Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 13 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tugas Aversif Yang Menjadikan Kita Jadi Sering Menunda.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-116. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Setiap Pertemuan Pasti Menemukan Titik Perpisahannya.

Sekarang mau tidak mau kita harus memperbanyak teman kita. Karena era sekarang bukan lagi era yang dimana teman bisa menjadi lawan. Sekarang eranya untuk berkolaborasi.

Atas alasan itulah kita memperbanyak relasi kita dengan orang-orang disekitar kita. Bahkan sekarang relasi tidak hanya bisa didapatkan dari sekitar; yang jauh pun bisa.

Tapi ada yang lebih penting dan memperbanyak relasi dan mencari teman baru. Yaitu, mempertahankan pertemanan sama teman kita dimasa lalu.

Apakah kita masih mengingat mereka? Apakah kita masih bertukar kabar dengannya?

Saya rasa kalau itu ada paling hanya segelintir orang saja yang masih menjaga dan mempertahankan hubungannya dengan teman lamanya.

Saya pun sekarang sudah tidak memiliki kontak lagi dengan teman lama, baik teman ketika saya masih SMP dan teman ketika saya masih SMK.

Semua teman saya yang dulu hilang tanpa kabar. Padahal kontak atau nomor saya tidak pernah saya ganti sama sekali. Tapi tetap saja teman yang dulu sudah tidak ada kabar.

Yang masih hingga sekarang hanya teman-teman saya semasa saya bersekolah di SD. Alhamdulillah, kami masih saling tanya kabar dan masih menyimpan nomor satu sama lain.

Bahkan teman SD adalah satu-satunya teman yang sampai sekarang grup WA-nya masih ada. Ya,,.. grupnya gak dibuat pas masih SD. Pas SD mah gak ada wa-waan.

Dari peristiwa ini saya menyadari satu hal bahwa kita sangat mudah untuk mendapatkan teman. Tidak hanya teman, dalam hal pun demikian; cenderung mudah untuk didapatkan.

Tapi bagian yang paling sulit dari mendapatkan sesuatu adalah mempertahankannya. Apapun yang kita dapatkan selama kita hidup pasti beberapa dari mereka sulit untuk dipertahankan.

Tanyalah pada dirimu sendiri, sudah berapa banyak mantan yang kamu miliki? Ketemu jawabanya? Lihat, begitu sulit bukan mempertahankan sebuah hubungan.

Saya tidak tahu apakah kamu mudah atau sulit mendapatkan sesuatu. Tapi tetap saja, mempertahankan adalah bagian yang paling sulit bagi seseorang.

Makanya saya salut dengan orang-orang yang bisa dengan waktu yang sangat panjang mempertahankan apa yang ia dapatkan. Mereka benar-benar hebat dalam mempertahankan.

Mungkin tidak selamanya kita bisa mempertahankan sesuatu. Tapi setidaknya dengan melakukan hal itu, kita sudah berusaha mempertahankannya selama yang kita bisa.

Karena tidak akan pernah ada yang abadi di dunia ini. Semua hal datang dan pergi begitu saja. Seperti teman-teman yang kita temukan saat ini, pasti juga akan menemukan waktu pergi.

Entah kenapa saya terobsesi dengan film-film yang menceritakan kita dua atau lebih persahabatan yang mampu bertahan dari mereka masih kecil hingga dewasa.

Rasanya mungkin akan sangat menyenangkan ketika kita bisa menemukan seseorang yang bisa setia dan bertahan lama dalam hidup kita.

Ya… mungkin teman takan bertahan lama. Tapi saya berdoa suatu hari nanti saya bisa menemukan pasangan hidup dari awal bertemu sampai semuanya terpisahkan oleh waktu.

INSIGHT 2

Tugas Aversif Yang Menjadikan Kita Jadi Sering Menunda.

Salah satu dari sebab mengapa kita suka menunda tugas atau pekerjaan kita adalah karena tugas tersebut aversif.

Itulah yang saya baca dan dapat dari membaca buku Kitab Anti Penundaan. Penyebab kita melakukan penundaan karena tugas aversif.

Tugas bisa kita maknai sebagai pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan untuk mencapai suatu target atau tujuan yang sudah kita tetapkan.

Ada tujuan yang kita tetapkan, maka akan ada tugas yang akan kita dapatkan. Dan tugas tersebut perlu sebuah tindakan agar bisa mencapai tujuan penetapannya.

Tapi karena ia bersifat aversif, yaitu bersifat memunculkan perasaan enggatu atau ketidaksukaan yang teramat kuat, akhirnya tugas tersebut kita tunda.

Mengapa tugas yang kita dapatkan bisa bersifat aversif atau bersifat tidak mengenakkan untuk dikerjakan? Ada banyak yang dapat menjadi alasannya.

Pertama, bisa saja tugas yang kita dapatkan itu tidak bermakna sehingga tidak ada penghubung antara tugas dan tekad untuk mengerjakan tugas tersebut.

Biasanya ketika ada tugas yang tidak bermakna cenderung akan kita tinggalkan. Kalaupun tidak, kita akan merasa berat saat melakukan sampai akhirnya tugas itu kita tinggalkan juga.

Kita merasa tugas yang tidak bermakna adalah tugas yang tidak memiliki hubungan dengan tujuan besar yang ingin kita capai. Sehingga tugas tersebut kita anggap tidak penting.

Dan ceritakan kepada saya, apakah ada seseorang yang ingin melakukan sesuatu tanpa menaruh kepentingan apapun pada sesuatu tersebut?

Setiap tindakan yang orang ambil pasti ada kepentingan di dalamnya. Kepentingan itulah yang membuat seseorang rela melakukan apa saja.

Dan ketika tidak ada kepentingan dalam tugas yang kita dapat, kita akan tinggalkan. Karena tidak ada sesuatu yang harus kita kejar. Bukankah begitu cara kita hidup?

Hmm… Tapi meskipun tugas yang kita dapat itu penting, ada beberapa dari tugas penting tersebut kita abaikan. Katakanlah tugas kantor/kerjaan yang kita abaikan begitu saja.

Atau kalau kita mau masuk ke ranah agama kita bisa sebut kewajiban kita yang begitu amat penting untuk kita lakukan, tapi masih saja kita sisihkan beberapa waktu untuk menundanya.

Kenapa tugas penting, yang mana itu merupakan tanggungjawab kita masih saja kita tunda? Alasannya, karena tugas tersebut membosankan.

Tugas yang membosankan, tidak menarik dan tidak menyenangkan untuk dilakukan adalah alasan yang paling tepat untuk menunda pekerjaan yang penting.

Sepenting apapun tugas itu, kalau sudah tidak menyenangkan, lambat laun pasti akan kita tunda. Bahkan bisa sampai ke level dimana kita tidak lagi mau melakukannya sama sekali.

Dan yang ketiga, mengapa tugas bisa menjadi aversif adalah karena tugas yang kita dapatkan membingungkan. Mungkin tugas tersebut menyenangkan, tapi terlalu kompleks.

Tugas yang terlalu kompleks atau sulit sehingga membuat kita merasa frustasi saat mengerjakannya bisa memicu perasaan yang membuat kita jadi menunda pekerjaan tersebut.

INSIGHT 3

Generasi Yang Tidak Hanya Pintar, Tapi Juga Berakhlak Mulia.

Dasar-dasar kehidupan di alam dunia ini tidak akan lepas dari tiga hal penting yang terhubung dan berkaitan satu sama lain.

Sebagaimana yang ada pada susunan organ tubuh pada setiap badan manusia atau makhluk lainnya di atas bumi. Begitu pula dengan dasar-dasar kehidupan yang ada di atasnya.

Bagi seseorang yang sudah dewasa atau paling tidak pernah belajar biologi semasa sekolahnya. Maka dia akan tahu apa saja susunan organ pada tubuh manusia.

Pertama, organ-organ pokok atau vital yang terdiri dari jantung, liver dan otak. Kedua, organ-organ pendukung seperti perut, otot, urat saraf dan pembuluh darah.

Dan yang ketiga, organ-organ pelengkap serta penghias diri seseorang seperti kuku, anak jari, bulu mata, alis, lesung pipi dan sebagainya.

Semua tersebut tersusun rapi dan saling melengkapi sehingga kita dapat hidup dengan sehat dan bisa hidup dengan percaya diri. Maha Suci Allah dengan segala penciptaannya.

Seperti yang dijelaskan di awal, bahwa hidup juga tidak jauh-jauh dari ketiga hal tersebut, yang mana terdiri atas hal-hal pokok yang harus dikerjakan.

Ada hal-hal mendasar yang jika tidak kita lakukan bersama akan merusakan tatanan kehidupan di dunia. Seperti kacaunya hidup seseorang karena salah satu orang vital tak berfungsi.

Diantara hal-hal yang mendasar tersebut adalah kegiatan yang berkaitan dengan urusan politik kenegaraan maupun penegakan hukum yang adil.

Tanpa politik yang bersih dan hukum yang adil, maka hidup dengan ketenangan, kedamaian serta kesejahteraan tidak akan pernah ada dan diperoleh penduduk daerah setempat.

Untuk itu, agar terwujud kedamaian, ketenangan dan kebajikan, maka dibutuhkan orang yang bertanggung jawab mengelola dan mengurus seluruh rangkain yang tersedia secara tepat.

Begitulah yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali Rahimahullah dalam kitab yang ia tulis; Ihya Ulumuddin. Tanpa memikirkan hal tersebut, maka kacaulah kehidupan di dunia.

Sekarang sudah tidak menjadi rahasia lagi jika negara yang hancur adalah akibat yang muncul dari orang-orang yang tidak mau bertanggung jawab secara penuh dengan kewajibannya.

Kita berdoa, semoga ada generasi yang dapat bekerja dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab. Sehingga apa yang akan kita temukan di masa depan adalah hal-hal yang baik.

Tidak akan ada lagi kita temukan orang yang maling ayam lebih mendapatkan perlakukan yang tidak sepantasnya jika kita bandingkan dengan orang yang mencuri uang rakyat.

Tidak akan ada lagi kita temukan hukum yang tajam ke bawah tumpul ke atas; hukum yang selalu memihak kepada mereka yang berkuasa.

Jika telah lahir generasi yang adil, jujur dan bertanggung jawab, hidup akan berjalan dengan penuh ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan yang melimpah di dalamnya.

Maka, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita bisa mendapatkan generasi-generasi seperti itu? Jika kita belum mendapatkannya, alangkah baiknya kita persiapkan.

Dan persiapan yang dapat mewujudkan generasi yang adil, jujur dan bertanggung jawab adalah dengan memberikannya pendidikan akhlak. Tidak hanya pintar, tapi juga punya akhlak.

Wallahu A'lam Bishawab.

Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload