Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 24 Jumadil Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Bisikan Dalam Batin Ada Sebagian Dipengaruhi Oleh Diri Kita.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-127. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Cara Menghadapi Orang Iri Adalah Dengan Membelakanginya.

Mari kita hadapi tentang semua yang ada dalam kehidupan kita. Baik itu buruk maupun indah, tetap harus kita hadapi.

Tentang perkataan orang kepada kita yang mengatakan kita buruk bukanlah sesuatu yang harus kita respon secara berlebihan untuk memicu emosi negatif kita.

Seringkali mereka yang mencaci kita, yang suka membicarakan tentang keburukan kita, merasa terpuaskan dan menang ketika kita meresponnya dengan rasa kesal dan amarah.

Jadi, kita harus benar-benar fokus pada diri kita dan mulai mengendalikan apa yang ada dalam diri kita. Jangan sampai kita menjadi seseorang yang diluar kendali.

Butuh tenaga yang lebih membang ketika kita sedang menghadapi guncangan yang hebat. Karena itu, tetap fokuskan tenaga kita terhadap apa yang dapat kita kendalikan.

Sebutlah kamu sedang menjadi seorang kapten yang tengah berlayar di lautan luas. Dan pada saat itu, kamu menemukan ombak yang begitu hebat mengguncang kapalmu.

Pertanyaannya, apa akan kamu lakukan? Apakah kamu hendak mengendalikan tuas pengendali pada ruangan kapten atau mengendalikan besar kecil ombak yang kamu hadapi?

Rasa-rasanya kamu paham dengan apa yang saya maksud, dan jelas kamu akan memilih untuk mengendalikan kapal daripada mengendalikan ombak.

Sekalinya kamu berusaha untuk mengendalikan ombak dengan cara melompat ke lautan, maka saat itu pula akan habis termakan oleh ombak yang ganas tersebut.

Dan coba tebak, apa yang akan terjadi padamu? Yang akan terjadi adalah mati. Karena tubuhmu tidak mampu menghadapi ombak tersebut dan pada akhirnya kamu tenggelam.

Bahkan, jika kamu berusaha mengendalikan kapal di tengah besarnya ombak. Kamu masih memiliki peluang untuk tenggelam atau selamat.

Tapi, memilih untuk menghadapi ombak yang jelas-jelas diluar kendali kita adalah satu jawaban yang pasti kesalahannya. Dan besar kemungkinan kita tidak akan selamat.

Dan itulah yang terjadi kepada diri kita sendiri ketika kita menghadapi banyak sekali cemoohan dan cacian dari orang-orang yang mungkin tidak kita kenal.

Kalau kenal saja tidak, lalu kenapa kita harus meladeninya dengan bersusah payah membalas semua cacian dan hinaan mereka kepada diri kita.

Kalau kita berusaha mengendalikan mereka, maka sama halnya dengan ombak yang tadi, kita akan tenggelam dalam permainan mereka dan kita akan kalah.

Dan kalau kita berusaha mengendalikan diri kita sendiri, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk bisa menang dari game yang mereka mulai duluan.

Menghadapi orang yang suka mencaci kita adalah dengan cara tidak menghadapinya. Cukuplah kita membelakangi mereka agar mereka kalah.

Karena ketika kita membelakangi mereka, itu artinya kita berada jauh di depan mereka. Tapi kalau kita berhadapan dengannya, kedudukan kita sama dan tidak ada yang menang.

Jangan pernah mau menjadikan dirimu sebagai cermin baginya untuk memantulkan wajah buruk mereka, karena itu menjadikan kita sama dengan mereka.

INSIGHT 2

Otak Sangat Berdaya, Jika Kita Tahu Cara Menggunakannya.

Tau gak, sih? Kalau otak kita, ternyata gadget yang paling canggih di alam semesta ini. Tidak ada yang dapat menandingi akal yang ada pada otak kita.

Bahkan disebutkan bahwa alasan manusia lebih mulia dari makhluk ciptaan Allah Swt. lainnya adalah karena akal yang Allah Swt. berikan kepada manusia.

Maka pertama, syukuri dengan apa yang kita miliki sekarang. Mungkin kita sekarang tidak memiliki harta yang banyak, tapi setidaknya kita masih memiliki akal yang sehat.

Dan akal yang sehat lahir dari perilaku sehari-hari kita yang juga sehat. Jadi penting bagi kita untuk memastikan setiap tindakan kita adalah benar.

Jangan sering melakukan hal-hal yang dapat merusak otak kita seperti menonton video yang tidak pantas untuk dilihat atau dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat sama sekali.

Scrolling social media berjam-jam adalah cara terbaik untuk merusak kinerja otak kita. Sehingga banyak orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya karena pikiran buruk.

Pikiran buruk dipicu karena kita terlalu sering melihat hal-hal yang buruk di sosial media. Sebenarnya tidak ada masalah jika kita ingin bermain sosial media.

Tapi pastikan apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Semakin sering kita melihat yang baik, maka akan semakin banyak sel dalam otak kita diperbaiki dengan sel-sel otak yang baik dan powerfull untuk kita gunakan.

Karena otak kita akan selalu mengubah struktur mereka bergantung dengan hal-hal apa yang kita lakukan kepada mereka. Maka perlakukan otak kita dengan baik.

Dan ketika kita bisa memperlakukan otak kita dengan baik, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk bisa mempelajari apapun yang kita inginkan dengan baik.

Untuk itulah, cara memperlakukan otak yang baik adalah dengan sering-sering memberikannya pelajaran, ilmu dan insight yang bermanfaat.

Dan jika boleh menyarankan cara pertama untuk memperlakukan otak dengan baik adalah dengan mengajarinya bagaimana cara belajar.

Karena banyak orang diluar sana yang dapat belajar apapun dengan baik dan hasil yang maksimal ketika mereka tahu lebih banyak tentang bagaimana cara belajar yang benar dan tepat.

Ketahuilah bahwa otak kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan. Dan banyak juga para ahli bahkan ilmuwan yang mengatakan hal tersebut.

Maka jika otak kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan, kenapa tidak kita gunakan otak kita untuk aktivitas dan kegiatan yang bermanfaat dan bisa memberikan dampak yang positif.

Yang kita perlu lakukan untuk mendapatkan kekuatan tersebut adalah dengan mengetahui bagaimana cara menyalakan daya otak kita seperti menyalakan lampu pada rumah kita.

Tidak harus bagi kita mempelajari semua tentang kelistrikan dari bagaimana listrik itu dibuat hingga dapat mengalir sampai kerumah kita.

Yang hanya perlu kita lakukan adalah mengetahui dimana letak saklarnya untuk kemudian menyalakan lampu yang kita inginkan, dan bisa mengambil manfaat darinya.

INSIGHT 3

Bisikan Dalam Batin Ada Sebagian Dipengaruhi Oleh Diri Kita.

Hari ini, Alhamdulillah, saya mendapatkan insight yang sangat luar biasa dari kitab Ihya Ulumuddin.

Dari membacanya saya jadi mengetahui bahwa bisikan dalam batin seorang manusia itu selalu mengarah kepada keyakinan yang ada pada hatinya.

Sebagian dari bisikan yang mengarah pada keyakinan tersebut terbentuk oleh pribadi seseorang. Apa yang pernah dilihat dan pernah didengarnya akan menciptakan bisikan.

Jadi sekiranya dalam hidup kita sering menemukan bisikan yang tidak baik keberadaannya dan mempengaruhi keyakinan kita, itu adalah sebab dari apa yang pernah kita lakukan.

Maka dari itu, selalu perhatikan apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar kalau kita tidak mau ada bisikan yang tidak baik yang mengarah pada keyakinan kita.

Imam Al-Ghazali Rahimahullah berkata,

“Bisikan yang terdapat dalam batin itu selalu mengarahkan pada keyakinan, yang sebagiannya disebabkan oleh bentukan pribadi seseorang, dan sebagian lainnya dikarenakan adanya pengaruh di luar batinnya (pengaruh lingkungan sekitar).”

Dan tidak hanya dipengaruhi sebagian diri kita, akan tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kita. Baik lingkungan kita, maka akan baik pula hal-hal yang kita temukan.

Dari apa yang kita temukan dan dapatkan dari lingkungang atau circle kita. Itulah yang akan membentuk pribadi kita. Baik lingkungannya baik juga moral yang akan terbentuk.

Setelah menjadikan mata dan telinga kita melihat dan mendengar hal-hal yang baik, selanjutnya lingkungan kita juga harus baik.

Ibarat kata, kalau kita ingin wangi, maka kita harus berkumpul bersama orang-orang yang wangi meski diri kita yang sekarang tidak wangi akan jadi wangi disebabkan aroma circle kita.

Begitu juga sebaliknya, jika kita mendapatkan diri kita berkumpul bersama orang-orang busuk meski kita dalam keadaan wangi, perlahan kita akan jadi busuk juga.

Lalu bagaimana jika kita sekarang berada dalam circle yang busuk dan sering melihat serta mendengar hal-hal yang tidak diperbolehkan? Imam Al-Ghazali Rahimahullah mengatakan,

“Manakala batin seseorang telah tersusupi kebatilan, ia harus menghilangkan kebatilan tersebut sebelum berkarat dan menjadi sulit dibersihkan. Memang, penerapan dari amalan dimaksud tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.”

Ketika kita sadar bahwa kita sudah berada di tengah-tengah kumpulan orang busuk, segeralah untuk pergi sebelum kita nyaman dan orang dari circle itu tidak membiarkan kita pergi.

Dan bersegeralah berhenti serta bertaubat dari perbuatan yang menjadikan diri dan hati kita tersusupi oleh kebatilan. Setelah dari hal tersebut, kita bersihkan semua kotorannya.

Berhenti akan menjadikan kotoran dalam hati tidak bertambah dan membersihkan daripada kotoran yang sudah ada adalah cara agar hati kita kembali bersih.

Memang terkadang membersihkan sesuatu yang sudah kotor itu sangat sulit dan tidak jarang juga membuat diri kita malas untuk membersihkannya.

Seperti malanya kita ketika melihat begitu banyak piring kotor yang harus dibersihkan. Tapi kalau kita kerjakan, pasti bersih.

Wallahu A’lam Bishawab.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload