Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 27 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Seputar Rukun Shalat Dan Sahnya Shalat Seseorang.

Daily Insight adalah blog yang aku tulis setiap hari. Tujuan dari blog ini adalah membiasakan diriku menulis (minimal 1000 kata) setiap hari sekaligus menjadi terapi bagi kesehatan mentalku.

Daily Insightadalah segalainsightyang aku temukan dari berbagai macam platform yang ada di internet. Dengan kata lain, ini adalah history sosial media yang aku dokumentasikan melalu tulisan (blog).

Selain merupakan history sosial mediaku, aku juga mencatat apa saja yang terlintas dalam benakku yang menurutku menarik untuk aku share.Singkatnya, ini adalah curhatan sebuah pena pada kertas.

Aku tahu, apa yang aku tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah". Tapi aku yakin, suatu hari nanti, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-130. Selamat membaca!


INSIGHT 1

Seputar Rukun Shalat Dan Sahnya Shalat Seseorang.

Bismillah… Di insight pertama ini aku ingin menuliskan tentang suatu fenomena yang sedang terjadi di akhir zaman.

Ini adalah insight yang aku dapatkan dari sebuah video social experiment yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan data tentang sesuatu yang dicarinya.

Menurut Wikipedia, eksperimen sosial adalah jenis penelitian psikologis atau sosiologis untuk menguji reaksi orang terhadap situasi atau peristiwa tertentu.

Eksperimen bergantung pada pendekatan sosial tertentu di mana sumber informasi utama adalah sudut pandang dan pengetahuan peserta eksperimen.

Nah, menariknya pada social experiment ini bukan untuk mencari sebuah data yang berkaitan dengan psikologis seseorang melainkan tentang pengetahuan seseorang.

Pengetahuan apa yang hendak dicari? Yaitu, pengetahuan seseorang tentang agamanya. Apakah mereka paham dengan agamanya atau tidak.

Jika mereka paham dan tahu tentang satu perkara yang ditanyakan, maka kita bisa simpulkan bahwa orang tersebut benar-benar peduli dengan agamanya.

Dengan kata lain, mereka benar-benar peduli dengan status keimanannya. Sebaliknya, jika mereka tidak tahu tentang hal yang ditanyakan kepadanya.

Maka kita bisa simpulkan bahwa mereka tidak benar-benar peduli dengan agamanya, atau dalam makna lain mereka tidak benar peduli dengan keimanannya sendiri.

Untuk mengetahui lebih lengkap social experiment yang aku maksud, kamu bisa menonton fullnya disini. Semoga dengan video tersebut, kita jadi lebih memperhatikan keimanan kita.

Jadi dalam video tersebut, seseorang yang melakukan social experiment bertanya kepada beberapa orang yang ditemuinya secara random. Simpel pertanyaannya:

“Ada berapa rukun shalat?”

Udah. Gitu doang pertanyaan. Dan subhanallah, jawabannya sangat membuat kita geleng-geleng kepala. Jawabnya begitu random dan tidak ada yang berhasil menjawabnya.

aku tidak tahu apakah ada orang yang berhasil menjawabnya dengan baik dan benar. Tapi dari apa yang aku lihat di video tersebut tidak ada orang yang berhasil menjawabnya.

Beberapa orang yang ditanya meresponya diam. Beberapa orang lainnya ada yang bertanya kepada teman disampingnya untuk mendapatkan jawaban.

Dan sisanya menjawab dengan jawaban yang tidak benar. Ada yang menjawabnya dengan jawaban, rukun shalat ada 5. Ada juga yang menjawab dengan mengatakan 6.

Yang mana kita ketahui bahwa 5 itu adalah rukun Islam dan yang 6 itu adalah rukun Iman. Meski jawaban mereka tidak benar, aku beranggapan mereka masih mengerjakan shalat.

Aku sendiri ketika melihat social experiment tersebut sedikit berpikir tentang jawabannya. Dan alhamdulillah, apa yang pernah aku pelajari di SD masih aku ingat.

Meski ada beberapa istilah yang aku lupa, seperti gerakan setelah rukuk, itu aku lupa sama sekali. Tapi setelah aku cek kembali di internet, Alhamdulillah ketemu jawabannya.

Dari Buya Yahya, aku mendapatkan insight tentang seputar shalat.

  1. Shalat harus memenuhi syarat dan rukunnya. Yang tidak memenuhi syarat dan rukunnya tanpa udzur, tidak sah. Jika ada yang kehilangan syaratnya karena udzur, maka sah.
  2. Cara shalat sangat mudah. Bila ada orang yang tidak bisa shalat, yang salah adalah gurunya bukan santrinya. Sebab bila seseorang shalat tidak bisa berdiri, maka duduk. Bila tidak bisa duduk, maka berbaring.
  3. Yang wajib dibaca dalam shalat hanya 5 bacaan. Pertama, Takbiratul Ihram (Allahu Akbar); Kedua, surah Al-Fatihah; Ketiga, Tasyahud sampai Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah; Keempat, Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad; Kelima, Salam. Sisanya sunnah, seperti Kabira Walhamdulillahi Katsira … sampai selesai.
  4. Jika orang tidak mengerti rukun dan sunnahnya, tidak mengerti mana yang wajib dan mana yang sunnah, apakah sah shalatnya? Shalatnya dianggap sah asalkan tidak menganggap yang wajib itu sunnah. Tapi kalau menganggap yang sunnah itu wajib, sah. Misalnya seseorang mengira do’a Iftitah itu wajib, maka shalatnya sah. Namun sebaliknya, menganggap surah Al-Fatihah sunnah, maka shalatnya tidak sah.

Kata Buya Yahya, kebanyakan orang awam itu shalatnya sah. Kenapa? Karena dari dulu orang yang di kampung diajarkan membaca doa iftitah sebelum Al-Fatihah, dan dianggap wajib.

Jika sunnah dianggap wajib, maka secara umum bisa disimpulkan, “Shalatnya orang awam yang tidak mengerti rukunnya; sah.” Begitu kata Buya Yahya.

Kemudian tentang bacaan surah Al-Fatihah seseorang yang belum benar. Kalau memang bisanya seperti itu, shalatnya tetap sah.

Namun, Buya Yahya menggaris bawahi bila seseorang yang belum benar Al-Fatihah tetap wajib untuk membenahi bacaan Al-Fatihahnya.

Untuk lebih lengkapnya bisa kamu tonton Video Buya Yahya disini: https://youtu.be/xDlsR-mdgL0 Sedang untuk berapa rukun shalat, bisa klik disini: https://youtu.be/djIAzwciv0s

Kesimpulannya, shalatnya orang awam yang belum tahu rukun dan belum tahu mana yang wajib dan sunnah selama ia tidak menganggap yang wajib itu sunnah, maka shalatnya sah.

Dan tidak ada masalah dengan golongan orang-orang seperti itu. Yang jadi masalah adalah, orang yang tahu dan paham rukun shalat, tapi dirinya tidak mengerjakan shalat.

Adapun orang yang telah sadar akan dirinya yang belum paham ilmu shalat, maka kewajiban baginya untuk belajar ilmu shalat dan membenahi shalatnya.

Wallahu A’lam Bishawab.

INSIGHT 2

Jangan Serahkan Diri Kalian Pada Perasaan.

Insight yang kedua ini aku dapatkan dari sebuah video pendek atau reels di instagram. Buat kamu yang mau melihat videonya, bisa klik link ini.

"Tenangkan dari diri kalian. Ketenangan akan membuat kalian punya kemampuan lebih dalam berpikir jernih dan lurus. Jangan serahkan diri kalian pada perasaan. Hendaknya perasaan ini dikendalikan. Dan memperbaiki akhlak yang seperti ini kamu akan merasa hidup dan merasakan kehidupan dengan cara yang lebih baik daripada kehidupan kalian sekarang."

Maulana Syaikh Ali Jum'ah.

Pertama, semoga yang mengupload konten diberkahi setiap kegiatannya. Dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan rahmat-Nya kepada Maulana Syaikh Ali Jum'ah.

Dari apa yang aku dengar dan sekarang sedang Sohib Insight baca. Ada beberapa insight yang berharga yang bisa kita gunakan untuk membenahi kehidupan kita sehari-sehari.

Kita semua pasti mau dan tidak akan menolak kehidupan yang didalamnya penuh kedamaian dan ketenangan. Oleh karenanya, ada hal yang penting harus kita lakukan.

Untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup, kita perlu menenangkan diri kita dari segala pikiran dan perasaan yang negatif.

Entah berapa banyak hal yang melintas dalam pikiran kita dan diantara hal-hal yang melintas ada yang tidak baik untuk kita pikirkan dan perlu kita hilangkan dari dalam pikiran.

Mengendalikan pikiran akan membantu perasaan kita bersih dan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan atau tidak baik untuk dilakukan bagi seorang Muslim.

Berprasangka buruk adalah satu jalan yang dapat merusak hati kita. Dan darinya akan muncul segala perasaan yang tidak baik bagi kesehatan mental kita.

“Jangan serahkan diri kalian pada perasaan. Hendaknya perasaan ini dikendalikan.” Dan cara mengendalikan perasaan, pintu pertamanya adalah panca indera kita.

Semakin baik yang kita lihat dan kita dengar maka akan semakin baik pula bagi perasaan kita. Contohnya, mendengar Al-Quran menjadikan hati kita tenang.

Adapun jika dilingkungan kita tidak memungkinkan bagi kita untuk melihat dan mendengar yang baik-baik seperti tetangga yang suka berantem atau memutar musik dengan suara keras.

Maka hal yang dapat kita lakukan sebelum apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar itu masuk kedalam hati kita adalah dengan mengendalikan pikiran kita.

Otak kita memiliki kemampuan lebih dari apa yang kita bayangkan. Dan diantara kemampuannya adalah mengabaikan apa yang tidak suka dilihat dan yang tidak suka didengar.

Otak kita memiliki kemampuan seperti itu dan bahkan beberapa kesempatan pernah kita lakukan. Contoh saja ketika ada teman yang bicara, kita tidak mendengarnya meski volume keras.

Sehingga kita sering bertanya kepada teman yang mengajak kita bicara, “Eh, kamu ngomong apa tadi?” Dan teman kita jawab, “Kamu gak dengar aku ngomong dari tadi?”

Ini adalah satu bukti bahwa kita bisa mengendalikan pikiran (baca: fokus) untuk mengabaikan apa saja yang menurut kita tidak baik untuk dilihat dan didengar.

INSIGHT 3

Dengarkan Kata Hati Dan Ikuti Kemana Dia Pergi.

Di insight ketiga ini, aku mendapat insight yang sangat luar biasa dan diluar nalarku sebelumnya. Insight ini aku dapatkan dari akun instagram @_shortform

Dijelaskan oleh Don Miguel Ruiz dalam konten tersebut bahwa mengikuti aturan masyarakat seringkali menjadi seseorang terhambat untuk mencapai kebahagian.

Aturan masyarakat disini bukanlah aturan yang sering kita dengar di dunia nyata, melainkan aturan-aturan yang sering kita temukan di sosial media. Begitu menurut pemahamanku.

Kalau kita terlalu mengikuti aturan-aturan di sosial media, itu seringkali menjadikan kita frustasi. Kalian tahulah apa yang aku maksud.

Contoh sederhananya aja kalau kita mau bikin konten banyak dipengaruhi oleh pandangan-pandangan orang yang mengatur hidup kita.

Kalau mau banyak followers harus sering-sering upload. Sudah bukan aturannya lagi sehari satu postingan, melainkan lebih dari satu. Ada yang aku temukan bahkan sampai 5 postingan.

Itu sehari, by the way. Dan coba pikirkan kalau itu dilakukan setiap hari dalam satu pekan. Maka sudah berapa banyak waktu kita yang hilang.

Seharusnya kita bisa mengobrol santai dengan keluarga kita, akan tetapi kita tidak punya waktu.

Kenapa tidak punya waktu? Karena waktu kita, kita habiskan untuk membahagiakan orang lain, membuat orang lain puas dan menuruti semua omongan orang lain.

Kalau disuruh upload yang lebih panjang, kita nurut. Kalau disuruh upload setiap hari, kita nurut. Kalau disuruh jangan telah postingnya, kita juga nurut.

Menuruti semua aturan yang ada di sosial media, yang mana yang menjadi pembuat aturannya adalah para followers kita. Maka kita akan sulit mendapatkan kebahagian.

Ambil kembali kekuatanmu, kamu bukan diciptakan untuk menuruti semua kemauan orang dan mentaati semua aturan yang ada di sosial media.

Kebahagian ada ditanganmu. Yang perlu kamu lakukan adalah tetap menjaga kebahagian itu ada dalam dirimu. Jangan lepas dari genggamanmu karena omongan orang lain.

Bukan sesuatu yang diluar yang membuat kita bahagia. Tapi sesuatu yang didalam jauh dilubuk hati kita yang paling dalam yang membuat kita bahagia.

Terkadang untuk bisa bahagia, kamu hanya perlu mendengarkan apa isi hatimu dan mengikuti kemana dia membawamu.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak aku dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload