Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 12 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Gambar Besar Berasal Dari Gambar Kecil Yang Tersusun Rapi

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-115. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Gambar Besar Berasal Dari Gambar Kecil Yang Tersusun Rapi.

Satu kesuksesan besar tidak akan pernah tercapai hanya dengan satu tahap. Ada banyak tahap yang harus kita lalui untuk mendapatkan satu kesuksesan yang besar.

Dan akan menjadi aneh jika kita selalu beranggapan hanya ada satu jalan untuk mencapai satu tujuan. Satu tujuan tidak hanya punya satu jalan, melainkan ada beberapa jalan.

Yang perlu kita ketahui tentang kesuksesan adalah ia terdiri dari beberapa kesuksesan kecil yang kita dapatkan dalam kurun waktu tertentu.

Jadi semisalnya kamu langsung membidik satu target besar tanpa membidik target yang kecil, kamu tidak akan pernah mengenai target yang besar.

Saya yakin dan percaya bahwa tidak ada satu buku yang ditulis satu hari selesai oleh manusia manapun. Melainkan buku yang orang tulis membutuhkan waktu berhari-hari.

Satu hari mungkin butuh menulis satu halaman. Dan jika itu benar, maka butuh 100 hari untuk bisa mencapai 100 halaman.

Jika kita gagal mencapai kesuksesan kecil berupa menulis setiap hari satu halaman. Maka kita tidak akan pernah berhasil menyusun buku 100 halaman dalam 100 hari.

Kesuksesan besar adalah tujuan utama. Tapi bukan berarti kita mengesampingkan kesuksesan-kesuksesan kecil yang bisa kita raih setiap hari di setiap kesempatan itu ada.

Saya yakin kamu sudah paham dengan konsep ini, terlebih lagi jika kamu pernah bermain game. Kamu akan temukan bahwa tujuan utama bisa dicapai dengan bertahap.

Dengan kata lain, kesuksesan besar bisa kita capai secara bertahap. Dan itu butuh proses yang cukup panjang. Saya khawatir, tidak ada jalan pintas untuk jalan panjang tersebut.

Coba kamu ingat kembali kesuksesan yang kamu anggap sebagai kesuksesan terbesarmu. Apakah kesuksesan besarmu itu berdiri sendiri? Saya rasa tidak.

Katakanlah kamu sukses berbicara di depan umum dengan sangat memukau. Apakah hal itu langsung terjadi begitu saja? Saya rasa tidak. Itu adalah hasil dari latihan kamu selama ini.

Kamu pasti berlatih dengan sangat keras setiap hari. Dan hasil dari latihanmu kamu nikmati pada satu titik dimana kamu sebut titik tersebut sebagai momen kesuksesan terbesarmu.

Apapun kesuksesan yang pernah kita dapatkan, kalau kita ingin meninjaunya kembali, maka kita akan temukan tidak hanya ada satu titik yang menyusunnya, namun ada beberapa titik.

Keahlian seseorang bisa terbentuk dari akumulasi beberapa hal atau tahap dari banyaknya pengetahuan dan latihan sederhana yang kita lakukan setiap hari.

Jangan pernah meremehkan aktivitas sederhana yang bernilai. Mungkin sekarang itu terlihat begitu sederhana. Tapi suatu hari nanti, bentuknya tidak akan sesederhana pemikiran kita.

Apa yang kita lihat kecil sekarang akan terlihat besar nanti, di waktu yang akan datang. Aktivitas yang kita lakukan sekarang tidak akan berdampak, tapi nanti; dan itu pasti.

Dampak tidak selalu terlihat langsung ketika kita melakukannya sekarang. Bibit yang kita tanam sekarang tidak akan membesar hari ini atau esok hari. Tapi pasti, bibit tersebut akan membesar.

Suatu kepastian yang akan datang adalah gambaran dari yang kita lakukan. Jika kita berusaha setiap hari untuk sukses meski itu kecil, maka kita akan melihat gambaran besarnya nanti.

INSIGHT 2

Mengganti Tugas Yang Membosankan Bukan Sebuah Solusi.

Beberapa tulisan belakang ini, saya sering berbagi insight tentang penundaan di insight yang kedua. Masih ingat? Insight yang kedua adalah insight yang saya peroleh dari buku.

Saya berbagi insight tentang penundaan, ya karena sekarang saya sedang membaca buku tentang penundaan, yaitu buku karya Coach Darmawan Aji; “Kitab Anti Penundaan”.

Dan tidak terasa menulis insight dari buku ini sekarang telah berhasil mengantarkan saya pada bab ketiga. Di bab ini, saya membaca tentang sebab penundaan yang pertama.

Apa yang menjadi sebab penundaan yang pertama dalam buku ini adalah tugas yang tidak menyenangkan.

Ya, benar. Tugas yang tidak menyenangkan selalu kita hindari dalam kondisi apapun itu. Karena siapa yang ingin hidup dalam ketidaksenangan? Saya rasa tidak ada.

Itulah yang menjadikan diri kita mencoba mencari alternatif lain atau aktivitas lain yang dapat membuat kita senang pada saat kita mengerjakan sebuah tugas yang tidak menyenangkan.

Entah aktivitas lain yang kita lakukan tersebut bermakna dalam hidup kita atau tidak secara visi dan misi. Tapi apa yang telah kita lakukan adalah hal yang menjauhkan kita dari visi kita.

Aktivitas yang menyenangkan seringkali tidak berbuah manis untuk tujuan, impian atau harapan yang ingin kita capai. Karena yang menyenangkan setelah dari itu akan jadi menyedihkan.

Sesuatu yang menyedihkan biasanya lahir dari penyesalan kita karena telah melakukan yang tidak seharusnya kita kerjakan dan meninggalkan hal yang seharusnya kita kerjakan.

Maka cara menghadapi tugas yang tidak menyenangkan bukan dengan cara mengganti tugas tersebut dengan aktivitas lain yang menyenangkan seperti menonton hiburan di sosial media.

Katakan kita mendapat tugas untuk membuat makalah yang membahas tentang suatu topik yang tidak sukai. Sudah pasti itu adalah tugas yang sangat tidak menyenangkan bagi kita.

Tapi bukan berarti kita harus meninggalkan tugas tersebut dan tidak berbuat apa-apa. Kita tetap memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas tersebut terlebih itu datang dari guru kita.

Memang tugas itu tidak menyenangkan. Tapi yang perlu kamu ketahui, tugas tersebut bermakna bagi kehidupanmu sekarang maupun kehidupanmu nanti di masa yang akan datang.

Aktivitas yang tidak menyenangkan tidak bisa kita perbaiki dengan mengganti aktivitas tersebut dengan aktivitas lain yang jauh lebih menyenangkan.

Tugas yang tidak menyenangkan tidak akan pernah selesai ketika kita lari darinya membuka Youtube, mencari video yang bisa menghibur dan menyenangkan hati kita.

Memang ketika kita membuka Youtube, lalu menonton video kucing yang menggemaskan bisa membantu mood kita yang tadinya tidak enak berubah menjadi baik seketika.

Tapi sayang, yang saya baca dari buku Kitab Anti Penundaan cara tersebut adalah cara mengatur emosi yang kurang tepat untuk jangka waktu yang cukup lama.

Terkadang tugas yang kita kerjakan jauh lebih lama dari emosi yang kita rasakan. Sehingga tidak menjadi jaminan yang sesuai untuk kita bisa mengatasi tugas yang tidak menyenangkan.

Bukan mengganti tugas dengan aktivitas lain yang menjadi poin solusi dari masalah kita. Tapi apa yang harus kita lakukan ialah membuat tugas yang kita kerjakan menjadi menyenangkan.

INSIGHT 3

Tigal Hal Penting Dalam Hidup: Pokok, Pendukung, Pelengkap.

Kata Imam Al-Ghazali Rahimahullah, hidup kita terbagi atas tiga hal yang saling mendukung dan terhubung satu sama lain.

“Sebagaimana susunan organ pada diri setiap manusia yang terbagi menjadi tiga bagian: Pertama, organ pokok; Kedua organ pendukung; Dan ketiga, organ pelengkap.”

Maka begitu pula urusan-urusan dunia yang kita hadapi. Apa yang menjadi urusan kita juga terbagi menjadi tiga bagian yang penting dan satu dengan lainnya saling berkaitan.

Kita tidak bisa mengabaikan satu tanpa yang lainnya. Seperti memiliki kendaraan roda empat yang tidak akan berjalan sempurna bila satu dari keempat bannya tidak berfungsi.

Maka ketiga pembagian atas urusan dunia yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali Rahimahullah harus berjalan dengan baik. Jika tidak, duniawi tidak akan tertata secara rapi.

“Pertama, perjalanan kehidupan manusia di alam ini tidak akan berjalan dengan baik, sesuai, terukur apabila dasar-dasar pokok yang berlaku tidak ada (dihilangkan).”

Diantara dasar-dasar pokok yang berlaku ialah urusan pertanian yang menjadi sumber kehidupan untuk memenuhi pangan selama kita hidup di dunia.

Duniawi tidak akan tertata rapi jika menemukan masalah pada pangan yang tersedia. Krisis pangan sama halnya mengalami krisis kehidupan. Tanpa pangan, hidup orang bisa mati.

Setelah darinya, maka selanjutnya adalah pertenunan yang menjadi sandang untuk melangsungkan hidup seseorang dari luar dunia. Itu menjaga hidup seseorang setelah pangan.

Pemukiman dan pergaulan hidup bermasyarakat untuk kerukunan, kesatuan, dan gotong royong juga menjadi pokok hidup untuk mencapai kehidupan yang damai dan sejahtera.

“Kedua, kegiatan-kegiatan lain untuk mempersiapkan dan melayani usaha-usaha yang disebutkan tadi.”

Untuk mengelola kehidupan dibutuhkan pangan dari hasil pertanian. Dan pertanian tidak akan berjalan tanpa adanya alat pertanian yang disiapkan.

Maka yang menjadi usaha yang kedua adalah menyediakan hal lain untuk melayani usaha-usaha yang pertama.

Harus tersedia alat-alat pertanian untuk bisa menjalankan dan mengoperasikan segala aktivitas yang ada pada pertanian. Itu menjadi hal penting setelah usaha yang pertama.

“Ketiga, kegiatan-kegiatan yang menyempurnakan usaha-usaha yang pertama dan yang kedua.”

Sandang, pangan, papan adalah hal pertama yang didapatkan dari usaha yang kedua yang masih perlu penyempurnaan. Hidup butuh pangan, oleh karenanya kita menyediakan usaha kedua berupa lahan dan alat-alatnya.

Tapi masih perlu usaha lain sampai akhirnya usaha yang kedua dan pertama bisa diambil manfaatnya. Kita masih perlu usaha mengolah beras menjadi makanan yang siap dimakan.

Kita masih perlu menjahit kain sebagai penyempurnaan proses mendesain atau menggambar baju hingga menjadi sebuah pakaian yang layak untuk dipakai.

Dengan ketiga pembagian tersebut yang apabila kita jalankan, maka tatanan dunia kita akan berjalan dengan baik. Mulai dari dasar-dasar pokok yang harus ada.

Lalu dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan yang pendukungnya sampai kepada proses penyempurnaannya, sehingga kita bisa mengambil manfaat darinya.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload