Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 09 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ilmu Adalah Pohon Abadi Dan Buahnya Berada Di Alam Abadi.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-112. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Berpikirlah Untuk Mendapatkan Lebih Banyak Ide Buruk.

Ide seperti emas bagi orang yang suka berpikir. Jika penambang memiliki aktivitas menggali tanah untuk mendapatkan emas yang mulia.

Maka seorang pemikir memiliki aktivitas yang cukup beragam untuk menghasilkan emas yang dalam hal ini emas adalah ide.

Ada orang yang diamnya adalah aktivitas untuk mencari ide. Sebagian orang ada yang aktif dengan berbagai aktivitas untuk mendapatkan ide; mencoret-coret kertas adalah aktivitasnya.

Dan tidak sedikit juga orang yang mencari ide melakukan kedua hal tersebut. Pertama ia diam mencari ide, lalu menyibukkan dirinya dengan mencoret-coret kertas.

Tapi yang harus kamu ketahui tentang orang-orang yang suka berpikir mencari ide; mereka tidak selalu menemukan ide yang mereka cari. Mereka lebih banyak menemukan sampah.

Seperti penambah emas, apakah ketika mereka mencari emas yang mereka dapatkan adalah emas? Saya rasa tidak. Yang mereka dapatkan pertama adalah tanah.

Bahkan untuk mendapatkan sedikit emas yang bernilai dan berharga mereka lebih banyak mendapatkan tanah daripada emas itu sendiri. Tapi itulah yang harus terjadi.

Dan itu pula yang harus terjadi pada orang-orang yang suka memikirkan tentang suatu hal untuk mendapatkan ide. Mereka lebih banyak menemukan yang lain daripada ide itu sendiri.

Meskipun mereka adalah orang-orang yang sudah terbiasa dengan kegemarannya berpikir mencari ide selama puluhan tahun, mereka tetap akan menemukan sampah sebelum ide.

Jangan terlalu berharap, bahkan saya berani bilang jangan pernah berharap untuk bisa mendapatkan ide tanpa harus mendapatkan sampah terlebih dahulu.

Sampah yang saya maksud disini adalah sekumpulan ide buruk yang tidak kita dan orang lain sukai. Dia adalah hal yang paling pertama yang akan kita temukan ketika kita mencari ide bagus.

Ingatlah bahwa seorang penambang emas dirinya lebih banyak mendapatkan tanah daripada mendapatkan emas. Tapi sedikit emas yang mereka dapatkan sangat berharga dan bernilai.

Begitu pula ketika kita mencari sebuah ide yang bermanfaat dan bagus untuk kita gagas. Tidak akan pernah menemukan ide bagus kecuali kita akan mendapatkan ide buruk.

Orang-orang yang sering mengatakan dirinya kesulitan untuk memunculkan ide-ide bagus, kalau mereka ingin berkata jujur dan yang sebenarnya, kita akan mendapatkan fakta aneh.

Jika orang-orang yang kesulitan memunculkan ide-ide bagus berkata jujur, mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak banyak memiliki ide-ide buruk.

Dan sebalik, orang-orang yang sering kita lihat pandai dalam memunculkan ide-ide bagus, kalau mereka ingin berkata jujur dan yang sebenarnya, kita akan mendapatkan pencerahan.

Bahwa orang-orang yang sering mendapatkan ide-ide bagus, jika mereka mengatakan yang sebenarnya, maka mereka akan mengatakan banyak ide-ide buruk yang mereka dapatkan.

Jadi, orang yang memunculkan ide-ide bagus lebih banyak memunculkan ide-ide buruk. Dan orang yang kesulitan dalam memunculkan ide-ide bagus lebih sedikit mendapat ide buruk.

Jelas, tujuan kita ialah untuk mendapatkan banyak ide buruk. Karena ketika kita mendapatkan banyak ide buruk, beberapa ide bagus, mau tidak mau harus muncul keluar.

INSIGHT 2

Setidaknya Esok Kamu Tenang Karena Tidak Menundanya.

Dari apa yang saya baca dalam buku Kitab Anti Penundaan karya Coach Darmawan Aji, bahwa bahasa dapat memiliki peran yang besar dalam mengatasi penundaan.

Salah bahasa yang kita gunakan bisa-bisa menjerumuskan kita kedalam lembah penundaan yang berbahaya.

Mengubah bahasa atau bagaimana cara kita berkomunikasi pada diri kita sendiri (yang kemarin kita sebut: self-talk) dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja kita mengerjakan tugas.

Dua kata yang sempat saya ulas, yaitu “seharusnya” dan “harus” dapat memunculkan tekanan dan rasa menyesal pada saat kita mengerjakan sebuah tugas.

Maka dikatakan dalam buku Kitab Anti Penundaan kata “harus” dan “seharusnya” mengirimkan sinyal komunikasi yang tidak jelas kepada tubuh kita.

“Pada saat kita berkata “saya harus mulai” atau “saya seharusnya mulai mengerjakannya” pesan yang kita kirimkan ke tubuh kita tidak jelas:

  • Apa yang akan dimulai?
  • Kapan mulainya?
  • Dimana memulainya?
  • Bagaimana memulainya?”

Alih-alih menjadikan diri kita lebih cepat memulai sebuah pekerjaan, kita malah terhambat karena kebingungan atas berbagai pertanyaan yang belum jelas jawabannya.

Menggunakan kata “harus” dan “seharusnya” tidak menjadikan kita lebih mudah dalam mengerjakan tugas, tapi sebaliknya.

Menjawab semua pertanyaan yang muncul akan menuntut kita untuk berpikir lebih konkret dan jelas. Ya, itu terdengar seperti sesuatu yang bagus, tapi sayang itu tidaklah bagus.

Jika ada tugas yang bisa dikerjakan dalam 2 menit akan sangat tidak efektif ketika kita harus menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Akan lebih baik jika kita langsung mengerjakannya.

Berpikir secara konkret dan jelas membantu kita tahu semua tentang tugas yang akan kita kerjakan. Tapi untuk mendapat semua hal tersebut, itu sangat memakan banyak waktu.

Jadi lebih baik jika kita memilih kata-kata yang tepat agar kita tidak menunda pekerjaan yang akan kita kerjakan. Atau kalau tidak, kita akan dituntut oleh berbagai pertanyaan yang sulit.

Ketika kita mulai menggunakan bahasa yang tepat dan mulai mengubah bahasa yang kita gunakan, maka secara bersamaan pikiran dan perasaan kita akan turut ikut berubah.

Tindakan dan keinginan selalu dan lebih selaras dan karena itu tubuh dan pikiran kita akan bekerja sama untuk melakukan hal tersebut; bagaimana perasaan yang muncul tentang tugas kita.

Sebenarnya kita tidak harus mengerjakan tugas yang ada di hadapan kita dan membutuhkan perhatian kita. Karena tugas tidak benar-benar harus diselesaikan.

Apa yang dibutuhkan oleh tugas adalah kamu mengerjakannya sekarang juga tanpa menundanya dengan mengerjakan tugas yang tidak lebih baik dari tugasmu yang sekarang.

Kamu bukan “harus” mengerjakan tugas yang ada dihadapanmu sekarang. Tapi kamu tetap mengerjakannya karena kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan.

Kebaikan dari sebuah tugas yang kamu kerjakan sekarang tidak terasa saat itu juga, tetapi akan terasa setelah berapa hari bahkan tahun. Tapi setidaknya esok kamu merasa tenang.

INSIGHT 3

Ilmu Adalah Pohon Abadi Dan Buahnya Berada Di Alam Abadi.

Membaca kitab Ihya Ulumuddin hari ini hanya membuat saya terpaku pada satu ekspresi, yaitu kagum. Bagaimana tidak, ada begitu banyak nasehat yang saya dapatkan.

Saya bisa merasakan bahwa apa yang tertulis dalam kitab Ihya Ulumuddin adalah sesuatu yang lahir dari hati dan hanya untuk diniatkan untuk mendapatkan keridhaan Ilahi.

“Ilmu merupakan satu-satunya jalan terbaik menuju negeri akhirat, menggapai kebahagian yang sesungguhnya (hakiki), dan jalan untuk mendekat diri kepada Allah Swt.”

Dan insya Allah, apa yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya benar-benar akan mengantarkannya kepada sesuatu yang abadi, yaitu kebahagian akhirat.

Serta apa yang mereka; orang-orang baca dari kitab Ihya Ulumuddin ini akan bisa menjadi amal yang akan mendekatkan Imam Al-Ghazali dan dirinya kepada Allah Swt.

Saya yakin, Imam Al-Ghazali Rahimahullah mengetahui betul apa tujuan dari tulisannya (amal shalih dan jariahnya) ini. Itu yang menjadikan banyak orang membacanya.

“Amal tidak akan bernilai kecuali dengan mengetahui ilmu atau cara melakukan, serta tujuan apa amal shalih tersebut dilaksanakan.”

Apa yang ia tulis adalah sebuah amal yang benar-benar memiliki nilai. Saya berdoa kebaikan untuk Imam Al-Ghazali Rahimahullah dan saya untuk bisa menulis sepertinya.

Saya tidak akan menyerah dengan apa yang sedang saya perjuangkan sekarang. Saya tidak akan berhenti di titik ini.

Karena saya ingin apa yang bisa menghentikan saya dari apa yang saya lakukan sekarang (belajar dan menulis) adalah satu jalan yang akan mendekatkan saya kepada Yang Maha Esa.

Ilmu bukanlah sesuatu yang harus dituntut agar mendapatkan manfaat sekarang juga seperti memetik buah dari pohonnya yang bisa kita makan langsung sehabis memetiknya.

“Kadang-kadang, keutamaan (fadhilah) ilmu baru diraih hasilnya di akhirat kelak berupa kemulan disana.”

Ilmu yang kita pelajari sekarang dan yang akan kita amalkan nanti serta kita ajarkan kepada orang lain baru akan terasa manfaatnya setelah kita berada di alam yang sebenarnya.

Alam dimana ilmu itu berasal. Alam dimana semua orang menginginkannya dan mendoakan dirinya kepada Tuhannya untuk mendapatkan kebaikan dan kemuliaan di dalamnya.

Ilmu adalah pohon yang abadi, yang buah dari pohon tersebut hanya akan terasa sangat jelas ketika pemilik pohonnya berada pada alam yang oleh Penciptanya dinyatakan alam yang abadi.

Jadi kita tidak perlu terlalu berharap untuk mendapatkan suatu kebaikan dari pohon abadi di alam yang fana ini. Cukup sabar menjadi teman kita dalam mempelajari dan mengamalkannya.

“Buah dari ilmu adalah mendekatkan diri pemiliknya kepada Rabb seru sekalian alam, menghubungkan diri dengan derajat malaikat, dan bahkan sanggup melebihi ketinggian kemuliaan para malaikat.”

Karena apa yang akan kita dapatkan dari ilmu yang kita pelajari, amalkan dan kita ajari adalah hal-hal yang hanya akan kita temukan ketika kita sudah berada disana (alam abadi).

Jadi, menuntut ilmu adalah sebuah keharusan yang kita niatkan untuk mendapatkan kebaikan kelak di alam abadi (akhirat) yang jelas dari sisi-Nya kita mendapatkan kemulian darinya (ilmu).

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload