Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 01 Rajab 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ilmu Adalah Kemuliaan. Harta Adalah Kehormatan.

Daily Insight adalah blog yang aku tulis setiap hari. Tujuan dari blog ini adalah membiasakan diriku menulis (minimal 1000 kata) setiap hari sekaligus menjadi terapi bagi kesehatan mentalku.

Daily Insightadalah segalainsightyang aku temukan dari berbagai macam platform yang ada di internet. Dengan kata lain, ini adalah history sosial media yang aku dokumentasikan melalu tulisan (blog).

Selain merupakan history sosial mediaku, aku juga mencatat apa saja yang terlintas dalam benakku yang menurutku menarik untuk aku share.Singkatnya, ini adalah curhatan sebuah pena pada kertas.

Aku tahu, apa yang aku tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah". Tapi aku yakin, suatu hari nanti, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-133. Selamat membaca!


INSIGHT 1

Al-Quran Memperbaiki Masalah Pada Hatimu.

Bismillah, Alhamdulillah, Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Hari ini, pada insight pertama ini saya mendapatkan insight yang sangat luar biasa tentang Al-Quran dari sebuah akun instagram @ibrahim_dakwah

Kontennya adalah video, namun tidak disebutkan siapa yang berbicara pada video tersebut. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya bagi orang tersebut, Aamiin…

Apa yang saya dapatkan dari video tersebut dapat Sohib Insight baca teks kutipan dibawah ini:

“When you listen to music or you listen to other things. It doesn't really do anything to your insides. It brings temporary enjoyment for some people and that’s about it.

But the Quran, if you listen to it even if you don’t understand what it is. It heals your insides, it cures you in the inside, it removes any type of heaviness in the heart a nd it fixes you up. This is the Qur’an.“

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kira-kira artinya seperti ini:

“Saat Anda mendengarkan musik atau mendengarkan hal-hal lain. Itu tidak benar-benar melakukan apa pun pada bagian dalam Anda. Ini membawa kesenangan sementara bagi sebagian orang dan hanya itu saja.

Tapi Quran, jika Anda mendengarkannya bahkan jika Anda tidak mengerti apa itu. Ini menyembuhkan bagian dalam Anda, menyembuhkan Anda dari dalam, menghilangkan segala jenis beban di hati dan itu memperbaiki Anda. Ini adalah Al-Qur'an. “

Diantara kita pasti ada yang setiap hari mendengar musik, bahkan tidak lewat sehari dalam hidupnya tanpa pernah berpaling dari mendengar musik.

Tapi Quran? Tidak semua orang mendengarkannya setiap hari. Bahkan ada diantaranya merasa telinganya panas ketika mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Ya Allah, kami berlindung dari bahayanya musik yang dapat melalaikan kami dari mendengar ayat-ayat Mu. Sungguh, hanya kepada-Mulah kami akan kembali.

Betapa mengerikan generasi sekarang yang lebih banyak mendengarkan nyanyian dibandingkan ayat-ayat Allah yang kesemuanya itu benar adanya.

Bahkan diantara mengerikan generasi sekarang lebih suka menghafal musik daripada ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, padahal itu akan menjadi penyelamat baginya kelak.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”

(Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).

Bahkan engkau hanya perlu membacanya untuk mendapatkan syafaat darinya dibandingkan dengan musik yang engkau hafal akan menjadi azab bagi kelak di Yaumil Akhir.

Apa yang bisa menjadikanmu pribadi yang baik setelah mendengarkan musik? Adakah sesuatu yang dapat meningkatkan imanmu setelah mendengarkan musik?

Sungguh, apa yang menjadikan musik itu lebih indah dan lebih sopan masuk ke telinga seorang hamba dibandingkan dengan Al-Qur’an adalah hasutan syaithan.

Hanya untuk mendengarkan musik dan nyanyian-nyanyian yang diciptakan manusia ada yang sampai rela mengeluarkan uang yang bahkan jumlah tidak sedikit.

Tapi Al-Quran, kita hanya perlu membelinya dengan harga yang mungkin tidak akan menguras 1% daripada pendapatan kita atau belanjaan bulanan kita.

Bahkan, kita dapat membaca Al-Quran dengan gratis. Pertama, kita bisa mendownloadnya secara gratis di playstore, atau kita bisa pergi ke masjid untuk membacanya.

Al-Qur’an datangnya langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bukan keluar dari lisan manusia atau ditulis oleh tangan manusia.

Itu adalah pedoman bagi setiap hamba yang ingin mendapatkan keimanan disisi-Nya. Dan sebagaimana pedoman lainnya, itu tidak boleh lepas dari genggaman.

Bila seseorang pergi ke suatu tempat yang jauh tanpa menggunakan pedoman, maka tidak ada hal yang akan ia temui kecuali kesesatan.

Bahkan pedoman yang dibuat manusia meski ia bisa membantu kita mencapai suatu tempat atau tujuan juga pernah salah dalam memberikan jalan.

Pasti sudah tidak asing lagi tentang cerita bagaimana seseorang tersesat dan nyasar ketika menggunakan Google Maps. Bahkan ada yang nyasar ke kuburan.

Itulah petunjuk buatan manusia yang penuh dengan kecacatan. Atau istilah lainnya, bugs…

Tapi berbeda dengan Al-Qur’an. Ia adalah pedoman bagi setiap manusia yang selalu membawa pembacanya ke arah yang benar yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Apakah kita meragukan pedoman yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Jika ada keraguan, maka sesungguhnya itu karena kita tidak pernah membacanya.

Diantara keistimewaan Al-Qur’an yang pernah saya dengar dari Dr. Zakir Naik adalah, Al-Qur’an selalu menyesuaikan dengan siapa yang membacanya.

Artinya, hasil atau dampak dari membaca Al-Qur’an, itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pembacanya.

Katakanlah hari ini kita sedang mengalami masalah dan mendapatkan hari yang sumpek, lalu kita membaca Al-Quran.

Maka apa yang akan kita dapatkan dari membacanya adalah ketenangan hati. Bahkan ketika kita hanya mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an, hati kita akan tenang.

Saya sering mempraktekkannya ketika saya mendapat masalah, saya mendengarkan Al-Quran dan sesekali mengikuti murottal yang saya dengarkan.

Dan itu benar-benar membuat hati saya tenang dan seperti ada sesuatu yang memperbaiki masalah-masalah yang ada dalam hati saya.

Dan mungkin, kalian harus mencobanya ketika mendapatkan sebuah masalah. Siapa tahu, dengan hanya mendengarkan Al-Quran, masalah kita bisa terselesaikan.

Mungkin masalah seperti kekhawatiran, kecemasan dan stress yang sulit kita sembuhkan bisa terasi hanya dengan mendengarkan ayat-ayat Allah.

Siapa tahu? Kenapa gak coba aja dulu.

INSIGHT 2

Ilmu Adalah Kemuliaan. Harta Adalah Kehormatan.

Di insight yang kedua ini, Alhamdulillah, dapat beberapa insight yang sangat luar biasa dari Youtube Yuk Ngaji ((YNTV).

Saya langsung saja menulis insightnya tanpa merincikannya dalam bentuk poin per poin, melainkan akan langsung saya tulis sebagai paragraf demi paragraf.

Nah, insight yang saya dapatkan dari video tersebut adalah tentang sebuah prinsip Ustadz Felix Siauw: meminjam itu bodoh, yang meminjamkan itu lebih bodoh.

Dalam hal-hal tertentu, seperti uang, buku, meminjamkannya kepada orang lain merupakan sebuah tindakan yang bodoh. Bahkan kata gusdur, “Orang bodoh itu yang minjemin buku.”

Kenapa? Seringkali kalau kita meminjamkan sesuatu kepada orang lain. Orang yang minjam biasanya lupa mengembalikan. Ini sering terjadi pada buku. Saya pernah mengalaminya.

Sekalinya kita tagih, biasanya akan terjadi perdebatan karena berhutang itu ujungnya berantem. Yang meminjam merasa dirinya tidak berhak untuk ditagih-tagih terus.

Dan yang salah juga adalah yang memberikan hutang. Kalau orang punya hutang, itu sama dengan boleh dimaki; “Mau kamu siapa saja, kamu punya hutang sama aku”

Ini adalah dampak buruk dari hutang piutang terlebih itu berkaitan dengan hutang harta. Jadi, kalau mau berhutang, ada baiknya kita berhutang dengan niat membayar.

Tapi boro-boro mau berniat untuk membayar. Kebanyakan orang yang berhutang, pikirannya adalah keperluannya itu berhenti sampai dia ngutang. Sudah selesai.

Setelah dia mendapatkan uangnya. Dia merasa tidak memiliki keperluan atau keharusan sama orang lain. Sehingga dia merasa dirinya tidak memiliki hutang.

Kalau bahasa yang sering kita dengar mungkin, “ada pas butuh doang.” Setelah kebutuhannya teratasi, seketika dirinya hilang entah berantah.

Awal-awal dia pasti akan memohon “Tolonglah, Tolonglah, Tolonglah”, sebelum dapat uangnya. Tapi setelah telah dapat uangnya, dia hilang dan merasa tidak punya hutang.

Maka dari itu, ada sebuah prinsip yang menurut saya sangat bagus bila kita terapkan dalam hidup kita, yaitu “Mending aku gak usah punya daripada ngutang.”

Cobalah untuk “Hard on yourself, easy on others.” Artinya, berlaku keraslah dengan diri sendiri. Jangan sedikit-dikit ingin ini-itu berhutang.

Sekarang banyak yang berhutang bukan karena hal yang mendesak, istilahnya “kalau gak berhutang, mati”. Tapi lebih banyak berhutang karena ingin memenuhi gaya hidup.

Lifestyle yang merupakan hasil meniru gaya orang lain atau karena tergoda oleh iklan menjadikan seseorang tidak memiliki rasa malu untuk melakukan hutang piutang.

Bahkan tidak tanggung-tanggung seseorang sampai berani melakukan hutang piutang yang didalamnya ada unsur riba yang mana dalam syariat dilarang.

Kalau kita berbuat dosa selain hutang masih mudah untuk mencari jalan keluarnya, yaitu dengan memohon ampun langsung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tapi tidak dengan hutang. Hutang adalah perkara yang bahkan ketika kita mati, masih menjadi persoalan bagi kita sampai yaumul hisab kalau tidak diselesaikan di dunia.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.”

(HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kalau amal kebaikan kita banyak, masih mending. Tapi siapa yang menjamin amal kebaikan kita lebih banyak dari amal keburukan kita selama hidup di dunia? Tidak ada.

Selain karena terdorong oleh iklan dan gaya hidup orang lain. Hutang piutang juga bisa terjadi karena mindset seseorang yang salah dalam memahami hutang.

Mindset orang yang salah tentang hutang adalah menganggap hutang adalah penggerak. Alasannya, kalau tidak berhutang tidak akan bisa gerak. Entah bisnisnya atau hidupnya.

Dari video yang saya tonton setidaknya ada dua jenis hutang. Yang pertama adalah hutang konsumtif. Dan yang kedua adalah hutang produktif.

Hutang konsumtif adalah uang yang kamu pinjam untuk gaya hidup. Sedangkan hutang produktif adalah uang yang kamu pinjam untuk mengerjakan sesuatu yang penting.

Misal, kamu punya project yang membutuhkan kamera dan kamu tidak punya kamera, kamu pinjamlah uang dulu untuk membeli kamera, setelah project selesai, kamu bisa bayar.

Atau contoh lainnya adalah meminjam uang untuk membeli bibit dan pupuk guna ditanam di ladang yang kamu miliki. Nanti setelah panen, kamu bisa membayar hutangmu tersebut.

Jadi, mindset tentang hutang haruslah kita pahami dengan sangat benar. Karena hutang yang digunakan hanya untuk kemewahan hidup tidak akan bisa membawa kebaikan.

Dan hal yang perlu kita pahami ketika berhutang adalah, semakin kita banyak hutang, ruang kebebasan kita akan semakin berkurang. Ini insight yang saya dapat.

Jangan menjadikan sosial sebagai trigger bagi kita untuk berhutang atau meminjam uang dari teman, kerabat, orang lain atau dari aplikasi online.

Jika ingin kaya, maka bekerja. Dan jika tidak, maka perbaiki mental kita: Kaya itu tidak wajib, yang wajib itu bermental kaya. Miskin itu tidak dilarang, yang dilarang itu bermental miskin.

Ustadz Felix Siauw mengatakan,

“Ilmu berkaitan dengan kemulian. Harta berkaitan dengan kehormatan.

Kita bisa jadi punya ilmu dan mulia, tapi kita bisa tidak terhormat gara-gara punya masalah uang. Sebaliknya, orang yang terhormat belum tentu mulia karena tidak punya ilmu.

Kalau seseorang bisa mengelola ilmu, ia mulia. Kalau seseorang bisa mengelola uang, ia terhormat.”

Kelola uang kita dengan baik. Jika ada yang ingin dibeli, cobalah untuk menundanya beberapa saat, lalu tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar saya butuhkan?”

Alhamdulillah, sebuah insight yang sangat luar biasa dan membuka pandangan saya lebih lebar tentang uang. Semoga Ustadz Felix Siauw, dkk. dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

INSIGHT 3

Ketika Bisnis Hanya Tentang Keuntungan.

Di insight yang ketiga ini saya mendapat insight tentang orang-orang yang terlalu berpikir komersial atau hanya ingin mendapatkan keuntungan saja.

Ustadz Khalid Basalamah menceritakan tentang bagaimana madu yang tadinya dapat menyembuhkan orang dari sebuah penyakit berubah menjadi sebab penyakit.

“Ada diantara mereka yang hanya berfikir komersial, maka mereka bukan lagi membiarkan lebah-lebah itu mengambil dari sari bunga atau bunga-bunga yang mereka memang tanam disitu, atau mereka datangkan setiap harinya bunga-bunga yang segar untuk diambil oleh lebah tersebut.

Tapi mereka meletakkan semacam karung atau wadah yang di taruh gula pasir yang disiram dengan air sehingga lebah-lebah tersebut mengambil dari tersebut. Dan ini berbahaya.

Tadinya madu obat untuk manusia walaupun diabetes bisa diobati dengan gula (madu), justru karena perlakuan sebagian orang seperti ini hanya berpikir komersial akhirnya jadi bermasalah tentunya.

Dan akhirnya orang bisa menyalahkan madu itu (buruk). Padahal sebenarnya Allah katakan, sudah kita baca tadi dalam surah An-Nahl: (madu) obat yang dapat menyembuhkan manusia.”

Mudah-mudahan kita semua hindarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari praktek bisnis yang hanya mementingkan keuntungan dan menyebabkan kerugian pada orang lain.

Semoga dengan insight yang saya dapatkan dari sepenggal video tersebut bisa bermanfaat. Dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati Ustadz Khalid Basalamah.

Bagi yang ingin melihat videonya bisa mengklik tautan ini.

Wallahu A'lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak aku dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload