Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 23 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Yang Dalam (Qalbu) Juga Butuh Perhatian Dari  Pemiliknya.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-126. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Mintalah Itu Kepada Pemilik-Nya Agar Dihadirkan Di Hatimu.

Kepuasaan selalu tersedia. Kepuasaan tidak selalu dicari, melainkan diizinkan dan dihadirkan ke dalam hati.

Kenapa kepuasaan dihadirkan? Ya, karena ada kendali manusia secara pribadi yang menjadi sebab kenapa kekuasaan itu bisa ada dalam hati seorang manusia.

Bisa saja kita tidak mendapatkan sesuatu sesuai dengan harapan dan ekspektasi kita, karena beberapa hal yang ada diluar kendali kita.

Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal-hal yang ada diluar kendali kita kecuali yang ada dalam kendali. Itu sudah menjadi pengetahuan yang dimiliki oleh orang yang berakal sehat.

Untuk bisa memahaminya gampang saja, apakah kita bisa menggerakkan sesuatu yang sesuatu tersebut tidak berada dalam genggaman kita?

Jawabannya, tidak akan pernah bisa. Seorang manusia tidak akan bisa menggerakkan sesuatu yang diluar genggamannya. Bisakah kita menggerakkan benda hanya dengan melihat?

Untuk bisa menggerakkan sesuatu, sesuatu tersebut harus dapat kita genggam. Tidak dapat digenggamnya sesuatu, maka itu tidak akan bisa digerakkan oleh seorang diri.

Dan begitu pula dengan melihat kehidupan, kita sebagai manusia harus bisa melihat suatu peristiwa, kejadian atau objek, apakah bisa digenggam atau tidak.

Jika ternyata hal-hal itu tidak dapat kita genggam, maka kita tidak akan pernah bisa mengendalikannya seberapapun kita akan berusaha untuk bisa menggerakkannya.

Yang bisa kita lakukan adalah mencari tahu, siapa yang dapat menggenggam hal-hal tersebut. Lalu meminta tolong untuknya menggerakkan hal-hal tersebut.

Nah, rasa puas, itu selalu ada. Yang perlu kita lakukan untuk bisa mendapatkan kepuasaan adalah dengan mengizinkan diri kita untuk membiarkan perasaan itu masuk kedalam hati.

Karena perasaan atas rezeki yang kita dapatkan dihadirkan oleh Ia Sang Pemilik Hati. Dan untuk itu, mengizinkan hati kita bisa mendapatkan rasa puas.

Mengizinkan hati untuk menerima rasa puas dengan apa yang kita dapatkan adalah menerima dengan baik apapun hasil yang kita dapatkan.

Dengan bahasa lainnya, yaitu mensyukuri setiap hasil yang kita dapatkan. Karena dengan bersyukur kita telah mengizinkan perasaan baik untuk masuk kedalam hati kita.

Jangan membiarkan hati kita tertutup akan nikmat-nikmat yang sebenarnya bisa hadir setiap saat. Tapi karena kita mematikan hati, menyebabkan perasaan baik tidak bisa hadir dalam hati.

Perasaan yang baik seperti tenang, tentram, damai dan merasa puas dengan hasil yang kita dapatkan bisa kita dapatkan hanya bila kita mengizinkan hati dan meminta perasaan itu hadir.

Bersyukur adalah sesuatu yang ada dalam kendali kita, jadi tidak akan sulit bagi kita untuk menggerakkan lisan kita dari mengucapkan kalimat syukur.

Tapi, hadirnya perasaan yang baik dalam hati kita adalah karena kehendak-Nya yang Maha Kuasa. Maka hal tersebut jelas ada di luar kendali kita.

Ingat, bahwa semua yang berada diluar kendali kita, harus kita cari siapa yang menggenggamnya, lalu memintanya untuk bisa menggerakkannya. Sampai sini, pahamkan maksudnya?

INSIGHT 2

Mungkin Membenci Bisa, Tapi Tidak Dengan Menolaknya.

Hari ini dapat satu insight tentang seseorang yang mengikuti passion dalam hidupnya. Saya tidak mengatakan dia sukses atau gagal. Tapi, ada cerita yang menarik dibalik kisahnya.

Jadi, dia adalah seorang perempuan yang memiliki sebuah rahasia. Disaat dirinya tumbuh dewasa, di sekolahnya dia selalu menjadi siswa yang buruk.

Dia bukan seorang siswi yang selalu mendapatkan keburukan di dalam sekolahnya. Tapi terkadang ia merasa buruk ketika mendapat nilai buruk.

Dia ceritakan bahwa pada pelajaran yang dia sukai selalu mendapatkan nilai yang bagus dan memuaskan. Tapi sebaliknya, dia selalu mendapatkan nilai buruk.

Hampir semua orang dalam hidupnya selalu mengatakan kepadanya untuk mengikuti passion atau hal-hal yang ia sangat bersemangat dalam melakukannya.

Dirinya berpikir dengan apa yang dimaksud tentang makna perkataan orang-orang yang mengatakan, lakukan apa yang kamu sukai, bukan yang tidak kamu sukai.

Dan sampailah ia pada kesimpulan bahwa kata-kata tersebut adalah saran yang bagus dan patut untuk diterapkan.

Dirinya sangat membenci pelajaran matematika dan sains selama di sekolahnya, sehingga setiap datang hari pelajaran tersebut, dirinya selalu menghindarinya.

Jadi terungkap sudah alasan mengapa dirinya selalu mendapat nilai buruk pada pelajaran tersebut. Karena dia tidak pernah bersemangat untuk mempelajarinya.

Tapi anehnya, seseorang yang tadinya tidak menyukai pelajaran matematika dan sains itu. Sekarang dia adalah seorang profesor di bidang teknik.

Sedikit terkejut dengan fakta ini. Karena bagaimana mungkin orang bisa mendapat gelar profesor teknik yang sebelumnya dia sangat membenci matematika dan sains.

Itu sama seperti bagaimana seseorang yang benci dengan durian, tapi dia punya kebun durian dan dia menjalankan bisnis kuliner yang berhubungan dengan durian, itu impossible.

Tapi begitulah fakta yang saya dapatkan. Dan ini benar-benar terjadi. Yang tadinya seseorang benci dengan sesuatu lalu pada hari kemudian, dia hidup dengan sesuatu tersebut.

Dari sini saya belajar, bahwa kita bisa membenci sesuatu, tapi kita tidak bisa menolak kehadirannya. Bahwa hal itu memang benar-benar kita benci, kita tetap tidak bisa menolaknya.

Mungkin dalam hidup kita sekarang kita membenci seseorang. Tapi kita tidak pernah tahu di kemudian hari seseorang yang kita benci menjadi teman dan sahabat kita.

Mungkin hari ini diantara kita ada yang membenci lawan jenis kita. Tapi kita tidak tahu, siapa tahu laki-laki/perempuan yang kita benci sekarang akan menjadi pasangan seumur hidup kita.

Membenci sesuatu, mungkin bisa kita lakukan. Tapi untuk menolak kehadirannya dalam hidup, kita tidak bisa berbuat banyak atas hal tersebut. Menolaknya adalah jalan yang salah.

Semakin kita menolak sesuatu atau seseorang yang kita benci untuk jauh-jauh dalam hidup kita. Maka semakin dekat orang tersebut dalam hidup kita.

Menolak sesuatu untuk dari kita sama dengan memberikan instruksi secara tidak sadar kepadanya untuk tetap ada dalam diri dan hidup kita.

INSIGHT 3

Yang Dalam (Qalbu) Juga Butuh Perhatian Dari Pemiliknya.

Apakah kita sering belajar tentang sesuatu dari diri kita selain yang ada dari luar diri kita?

Apakah kita hanya mempelajari bagaimana cara mendapatkan rezeki, tapi tidak mempelajari mengapa kita harus mencari rezeki dan darimana datangnya rezeki?

Di kehidupan nyata, saya banyak menemukan seseorang yang terlalu banyak mempelajari “How” atau “Bagaimana” cara untuk bisa mendapatkan sesuatu yang memuaskan nafsu.

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan yang banyak, bagaimana cara mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginan kita bukan yang sudah ditakdirkan.

Saking sering dan banyaknya mempelajari tentang bagaimana untuk mendapatkan kenikmatan dunia, kita sampai lupa dengan sesuatu yang jauh lebih penting.

Seperti mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan keimanan dan amalan batin yang mana sesuatu yang ada di dalam itu mempengaruhi sesuatu yang ada diluar diri kita.

Penting bagi kita untuk mempelajari sesuatu yang ada pada dalam diri kita seperti mempertanyakan “Why” atau “Kenapa” kita harus memiliki harta dan semacamnya.

Tidakkah ketika peduli dengan keyakinan, keimanan dan amalan batin kita? Maka mungkin hati kita sudah tidak lagi peduli. Imam Al-Ghazali Rahimahullah berkata,

“Mengenai keimanan atau amalan batin, mengetahui kondisi serta mengendalikan suasananya diwajibkan bagi setiap Muslim.”

Adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk belajar agar mengetahui kondisi daripada hatinya serta dapat mengendalikan suasana hatinya.

Paham bahwa perasaan apa yang sedang dialaminya dan bisa mengendalikan suasana hatinya adalah sesuatu yang sangat penting.

Seseorang yang dapat mengetahui kondisi hatinya, maka ia akan selalu berusaha untuk mengendalikan suasana dalam hatinya tetap dalam hal-hal yang positif.

Katakanlah ketika ia mendapatkan suatu kejadian yang dapat memicu kemarahannya. Ketika ia tahu dan paham dengan hal tersebut, maka sesegera mungkin ia akan mengendalikan hati.

Yang tadinya dia terpengaruh untuk marah, lalu menenangkan hatinya dengan hal-hal yang positif sehingga ia terhindar dari perilaku marah dan perilaku tercela lainnya.

Termasuk juga di dalamnya ketika seseorang yang paham dengan hati dan dapat mengendalikan suasana hatinya, ia memiliki keyakinan yang teguh serta bergairah menjalani hidup.

Sebaliknya, jika seseorang tidak paham akan kondisi hatinya dan tidak mampu mengendalikan suasana hatinya, sehingga kurang keyakinan atas hal yang diwajibkan baginya.

Imam Al-Ghazali Rahimahullah mengatakan,

“Apabila tidak tersemat gairah rasa yang meyainkan, hingga qalbu menjadi beku (mati) sebelum keyakinan ditambatkan, misalnya keyakinan di seputar qadim-nya kalam Allah, adanya perjumpaan dengan Allah kelak di Hari Pembalasan amal, perbedaan sifat makhluk dengan Penciptanya (Khaliq), dan yang sejenis dengan itu, maka para ulama telah bersepakat bahwa qalbunya sudah dinyatakan mati, atau tidak lagi mampu menerima hidayah Allah Swt..”

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload