Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 21 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Memahami Cara Kerja Otak Memudahkan Cara Kita Belajar.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-124. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Tetaplah Dalam Doa & Usaha JIka ingin Hidupmu Berhasil.

Ada anggapan yang selalu hadir dalam benak kita tentang suatu hal yang ingin kita kuasai, itu tidak dapat kita kuasai.

Katakanlah ketika kita ingin belajar bicara di depan kamera, kemudian kita katakan kepada diri kita bahwa kita tidak memiliki skill atau keterampilan bicara di depan kamera.

Praduga dan perasaan semacam ini akan selalu muncul ketika kita hendak mempelajari suatu ilmu atau keterampilan baru. Entah kenapa itu terjadi, tapi itu selalu ada hampir setiap saat.

Mungkin kita tidak bisa mencegah anggapan kita pada saat itu juga. Tapi kita dapat mengubahnya setelah itu. Dan kita bisa melatih diri kita untuk selalu berpikir positif.

Yakini dalam hati yang paling dalam, bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah sesuatu yang sebelumnya tidak kita miliki dan sekarang kita miliki.

Hal-hal yang ada di dunia ini awalnya tidak ada menjadi ada karena kehendak Tuhan. Dan begitu pula dengan apa yang sebelumnya tidak ada pada kita dan sekarang ada.

Semua hal yang kita dapatkan adalah karena kehendak Allah Swt.. Kita berusaha dan berdoa tentang apa yang ingin kita miliki, lalu Allah menghendaki itu pada kita.

Oleh karena itu, ketika ingin memiliki sesuatu, jalannya adalah dengan berusaha dan berdoa kepada Allah Swt. karena atas izin dari-Nya kita bisa memiliki sesuatu yang berharga.

Bahkan ketika kita belum memilikinya, hanya Allah Swt yang dapat menjadikan itu sebagai milik kita. Anggapan sesuatu yang sulit untuk kita dapatkan adalah benar.

Dan ya, anggapan itu solid, kecuali kita meyakini bahwa kita tidak berusaha dengan diri kita sendiri melainkan kita berusaha bersamaan dengan doa yang kita panjatkan.

Boleh kita beranggapan tidak bisa mempelajari sesuatu yang baru dan menguasai keterampilan baru. Tapi pastikan itu hanya sementara, karena setelah itu kita akan berdoa dan berusaha.

Tidak ada yang tidak mungkin selama hal yang ingin kita capai masih dalam lingkaran usaha dan doa. Menjadi tidak mungkin ketika yang kita inginkan keluar dari usaha dan doa kita.

Cobalah ingat diri kita lima tahun yang lalu dan bandingkan dengan kita yang sekarang. Maka kita akan temukan bahwa ada banyak sekali perbedaan antara kita dulu dan sekarang.

Kita tidak mengetahui sesuatu yang kita ketahui sekarang. Tapi karena kita belajar, hal yang tadinya tidak kita ketahui menjadi hal yang kita ketahui.

Hal yang tidak bisa kita lakukan dulu dan bisa kita lakukan sekarang adalah bukti nyata bahwa sesuatu bisa kita miliki melalui usaha dan doa.

Tetaplah dalam kedua hal tersebut ketika kita benar-benar menginginkan sesuatu dalam hidup kita. Lepas dari keduanya itu sama dengan lepas dari apa yang kita inginkan.

Jangan pernah berpikir bahwa semua akan tiba pada saatnya. Segala sesuatu memang akan tiba pada saatnya. Tapi apakah hal yang tiba adalah hal yang baik atau tidak bagi diri kita?

Akan indah pada masanya adalah kata yang selalu menipu diri kita agar kita tidak mau berusaha dan berdoa. Indah pada masanya adalah sesuatu yang diusahakan dan didoakan.

Tanpa mau kita berusaha dan tanpa mau kita berdoa atas segala sesuatu yang kita harapkan dalam hidup kita. Maka ketahuilah, bahwa itu semua tidak akan pernah ada masanya.

INSIGHT 2

Memahami Cara Kerja Otak Memudahkan Cara Kita Belajar.

Diantara banyak cara agar kita bisa belajar dengan bahagia dan tidak terlalu frustasi terhadap hal yang ingin kita pelajari adalah memahami bagaimana cara kerja otak kita.

Memahami bagaimana cara kerja otak atau kerangka kerja otak kita akan membuat belajar kita menjadi lebih menyenangkan.

Frustasi dan gelisah dengan hal yang kita pelajari itu semua datang karena kita tidak dapat membuat otak kita merasa bahagia dengan apa yang sedang kita pelajari.

Untuk memudahkan, mari kita coba pikirkan tentang lidah kita. Kita tahu bahwa lidah adalah indera pengecap. Apa yang kita lakukan ketika kita mendapatkan makanan yang tidak enak?

Ya, sebagian orang pasti akan melepehnya. Tapi bukan hal itu yang ingin saya bicarakan. Yang ingin saya bicarakan, apakah ada cara lain memakan makan yang tidak kita sukai?

Jawabannya, pasti ada! Dan diantaranya yang pernah dan sering kita temukan adalah bagaimana seorang ibu mengakali rasa obat pahit dengan menambahkan gula di dalamnya.

Pernah lihat kan, seorang anak kecil yang sedang sakit dan harus meminum obat, tapi dia tidak mau meminum obat tersebut lantaran pahit.

Dan dengan cerdasnya, orang tua mencampurkan obat pahit tersebut dengan gula agar terasa manis, sehingga anak kecil itu mau dan suka memakannya.

Lain halnya lagi dengan orang tua yang suka membuat sendok yang dipegangnya menjadi sebuah pesawat terbang guna menghibur anaknya agar mau melahap obat yang diberinya.

Dan sebagiannya lagi ada yang menyembunyikan obat pahit tersebut kedalam pisang, sehingga anaknya tidak dapat melihat dan berpikir bahwa apa yang dimakannya ternyata obat pahit.

Itu adalah satu contoh bagaimana seseorang mampu membuat yang tadinya tidak enak untuk dimakan menjadi enak dan tanpa adanya penolakan dari yang si pemakannya.

Hal yang sama juga dapat kita lakukan kepada proses belajar kita. Hal yang tidak senang kita pelajari bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan kita pelajari.

Semuanya tergantung bagaimana kita memahami cara kerja otak kita, dan dengan pemahaman atasnya kita gunakan untuk membuat hal-hal yang berada dikesampingkan jadi seru.

Mungkin kamu tidak suka belajar bahasa inggris karena terlalu sulit bagimu untuk menerima bahasa asing dan pengucapan tiap katanya berbeda dengan bahasa sehari-harimu.

Tapi mungkin kamu suka menonton film. Entah film apa dan genre apa yang kamu sukai. Tapi kamu bisa belajar bahasa inggris melalui film-film yang kamu sukai.

Dan lihat bagaimana pemeran-pemeran di film tersebut dengan keren ngomong inggris. Itu bisa memicumu untuk menirunya dan bisa menjadikanmu pandai ngomong bahasa inggris.

Apa lagi? Tidak suka dengan pelajaran matematika, fisika dan kimia? Cobalah cari hal apa yang suka kamu lakukan, lalu dari hal yang kamu suka gabungkan dengan yang tidak kamu suka.

Mungkin kamu suka bermain game. Dan jika itu benar, maka kamu bisa membuat pelajaran yang tidak kamu sukai seperti matematika, fisika, kimia menjadi sebuah game.

Atau kamu bisa mengunduh game tentang pelajaran-pelajaran tersebut. Setahuku, ada begitu banyak game yang bertemakan pendidikan, dan beberapa darinya bisa diunduh secara gratis..

INSIGHT 3

Mempelajari Sesuatu Selalu Lihat Konteks Dan Manfaatnya.

Hari ini belajar dan mencari insight dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali Rahimahullah. Ada beberapa hal yang saya kutip dari kitab Ihya Ulumuddin.

Dan saya pikir dari apa yang saya kutip ini bisa memberikan insight yang bermanfaat, tentu untuk diri saya pribadi dan jika ada orang lain, itu adalah bonus pencapaian.

Hal pertama yang saya dapat dari membaca kitab Ihya Ulumuddin tentang sesuatu yang dilarang untuk dilakukan. Imam Al-Ghazali Rahimahullah mengatakan,

“Mengenai apa saja yang dilarang mengerjakannya, maka semua itu bergantung pada keadaan dan kejadian yang berlaku, serta bergantung pula pada konteksnya.”

Apa yang wajib kita pelajari bergantung pada keadaan dan kejadian yang berlaku serta bergantung pula pada konteksnya apa; tidak akan lepas dari ketiga hal tersebut.

Lebih jelasnya, Imam Al-Ghazali Rahimahullah memberikan contoh atau perumpamaan yang mudah untuk kita pahami.

Bagi seorang tuna rungu (bisu) tidak wajib baginya mempelajari seluruh kalimat-kalimat kasar atau kalimat-kalimat yang dilarang untuk mengucapkannya.

Kenapa? Karena keadaan dan kondisi dari orang tersebut tidak memungkinkan baginya untuk dapat mengucapkan kalimat-kalimat tersebut.

Begitu pula bagi penderita tuna netra (buta), tidak diwajibkan atasnya mengetahui semua objek penglihatan mana saja yang terlarang (diharamkan) bagi mereka untuk disaksikan.

Oh, berarti salah dong, kalau mereka mau mempelajarinya? Lihat kalimatnya, “tidak diwajibkan”. Artinya, kalau mereka mau mengetahui, ya sah-sah saja.

Insight selanjutnya yang saya dapatkan dari membaca kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali Rahimahullah hari ini adalah,

“Mengetahui sesuatu tidak wajib atas seorang Muslim yang tidak membutuhkannya. Dengan kata lain, segala sesuatu yang diketahui bahwa seseorang terlepas darinya (tidak berkaitan dengannya), maka tidaklah diwajibkan untuk mempelajarinya.”

Mempelajari suatu hal yang ingin kita ketahui atau yang ingin kita kuasai adalah tidak wajib bagi kita jika hal yang kita pelajari merupakan sesuatu yang tidak kita butuhkan.

Misal, mengetahui mana yang lebih dulu, ayam atau telur. Atau menanyakan sebuah pertanyaan yang itu sama sekali tidak berkaitan dengan kebutuhan kita.

Kecuali kita benar-benar membutuhkannya dan itu berkaitan dengan diri kita, maka kita dibolehkan untuk mempelajarinya. Seperti marketer yang belajar tentang pemasaran.

Selama yang kita pelajari tidak membawa kemudharatan kecuali itu mendatangkan kebermanfaatan bagi diri kita sendiri dan bagi banyak orang, maka itu boleh untuk kita pelajari.

Yang tidak boleh kita pelajari adalah hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kita, tidak ada pula manfaatnya bagi kita dan orang-orang sekitar kita.

Apapun yang ingin kita pelajari dan kita ingin mengetahui apakah yang kita pelajari itu boleh atau tidak. Lihatlah terlebih dahulu konteksnya dan keterkaitannya dengan diri kita.

Semoga kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah Swt. untuk mempelajari ilmu yang berkah lagi bermanfaat. Aamiin…

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload