Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 19 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Selalu Cari Keberkahan Dalam Setiap Hal Yang Kita Dapatkan.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-122. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Memastikan Setiap Langkah Di Waktu Kita Bernilai Berkah.

Waktu begitu cepat berlalu. Rasa-rasa baru kemarin lulus SD sekarang sudah dewasa. Dan itu membuat saya berpikir hal apa yang bermanfaat yang sudah saya lakukan.

Hari berganti hari hingga tak terasa bulan pun jadi. Bulan berganti bulan hingga terasa sudah tahun depan.

Dan di tahun ini saya ingin mendedikasikan waktu untuk hal yang sekiranya tidak bermanfaat orang lain, tapi bermanfaat bagi diri saya pribadi untuk masa depan nanti.

Kalau kita pikir-pikir, waktu itu seperti beku dan lambat berjalan. Tapi ketika kita melakukan hal yang menyenangkan, mengapa waktu terasa begitu cepat berlalu.

Apakah itu berarti jika kita melakukan hal yang senang dan itu tidak bermanfaat, waktu kita dicabut keberkahannya. Sehingga kita merasa hanya sedikit pekerjaan yang dapat diselesaikan.

Tapi ketika kita melakukan hal yang bermanfaat dan itu berat. Waktu terasa begitu amat panjang seakan-akan menginginkan kita untuk melakukan hal bermanfaat lebih banyak lagi.

Sehingga ketika kita mengisi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat terlebih itu memiliki nilai ibadah; kita merasa seperti banyak hal yang dapat kita lakukan diwaktu yang singkat ini.

Hidup bukanlah seberapa banyak waktu yang kita miliki dan seberapa banyak waktu yang kita habiskan. Tapi hidup adalah seberapa banyak hal bermanfaat yang dapat kita lakukan.

Saya merasa takjub dengan para ulama yang meski usianya tidak panjang, tapi banyak hal dan kontribusinya kepada umat. Semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka.

Tidak ada waktu bagi mereka para ulama kecuali itu adalah waktu yang berkah dan bermanfaat yang dengannya banyak kebaikan yang mereka berikan dan yang mereka dapatkan.

Dan sekarang lihat dirimu sendiri wahai Raden Sasak. Sudahkah banyak hal-hal yang bermanfaat yang kamu lakukan? Atau kamu hanya menghabiskan waktu saja.

Setelah saya melihat kebelakang, ternyata saya hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia. Bahkan jarang ada dari mereka yang bermanfaat untuk diri saya sendiri.

Tapi yang berlalu bukan untuk disesali. Rasa menyesal mungkin ada, tapi bukan untuk jangka waktu yang lama. Sekiranya ada kebaikan, itulah pelajaran bagi saya.

Ya, kita belajar dari apa yang kita lakukan. Dan jika kita menemukan itu baik adanya, maka mudah-mudahan kita bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkannya.

Dan jika kita menemukan bahwa apa yang kita lakukan itu tidak baik, maka mudah-mudahan itu bisa kita hentikan atau paling tidak kita dapat mengurangi intensitasnya.

Setelah banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat tapi kita masih menemukan diri kita hidup. Mungkin itu pertanda bahwa masih ada kesempatan bagi kita untuk melakukan perubahan.

Aksi yang sederhana mungkin bisa kita lakukan selama itu bisa memberikan dampak yang positif bagi diri kita dan orang-orang yang melihat, mendengar dan merasakannya.

Tidak harus perubahan itu langsung besar. Karena mungkin agak berat untuk membalik diri kita dari nol langsung ke 180 derajat. Lebih ringan jika kita melangkah dengan perlahan.

Perlahan tapi pasti. Tidak usah tergesa-gesa, karena itu bisa merusak sesuatu yang kita lakukan. Memang kita ketinggalan jauh, tapi tetaplah pada langkah yang berkah.

INSIGHT 2

“Mulai Saja Dulu” Adalah Cara Untuk Lari Dari Penundaan.

Masih dengan buku Kitab Anti Penundaan. Saya melanjutkan petualangan saya untuk mencari insight yang menarik serta bermanfaat untuk dipelajari dan dibagikan melalui tulisan.

Hari ini, ketika saya menulis ini, apa yang saya dapatkan adalah hal menarik bagaimana kita bisa mengatasi penundaan.

Dan dari buku Kitab Anti Penundaan yang ditulis oleh Coach Darmawan Aji; cara mengatasi penundaan adalah dengan “Mulai Saja Dulu”.

Ini adalah teknik anti penundaan yang kedua setelah yang pertama kemarin kita mendapatkan teknik anti penundaan yang pertama, yaitu dengan melatih self-talk kita.

Self-talk adalah langkah pertama cara mengatasi penundaan. Karena ketika kita mendapatkan tugas yang berat, kita lebih cenderung melakukan self-talk.

Sebagian dari self-talk yang kita lakukan itu dapat memberdayakan kita sehingga kita tidak lari dari tugas dan melakukan penundaan dengan aktivitas remeh temeh.

Dan sebagian lagi dari self-talk yang kita lakukan, itu ada yang memperdayakan kita. Sehingga, tugas yang tadinya penting seolah-olah jadi tidak bernilai di hadapan kita.

Penting, tapi karena kita menganggapnya tidak bernilai jadilah kita menundanya atau menggantikan pekerjaan yang tadinya harus kita kerjakan menjadi kita tinggalkan.

Sangat menyedihkan ketika kita berhasil diperdaya oleh diri kita sendiri untuk menghancurkan diri kita sendiri. Entah itu hancur atau menyesal karena tugas yang ditinggalkan, tapi itu pasti.

Kita terlalu sering dan mudah untuk melakukan justifikasi atas hal yang tidak dan/atau yang akan atau yang sedang kita lakukan. (Pusingkan, kebanyakan “atau”-nya, haha.. Sorry!).

Tujuan kita melakukannya adalah untuk meredakan disonansi yang terjadi antara perilaku kita yang tidak mau mengerjakan tugas dengan keyakinan kita yang ingin mengerjakan tugas.

Nah, ini adalah sinyal penundaan bagi kita. Dan ketika kita menemukan hal semacam ini, ada baiknya abaikan saja dan tidak usah dituruti.

Bahkan kalau bisa kita ganti makna dari sinyal tersebut sebagai tanda untuk kita memulai sebuah pekerjaan. Dan kapanpun kita mendapatkan sinyal tersebut, itu adalah tanda untuk memulai.

Tugas tidaklah berat sebagaimana yang kita pikirkan. Bahkan riset yang saya baca di buku Kitab Anti Penudaan mengatakah hal yang sama juga.

“Sekalinya kita mulai mengerjakan tugas, tugas tersebut ternyata tidak seburuk yang kita bayangkan sebelumnya.”

Tim Psychyl.

Karena ternyata, tingkat kesulitan yang terdapat pada tugas yang kita dapatkan, itu akan menurun ketika kita sudah mulai mengerjakannya.

Mulai mengerjakan tugas yang kita dapatkan, entah sebelumnya kita anggap berat, membosankan dan tidak menyenangkan akan mengubah persepsi kita.

Kata orang tua dulu, “Mana tau kalau belum dicoba”. Maka untuk mengetahui dengan pasti apakah tugas tersebut berat dan membosankan atau tidak adalah dengan mengerjakannya.

Meskipun kita tidak menuntaskan tugas tersebut. Tapi setidaknya kita sudah mau untuk mulai dan mengerjakannya.

INSIGHT 3

Selalu Cari Keberkahan Dalam Setiap Hal Yang Kita Dapatkan.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالشُّكْرُ لِلّٰهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ

Syukur dan Shalawat karena telah mendapatkan kesempatan hidup hingga saat ini. Itu artinya, jasad ini masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik.

Tidak dapat terbendung betapa besar nikmat yang telah diterima raga dan jasad ini. Namun syukur dan shalawat masih dapat terhitung oleh jari.

Mulai dari nikmat mata, telinga dan akal jika ditimbang dan diukur siapa yang paling berat antaranya dengan amal kebaikan sekalipun kita beribadah seumur hidup, tidak akan pernah sebanding dengan nikmat yang kita terima.

Begitupun juga dengan harta yang kita miliki. Jika dibandingkan amal dengan harta yang kita miliki sebagai rezeki kita, maka tidak akan pernah setara takarannya.

Oleh karena itulah, kita harus mau berbagi sebagian harta yang kita miliki. Karena di dalam harta yang kita dapat ada bagian orang lain untuk kita berikan.

Dan sebagian dari harta kita itu adalah hak orang lain. Bukan pemberian kita, tapi melainkan sudah menjadi hak orang lain. Kita pasti paham apa yang dimaksud dengan hak.

Jika kita mengambil hak orang lain, maka kita sudah berbuat zalim kepada orang lain. Naudzubillahi min Dzalik.

“Apabila harta seorang Muslim bertambah atau memang ia adalah orang yang memiliki cukup harta ketika dewasa, maka diwajibkan pula baginya mempelajari ilmu tentang kewajiban berzakat.”

Imam Al-Ghazali menuliskan dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin untuk seseorang yang telah dewasa dan memiliki harta yang cukup agar belajar tentang kewajiban berzakat.

Mempelajari ilmunya akan sangat membantu kita untuk mengetahui apa saja yang menjadi hak orang dan hak kita dalam harta yang kita dapatkan.

“Akan tetapi, tidaklah diwajibkan menunaikan apa yang telah dipelajari, hingga terpenuhi seluruh unsur yang dibutuhkan bagi muzakki.”

Tidak ada salahnya mempelajari ilmu tentang zakat, meski kita belum mendapatkan rezeki yang cukup. Setidaknya kita sudah paham ilmunya sebelum mengamalkannya.

“Jika harta yang dimiliki telah sampai satu tahun (haul) dari masa Islamnya, dan juga telah memenuhi nishabnya, maka kewajiban tersebut (mempelajari dan mengamalkan zakat) baru dibebankan kepadanya.”

Dan ketika kita sudah mendapatkan rezeki yang cukup sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan, maka kewajiban bagi kita untuk menunaikan perintah.

“Seperti, jika ia mempunyai harta berupa unta, maka yang harus (wajib) dipelajari hanyalah zakat mengenai unta (kendaraan) saja. Begitu pula jika ia memiliki harta dari jenis lainnya.”

Apapun bentuk harta yang kita miliki adalah satu kewajiban bagi kita untuk berbagi. Sebenarnya bukan memberi (sedekah), tapi lebih memenuhi kewajiban kita dan hak orang lain.

Berzakat, dari para Ustadz dan ahli hukum zakat mengatakan, bahwa zakat adalah cara untuk membersihkan harta (baca: mencari keberkahan) yang kita dapatkan.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload