Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 18 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Mensyukuri Nikmat Sebelum Datangnya Waktu Shalat.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-121. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Keluarga Adalah Warisan Yang Tidak Dapat Dibagi & Diganti.

Kita adalah makhluk yang tidak mampu berdiri sendiri. Bahkan jika ada yang mampu berdiri sendiri setelah kehidupannya, maka kematiannya membutuhkan orang lain.

Sehingga tidak pantas bagi kita bersikap egois dengan tidak mau bergaul, berteman, bersahabat dengan orang lain atau bahkan berkeluarga dengan keluarga kita sendiri.

Banyak saya dengar kisah orang yang dengan saudaranya sendiri mereka tidak akur dan tak mau berkeluarga.

Entah saya tidak tahu apa masalah seseorang memutuskan tali persaudaraannya. Tapi saya yakin, itu adalah masalah yang ada pada sosok pemutusnya yang tidak bisa mereda dendam.

Atau seseorang memutuskan hubungannya dengan saudara atau golongannya sendiri diakibatkan masalah keluarga yang dari dulu sampai sekarang masih ada; harta warisan.

Itulah penyebab yang paling sering saya dengar di kalangan mereka yang demen memutuskan tali silaturahmi antara keluarga begitu saja.

Saya baru tahu kalau keluarga ada harganya. Selamanya ini yang saya dengar, keluarga tidaklah memiliki harga dan tidak dapat digantikan oleh harta atau apapun itu.

Tapi ketika masalah warisan masuk dalam kehidupan keluarga. Ketamakan diantara anggota keluarga, itulah yang menjadikan anggota di keluarga terputus hubungannya.

Jadi, pertanyaan tentang keluarga tak memiliki harga adalah salah. Karena ada beberapa orang yang berani dengan mudah mengganti keluarganya dengan harta benda.

Saya tidak mengatakan bahwa di keluarga saya tidak ada masalah dengan warisan. Bahkan ibu saya sering saya dengar memperdebatkan soal warisan.

Bahkan ayah saya pun begitu. Jauh-jauh hari, dia sudah mulai membagikan bagian-bagian yang akan diterima oleh anak-anaknya.

Saya tidak terlalu memikirkan tentang warisan harta. Karena saya memiliki kekhawatiran akan dampak yang akan saya dapat dari harta warisan.

Insya Allah, saya tidak akan menjadi sosok yang menuntut lebih dari bagian apa yang telah dibagikan oleh ayah kepada saya. Saya terima apa adanya.

Bahkan saya pernah berpesan kepada ibu saya, bahwa saya tidak mau terlalu ikut campur soal harta warisan. Karena saya adalah orang yang tidak mau memikirkan masalah harta benda.

Saya mengatakan, setidaknya kalau saya pulang ke rumah, ada tempat saya untuk tidur. Dan setidaknya kalau saya pulang ke rahmatullah , ada bagian jasad saya untuk dikubur.

Saya berusaha untuk menjaga tali silaturahmi antar keluarga. Bahkan, saya tidak mau melupakan keluarga besar. Mereka adalah warisan yang tidak dapat dibagi dan dilupakan.

Tentang keluarga dan adik saya di jogjakarta, saya merindukan mereka. Tentang keluarga dan adik saya di palembang, saya sangat merindukan mereka.

Dan tentang keluarga saya di lombok adalah tempat semua keluarga saya harus pulang untuk berkumpul. Saya tidak akan pernah melupakan tali persaudaraan tersebut.

Meski talinya terlihat kecil dan suatu saat bisa putus. Saya akan berusaha dengan apa yang saya bisa untuk membuat semua anggota keluarga tidak melupakan keluarganya.

INSIGHT 2

Tugas Yang Berat Dan Sulit Hanya Ada Dalam Pikiran Saja.

Pada insight kemarin saya menuliskan tentang rendahnya toleransi terhadap frustasi dapat memicu seseorang untuk melakukan segala aktivitas menunda.

Adakah solusi dari rendahnya toleransi terhadap frustasi yang tak jarang kita alami ketika mendapatkan tugas berat?

Ya, jawabannya ada. Dan menariknya, tidak hanya ada satu solusi yang saya dapatkan, tapi tiga solusi; untuk mengatasi rendahnya toleransi terhadap frustasi.

Solusi-solusi yang akan saya sebutkan ini adalah solusi dari apa yang saya baca; Kitab Anti Penundaan. Jadi saya harus berterimakasih kepada penulisnya, yaitu Coach Darmawan Aji.

Solusi yang pertama, “pahamilah bahwa rasa tidak nyaman ini hanya bersifat sementara.” Ketika kita mendapatkan pekerjaan atau tugas yang berat, ketidaknyaman adalah respon alamiah.

Begitulah cara otak kita bekerja ketika melihat sesuatu yang berat. Dia langsung memberikan respon yang membuat kita seolah-olah tidak nyaman dengan tugas yang kita dapat.

Tapi seperti yang sudah di katakan tadi, bahwa apa yang kita dapatkan dari respon alamiah tersebut (rasa tidak nyaman), hanyalah perasaan yang sifatnya sementara.

Dan biasanya perasaan tersebut akan cepat hilangnya ketika kita dapat mengerjakan tugas yang kita dapat. Sehingga, untuk menghilangkannya adalah dengan menghadapinya.

Cobalah untuk menghadapi rasa tidak nyaman tersebut dengan mengerjakan tugas yang memicu otak kita menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketika mengerjakannya, dia akan hilang.

Pasti kita pernah mengalami momen dimana kita menganggap tugas yang akan kita kerjakan terasa banyak dan sangat berat. Tapi ketika kita kerjakan, ternyata tidak sama sekali.

Anggapan tentang tugas tersebut ternyata hanya ada dalam pikiran kita saja. Namun pada tindakannya, tugas yang tadinya kita anggap berat, selesai juga dengan baik.

Kesimpulannya adalah, tugas atau pekerjaan seringkali hanya terasa berat pada level pikiran saja. Dan pada level tindakan, tugas tidaklah berat sebagaimana yang kita pikirkan.

Solusi yang kedua, “bekerja dalam level resistensi kita masing-masing.” Mengetahui seberapa besar kemampuan kita dalam mengerjakan suatu tugas itu sangat penting.

Katakanlah ketika saya atau kamu ingin menulis 1000 kata pada hari ini. Apakah kamu mampu menulis 1000 kata dalam satu waktu atau kamu perlu membaginya beberapa bagian.

Jika menulis 1000 kata itu diluar kemampuanmu. Maka kamu bisa menulisnya 333 kata waktu pagi, siang dan sore. Setelah itu, malamnya kamu dapat merevisinya.

Jadi, perkirakanlah kemampuanmu untuk mengerjakan tugas yang akan kamu kerjakan. Lalu buatlah rencana yang tepat untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Yang terakhir, “fokus pada memulai, bukan menyelesaikan.” Ini adalah solusi yang harus kamu ingat setiap kali berhadapan dengan tugas yang sulit dan berat.

Ingatlah, bahwa tugas yang berat, sulit dan membosankan itu hanya ada dalam pikiran kita, dan bukan pada tindakannya. Jadi, cobalah untuk memulainya terlebih dahulu.

Tidak usah terlalu jauh untuk memikirkan apakah saya bisa menyelesaikan tugas ini atau tidak. Tapi pikirkanlah, apakah saya bisa memulainya sekarang? Dan jawabanya, BISA!

INSIGHT 3

Mensyukuri Nikmat Sebelum Datangnya Waktu Shalat.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin dituliskan oleh Imam Al-Ghazali Rahimahullah bahwa Abu Thalib Al-Makki pernah mengatakan,

“Pengetahuan mengenai rukun islam yang lima sebagai ilmu yang berkedudukan fardhu ‘ain bagi setiap Muslim.”

Perkataan Abu Thalib Al-Makki sesuai dengan sabda Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaqun ‘Alaih) dari hadist Ibnu ‘Umar ra.

“Ajaran Islam itu didirikan (dibangun) atas lima sendi (pilar) utama (pokok); yaitu bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah … sampai akhir hadis.”

Hadist dikutip dari Kitab Ihya Ulumuddin.

Kita semua pasti sudah tahu rukun Islam; mengucapkan dua kalimat syahadat; mendirikan shalat; menunaikan zakat, puasa di bulan ramadhan; naik haji bagi yang mampu.

Kalau kita membaca sejenak tentang hadist diatas akan kita temukan sebuah perumpamaan, tepatnya pada kalimat “atas lima sendi (pilar) utama (pokok)...”

Dalam artikel yang saya baca, diantara keistimewaan Rasulullah ﷺ, yaitu metode mengajar yang bisa dipraktekkan Rasulullah ﷺ, ialah membuat perumpamaan.

Perumpamaan yang dibuat oleh Beliau ﷺ. adalah untuk memudahkan menjelaskan sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami. Sehingga, para sahabat yang mendengarnya langsung paham dan mengerti daripada maksud yang ingin Rasulullah ﷺ. sampaikan.

Dari mencari insight pada Kitab Ihya Ulumuddin, saya juga jadi mengetahui sekilas tentang Ibnu ‘Umar. Belia bernama lengkap Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab bin Nufail Al-Qurasyi Al-’Adawi (10 SH-&3 SH/613-692 H).

Balik lagi mencari insight pada Kitab Ihya Ulumuddin. Saya mendapatkan sesuatu yang menarik, yaitu

“Berkenaan dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap Muslim adalah, seperti jika suatu hari seorang Muslim diberi kesempatan hidup sampai memasuki waktu shalat Zhuhur, maka diwajibkan baginya mengetahui terlebih dahulu bagaimana tata cara bersuci dan melakukan perintah shalat Zhuhur, lalu mewujudkan pengetahuan tersebut ke dalam tindakan nyata berupa pelaksanaan shalat.”

Dikutip dari Kitab Ihya Ulumuddin, 2/41.

Entah kenapa, saya berpikiran seperti ini: Jika kita umur kita masuk sampai waktu Zhuhur, maka wajib bagi kita untuk melaksanakan shalat Zhuhur.

Ini bisa menjadi mindset bagi kita yang cenderung malas atau suka menunda-nunda shalat. Tidakkah kita mau bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan sebelum masuknya waktu shalat?

Dan tanda bahwa kita bersyukur dengan nikmat yang kita dapat sebelum masuknya waktu shalat dan shalat berikutnya adalah dengan melaksanakan shalat tersebut tanpa menundanya.

Saya hanya berpikir tentang bagaimana kita mati setelah masuknya waktu shalat, sedangkan kita belum mendirikan shalat.

Saya rasa, itu adalah cara mati yang paling hina. Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan beriman. Dan mudah-mudahan kita bisa meninggal ketika kita sedang mengerjakan shalat. Aamiin, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload