengambil tindakan yang justru kamu biarkan begitu saja.

Kalimat mengeluh bisa menciptakan makna yang negatif. Dan makna yang negatif seringkali mengganggumu dari melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan.

Kalau boleh saran biar kita makin produktif mengerjakan tugas tanpa melakukan penundaan. Maka rumus yang paling ampuh untuk kita gunakan adalah kalimat, “Just Do It”.

Lakukan saja dulu tugas yang kelihatannya seperti tugas yang berat di mata kita. Percayalah, bahwa mata kita sangat mudah untuk tertipu oleh sesuatu.

Maka ketika ada tugas yang terlihat berat dan membosankan untuk dikerjakan. Cara menghadapinya adalah dengan senang hati mendatangi tugas tersebut dan mulai melakukannya.

Pada saat mengerjakan tugas tersebut ternyata membosankan. Tetap lakukanlah, karena hal yang akan membuatmu senang yaitu ketika kamu berhasil menyelesaikannya.

Saya yakin kamu pasti pernah mengalami satu peristiwa disaat kamu melihat tugasmu, kamu mulai mensugesti dirimu dengan kalimat, “Hmm,,, banyak juga, kira-kira bisa selesai gak, ya?”

Dan tebak apa yang terjadi ketika kamu tetap mengerjakan tugas yang kamu ragu bisa menyelesaikannya? Pertama, kamu akan merasa bahwa ternyata tugasnya mudah dikerjakan.

Dan yang kedua, ketika kamu mulai mengerjakannya dan mulai asik. Tiba-tiba tugasmu tinggal sedikit, dan kamu bilang tinggal sedikit lagi pasti selesai. Pada akhirnya, tugasmu selesai juga.

INSIGHT 3

Pengendalian Diri Penting Untuk Kemaslahatan Diri & Sekitar.

Hari ini saya bersyukur masih bisa mendapatkan insight dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali Rahimahullah. Imam Al-Ghazali berkata dalam kitabnya,

“Urusan-urusan duniawi tidak akan tertata rapi, kecuali dengan pengendalian yang dilakukan oleh manusia.”

Ibarat sebuah kendaraan yang tidak akan pernah keluar jalur selama pengendaranya dengan sangat sadar mengendalikan kendaraan yang ia kendarai.

Tapi begitu pengendara itu lengah sedikit (mengantuk atau bermain hp) maka tidak menutup kemungkinan kendaraan yang dikendarainya keluar dari jalur.

Dan tebak apa yang terjadi ketika seorang pengendara keluar dari jalur yang semestinya? Pertama, dia bisa saya mengalami kecelakaan tunggal, atau membuat orang lain celaka.

Maka sebagaimana pengendara yang bisa mencelakakan dirinya dan orang lain ketika ia tidak mampu mengendalikan kendaraannya, begitu pula keadaan seorang manusia.

Manusia yang tidak dapat mengendalikan bagian dari hidupnya akan berpeluang untuk mencelakakan dirinya, bahkan sampai bisa merugikan orang lain atas perbuatannya.

Boleh-boleh saja kalau kita mau hidup dalam keterhanyutan. Tapi hanyutnya seseorang, masih bisa mengarahkan hidupnya ke kiri atau ke kanan untuk memilih arah yang lebih baik.

Jangan membiarkan diri kita hanyut begitu saja dengan hingar bingar dunia ini. Melainkan arahkan hidup kita, setidaknya kita tidak sampai menabrak bebatuan.

Tidak mengendalikan hidup kita akan membuat diri kita sendiri rugi. Kita memiliki kekuatan memilih, tapi justru tidak gunakan itu sebagai nikmat yang berharga bagi kita.

Bagi kita sesuatu yang datang lebih baik daripada kita memilih untuk mendatangi sesuatu yang kita harapkan dalam hidup kita di dunia. Padahal berjalan lebih baik daripada terdiam.

“Perjalan kehidupan manusia di alam ini tidak akan berjalan dengan baik, sesuai, dan terukur apabila dasar-dasar pokok yang berlaku tidak ada (dihilangkan),

Begitulah kata Imam Al-Ghazali Rahimahullah ketika membagi segala usaha manusia ke dalam tiga kategori. Dan kalimat diatas adalah kategori yang pertama.

Jika kita berharap mengendalikan setiap bagian dalam hidup. Kita perlu memenuhi dasar-dasar pokoknya. Diantaranya yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali Rahimahullah adalah,

“Pertanian, pertenunan, pemukiman, dan pergaulan hidup bermasyarakat untuk kerukunan, kesatuan, dan gotong royong dalam mencapai kehidupan yang damai dan sejahtera.”

Jika kita ingin hidup kita tetap berjalan pada jalur, hendaknya kita memperhatikan dasar-dasar pokok yang telah disebutkan oleh Imam Al-Ghazali Rahimahullah.

Berapa banyak akhirnya orang tidak mampu mengendalikan dirinya agar tidak melakukan tindakan kejahatan dikarenakan tidak memperhatikan dan mempersiapkan finansialnya.

Dan kita sering melihat kerugian yang timbul karena seseorang diantara kita tidak mampu mengendalikan lisannya dari berkata perkataan yang menyinggung hati orang lain.

Untuk hidup terkendali kita perlu menjaga dasar-dasar pokok yang jika itu tidak dijaga akan muncul dua perkara; merugikan diri sendiri dan/atau merugikan orang lain.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload