Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 26 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Bagaimana Cara Menjadi High Achiever?

Daily Insight adalah blog yang aku tulis setiap hari. Tujuan dari blog ini adalah membiasakan diriku menulis (minimal 1000 kata) setiap hari sekaligus menjadi terapi bagi kesehatan mentalku.

Daily Insightadalah segalainsightyang aku temukan dari berbagai macam platform yang ada di internet. Dengan kata lain, ini adalah history sosial media yang aku dokumentasikan melalu tulisan (blog).

Selain merupakan history sosial mediaku, aku juga mencatat apa saja yang terlintas dalam benakku yang menurutku menarik untuk aku share.Singkatnya, ini adalah curhatan sebuah pena pada kertas.

Aku tahu, apa yang aku tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah". Tapi aku yakin, suatu hari nanti, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-129. Selamat membaca!


INSIGHT 1

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Kita Adalah Orang Yang Beriman?

Bismillah, insight pertama yang aku dapatkan hari ini yaitu sebuah insight yang berkaitan tentang iman. Insight ini aku dapatkan dari instagram pada pukul 07.40 WITA.

Konten ini sebenarnya adalah sebuah konten yang berdurasi panjang, namun yang aku dapatkan di instagram adalah video yang sudah dipotong menjadi singkat.

Jujur, untuk versi panjangnya belum aku cari. Tapi untuk Sohib Insight yang ingin menonton video yang saat ini sedang kamu baca bisa mengunjungi instagram @abihisyam.21

Semoga konten yang dibagikan tersebut bisa bermanfaat setelah kamu tonton dan bagi yang sudah membagikannya semoga mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi, video tersebut tentang wawancara seorang presenter atau pembawa acara dengan seorang ulama, yaitu Syekh Muhammad Hasan.

Dalam sesi wawancara tersebut, pembawa acara mengajukan sebuah pertanyaan kepada Syekh Muhammad Hasan,

“Bagaimana aku mengetahui bahwa aku benar-benar beriman?”

“Apakah ini pertanyaan yang sulit, Syekh?” Lanjutnya.

Kemudian Syekh Muhammad Hasan menjawab dengan mengatakan “Tidak”, menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut bukanlah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

Setelah itu, Syekh Muhammad Hasan melengkapi perkataannya dengan menyampaikan bahwasanya, “Al-Quran penuh akan jawaban.”

Dengan kata lain, yang ingin beliau sampaikan, sesungguhnya pertanyaan akan tanda keimanan seseorang telah ada jawabannya di dalam Al-Quran..

Lalu Syekh Muhammad Hasan membacakan ayat yang dimaksud,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَٰوةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ

"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ

"Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia."

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2-4)

Dari ayat tersebut, bisa kita simpulkan bahwa tanda seseorang beriman,

  1. Apabila disebut nama Allah gemetar hatinya;
  2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah (kuat) keimanannya;
  3. Berserah diri hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala;
  4. Melaksanakan shalat;
  5. Menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepadanya.

Kemudian tanda-tanda keimanan tersebut ditegaskan oleh ayat selanjutnya, “Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.”

Lalu Allah sampaikan ganjaran yang akan didapatkan oleh mereka yang beriman, yaitu “memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.”

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman serta selalu mendapatkan petunjuk yang benar dari sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiiin…

Kembali ke kisah wawancara tersebut: nampak jelas wajah pembawa acara tersebut setelah Syekh Muhammad Hasan membacakan ayat-ayat Allah bergetar hatinya.

Ia menangis dan meneteskan air mata seraya mengikuti bacaan Syekh Muhammad Hasan. Lalu di akhir ayat yang dibacakan, ia menyeru nama Allah. Masya Allah. Allahu Akbar!

Sebuah insight yang sangat berharga hari ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada Syekh Muhammad Hasan dan Pembawa Acara.

INSIGHT 2

Apakah Seseorang Boleh Kasar Dalam Berdakwah?

Lanjut insight kedua yang aku dapatkan dari story Ustadz Felix Siauw yang merpost sebuah story dari akun seseorang; usernamenya @diyntzza_

Oia, sedikit informasi, insight yang aku dapat dari @diyntzza_ adalah insight yang ia dapat dari Youtube Ustadz Felix Siauw. Jadi kamu bisa cek lengkapnya di Youtube “Felix Siauw”.

Sohib Insight juga bisa ecek akun @diyntzza_, insya Allah ada banyak sekali postingan yang bermanfaat. Semoga dengan postingannya keimanan kita semakin bertambah, Aamiin…

Nah, insight yang kedua ini berbicara tentang dakwah. Lebih tepatnya, “Apakah seseorang boleh kasar dalam berdakwah?” Jawabannya,

  1. Dakwah = mengundang / mengajak dengan hikmah serta pengajaran yang baik dan berdebat dengan cara yang baik.
  2. Dakwah adalah hadiah terindah untuk orang lain. Perlakukan target dakwah kita sebagai tamu undangan bukan sebagai tawanan.
  3. Bagaimana jika ada yang berdakwah dengan kasar? Bisa jadi itu bukan masuk ke fase dakwah melainkan ke fase Nahi mungkar. Fase ini bisa dilakukan dengan baik atau dilakukan dengan tegas.

Dakwah adalah cara seseorang untuk mengajak orang lain dengan hikmah kepada kebaikan. Maka sesuatu yang baik itu, haruslah disampaikan dengan cara yang baik.

Target dakwah ibarat seorang tamu, maka sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Saw. perlakukanlah tamu kita dengan cara yang baik.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaqun ‘Alaih) dari Abu Syuraih Al Ka'bi dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam.”

Oleh karenanya, sambutlah kedatangan tamu dengan mulia, hidangkanlah ia makanan yang terbaik yang kita miliki dan ajaklah ia berbincang dengan baik.

Jangan jadikan tamu atau target kita sebagai tawanan, yang jika ia diberikan makan diberikan dengan cara kasar, dan jika ia diperintah, diperintahkan dengan cara yang kasar pula.

Jangankan seorang tahanan, seorang yang sedang bekerja kemudian dia diperintahkan dengan cara yang kasar, maka hasil daripada pekerjaannya tidak akan maksimal.

Kenapa bisa begitu? Kata guruku, orang yang diperintah dengan kasar akan merasa tertekan. Dan apabila ia tertekan, ia tidak bisa mengeluarkan potensinya secara maksimal.

Kembali ke topik awal, yaitu dakwah. Dakwah adalah sebuah hadiah terindah bagi orang lain. Maka, adakah hadiah terindah yang diberikan kepada seseorang secara kasar?

Lalu, bagaimana jika ada seseorang yang berdakwah dengan kasar? Maka cara menjawabnya adalah dengan cara berpikir positif atau berhusnudzan.

Pertama, bisa jadi itu belum masuk ke fase dakwah, melainkan baru masuk ke fase Nahi Munkar, yaitu mencegah seseorang dari perbuatan yang tidak baik.

Ketika mencegah seseorang dari perbuatan maksiat, maka ada dua cara yang bisa digunakan, yaitu mencegahnya dengan baik atau mencegahnya dengan tegas.

Maka yang kedua, bisa jadi orang yang kita anggap berlaku kasar, itu sebenarnya sedang tegas dalam menegakkan syariat islam agar mencegah seseorang dari sesuatu yang mungkar.

Dalam kajian Habib Ali Zaenal Abidin Al-Kaff yang bertajuk Sirah Nabawiyah disampaikan, Rasulullah Saw. kalau ada masalah yang berkaitan dengan pribadinya, Rasulullah sabar.

Tapi kalau ada masalah yang berkaitan dengan Islam, Rasulullah adalah orang yang paling tegas dalam menegakkan ajaran Islam.

Jadi, kita yang melihat seseorang yang sedang mencegah kemungkaran, itu adalah semata-mata untuk menegakkan ajaran Islam. Dan tidak ada masalah dengan itu.

Kasar dan tegas adalah dua hal yang berbeda. Dan kita tidak bisa memaknai seseorang yang sedang tegas sebagai orang yang berlaku kasar atau berbuat kasar.

Cobalah perhatikan dia (orang yang kita anggap kasar) di lain kesempatan. Apakah dia selalu menyampaikan sesuatu dengan cara yang sama?

INSIGHT 3

Bagaimana Cara Menjadi High Achiever?

Nah, insight yang ketiga adalah insight yang berkaitan dengan dunia. Insight ini aku dapatkan dari instagram dan kalian juga bisa membaca postingan aslinya di @youngontop

Insightnya adalah cara menjadi High Achiever. Tapi sebelum ke insightnya, mari terlebih dahulu kita membahas tentang apa yang dimaksud dengan High Achiever.

“High achiever adalah seseorang yang mencapai lebih banyak hasil dalam suatu pekerjaan daripada rata-rata orang lain.”

@youngontop

Lalu apa ciri-ciri seseorang bisa disebut sebagai High Achiever?

Ciri-ciri seseorang bisa disebut sebagai High Achiever menurut Dr. Ruth Gotian adalah:

  1. Mampu mengendalikan diri.
  2. Terus belajar dan mengasah skill.
  3. Mengenali momen terbaik diri sendiri.
  4. Terbuka terhadap pengetahuan baru.

Jadi, kalau kita ingin menjadi seseorang yang mencapai hasil lebih banyak atau jauh dari rata-rata orang biasanya. Maka, keempat poin diatas wajib untuk kita coba.

Mampu mengendalikan diri adalah sesuatu yang penting, baik itu dalam pekerjaan atau dalam tugas-tugas yang bersifat personal achievement.

Mengendalikan diri yang dimaksud adalah mengendalikan emosi kita. Ingat pada pembahasan sebelumnya tentang penundaan?

Penundaan bukan tentang manajemen waktu, melainkan tentang manajemen emosi. Bagaimana kita mengelola emosi sangat penting untuk menghindari penundaan.

Maka mengendalikan diri, itu sama dengan mampu mengelola emosi. Tahu kapan kita harus mengerjakan tugas yang penting dan tahu kapan harus bermain sosial media.

Terus belajar dan mengasah skill adalah satu hal yang tidak boleh lepas dari manusia. Dalam ilmu NLP, disebutkan bahwa manusia adalah makhluk pembelajar.

Bahkan ketika kita masih kecil dan masih belum berjalan, kita tetaplah makhluk pembelajar. Otak yang didalamnya adalah akal diciptakan untuk kita gunakan sebagai media berpikir.

Semakin banyak pengetahuan dan semakin tajam keterampilan kita dalam satu hal, maka akan semakin mudah bagi kita untuk menyelesaikan semua masalah yang ada didalamnya.

Ustadz Abdul Somad pernah mengatakan bahwa masalah akan cepat teratasi bila kita serahkan pada ahlinya. Terus belajar dan mengasah skill akan menjadi kita ahlinya.

Mengenali momen terbaik diri sendiri adalah hal yang harus kita cari dan temukan. Karena setiap orang memiliki momen yang berbeda untuk bisa menyelesaikan sebuah tugas.

Aku tidak bisa mengingat ilmu yang aku pelajari ketika belajar di waktu sibuk. Dengan kata lain, aku butuh ketenangan untuk bisa belajar dengan baik.

Dan momen tenang di 24 jam hidupku adalah waktu sebelum masuknya waktu subuh. Maka, waktu tersebut untuk aku pilih sebagai momen terbaik bagiku untuk belajar.

Kalau kamu, momen terbaikmu untuk belajar, kapan?

Terbuka dengan pengetahuan baru adalah cara agar kita tidak kalah bersaing dengan orang lain. Jika kita menutup diri dengan pengetahuan baru, maka kita akan kalah.

Selalu update dengan pengetahuan baru terutama seputar digital membuat peluang kita untuk meraih lebih banyak hasil terbuka lebar.

Kira-kira di tahun 2023 ini, pengetahuan seputar digital apa yang kita kamu pelajari atau ingin kamu kuasai?


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak aku dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload