Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Segala Bantuan Yang Kita Lakukan Niatkan Karena Allah.

Daily Insight adalah blog yang aku tulis setiap hari. Tujuan dari blog ini adalah membiasakan diriku menulis (minimal 1000 kata) setiap hari sekaligus menjadi terapi bagi kesehatan mentalku.

Daily Insightadalah segalainsightyang aku temukan dari berbagai macam platform yang ada di internet. Dengan kata lain, ini adalah history sosial media yang aku dokumentasikan melalu tulisan (blog).

Selain merupakan history sosial mediaku, aku juga mencatat apa saja yang terlintas dalam benakku yang menurutku menarik untuk aku share.Singkatnya, ini adalah curhatan sebuah pena pada kertas.

Aku tahu, apa yang aku tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah". Tapi aku yakin, suatu hari nanti, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-131. Selamat membaca!


INSIGHT 1

Setiap Orang Dipermudah Untuk Apa Dia Diciptakan.

Bismillah… pada insight pertama hari ini, aku ingin menuliskan semua insight yang aku dapatkan dari sebuah video di instagram @mrbjtangsel & @habibalialkaff

Mudah-mudahan dari insight pertama hari ini ada satu kebaikan yang bisa saya dan Sohib Insight peroleh. Dan semoga rahmat Allah Swt tercurahkan kepada Habib Ali Zaenal Abidin Al-Kaff.

Ada beberapa insight yang saya dapatkan dari video tersebut. Dan mudah-mudahan bisa saya tulis semuanya.

Insight pertama yang saya dapatkan ialah tentang waktu subuh. Adzan subuh adalah adzan yang sedikit berbeda dengan adzan shalat diwaktu yang lainnya.

Itu karena ada lafadz Asholatu Khairum Minannaum. Yang mana artinya adalah sholat itu lebih baik dari pada tidur. Dan Rasulullah Saw. menyepakati hal tersebut.

Artinya apa? Artinya waktu subuh memang waktu yang berat untuk sebagian orang dan mudah untuk orang-orang yang diinginkan oleh Allah Swt kebaikan bagi mereka.

Dalam video tersebut, Habib Ali Rahimahullah menyebutkan satu hadist baginda Rasulullah Saw. yang berbunyi, “Setiap orang dipermudah untuk apa dia diciptakan”.

Pernahkah kita berada dalam posisi dimana dalam benak kita terbit untuk melakukan kebaikan? Entah kebaikan apapun itu.

Mungkin kita tiba-tiba ingin hadir di sebuah pengajian. Tiba-tiba ingin silaturahmi ke rumah orang tua. Tiba-tiba ingin berbuat baik kepada orang. Dan kebaikan lainnya secara tiba-tiba.

Jika memang ada satu kebaikan yang terbesit dalam hati kita secara tiba-tiba, maka bersegeralah untuk menunaikan atau melaksanakan kebaikan tersebut.

Karena bisa jadi itu merupakan sebuah tanda dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghendaki kebaikan untuk kita. Sebab setiap orang akan dimudahkan untuk apa ia diciptakan.

Tentang hadist diawal tadi, saya mencari lengkapnya di google dan Alhamdulillah saya mendapatkan lengkapnya. Hadist lengkapnya berbunyi:

عَنْ عَلِيٍّ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ-… قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ ؟ قَالَ:(اعْمَلُوا, فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ, أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ, وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ ثُمَّ قَرَأَ {فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى} الآيَةَ.

Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu. Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

“Ya Rasûlullâh! Apakah kita pasrah saja dengan apa yang tuliskan untuk kita dan kita tidak beramal ?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Hendaklah kalian beramal ! Setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan tujuan dia diciptakan. Barangsiapa yang tergolong orang-orang yang berbahagia [2] maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang berbahagia tersebut. Barangsiapa yang yang tergolong orang-orang yang sengsara[3] maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang sengsara itu.”

Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allâh Azza wa Jalla (yang artinya)

‘Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allâh) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.’ (Qs al-Lail/92:5-7)[4].

[Dalam riwayat Imam Muslim, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca sampai dengan firman Allâh Azza wa Jalla yang artinya, ‘Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar‘]

Bersyukurlah bagi orang-orang yang dimudahkan untuk berbuat amal shaleh. Selain darinya, segeralah bertaubat, karena sungguh Allah Swt. Maha Pengampun.

Insight yang kedua yang saya dapatkan adalah tentang bersyukur. Syukur tidak cukup hanya dengan lisan karena harus diikuti dengan hati.

Dan syukur tidak pula cukup hanya dengan hati karena rasa syukur itu harus diikuti dengan amal. Sehingga jadilah rukun syukur menjadi tiga: hati, lisan dan amal.

Suatu keharusan bagi kita semua sebagai seorang Muslim untuk senantiasa berusaha bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tidaklah memperolehnya kecuali orang-orang yang mendapat taufiq dan memiliki kesungguhan yang tinggi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur.”

(QS. Saba’ 34: Ayat 13)

Jangan biarkan iblis dan para tentaranya (syaithan) untuk menjauhkan kita dari rasa syukur terhadap segala nikmat yang telah Allah berikan kepada setiap hamba-nya.

“Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 17)

Syukur adalah bentuk kita berserah diri kepada Allah Swt. serta menerima segala nikmat-Nya dengan penuh ketaatan. Dan itu menjauhkan kita dari berbuat maksiat terhadap-Nya.

Maka, ketika di dalam hati kita terbesit untuk melakukan kebaikan, segeralah untuk melaksanakannya sebagai rasa syukur kita telah dipermudah melakukan kebaikan.

”Sesungguhnya orang yang hanya bersyukur dengan lisannya itu seperti seseorang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak terlindungi dari panas, dingin, salju, dan hujan.”

Abu Hazim.

Insight ketiga yang saya dapatkan dari video tersebut adalah tentang amalan kita dan amalan orang lain. Sebagai manusia, kita selalu punya cara masing-masing untuk beribadah.

Ada yang memang Allah ciptakan seorang hamba itu sanggup begadang di sepertiga malam, maka ia beribadah dengan memperbanyak qiyamul lail atau shalat malam.

Dan bagi mereka yang Allah ciptakan tidak sanggup bangun malam dan begadang, maka ia jadikan siangnya sebagai waktu ibadah dengan berpuasa di siang hari.

Setiap orang punya cara untuk mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka selagi itu dalam batas yang aman (sesuai syariat), jangan kita menjelek-jelekkan mereka.

Jangan pernah mengecap ibadah orang jelek hanya karena mereka tidak melakukan amal sebagaimana kamu beramal. Karena setiap orang punya amalannya masing-masing.

Jadi, bisa saya rangkum beberapa insight penting yang saya dapatkan pada kesempatan hari ini melalui kajian Habib Ali Zaenal Abidin Al Kaff adalah sebagai berikut.

  1. Waktu Subuh adalah waktu yang berat untuk sebagian orang dan mudah untuk orang yang diinginkan oleh Allah SWT kebaikan bagi mereka.
  2. Setiap orang dipermudah untuk apa dia diciptakan. Kalau diciptakan untuk menempati surga, pasti dipermudah untuk mengerjakan amaliah-amaliah baik.
  3. Bersyukur tidak hanya dengan ucapan, melainkan juga dengan hati. Tidak hanya dengan hati, melainkan juga dengan bukti atau tindakan nyata. Karena syukur rukunnya ada tiga: lisan, hati dan amal.
  4. Setiap orang punya cara untuk mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ada yang kuat begadang, dia rajin beribadah di malam hari. Ada yang tidak sanggup begadang, dia berpuasa di siang hari.
  5. Jangan pernah mengecap orang lain jelek, karena mereka tidak beramal sebagaimana kamu beramal. Karena setiap orang punya cara menggapai ridho Allah dengan cara mereka masing-masing
INSIGHT 2

Segala Bantuan Yang Kita Lakukan Niatkan Karena Allah.

Insight yang kedua ini saya dapatkan dari kajian Ustadz Hanan Attaki yang di upload oleh instagram @pesan_trend. Semoga Allah Swt melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.

Di insight kedua ini berbicara tentang akad. Terkadang seseorang suka melakukan akad yang salah. Contoh, berbuat baik kepada orang agar orang lain berbuat baik kepadanya.

Kita itu terlalu perhitungan dan terlalu transaksional dengan manusia. Kita membantu manusia karena kita mengharapkan bantuan di masa yang akan datang.

Tidakkah kita berpikir bahwasanya segala kemudahan diatas kesusahan yang kita dapatkan itu datangnya hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jangan menjadi manusia yang terlalu perhitungan dan terlalu transaksional. Kita akan baik kalau orangnya juga baik. Kita akan senyum kalau orangnya senyum lebih dulu.

Kata Ustadz Hanan Attaki, “Kalau kita berbuat baik kepada manusia dan mengharapkan balasan darinya. Kemungkinan besar kita akan kecewa.”

Lalu bagaimana cara kita membangun hubungan baik dengan manusia?

Ustadz Hanan Attaki memberikan nasehat, “Kepada siapapun kita akan berbuat kebaikan, berakadlah dengan Allah bukan dengan manusia.”

Maka dari itu, berakadlah kepada Allah dengan mengatakan, bahwa “Saya bantu dia karena saya ingin Allah bantu saya.”

Maka dengan-Nya, tidak akan ada kekecewaan yang akan kita terima melainkan nikmat yang kita terima dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Siapa yang berjalan diantara manusia untuk menghilangkan kesusahan mereka, Allah pasti akan menemaninya saat dia sedih & susah.”

Semoga dengan insight ini kita jadi disadarkan bahwa segala tindakan haruslah kita niatkan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadikanlah diri kita untuk tidak berbuat kebaikan kepada sesama, kecuali mencari ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

INSIGHT 3

Sepenggal Kisah Imam Bukhari Rahimahullah.

Insight yang ketiga pada hari ini adalah sebuah kisah hidup Imam Bukhari Rahimahullah.

Dalam satu video yang diunggah oleh salah satu akun di instagram, dikisahkan oleh Ustadz Muhammad Halid Syar’ie; dulu Imam Bukhari hadir di suatu majelis ilmu.

Imam Bukhari Rahimahullah ketika hadir dalam majelis tersebut, dirinya tidak didapati satupun buku catatan di tangannya.

Dikisahkan bahwa dulu tidak membawa catatan ketika belajar di suatu majelis ilmu adalah aib. Sehingga beberapa diantara mereka menasehati orang yang tidak membawa catatan.

Dan begitulah yang terjadi pada Imam Bukhari Rahimahullah. Hari pertama beliau di diamkan. Hari kedua, beliau masih di diamkan. Sampai hari ketiga, beliau dinasehati.

Sekalinya beliau dinasehati, beliau dinasehati oleh seniornya dengan kalimat, “Ngapain datang kemari, tapi gak bawa catatan.”

Dari hari ketiga sampai hari ketujuh masih sama; Imam Bukhari Rahimahullah dinasehati sama seniornya, “Ngapain datang kemari, tapi gak bawa catatan.”

Sampai akhirnya di hari ketujuh Imam Bukhari tidak tahan dengan perkataan senior dan teman-temannya yang lain. Lalu Imam Bukhari Rahimahullah katakan,

“Mana catatan kalian semua?”

“Ini catatan kami!” Jawab mereka.

“Kalian lihat catatan kalian semua dan akan saya bacakan seluruh hadist yang telah kita pelajari dari dibawakan oleh Syaikh kita selama seminggu terakhir ini.” Lanjut Imam Bukhari.

Lalu Imam Bukhari Rahimahullah melafazkan satu hadist, dua hadist, tiga hadist sampai semua hadist yang telah dipelajarinya selama satu minggu.

Masya Allah! Tidak satupun hadist yang tertinggal. Bahkan sampai yang punya catatan mengoreksi catatannya dengan hafalan Imam Bukhari Rahimahullah.

Apa insight yang kita dapat dari kisah ini?

Pertama, jangan pernah berprasangka buruk terhadap sesama, karena bisa jadi orang yang kita pandang buruk jauh lebih baik daripada kita.

Kedua, yang dapat melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Imam Bukhari Rahimahullah hanya Imam Bukhari. Jadi, bagi kita sekarang, selalu bawa buku catatan kalau lagi belajar.

Jangankan pelajaran tujuh hari berturut-turut bisa kita ingat. Baru keluar pintu saja, semua pelajaran yang disampaikan oleh guru kita hilang seketika, tanpa membekas sedikitpun, haha…

Wallahu A'lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak aku dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload