Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 10 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Dunia Bukanlah Tujuan, Melainkan Hanya Sebuah Jalan.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-113. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Kemajuan Besar Berasal Dari Kemajuan Kecil Dikali Waktu.

Saya selalu beranggapan bahwa perasaan ketika mendapatkan sesuatu itu sangat menyenangkan dan membuat saya bahagia.

Tapi apa yang sebenarnya membuat saya bahagia bukanlah semata-mata karena hasil yang saya dapatkan. Bahkan ketika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, saya masih bahagia.

Memang yang paling kita cari adalah hasil; yang paling kita lihat adalah hasil; yang paling kita sukai adalah hasil, karena hasil menentukan orang berhasil atau tidak.

Dan orang lain yang melihatnya juga lebih senang melihat hasil apa yang kita dapatkan. Mereka tidak peduli seberapa keras seseorang berusaha; tetap yang paling penting adalah hasil.

Tapi itu hanyalah pandangan orang lain saja. Kita bukanlah salah satu dari mereka. Kita bukanlah orang yang selalu mendapatkan perasaan berdasarkan hasil.

Bahwa hasil itu paling penting dari semua perjalanan adalah benar. Tapi bukan berarti hasil yang menentukan bagaimana perasaan kita berjalan.

Kita yang menentukan bagaimana dan perasaan apa yang akan kita munculkan dalam hati kita. Sering kita lihat orang yang gagal tapi dia tetap bisa menemukan kebahagian.

Sedangkan orang-orang yang berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan, tidak sedikit dari mereka tidak mendapatkan kebahagiaan, justru mendapatkan kemalangan.

Karena mungkin mereka yang berhasil namun tidak bahagia mengetahui bahwa apa yang paling penting dalam hidup mereka adalah apa yang mereka butuhkan.

Sedangkan orang yang gagal yang masih bisa merasa bahagia mengetahui betul apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka.Sehingga mereka tidak terlalu terobsesi dengan hasil.

Apa yang mereka butuhkan telah mereka dapatkan ketika hasil yang dia usahakan belum terwujud. Dan bagi mereka, hasil bukanlah hal yang menentukan kebahagian.

Apa yang membuat mereka bahagia adalah proses menuju hasil. Baik hasil yang diinginkannya berhasil ia dapatkan atau tidak, ia tetap merasa bahagia.

Perasaan yang muncul ketika kita berproses dan menciptakan progres adalah satu hal yang paling berharga dalam hidup kita di sepanjang perjalan kita dalam mencapai tujuan atau hasil.

Bahkan perasaan yang muncul adalah satu-satunya perasaan terbaik dari segala rangkain mendapatkan hasil yang kita capai. Perasaan pada hasil hanyalah bonus pelengkap saja.

Jadi, yang terpenting dalam hidup kita adalah proses dan progres. Kita hidup lama pada proses yang kita lakukan bukan pada hasil yang kita dapatkan.

Maka benar jika banyak orang yang mengatakan bahwa nikmatilah proses yang kamu jalani. Karena disitulah letak kebahagiaan yang panjang yang bisa kita rasakan.

Dan progres atau kemajuan yang kita buat dalam setiap proses yang kita jalani adalah hal yang patut kita banggakan meski itu kecil. Karena kemajuan kecil dalam hidup kita sangat berarti.

Kita tidak dapat menciptakan perubahan besar jika selama kita berproses kita tidak pernah menciptakan perubahan kecil Apa yang kita lihat sebagai perubahan besar ialah perubahan kecil.

Perubahan kecil yang kita dapatkan datang dan terakumulasi seberapa lama kita berproses. Semakin lama kita berproses, maka akan semakin besar perubahan yang kita dapatkan.

INSIGHT 2

Masalah Yang Kita Hadapi Sekarang Sudah Ada Solusinya.

Semua masalah pasti ada cara penyelesaiannya. Jika kita belum mendapatkannya. Itu berarti kita belum terlalu jauh mencarinya.

Masalah yang kita hadapi sekarang adalah masalah yang sudah dialami oleh orang-orang sebelum kita. Jadi solusi atas permasalahan kita sudah tersedia dalam sejarah.

Namun, karena kita tidak mau melangkahkan jejak kita ke zaman kita belum ada menjadikan kita tidak bisa belajar banyak tentang kehidupan.

Orang-orang terdahulu telah banyak menuliskan tentang hidup mereka. Dan apa yang mereka tulis tentang hidup mereka sendiri adalah masalah-masalah sepanjang hidupnya.

Kita bisa melangkahkan kaki dan meninggalkan jejak kita pada zaman sebelum kita ada dengan banyak membaca buku.

Jadi, kalau sampai ada orang yang mengatakan dirinya punya masalah yang belum memiliki solusi sudah bisa kita pastikan bahwa dia adalah orang yang tidak mau membaca.

Maka apa masalah kita sekarang bisa kita selesaikan dengan meluangkan diri kita untuk membaca beberapa buku yang telah dituliskan oleh orang-orang sebelum kita.

Katakanlah kita memiliki masalah penundaan yang menunda pekerjaan-pekerjaan penting dengan mengerjakan hal-hal yang kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali.

Solusi atas masalah kita tentang penundaan sudah ada dalam buku-buku yang bisa kita dapatkan melalui online. Atau bahkan kita bisa membacanya secara gratis dari yang mereviewnya.

Penundaan adalah masalah yang paling banyak dialami orang di atas muka bumi ini. Jadi solusi tentangnya pastilah sudah tersedia dengan sangat banyak.

Bahkan ketika saya menulis daily insight ini; di pangkuan saya sekarang ada buku cara mengatasi penundaan. Saya bisa lihat dengan sangat jelas bagaimana teknik mengatasi penundaan.

Dari apa yang saya lihat dan saya dapatkan, dituliskan bahwa teknik atau cara mengatasi penundaan adalah dengan cara menyadari self-talk yang sedang kita lakukan.

Apa yang kita katakan pada diri sendiri memengaruhi apa yang kita rasakan. Berbagai macam kata keluar dari lisan dan benak kita mencerminkan apa yang ada dalam pikiran kita.

Bagaimana kita berkata, demikianlah kita berpikir. Dan apa yang menjadi pikiran akan menentukan perasaan yang muncul dalam hati kita.

Makanya banyak orang yang depresi karena terlalu kepikiran dengan hal-hal yang negatif. Kepikiran tentang hal ini dan itu bisa memicu perasaan negatif.

Maka latihlah diri kita untuk bisa berkata yang baik-baik saja. Dan jika kita tidak mampu, maka sebaiknya diam. Daripada kita harus merasakan perasaan yang tidak kita inginkan.

Dalam menghadapi penundaan kita bisa menggunakan bahasa yang proaktif, bukan bahasa yang reaktif. Gunakan bahasa yang memberdayakan kita bukan yang memperdayakan kita.

Selalulah fokus pada solusi, bukan pada menyalahkan. Orang yang paling bersalah ketika kita menunda adalah diri kita sendiri. Maka jangan pernah untuk menyalahkan.

Menyalahkan akan membuat masalah baru tanpa ada solusi. Sedangkan memikirkan solusi akan menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi sekarang.

INSIGHT 3

Dunia Bukanlah Tujuan, Melainkan Hanya Sebuah Jalan.

“Apabila ilmu itu lebih utama dalam segala urusan, maka mempelajarinya merupakan keutamaan yang harus dijadikan sebagai skala prioritas.”

Ilmu adalah sesuatu yang lebih utama dari segala perkara yang ada di dunia ini. Karena amal yang baik hanya bisa dijemput oleh dengan pemahaman seseorang atas ilmu yang terkait.

Sehingga mempelajari suatu ilmu tentang bagaimana cara mengamalkan sesuatu harus menjadi prioritas dalam hidup kita selama di dunia.

“Sedangkan mengajarkan ilmu kepada orang lain sama saja dengan memberikan manfaat bagi aplikasi dari keutamaan ilmu itu sendiri.”

Ada ilmu, ada amal. Maka disetiap ilmu yang kita pelajari pasti bisa diamalkan. Dan amal menjadi sesuatu yang harus bisa kita kumpulkan selagi kita hidup di dunia.

Oleh karenanya, kumpulkanlah amal shaleh sebanyak yang kita bisa, dan bantulah orang-orang disekitar kita untuk bisa melakukan amal shaleh.

“Seluruh kehendak (keinginan) manusia akan terakumulasi dalam urusan-urusan agama dan dunia mereka.”

Segala tindakan kita yang kita lakukan akan selalu berkaitan dengan dunia dan akhirat. Maka dari itu, tidak cukup hanya mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan mempelajari ilmu.

Tapi apa yang kita pelajari harus juga kita ajari untuk kebaikan bersama. Karena ilmu yang kita pelajari akan selalu digunakan untuk kebaikan manusia, dan itu hanya berlaku di dunia.

Kita tidak akan pernah membawa ilmu ke akhirat. Apa yang kita bawa ke akhirat adalah pengaplikasian (amalan) dari apa yang telah kita pelajari, termasuk mengajarkannya.

“Sebab, dunia merupakan ladang amal bagi usaha bercocok tanam kita, demi meraih hasil atau buah yang bisa kita petik pada saat nanti di alam akhirat kelak.”

Hidup diatas dunia bukan berarti kita hidup sepenuhnya untuk dunia, melainkan kita hidup untuk sesuatu yang lebih baik dari dunia yang telah dijanjikan Allah Swt. dalam ayat-ayat-Nya.

Hiduplah sebagian untuk dunia dan sebagian dari apa yang sudah kita sisihkan kita jadikan perbuatan yang bernilai amal untuk bekal kita di akhirat kelak.

“Dunia adalah sarana yang bisa menyampaikan kita kepada keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla; tentunya bagi hamba yang mau menjadikan dunia hanya sebagai sarana, bukan tujuan hidup.”

Dunia bukanlah tujuan daripada hidup kita. Bahkan kita sudah tahu bahwa tidaklah Allah menciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadah kepada-Nya.

Ibadah adalah tujuan kita diatas dunia. Dan dunia adalah jalan bagi kita untuk menjalankan semua ibadah yang telah diperintahkan-Nya kepada semua makhluk ciptaan-Nya.

“Dan sebaliknya, dunia benar-benar akan menjadi tempat tinggal bagi mereka yang memang menginginkan keabadian dunia, bukan kekekalan kehidupan negeri akhirat.”

Karenanya, jangan heran jika kita melihat banyak orang yang berbondong-bondong ingin hidup lama di dunia. Bahkan ada yang berani mengorbankan tahtanya demi hidup lama di dunia.

Selama-lamanya hidup di dunia pasti ada batasnya. Dan ketika jelas batas dunia dengan alam selanjutnya, barulah kita sadar bahwa dunia bukanlah tujuan, melainkan hanya sebuah jalan.

Wallahu A'lam Bishawab.

Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload