Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 14 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Berdamai Dengan “Tugas”, Kunci Mengatasi Penundaan.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-117. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Menulislah, Bahkan Ketika Kamu Sedang Tidang Ingin Menulis.

Menulis bukanlah olahraga (ya, emang bukan). Tapi menulis bisa menjadi olahraga, dimana kita butuh latihan setiap hari untuk bisa menjadi seorang penulis yang hebat.

Kita perlu melatih otot-otot kita ketika berolahraga. Dan ketika kita menulis, kita perlu melatih sel-sel otak kita untuk berpikir.

Tidak cukup menulis pada saat kita menginginkannya saja untuk bisa menjadi seorang penulis yang hebat. Karena seorang penulis hebat lahir dari kebiasaannya.

Dan kebiasaan seorang penulis adalah berpikir, menganalisa, lalu menulis semua hal-hal yang didapatkannya. Bukan ketika mood bagus baru kita mau menulis.

Tapi bagaimana caranya ketika mood atau keadaan yang sedang kita alami tidak enak, kita masih tetap menulis. Setidaknya, kita menulis keadaan kita pada saat itu.

Kadang penulis butuh sesi curhat dengan pena dan kertasnya. Jadi, tidak salah jika kita terus menulis meski mood kita sedang tidak baik-baik saja.

Kalau kita selalu menunggu keadaan kita baik, mood kita bagus dan otak kita lagi banyak-banyak ide baru kita menulis. Maka seperti olahraga, otot-otot kita tidak akan cepat membesar.

Tidak harus mengejar kesempurnaan dalam karya. Karena sempurna itu datang dari seberapa jauh kita berusaha dan seberapa banyak doa yang kita minta.

Menulislah saat kita punya waktu luang. Jangan hanya menulis ketika kita hanya peluang seperti mood lagi bagus, ide lagi banyak dan semacamnya.

Menurut saya, kita tidak menulis ketika kita punya ide banyak. Tapi justru kita menulis untuk mencari ide-ide dalam tulisan kita. Ide bukanlah teman yang dicari ketika butuh saja.

Tapi ide dicari setiap saat, bahkan ketika kita tidak sedang membutuhkan ide sama sekali. Dan kabar baiknya, menulis adalah cara terbaik untuk mencari ide.

Beberapa orang yang mengirimkan teks atau pesan wa kepada saya mengatakan bahwa mereka ingin bisa menulis setiap hari. Tapi saya takut, kalau menulis setiap hari itu susah.

Beberapa artikel yang saya baca bahkan mengatakan bahwa menulis setiap hari seperti menulis satu jam hari ini, kemarin dan esok itu tidak cukup untuk menjadikan kita penulis hebat.

Saya takut ketika ada orang yang bertanya bagaimana cara menulis setiap hari, mereka menulis. Tetapi ketika mereka menulis, mereka tidak benar-benar menulis.

Mereka menulis sambil memperhatikan jam: apakah waktu saya telah habis, atau belum. Menulis setiap hari bukan untuk memperhatikan jam, tapi untuk memperhatikan tulisan kita.

Selama kita senang menulis, kenapa kita harus memperhatikan jam? Kalau kita seperti ini, lebih baik tidak usah menulis. Cari dan temukan alasan yang benar-benar kuat untuk menulis.

Menulis bukan untuk memenuhi target jam tertentu saja. Saya menulis 1000 kata setiap hari. Dan yang saya perhatikan adalah tulisan saya bukan sisa waktu yang saya miliki.

Saya fokus pada jumlah tulisan yang ingin saya capai, bukan jam. Karena bisa saja saya mencapai tiga jam berdiam diri tanpa menulis apapun.

Tapi kalau 1000 kata, jika saya tidak menulisnya, maka saya tidak akan pernah mendapatkan 1000 kata. Maka itulah yang membuat saya tetap menulis setiap hari.

INSIGHT 2

Berdamai Dengan “Tugas”, Kunci Mengatasi Penundaan.

Tidak hanya musim yang punya siklus. Ternyata penundaan juga punya siklus. Itulah yang saya dapatkan dari membaca buku Kitab Anti Penundaan.

Saat kita mendapat tugas yang menurut kita itu berat dan tidak menyenangkan. Kita akan mencari dan melakukan aktivitas lain sebagai pengalihan agar kita tidak merasakan mood negatif.

Ketika kita melakukan aktivitas lain tersebut, mood kita berubah menjadi positif. Kita merasa senang, kita merasa bahagia tanpa beban sama sekali bahkan sampai lupa tugas.

Disaat itulah kita menunda pekerjaan. Tugas yang tadinya berat jadi terlupakan. Dan tebak apa yang akan terjadi selanjutnya?

Ya, benar! Yang akan terjadi selanjutnya adalah tugas kita akan menjadi lebih berat dari yang sebelumnya. Karena ternyata pengalihan yang kita lakukan sifatnya hanya sementara.

Memang kita merasakan senang dan bahagia saat melakukan aktivitas lain. Tapi ingat, bahwa setelah dari aktivitas tersebut, kita akan balik ke aktivitas yang sebelumnya kita tinggal.

Aktivitas yang kita tinggal sebelumnya adalah tugas yang berat dan tidak menyenangkan. Jadi kita pergi untuk mencari kesenangan, tapi kembalinya mendapatkan sebaliknya.

Waktu yang kita gunakan untuk mencari kesenangan kalau mau kita prediksi, tidak menutup kemungkinan tugas kita sudah selesai dari tadi.

Menunda tugas karena berat, lalu mencari aktivitas lain yang bisa membuat kita senang. Setelah itu, kita merasa bersalah karena telah menunda tugas; mood negatif lagi yang kita dapat.

Dan ya… setelah mendapatkan mood negatif, kita kembali lagi melakukan penundaan untuk mencari kesenangan, hiburan dan hal-hal lain yang bisa menjauhkan kita dari tugas yang berat.

Setelah dari aktivitas tersebut, kita kembali merasa bersalah. Dan kembali lagi mendapatkan mood negatif, lalu mencari hal lain lagi. Begitu saja seterusnya, entah sampai kapan.

Jadi siklusnya, mengalami mood negatif karena tugas berat dan tidak menyenangkan; membosankan’ terlalu sulit untuk dikerjakan, lalu kita melakukan penundaan.

Menunda adalah cara kita meregulasi emosi kita setelah tugas berat yang kita dapatkan dengan melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan dari tugas yang sebelumnya.

Aktivitas yang menyenangkan bisa beragam. Bisa hanya dengan scrolling sosial media. Menonton hiburan seperti musik atau video sketsa, komedi, kucing dan lainnya di youtube.

Dari mencari aktivitas-aktivitas tersebut kita mendapatkan mood, emosi atau perasaan yang positif. Namun sayang, hal itu hanya bersifat sementara dan akan kembali ke negatif.

Dari sinilah kemudian para ilmuwan menyimpulkan, bahwa kita suka mengejar kesenangan jangka pendek, dan mengorbankan manfaat jangka panjang pada saat kita menunda.

Kita tahu secara sadar bahwa tugas yang kita dapat adalah tugas yang bermanfaat. Tapi kita lebih memilih untuk tidak melakukannya karena merasa tugas itu tidak menyenangkan.

Mungkin kita harus paham dengan baik bahwa semua yang tidak menyenangkan itu membawa manfaat. Bahkan obat saja selalu pahit untuk kita minum agar kita bisa sembuh.

Jadi mungkin, yang bisa membuat kiat tidak menunda lagi ialah dengan berdamai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan membosankan ketika dikerjakan.

INSIGHT 3

Urusan-Urusan Siyasah Dibagi Menjadi Empat Bagian.

Dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali Rahimahullah saya mendapatkan urusan siyasah (aktivitas politik dan hukum) dibagi menjadi empat bagian.

“Pertama, tingkat tertinggi, yaitu siyasah hukum para Nabi untuk kaum tertentu yang ditujukan atas seluruh manusia, baik lahir maupun batin.”

Ajaran-ajaran para Nabi adalah ajaran untuk kaum tertentu seperti Nabi Musa as. untuk kaumnya Bani Israil. Nabi Isa as. untuk kaumnya Nasrani.

Tapi terkhusus Nabi Muhammad ﷺ, rahmat bagi seluruh alam. Rahmatan Lil ‘Alamin.

Dan ajaran-ajaran para Nabi dan Rasul adalah untuk mendatangkan kebaikan tidak hanya secara lahir, tapi juga secara batin.

Jadi, jika kita ingin mendapatkan kebaikan secara lahiriah dan batiniah, ikutilah ajaran Nabi. Terlebih untuk umat Islam harus meneladani Rasul Allah, Nabi Muhammad ﷺ

“Kedua, tingkat berikutnya adalah siyasah hukum para khalifah, raja, dan pemimpin. Hukum yang mereka jalankan ditujukan untuk golongan tertentu dan bersifat universal pula. Akan tetapi, semua itu hanya berkaitan dengan masalah lahiriah, bukan batiniah.”

Hukum para Khalifah, Raja, Pemimpin adalah hukum yang ditujukan untuk golong tertentu, seperti Raja Arab menetapkan hukum untuk penduduknya.

Akan tetapi, bersifat universal disini belum bisa saya pahami. Mungkin maksudnya universal adalah untuk pria maupun wanita atau siapa saja yang menetap disana.

Seperti kata pepatah, “Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung”. Jadi siapapun yang menetap, haruslah mematuhi peraturan setempat.

Namun, hukum dari para pemimpin hanya mengikat secara lahiriah. Artinya, hanya mengurus hal-hal yang tampak saja. Anda melakukan kejahatan, Anda dipenjara.

“Ketiga, tingkatan ulama, yakni mereka yang mengenal Allah Swt. dan aturan hidup yang sudah digariskan-Nya, serta berfungsi sebagai pewaris para Nabi. Hukum mereka mengarah pada hal-hal batiniah untuk golongan tertentu. Golongan awam sulit untuk bisa memahami manfaat dari perkara yang bersifat batiniah.”

Hukum para ulama adalah hukum yang ditujukan untuk batiniah bagi golongan tertentu. Golongan yang secara hati dan akalnya sehat tanpa ada gangguan duniawi.

Sehingga ilmu yang disampaikannya haruslah ditangkap dengan akal sehat. Golongan awam membutuhkan waktu yang lama untuk memahaminya..

“Keempat, tingkatan para juru dakwah atau juru nasihat. Hukum yang mereka tetapkan berkaitan dengan perkara batiniah bagi orang awam saja.”

Hukum dari para juru dakwah atau juru nasihat adalah hukum yang dibuat untuk ditujukan pada perkara batiniah bagi orang awam saja; membantu mereka untuk mudah paham.

Biasanya para juru dakwah pandai dalam menjelaskan suatu perkara dengan relate sesuai dengan situasi dan kondisi tempat dan/atau seseorang.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload